Waktu Posting : 04-06-2014 19:15 | Dibaca : 2256x
02-06-2014 01:29
Bagi anda yang baru saja melahirkan sang buah hati, perawatan pasca melahirkan penting untuk dilakukan. Selama masa kehamilan, pastinya anda akan mengalami banyak perubahan fisik, maupun mental. Beberapa perubahan fisik diantaranya adalah bertambahnya berat badan, kaki menjadi bengkak dan emosi yang stabil. Menurut dr. Ardiansjah Dara SpOG, pada masa kehamilan, ibu hamil akan sering mengalami pegal dan sesak nafas. Untuk itu, untuk mengembalikan kondisi tubuh ke posisi yang prima, beberapa macam perawatan perlu untuk dilakukan. Perawatan-perawatan tersebut penting dan sangat dianjurkan, tidak hanya untuk mengembalikan bentuk tubuh, juga agar hubungan suami dan istribisa tetap harmonis. Baca juga : Apa saja Manfaat Juice Sirsak? Masa Nifas Beberapa jenis perawatan pasca melahirkan yang perlu dilakukan diantaranya adalah puasa bercinta paling tidak selama enam bulan. Masa tidak bercinta dengan suami setelah melahirkan ini disebut dengan masa nifas. Masa puasa bercinta dalam masa nifas ini penting untuk menghindari timbulnya infeksi atau gangguan kesehatan lain seperti pendarahan pada organ intim terutama bagi kaum perempuan. Ini dikarenakan seusai melahirkan, organ intim perempuan membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat mengembalikan fleksibilitasnya. Dan tentunya untuk menghindari infeksi saat terjadi penetrasi. Alasan lain adalah, saat melahirkan, akan masih ada darah kotor yang perlu dikeluarkan. Sehingga, darah kotor (apabila terjadi infeksi) akan terkena bakteri, membuat bau yang tidak sedap. Perawatan lain selain berpuasa dalam urusan bercinta adalah dengan melakukan diet. Diet ini berbeda dengan diet menurunkan berat badan pada umumnya. Di sini, seuasi melahirkan, anda akan diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung kadar protein, zat besi, serat dan kalsium yang tinggi. Asupan kalori 2700 kalori perhari pun penting untuk dipenuhi.Biasanya, gangguan kesehatan paling umum adalah wasir. Untuk sebab itu, dengan mengkonsumsi banyak serat, wasir diharapkan bisa cepat hilang. Selain mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi di atas, memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya juga perlu dilakukan. Anda bisa minum tiga liter air putih serta dua liter susu setiap harinya. Baca juga : Cara Melakukan Perawatan Kulit Berjerawat Perawatan Kerampang Itu Penting Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah perawatan kerampang. Kerampang, atau dalam istilah medisnya disebut dengan perineum, adalah selaput pembatas antara anus dan vagina. Pada saat melahirkan, selaput tersebut akan melebar, sehingga memudahkan jalan lahir. Tidak jarang ada kemungkinan kerampang malah sobek. Untuk sebab itu, pasca melahirkan, sangat dianjarkan para ibu untuk memijat kerampang. Selain merawat tubuh di atas, perawatan dari sisi psikologis juga perlu dijalankan. Biasanya, ibu yang baru saja melahirkan akan mudah emosi karena stress. Post partum blues, kelelahan, kurang tidur adalah penyebab stress. Anda bisa merawat dengan ke spa, pergi ke salon atau berbelanja. Lakukan perawatan yang menghilangkan penat sebagai bagian perawatan pasca melahirkan.
28-08-2015 19:58
Asam urat meradang Obat herbal utk asam urat masih banyak dicari hingga saat ini. Bagaimana tidak, masih banyak penderita asam urat yang merasa perlu mengobati penyakit tersebut. Pasalnya dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini sangatlah tidak mengenakkan. Ketika meradang umumnya penderita merasakan nyeri serta ngilu yang amat sangat. Rasa nyeri inipun diikuti dengan persendian yang membengkak serta terlihat sangat memerah. Bahan herbal bermanfaat Setidaknya, ada beberapa obat tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit asam urat, yaitu: Baca juga : Terapi Akupuntur • Kulit manggis Jika selama ini Anda selalu membuang kulit manggis, sekarang kulit-kulit tersebut bisa dimanfaatkan. Untuk menyembuhkan asam urat, Anda cukup mengiris tipis kulit manggis dan jemur hingga mengering. Setelah itu, masukkan kulit manggis tersebut ke dalam gelas untuk diseduh dengan air hangat. Diamkan hingga air seduhan berubah warna baru diminum secara teratur setiap hari. • Jahe Sebagai obat herbal utk asam urat, jahe memang dikenal memiliki segudang manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Salah satunya adalah penyakit asam urat yang cukup menganggu ketika tengah meradang. Guna mengolah obat herbal ini, Anda membutuhkan 2 ruas jahe sebesar ibu jari. Potong-potong jahe sembari diremukkan hingga dirasa cukup. Rebus potongan jahe bersama 1 gelas air dan sedikit gula ataupun madu murni. Setelah matang, air rebusan dapat dikonsumsi secara rutin setiap hari untuk hasil yang lebih maksimal. Baca juga : Zivagold Cream Pemutih Wajah yang Menjanjikan • Cengkeh Selain kedua bahan di atas, ada pula cengkeh yang dimanfaatkan untuk obat asam urat, seperti yang dilansir dari kesehatan.tips. Cara membuatnya pun cukup mudah, yaitu cengkeh yang telah ditumbuk dicampur bersama jahe. Untuk takarannya, Anda bisa menakar 1 banding 1 dan gunakan ramuan ini di bagian luar saja. Oleskan pada sendi yang terasa nyeri dan pakai secara rutin untuk hasil yang maksimal. Anda tentunya sudah lebih paham bukan memanfaatkan beberapa bahan herbal yang tersedia di sekitar Anda? Dengan begini, Anda pun tak perlu lagi mengeluarkan biaya terlalu banyak untuk membeli obat kimiawi. Cara sederhana pun bisa dimanfaatkan untuk membuat obat herbal utk asam urat di rumah.
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.