Waktu Posting : 19-07-2016 17:22 | Dibaca : 9261x
12-06-2014 21:14
Sudah barang tentu Anda kerap mendengar tentang penyakit ini bukan? Penyakit yang di mana dikarenakan oleh virus yang bisa menginfeksi organ hati. Virus hepatitis A merupakan satu diantara dari beberapa tipe virus hepatitis yang bisa mengakibatkan peradangan yang lalu memberi pengaruh pada kapabilitas hati penderitanya untuk berperan dengan normal. Orang dengan hepatitis A mempunyai tanda-tanda yang beragam. Biasanya pasien penyakit ini bakal rasakan beberapa gejala seperti terasa tak sehat, hilang nafsu makan, gampang capek, nyeri pada perut serta terasa tak nyaman pada area seputar hati mendekati tulang rusuk sisi bawah, urin berwarna gelap, jadi nyeri pada pada sendi serta otot, demam, kulit serta mata menguning, timbul mual serta muntah. Baca juga : Mengenal Yoga dan Manfaatnya untuk Kesehatan Penyakit hepatitis A bisa menyerang siapapun serta tak melihat umur dan jenis kelamin. Kejadian hepatitis A juga kerap ditemukan pada bayi, anak-anak, orang dewasa serta orang tua. Penyakit ini bisa menyebar dari satu orang ke orang yang lain lewat makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Lain juga dengan virus Hepatitis B serta C, penyakit ini dapat juga menyebar lewat jalinan seksual atau lewat kontak dengan darah seperti sama-sama sharing dalam pemakaian jarum, atau waktu melahirkan. Ini nyaris tak sempat berlangsung pada perkara Hepatitis A. Apabila Anda merasakan beberapa gejala seperti di atas, biasanya dokter bakal meminta Anda untuk melakukan tes darah. Tes darah ini bermanfaat untuk mengendalikan fungsi hati serta memperhatikan apakah badan Anda mempunyai antibody pada virus hepatitis A didalam darah. Ada dua tipe antibody yakni IgM, yang berperan untuk memberikan apakah waktu ini Anda tengah terinfeksi penyakit ini atau tak serta IgG, antibodi ini bakal memberikan apakah Anda sempat terinfeksi pada awalnya ataukah tidak. Baca juga : Cara Tepat Merawat Gigi Berkawat Kecuali tes fisik oleh dokter, untuk meyakinkan diagnosa biasanya pasien juga disarankan untuk melakukan rangkaian prosedur kontrol Liver Fuction Test, seperti AST atau SGPT, Bilirubin, serta IgM anti HAV. Untuk penyembuhan penyakit ini, biasanya dokter cuma fokus pada beberapa cara untuk menangani tanda-tanda yang timbul biasanya, seperti : • Memperbanyak istirahat Umumnya pasien hepatitis A kerapkali terasa capek serta terasa tenaganya menyusut untuk melaksanakan pekerjaan keseharian mereka. Perbanyak istirahat lantaran Anda barangkali saja terasa capek serta sakit sepanjang sebagian waktu. • Dapatkan langkah menangani mual Mual bisa bikin Anda susah untuk makan. Dapatkan langkah untuk bikin makanan lebih menarik. Makan makanan kecil seharian seringkali dengan porsi lebih kecil di banding tiga kali makan besar. Bila Anda alami kesusahan makan kalori yang cukup, jauhi makanan rendah kalori serta menentukan makanan berkalori tinggi. Umpamanya, minum juice buah atau susu, serta bukan hanya air. • Biarlah hati beristirahat Liver Anda barangkali alami penurunan fungsi kerjanya dalam metabolisme obat serta alkohol bisa memperberat hal itu. Senantiasa tanyakan obat-obatan dengan dokter Anda, lantaran barangkali saja dokter merekomendasikan menghentikan atau merubah beberapa obat Anda. Hentikan minum alkohol waktu Anda alami sinyal tanda atau tanda-tanda hepatitis A.
01-09-2014 01:26
Pola hidup moderen sekarang ini kerap memaksa punggung untuk bekerja dengan jalan yang tak semestinya, hingga bisa mengakibatkan sakit punggung. Menurut kaum ahli, rutinitas kerap duduk, bermalas-malasan, kurang olahraga, stres kritis serta keunggulan berat tubuh, adalah rutinitas yang bisa mengakibatkan sakit punggung. Kian lebih 90% sakit punggung dikarenakan oleh lemahnya otot punggung atau otot perut ataupun keduanya. Hal itu bisa dihindari dengan memerhatikan postur tubuh yang baik serta menguatkan otot-otot di ruang itu. Untuk menghindar terjadinya sakit punggung, tersebut ada berbagai hal yang bisa anda kerjakan, salah satunya : 1. Melindungi postur tubuh yang baik Hal pertama yang perlu dikerjakan ialah memerhatikan serta mengerti posisi tubuh anda. Saat anda mengerti tubuh dalam posisi yang kaku serta tak nyaman, semestinya anda rasakan ada kemelut otot-otot yang dipakai untuk duduk atau berdiri. Ketika itu, cepatlah perbaiki posisi tubuh anda dengan posisi yang harusnya. Baca juga : 10 Cara Alami Meningkatkan Energi 2. Memerhatikan gerakan tubuh Waktu mengangkat barang manfaatkanlah otot kaki, bukanlah dengan otot punggung atau lengan. Bila hendak memungut barang yang berat, seperti tas belanjaan ataupun kotak barang, lengkungkan kaki serta jagalah punggung supaya terus lurus. Kecuali itu, bila pergi keluar serta membawa beban berat, manfaatkanlah tas ransel, bukanlah tas yang disandang pada satu segi bahu saja, lantaran tas ransel bisa membagi beban yang seimbang pada ke-2 segi tubuh. 3. Melindungi tingkat ketinggian Jika lakukan kegiatan seperti membaca atau makan, susunlah supaya beberapa hal itu ada jitu di posisi yang lurus dengan mata serta kepala pula dalam posisi tegak. Kecuali itu, janganlah paksakan diri untuk menjulurkan leher ke depan. 4. Cermati posisi tidur Saat tidur, jauhi posisi telungkup, lantaran waktu perut tertekan ke bawah bisa melengkungkan punggung yang mengakibatkan rasa sakit. Tidur telentang pula bisa melengkungkan lumbar. Posisi tidur pada satu segi tubuh dengan menekuk kaki di lutut, dapat meminimalisir kemelut pada tulang punggung. Letakan 1 atau 2 bantal dibawah lutut, supaya pinggang tertarik ke atas, meratakan lengkungan lumbar serta kurangi kemelut. 5. Gunakan teknik relaksasi Merelaksasi otot-otot punggung waktu duduk terlampau lama bisa menolong menghindar sakit pada punggung. Kerjakan latihan peregangan sepanjang 5-10 detik, dengan menarik punggung atas serta bawah, supaya punggung lebih santai serta tak tegang. 6. Bedakan pada rasa capek dengan rasa sakit Rasa capek lantaran bekerja tidak sama dengan rasa sakit. Rasa sakit adalah tandanya dari saraf waktu lakukan hal yang salah. Waktu rasakan hal itu, kerjakan latihan enteng, dengan memutar tubuh ke ke-2 segi tubuh, memeluk lutut, dan memiringkan tulang panggul. Baca juga : 4 Bahan Alami Untuk Atasi Rambut Kering 7. Kurangi berat tubuh Kurangi berat di bagian punggung dengan latihan kardiovaskular sepanjang 3 sampai 5 kali satu minggu lantaran diakui bisa menghindar sakit punggung. Kecuali itu, aerobik pula bisa menolong menghindar sakit punggung. Ke-2 latihan itu bisa bikin jantung serta paru-paru bekerja lebih keras dari umumnya, hingga bisa memulihkan keadaan fisik yang jelek, sebagai pemicu sakit punggung. 8. Memperkuat otot perut Waktu anda pergi ke tempat fitnes, pusatkan pada latihan-latihan yang bisa menguatkan otot perut. 9. Jauhi duduk terlampau lama Jauhi duduk kian lebih 30 menit dalam sekali saat, serta jauhi duduk dengan dompet yang ada di saku belakang, lantaran dompet itu bisa menaikkan desakan saraf sciatic, yang bisa mengakibatkan sakit punggung serta kaki. Berjalan-jalanlah sebentar sebelum saat duduk kembali. 10. Latihan memperkuat otot punggung Latihan otot punggung bisa melenturkan serta memperkuat otot punggung. Untuk pemula, baiknya pakai sabuk angkat beban supaya bisa menghindar peregangan berlebihan pada punggung bawah.
31-05-2014 00:35
Influenza atau flu merupakan penyakit saluran pernafasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) yang disebabkan infeksi virus influenza. Komponen virus yaitu spike hemaglutinin berikatan dengan reseptor yang ada pada permukaan sel inang. Selanjutnya melalui proses endositiosis nukleokapsid, virus masuk ke sitoplasma. Virus kemudian masuk ke nukleus dan bereplikasi. Protein-protein virus yang bersifat virulen dihasilkan di sitoplasma. Setelah protein-protein virus dihasilkan, beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, kelelahan, kedinginan, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan nyeri pada otot akan mucul. Pada anak-anak seringkali disertai dengan mual, muntah dan diare. Virus flu disebarkan melalui droplet infection atau percikan ludah penderita saat bersin atau batuk, dan melalui saliva (air liur). Jika tidak segera ditangani, flu dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, asma, infeksi telinga, dehidrasi, bronkhitis, sinus kerusakan organ hati, dan diabetes. Pada akhirnya dapat menyebabkan kematian, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua yang berusia di atas 65 tahun, bayi yang baru lahir, wanita hamil, dan seseorang dengan kondisi kesehatan yang buruk. Di Amerika Serikat diperkirakan 10% - 20% penduduk setiap tahunnya menderita influenza, dan sekira 36.000 penduduk meninggal/tahun karena komplikasi. Baca juga : Bahaya di Balik Berat Badan Berlebihan Influenza disebabkan virus, jadi terapi antibiotik seperti penisilin tidak bisa digunakan. Metode yang tepat untuk mencegah infeksi virus flu adalah dengan vaksinasi sebelum musim flu tiba. Musim flu (flu season) di Amerika Serikat biasanya terjadi antara bulan November hingga April. Ada dua jenis vaksin untuk mencegah flu. Pertama adalah flu shot yang merupakan vaksin yang berisi virus mati. Vaksin ini diberikan melalui injeksi pada lengan bagi orang-orang yang sehat, seseorang dengan kondisi medis yang kronis, dan bayi yang telah berusia lebih dari enam bulan. Kedua adalah nasal spray flu vaccine atau Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV). Vaksin jenis ini telah diperkenalkan sejak tahun 2003, berisi virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada penderita yang telah berusia 5-49 tahun dengan cara penyemprotan ke dalam hidung atau nasal spray. Kedua vaksin di atas mengandung tiga jenis virus, yaitu virus A (H3N2, HINI) dan virus B. Flu shot vaksin dan LAIV bekerja dengan jalan menginduksi terbentuknya antibodi yang akan melindungi tubuh terhadap infeksi virus flu. Antara tahun 2003-2004 telah diproduksi 87,1 juta dosis vaksin flu. Baca juga : Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal Kemampuan vaksin flu untuk melindungi manusia dari serangan virus flu tergantung pada dua faktor, yaitu usia dan status kesehatan penderita, serta kemiripan (match) antara strain virus yang menginfeksi dengan vaksin yang diberikan. Seserorang yang telah divaksinasi pada kondisi tertentu dapat terserang kembali flu, hal ini terjadi karena sistem imun alami yang dibentuk tubuh belum tentu efektif terhadap strain virus baru yang menginfeksi atau vaksin yang diberikan sebelumnya, kemungkinan tidak efektif lagi terhadap virus baru. Meskipun tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini tidak terlalu tinggi (sekira 1%), namun pandemik yang terjadi di sekuruh dunia pada tahun 1918-1919 dengan menyebabkan kematian lebih dari 20 juta penduduk mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap virus ini. Obat-obatan antiviral seperti amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamavir digunakan juga untuk mencegah flu. Namun, pemakaian obat-obatan ini harus dengan resep dokter dan memperhatikan siapa yang akan meminum obat tersebut, dosis, usia, kondisi medis penderita dan efek samping yang mungkin timbul. Apa yang harus kita lakukan jika telah terinfeksi virus flu? Istirahat yang cukup, banyak minum air putih, hindari konsumsi alkohol dan tembakau, konsumsi minuman suplemen berbahan herbal yang memiliki khasial meningkatkan imunitas, berobat ke dokter untuk meringankan flu, serta menjaga kebersihan merupakan beberapa tindakan bijaksana yang bisa dilakukan agar kesehatan segera pulih.