Waktu Posting : 04-06-2014 19:15 | Dibaca : 2389x
26-05-2014 18:37
Menurut hasil riset nyatanya satu di antara 30 orang hamil memiliki kandungan anak kembar. Satu kebahagiaan sendiri saat sang calon ibu memperoleh anak kembar (atau jadi pusing?). Namun tak jarang mereka tak tahu apakah bayi yang dia kandung ialah anak kembar. Inilah ciri-ciri seseorang ibu memiliki kandungan bayi kembar yang bisa dipandang dari luar : 1. Umumnya bakal jadi dari awal bahwasanya Anda memiliki kandungan melebihi satu bayi. Janganlah meremehkan perasaan hati atau intuisi itu. Banyak ibu dari si kembar menyampaikan, mereka sudah mengetahui dari awal bahwasanya mereka memiliki kandungan bayi melebihi satu. 2. Biasanya apabila seseorang wanita memiliki kandungan memiliki ciri-ciri seperti kepala pusing, perut sebah/tak enak nyaman, juga sampai muntah-muntah pada pagi hari. Namun bila memiliki kandungan melebihi satu bayi, biasanya Anda bakal lebih menanggung derita, yakni pada pagi hari hingga malam. Juga seluruh waktu (bersabar saja ya Bu). 3. Tanda-tanda kehamilan jadi lebih terasakan serta dikira terlampau dibesar-besarkan. Banyak diantara calon ibu bayi kembar yang menyampaikan, mereka terasa lebih tidak nyaman, muntah-mual terlalu berlebih, serta sangat cepat capek. Pokoknya, tanda-tanda kehamilannya “dahsyat” hingga sering dikira terlampau mengada-ada oleh orang sekeliling. Baca juga : Obat Tradisional Sakit Gigi Berlubang Walau sebenarnya, seluruhnya itu dikarenakan aliran ekstra dari hormon dalam badan. Payudara jadi benar-benar peka, seringkali buang air kecil, terasa lapar seharian, serta terasa benar-benar capek. Saat umur kandungan mulai 6 bln., barangkali bakal merasakan susah bernapas, perut jadi amat berat, bengkak di tangan juga di kaki, berat tubuh naik amat banyak (tak normal), perut benar-benar besar, serta janin bergerak terlalu berlebih. Umumya, ibu bayi kembar ini mengalami anemia atau kandungan zat besinya rendah. 4. Berat tubuh naik cepat di 3 bulan pertama kehamilan. Kenaikannya lebih tinggi dari rata-rata berat ibu hamil satu bayi. Tanda-tanda ini bisa dimaksud semacam ciri pertama memiliki kandungan kian lebih satu bayi. Bila napsu makan baik, artinya tiada persoalan, lantaran gizi yang baik benar-benar dibutuhkan janin dalam umur 3 bulan pertama kehamilan. 5. Ukuran kandungan besar untuk umurnya. Pada kontrol pertama, bisa disebutkan bahwasanya perut semakin besar di banding umur kandungan. Dokter menyampaikan Anda hamil 8 minggu (dihitung dari waktu paling akhir memperoleh haid) namun bila dipandang dengan kasat mata, besar perut/kandungan seperti kehamilan berusia 10-12 minggu. Bila situasi seperti ini, umumnya disarankan untuk mengecek dengan alat USG untuk memperhatikan ada berapakah janin yang ada dalam kandungan. Bila nyatanya memiliki kandungan melebihi satu bayi, ukuran kandungan selalu berkembang semakin besar. Ibu yang memiliki kandungan satu bayi dapat menjangkau 38-40 cm besar ketinggiannya, diawali dari tulang pinggang, sedang untuk bayi kembar dapat menjangkau 48 cm. Baca juga : Postmatur Bila Bayi Terlambat Lahir 6. Kata dokter, AFP Anda tinggi. AFT sendiri sesungguhnya ialah alpha fetoprotein protein yang dikeluarkan bayi pada saat pertumbuhannya serta juga ada dalam darah ibu. Protein ini bisa jadi tinggi lantaran bayi melebihi satu. Normal tes darah AFP dilaksanakan 16-18 minggu setelah saat paling akhir menstruasi. Tes ini sering digunakan untuk menyadari adanya kehamilan kembar atau kehamilan normal. 7. Kata dokter, tingkat HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) naik dengan amat cepat. HCG ialah hormon yang membuahkan telur yang dibuahi. Hormon ini diperlukan untuk melindungi kehamilan hingga plasenta berkembang. Hormon bisa dideteksi dalam darah atau air seni meskipun sebelum saat Anda berhenti menstruasi. Dalam kehamilan normal (satu bayi), pemusatan darah HCG naik dengan cepat dalam 1 minggu kehamilan, berlipat-lipat tiap-tiap 2 atau 3 hari. Tingkat HCG bisa jadi lebih tinggi karenanya ada si bayi kembar. 8. Dari alat “pendengar”, terdeteksi dua denyutan jantung. Dua denyut jantung bisa dibedakan dengan alat spesial yang digunakan dokter sesudah kurang lebih 12 minggu saat kehamilan. Seputar kehamilan 28 minggu, telah bisa dibedakan apabila memanglah ada dua janin. 9. Dengan memakai USG, kehamilan kembar bisa lebih di pastikan. Alat ini bakal menunjukkan ada dua kantung kehamilan, dua janin, serta dua denyut jantung yang bisa terlihat 6 minggu setelah hari pertama saat haid selesai. Juga banyak bayi kembar dapat didiagnosa lebih cepat, kira-kira 1-5 minggu sesudah berhenti memperoleh haid.
23-02-2016 06:17
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha. Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat. Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan? Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini. Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.