Waktu Posting : 29-08-2022 05:33 | Dibaca : 757x
Inkontinensia urine merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu.
Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine.
Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif.
Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup :
Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil
Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan.
Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan.
Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun.
Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih.
Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi:
Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih.
Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih.
Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih.
Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia.
Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran.
Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia.
Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres.
Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang bisa terjadi:
Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa.
Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari.
Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong.
Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan:
Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.
12-09-2022 11:58
 Inkontinensia urine adalah  suatu kondisi yang sering dialami oleh para geriatri (lansia). Penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang harus kita perhatikan sedini mungkin, sebelum mencapai umur lanjut yang cenderung lebih rentan terhadap penyakit, seperti terkena penyakit inkontinensia urine.  Inkontinensia Urine Inkontinensia urine merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang dalam menampung banyak urine. Urine dapat keluar melalui saluran kemih tanpa dikendalikan secara sadar atau justru mengalami kesulitan saat mengeluarkan urine. Banyak lansia menganggap bahwa inkontinensia urine merupakan bagian dari proses penuaan alami, sehingga sebagian besar dari mereka tidak mengunjungi rumah sakit. Sesungguhnya, terdapat beberapa kondisi dimana inkontinensia urine bukan disebabkan oleh proses penuaan, yakni disebabkan oleh penyakit tertentu. Obesitas, diabetes, infeksi, maupun kelainan mental tertentu dapat menyebabkan terjadinya gangguan tersebut. Diperlukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab dari terjadinya inkontinensia urine. Berikut ini adalah 4 jenis inkontinensia urine yang umum ditemukan yaitu : 1. Stress Incontinence – Mengompol ketika sudah penuh Kandung kemih berfungsi untuk menampung urine hingga penuh. Penderita stress incontinencre memiliki otot pengatur proses berkemih yang lemah. Sehingga ketika sudah terisi penuh dan memberikan tekanan pada otot tersebut, urine dapat keluar. Proses ini dapat terjadi saat batuk, bersin, tertawa, maupun mengangkat beban berat. Kelainan ini dapat disebabkan oleh penuaan, kehamila, dan operasi. 2. Urge Incontinence – Ingin berkemih secara berkala Sering memiliki keinginan untuk bekemih secara tiba-tba dan terjadi pada interval yang singkat (kurang dari 30 menit). Kandung kemih belum terisi penuh, namun penderita urge incontinence ingin segera ke toilet. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dinding pembuluh darah yang tidak teratur sehingga menekan urine yang ditampung. Kemudian penderita merasakan keinginan untuk berkemih secara tibat-tiba dan mengeluarkan volume urine yang sedikit. Kelainan ini dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakstabilan otot dinding pembuluh darah, dan tumor. 3. Overflow Incontinence – Mengeluarkan urine sedikit dan tiba-tiba Penderita overflow incontinence justru memiliki hambatan dalam mengeluarkan urine. Urine pada kandung kemih akan menumpuk dan hanya dapat keluar saat tekenannya sangat tinggi. Urine yang dapat keluar pun hanya sedikit, namun terjadi secara tiba-tiba. Jenis ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh batu kandung kemih, perbesaran prostat, tumor, atau kerusakan saraf. 4. Mixed incontinence – Lebih dari satu jenis inkontinensia urine Penderita mengalami lebih dari satu jenis inkontinensia urin, seperti adanya stress incontinence dan urge incontinence secara bersamaan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis faktor, salah satunya penderita mengalami kandung kemih yang overaktif ditambah dengan adanya kelainan saat penutupan saluran kandung kemih. Penyebab Inkontinensia Urine  di antaranya adalah : ·         Usia (kelemahan otot dasar panggul) ·         Kehamilan dan persalinan ·         Kegemukan (obesitas) ·         Hormon, Menopause ·         Diabetes Melitus (DM), Stroke ·         Operasi pengangkatan rahim ·         Infeksi saluran kemih (ISK) ·         Penyakit paru-paru / Batuk kronik Tidak selalu mudah untuk mencegah inkontinensia urine, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya inkontinensia. Inilah pola hidup sehat yang harus dijalankan:  Dapatkan Berat Badan yang Sehat   Obesitas bisa meningkatkan risiko inkontinensia urine. Kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjaga berat badan yang sehat melalui olahraga teratur dan makan sehat. Gunakan kalkulator berat badan sehat untuk melihat apakah berat badan sesuai dengan tinggi badan kamu.  Perhatikan Kebiasaan Minum       Tergantung pada masalah kandung kemih yang kamu alami, dokter biasanya memberikan saran tentang jumlah cairan yang harus diminum. Jika kamu mengalami inkontinensia urine, kurangi alkohol dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Minuman ini bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak urine dan mengiritasi kandung kemih.  Jika kamu harus sering buang air kecil di malam hari (nokturia), cobalah minum lebih sedikit pada jam-jam sebelum tidur. Namun, pastikan tetap cukup minum di siang hari.  Setiap orang disarankan minum 6 hingga 8 gelas cairan sehari (tidak lebih), kecuali jika dokter menyarankan lebih. Banyak orang dengan inkontinensia urine menghindari minum cairan, karena mereka merasa hal itu menyebabkan masalah. Namun, membatasi asupan cairan membuat inkontinensia urine menjadi lebih buruk, karena mengurangi kapasitas kandung kemih.  Rutin Latihan Dasar Panggul     Hamil dan melahirkan bisa melemahkan otot-otot yang mengontrol aliran urine dari kandung kemih. Jika kamu hamil, memperkuat otot dasar panggul bisa mencegah inkontinensia urine.   Berhenti Merokok     Jika kamu merokok, maka risiko inkontinensia urine lebih tinggi. Hal ini karena batuk membuat otot dasar panggul jadi tegang. Jadi, menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi cara mencegah inkontinensia urine.  Lakukan Olahraga yang Tepat   Olahraga sit-up berdampak tinggi memberikan tekanan pada otot dasar panggul dan bisa meningkatkan kebocoran urine. Untuk memperkuat dasar panggul dan meredakan gejala, gantilah olahraga berdampak tinggi, seperti jogging dan aerobik, dengan latihan kekuatan seperti pilates. Olahraga pilates juga mampu memperkuat otot inti, yang bermanfaat untuk mencegah inkontinensia urine.  Hindari Mengangkat Beban   Mengangkat beban membuat otot dasar panggul tegang, jadi hindari kapanpun kamu bisa. Saat memang harus mengangkat sesuatu, seperti menggendong anak atau membawa tas belanjaan, kencangkan otot dasar panggul sebelum dan selama mengangkat.  Konsumsi Makanan yang Tepat     Hindari makanan pedas dan asam, seperti kari dan buah jeruk, karena dapat mengiritasi kandung kemih dan memperburuk kebocoran dan gejala inkontinensia lainnya.   Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai pola hidup sehat yang bisa mencegah inkontinensia urine. Jika kamu mengalami inkontinensia urine yang tidak bisa ditangani sendiri, segera bicarakan pada dokter. Â
16-06-2014 17:08
Seperti apakah posisi tidur Anda? Nyatanya nyaris 95% manusia mempunyai pola tidur yang sama tiap-tiap hari, sehingga menjadi suatu rutinitas. Namun, amankah untuk kesehatan tubuh Anda? Di bawah ini keterangannya : Posisi recovery Posisi memiringkan tubuh ini dimaksud posisi pemulihan, lantaran sering dipakai dalam keadaan darurat medis. Posisi ini baik untuk kurangi masalah pencernaan, terlebih refluks asam lambung serta melegakan saluran pernapasan. Untuk menangani masalah refluks, miringkan tubuh ke sisi kiri. Riset dari Graduate Hospital, Philadelphia, mengungkap bahwasanya posisi tidur miring ke kanan bikin asam lambung lebih lambat mengalir ke esophagus, sehingga perut menjadi tak nyaman. Resiko negatifnya ialah timbulnya kerutan di muka lantaran selalu tertekan di satu tepi. Posisi telentang Meletakkan sisi belakang tubuh semacam tumpuan ialah posisi ideal, terutama untuk pasien arthtritis serta sakit punggung. Pasalnya, beban tubuh terdiri dengan cara rata tiada berikan tekanan pada satu diantara daerah atau organ tubuh spesifik. Janganlah lupa menyelipkan bantal kecil dibawah lekukan lutut untuk bikin pinggang lebih relaks, terlebih untuk Anda yang mempunyai pinggang melenting atau sering punya masalah dengan sakit pinggang. Baca juga : Rahasia Kulit Sehat Tetapi, posisi ini bisa menyebabkan munculnya dengkuran, lantaran bikin otot rahang serta lidah menjadi relaks, dan tenggorokan menyempit sehingga menyebabkan turbulensi hawa. Bila posisi ini adalah kesayangan Anda, yakinkan untuk menyokong kepala serta leher Anda dengan bantal yang nyaman supaya leher serta ruas tulang belakang sisi atas tak alami kekakuan yang bisa menyebabkan sakit. Posisi bayi (meringkuk) Posisi menyamping dengan ke-2 lutut naik atau ditekuk mendekati dada ini bisa menolong menangani cedera serta sakit pada punggung. Posisi ini ideal, lantaran tubuh yang melengkung ke arah dalam bakal buka tulang belakang, turunkan tekanan pada diskus (lempeng tulang belakang), serta menambah pemulihan pada tulang belakang yang sampai kini melakukan aktivitas banyak di pengaruhi oleh gravitasi. Yakinkan posisi leher sejajar dengan semua tubuh, pakai bantal yang tak terlampau tinggi serta tak terlampau rendah, supaya tak menyebabkan sakit kepala serta sakit leher pada pagi hari. Posisi memeluk (bantal atau pasangan) Penelitian yang dikerjakan oleh Dr. James Coan, psikolog serta pakar saraf dari AS mengatakan, sentuhan fisik (dengan pasangan) waktu tidur bisa kurangi stres, baik pada pria ataupun wanita. Sayangnya, posisi ini rawan bikin tubuh pegal dan memperburuk sakit otot serta sendi, terlebih bila dikerjakan menahun. Baca juga : Cara Mudah Turunkan Gula Darah Posisi tengkurap Tidur dalam posisi tengkurap benar-benar tak disarankan, lantaran bisa menyebabkan persoalan tulang belakang, terlebih dibagian leher. Dapat juga menyebabkan tekanan penambahan di bagian leher disebabkan kepala miring ke satu segi. Tidur tengkurap juga bikin paru-paru tak bisa mengembang dengan baik, sehingga pasokan oksigen ke otak kurang optimal. Posisi ini dapat juga memengaruhi wujud payudara pada wanita, meskipun tak penting. Bila Anda memiliki rutinitas mengeretakkan gigi waktu tidur (bruxism), posisi ini mesti dihindari. Pada waktu Anda tengkurap, rahang bawah bakal semakin maju dari pada umumnya, sehingga menyebabkan tekanan semakin besar pada gigi bawah serta bisa berbuntut pada rusaknya. Posisi ini dapat juga menyebabkan masalah saraf pada tubuh sisi atas. Posisi bantal juga bikin posisi leher tak sejajar dengan tulang belakang, sehingga menambah tekanan di bagian leher. Panduan : Bila Anda terpaksa mesti tidur tengkurap, cobalah modifikasi ranjang Anda supaya mempunyai lubang dibagian kepala sehingga posisi leher tak terganggu. Hal semacam ini bisa meminimalkan tegangan pada leher, walau tekanan pada dada terus tak bisa dihindari.
21-06-2018 01:36
Pada abad 21 ini orang lebih suka makan di luar karena lebih praktis da nada banyak pilihan menu yang menarik. Indonesia sendiri sedang trend dengan bisnis kuliner yang kekinian. Misalnya saja martabak aneka topping, atau kue cubit yang memiliki banyak rasa.Semakin banyak makanan yang baru juga tidak menutup kemungkinan banyaknya racun atau kolesterol dan gula yang tinggi. Untuk itu banyak muncul penyakit dikarenakan makanan yang disantap. Apalagi terkadang penjual memakai bahan yang dilarang untuk kesehatan, sehingga membahayakan kesehatan dari pembeli. Untuk mengobati penyakit yang sudah terlanjur ada, maka penderita bisa memakai obat herbal yang memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat biasa. Obat herbal sendiri adalah obat yang dibuat dari 100% tumbuh-tumbuhan dari alam. Obat herbal tidak memakai bahan tambahan lain seperti hewan atau zat kimia. Ada dua jenis obat herbal, yaitu tradisional dan non-tradisional. Tradisional adalah jenis obat yang sudah sering dipakai sebagai obat herbal dan sudah terkenal seperti jamu. Sementara non-tradisional adalah jenis obat yang sebelumnya belum pernah diketahui manfaatnya, akan tetapi memiliki khasiat yang cukup bagus bagi tubuh. Nah, ada beberapa tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obat herbal. Berikut ini daftarnya: · Belimbing Siapa yang tidak tahu buah yang sangat segar dimakan ini. Ternyata buah yang memiliki nama latin Averhhoa Carambola ini memiliki cukup banyak khasiat. Misalnya saja untuk mengatasi kolesterol yang tinggi. Hal ini karena belimbing tinggi akan gizi yang bisa menjaga ketahanan tubuh. · Lidah buaya Lidah buaya atau yang biasa disebut sebagai aloe vera kini cukup populer semenjak produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan memakainya sebagai bahan utama untuk mencerahkan dan menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Caranya tinggal dijadikan minuman, namun harus berhati-hati karena lidah buaya mengandung getah yang cukup gatal. Itu tadi artikel mengenai beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.