Kanker Serviks, Gejala, Penyebab Dan Penanganannya

Additional Image

Waktu Posting : 07-09-2014 23:46 | Dibaca : 2412x

Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita.
Penyebab Kanker Serviks

Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV.

Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks.
 
Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya


Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun.

Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim.

Gejala Kanker Serviks

Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa:

  • Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause.
  • Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil.
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul.
  • Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah.
  • Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi.

Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain:

  • Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan.
  • Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki.
  • Masalah urinasi/buang air kecil.
  • Berat badan turun drastis.
 Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan

Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih.

Penanganan Kanker Serviks

Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut.

Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
keputihan kolestrol

07-08-2014 12:18

Ass....dok sy mw tanya gmn caranya ngobatin kolestrol sma keputihan

Featured Image
Konsumsi 5 Makanan Bergizi Ini Untuk Dapatkan Payudara Sehat

21-06-2014 06:14

Payudara yang sehat tak cuma dapat diperoleh dengan rajin melakukan spa, masker serta pijat payudara. Apa yang kita konsumsi ikut bertugas dalam melindungi kesehatan payudara kita. Beberapa makanan terntu bisa menolong mengurangi resiko kanker payudara lho. Beberapa peneliti merekomendasikan beberapa makanan serta diet sehat dengan cara total untuk pencegahan serta penyembuhan kanker payudara. Inilah 5 macam makanan untuk mendapatkan payudara sehat : Ubi Jalar Ubi jalar memiliki kandungan yang kaya akan karoten. Karoten bisa memperkecil resiko terkena beragam jenis kanker payudara sebab mempunyai komponen yang bisa meregenerasi perkembangan serta perbaikan sel.   Baca juga : 5 Kebiasaan yang Bisa Cegah Obesitas Bagi Wanita Kantor Salmon Kandungan omega-3 serta asam lemak tidak jenuh dalam ikan salmon dihubungkan dengan penambahan prognosis kanker payudara. Dalam suatu analisa studi internasional dalam jurnal BMJ, wanita yang mengonsumsi asam lemak omega-3 dari ikan mempunyai kemungkinan mengalami kanker payudara 14 % lebih rendah. American Heart Association mereferensikan 3,5 ons lemak ikan sejumlah 2 x satu minggu untuk diet Anda. Teh Teh, terutama teh hijau, memiliki kandungan polifenol serta antioksidant yang bisa melawan kanker payudara. Wanita Jepang yang rajin minum teh hijau sekurang-kurangnya satu gelas satu hari, meluruhkan karsinogen (pemicu kanker) dari dalam tubuhnya. Siapa ingin coba? Delima Warna merah delima yang cantik nyatanya bisa mencegah perkembangan hormon pemicu kanker payudara. Menurut riset Cancer Prevention Research, ellagic acid dalam buah delima bakal mengatur jumlah hormon estrogen hingga kanker payudara bisa dihindari.   Baca juga : Mengorek Kuping Asyik, Tetapi Berbahaya Bagi Kesehatan   Jamur Menurut jurnal yang dipublikasikan oleh International Journal of Cancer, kira-kira 2.000 wanita yang mengonsumsi jamur segar sekurang-kurangnya 10 gram /hari, 2/3-nya terlepas dari resiko menderita kanker payudara. Mereka yang menggabungkan jamur serta meminum teh hijau dapat dibuktikan memperoleh konsumsi vitamin serta mineral yang lebih tinggi hingga mempunyai potensi kanker payudara yang lebih rendah. Kanker payudara merupakan satu diantara penyakit sebagai momok untuk kaum wanita. Pola hidup yang teratur serta sehat untuk mencegahnya, bisa ditempuh dengan gampang. Satu diantara mengaturnya ialah lewat makanan yang kita konsumsi keseharian. Tetaplah sehat!

Featured Image
Tips Sehat Berpuasa Ramadhan

25-06-2014 01:03

Puasa Ramadhan dengan cara umum mempunyai efek positif untuk kesehatan. Berbagai panduan tersebut butuh Anda pikirkan supaya puasa Anda tetap menyehatkan. Minum yang cukup. Hidrasi ialah hal terutama sepanjang puasa Ramadhan. Sesudah berbuka puasa, Anda mesti minum dalam jumlah besar. Anda pula mesti minum waktu bersahur. Upayakan minum yang cukup, kir-kira 1, 5 liter sampai sahur. Hal semacam ini lantaran keperluan hidrasi tubuh ialah kira-kira 1, 5 liter /hari. Makan yang sehat. Anda baiknya mengaplikasikan diet sehat pada waktu berbuka puasa. Janganlah terlalu berlebih melahap kue serta makanan manis, terlebih dalam jumlah besar. Hal semacam ini lantaran melahap kue serta makanan manis dalam jumlah besar, tak bakal memuaskan rasa lapar serta bakal mengganggu pola makan Anda. Pikirkan mengonsumsi kurma yang bisa isi lagi daya dengan cepat. Janganlah segera berbuka dalam porsi besar. Awalilah dengan minum serta camilan seperti sup, kolak atau makanan pembuka lain serta tunggulah hingga meresap di pencernaan sebelum saat makan besar. Janganlah makan terlampau banyak. Buka puasa semestinya tak sama dengan makan terlalu berlebih. Makan terlalu berlebih tak cuma mengganggu tubuh, namun pula bikin ngantuk waktu shalat tarawih. Walau puasa diawali dari matahari terbit hingga tenggelam, Anda baiknya tetap makan tiga kali satu hari : yang pertama waktu bersahur, yang ke-2 waktu berbuka serta yang ketiga seputar 2 atau 3 jam sesudah berbuka. Waktu bersahur, dianjurkan makan sayur serta buah-buahan yang cukup, untuk vitamin serta sumber karbohidratseperti nasi serta ubi-ubian yang bisa bertahan hingga berbuka puasa. Utama untuk bersantap sahur mendekati waktu imsak. Bila sangat mungkin, istirahatlah dimuka siang untuk menghimpun daya. Jauhi cahaya matahari serta panas yang menyebabkan dehidrasi. Minimalkan pemakaian tenaga fisik. Atlet mesti ekstra hati-hati untuk tak olahraga terlampau keras sepanjang bln. Ramadhan. Disarankan untuk olahraga yang tak intensif di sore hari sebelum akan berbuka dan tentukan olahraga yang tak terlampau berat. Pasien diabetes. Pasien diabetes mesti dengan cara teratur memantau gula darah mereka, cukup hidrasi serta tak makan yang manis-manis tiada nasehat medis. Orang yang lemah fisik. Puasa semestinya tak memperburuk status kesehatan orang dengan keadaan medis. Ibu hamil atau menyusui, lanjut usia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, umumnya tak harus berpuasa Ramadhan. Apabila tetap berpuasa, mereka mesti berkonsultasi dengan dokter bila rasakan sinyal tanda masalah kesehatan. Untuk keselamatan yang tambah baik, dianjurkan untuk pergi ke dokter sebelum saat serta setelah Ramadhan. Janganlah menghentikan penyembuhan tiada nasehat medis. Orang yang perlu memperoleh penyembuhan berkala mesti memperoleh anjuran dari dokter serta ustadz mereka. Mereka tak mesti berpuasa Ramadan bila hal semacam itu membawa resiko pada kesehatan mereka. Minum vitamin serta obat seperti umum dengan penyesuaian. Contoh minum vitamin serta obat pada saat berbuka puasa, saat ingin tidur serta saat sahur Selekasnya membatalkan puasa apabila memperoleh persoalan kesehatan. Apabila Anda alami persoalan medis sepanjang satu hari serta tak dapat sehat dengan cepat, barangkali baiknya Anda tak berpuasa satu hari atau lebih. Hari-hari dimana Anda tak berpuasa dapat ditukar sebelum saat Ramadhan selanjutnya.

...