Waktu Posting : 08-04-2015 01:03 | Dibaca : 2465x
Tampil langsing tentunya menjadi idaman setiap wanita. Sehingga mereka berlomba mengkonsumsi obat herbal pelangsing. Agar penampilannya semakin cantik dan mempesona. Sayangnya tidak semua produk berkhasiat dan aman tanpa efek samping negatif. Supaya tubuh tetap langsing, indah dan cantik, apa saja tips tepat yang perlu diperhatikan saat akan membelinya?
Obat herbal harus terjamin legalitasnya
Obat herbal untuk melangsingkan tubuh yang beredar di pasaran seharusnya telah memiliki sertifikasi dari Departemen Kesehatan, BPOM RI dan MUI untuk kehalalan produk. Dengan sertifikasi itu maka telah teruji kandungan dan khasiatnya secara klinis. Sehingga tidak memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Baca juga :Â Manfaat Tahitian Noni untuk Kesehatan Tubuh Â
Proses produksi diawasi secara ketat
Proses produksi obat pelangsing tubuh herbal seharusnya ditangani oleh pakar kesehatan yang telah berpengalaman luas dalam dunia farmasi. Selain itu higienitas bahan, proses produksi dan pengemasan juga wajib diperhatikan. Hal itu untuk menjamin kualitas dan khasiatnya.
Kandungan dan khasiat bahan dasarnya telah terbukti
Obat herbal menerapkan bahan alami yang telah teruji klinis khasiatnya dalam membantu melangsingkan tubuh dengan aman. Jangan mudah tergiur dengan penawaran obat yang menjanjikan penurunan berat tubuh secara instan. Karena bisa jadi mengandung bahan berbahaya bagi organ tubuh.
Baca juga :Â Menurunkan Berat Badan dengan Obat Diet Herbal Â
Berkhasiat juga dalam membasmi penyakit
Obat herbal pelangsing yang dipilih seharusnya tidak hanya bermanfaat untuk melangsingkan tubuh saja. Tetapi juga bermanfaat dalam membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan lainnya. Seperti penyakit diabetes, penyakit ginjal, hipertensi, kolesterol dan lain sebagainya. Sehingga dengan konsumsi produk herbal yang tepat Anda bisa memiliki tubuh langsing dan sehat, karena terbebas dari berbagai penyakit yang bisa saja menghambat keinginan tampil langsing.
Saat ini telah beredar produk herbal Ultra Noni yang membantu dalam melangsingkan tubuh dan mengatasi berbagai penyakit. Kandungan buah noni atau mengkudunya sangat berkhasiat dalam membasmi beragam penyakit. Sehingga menciptakan tubuh langsing dan cantik bukan lagi impian belaka. Karena bisa terwujud dengan mudah, dengan catatan dikonsumsi dengan tepat dan rutin. Termasuk dibarengi dengan pola hidup dan pola makan yang sehat. Untuk mendapatkan produk berkhasiat ini bisa mengunjungi kesehatan.tips .
07-07-2024 09:32
Penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak bekerja dengan baik bahkan tidak dapat membedakan bakteri, sel baik maupun sel buruk di dalam tubuh. Umumnya autoimun menyerang tiroid, pencernaan dan sel-sel lainnya. Untuk mengatasi dan mencegah penyakit autoimun mempergunakan ramuan obat herbal sangat dianjurkan. Penyebab penyakit autoimun Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit autoimun, namun ada beberapa faktor yabf dapat meningkatkan seseorang untuk terjangkit penyakit ini, di antaranya adalah : Etnis Pada beberapa penyakit autoimun umumnya menyerang etnis tertentu, misalnya diabetes tipe 1 yang pada umumnya menimpa orang Eropa sedangkan lupus rentan terjadi pada orang Afrika-Amerika serta Amerika Latin. Gender Umumnya wanita lebih rentan untuk terserang penyakit autoimun bila dibandingkan dengan pria. Dan biasanya penyakit ini dimulai pada masa kehamilan. Lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan di sini yaitu seperti cahaya matahari, bahan kimia serta infeksi virus dan bakteri yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit autoimun dan memperparah keadaannya. Riwayat keluarga Pada umumnya menyerang anggota keluarga yang lain meskipun tidak selalu terserang dengan penyakit autoimun yang sama namun mereka rentan terkena penyakit autoimun yang lain. Obat alami untuk mengatasi penyakit autoimun Ramuan rempah jahe Rempah jahe yang kaya khasiat untuk pengobatan telah terbukti mencegah, mengobati dan mengatasi berbagai jenis penyakit. Anti inflamasi dalam rempah jahe dapat mengatasi penyakit autoimun dan menurunkan risiko peradangan karena penyakit autoimun. Konsumsi jahe setiap hari tidak akan menimbulkan efek samping yang buruk, caranya mudah cukup dengan memanaskan 1 ruas jahe dengan segelas air dan masukan teh rebuslah selama 5 menit, setelah ditiriskan tambahkan perasan lemon dan madu minumlah 3x sehari setelah minum obat. Lidah buaya Tanaman yang satu ini dapat menjadi ramuan obat herbal untuk mengatasi penyakit autoimun karena dapat memperlancar metabolisme, batang lidah buaya dapat dipergunakan juga untuk penyakit graves. Campurkan lidah buaya dengan perasan lemon dan madu untuk membuat jus, dalam beberapa kasus penggunaan lidah buaya harus dikonsultasikan kembali pada dokter Nanas berfungsi untuk penyakit autoimun Kandungan bromelain dari buah nanas sangat berguna untuk anti-inflamasi yang sangat tinggi, terapi dengan buah nanas ini membantu mengatasi peradangan artritis. Namun untuk penderita maag akut tidak dianjurkan mengonsumsi buah ini. Buah nanas yang telah dipotong campurkan dengan 15 ruas kunyit dan satukan dalam blender, minum jus yang satu ini 3x kali sehari untuk mengurangi peradangan pada beberapa bagian tubuh. https://pafikabpangkajene.org/ Ramuan obat herbal yang terbuat dari bahan rumahan menjadi solusi mudah, murah dan sehat untuk pengobatan secara alami. Mari hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman, rempah, hingga buah yang ada.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
29-08-2022 05:33
Inkontinensia urine merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu. Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine. Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif. Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup : Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil Kehamilan Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Obat-obatan Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan. Minuman Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun. Sembelit Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih. Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi: Gangguan Dasar Panggul Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih. Stroke Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih. Diabetes Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih. Menopause Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Multiple Sclerosis Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran. Pembesaran Prostat Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia. Pasca Pengobatan Kanker Prostat Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres. Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang bisa terjadi: Inkontinensia Stres Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa. Inkontinensia Urge Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari. Inkontinensia Overflow Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong. Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan: Menjaga berat badan tetap ideal. Latihan otot panggul ( senam kegel). Membatasi mengonsumsi minuman yang bersifat diuretic, seperti teh dan kopi. Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.