Waktu Posting : 01-09-2014 01:26 | Dibaca : 2978x
26-05-2014 15:47
Seiring dengan kemajuan jaman yang terus terjadi maka hal tersebut telah membawa banyak perubahan bagi setiap lini kehidupan masyarakat. Seperti yang saat ini terjadi pada masyarakat modern. Dalam kehidupan masyarakat saat ini telah terjadi perubahan dalam banyak hal yang salah satunya yang paling terlihat adalah perubahan dalam hal gaya hidup. Ya gaya hidup tersebut sangat terpengaruh oleh adanya kemajuan teknologi yang terus terjadi. Seperti satu di antaranya adalah olahraga. Karena itulah maka pada ulasan berikut ini saya akan mengajak anda untuk membicarakan tentang olahraga yang dilakukan oleh masyarakat modern, sepeda statis. Di sini saya akan memberikan banyak ulasan tentangnya, jadi membaca ulasan berikut ini dengan seksama merupakan hal yang menarik untuk anda lakukan karena anda akan mendapatkan banyak informasi penting yang telah saya sajikan tentang sepeda statis. Sepeda statis merupakan sebuah olahraga bersepeda yang lebih modern karena anda dapat bersepeda tanpa berpindah ke tempat manapun. Olahraga sepeda statis ini tidak boleh ada lakukan dengan sembarangan, karena ada banyak hal yang harus anda perhatikan agar olahraga ini memberikan manfaat yang maksimal. Seperti berikut ini. Baca juga : Tips Hidup Sehat 1. Yang pertama harus anda lakukan adalah mengenali alat sepeda statis yang anda gunakan. Mengenali cara penggunaan ini merupakan sebuah hal yang sederhana namun demikian sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini tak lain karena memiliki tujuan utama agar olahraga yang anda lakukan tetap berada dalam prosedur pemakaian yang benar sehingga aman untuk anda serta alat yang anda gunakan itu sendiri. Jika hal ini anda abaikan maka manfaat yang anda dapatkan dari sepeda statis tersebut tidak akan anda peroleh secara maksimal. 2. Olahraga sepeda statis merupakan sebuah olahraga yang bersifat ringan. Namun demikian anda tetap disarankan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukannya. Karena meskipun terbilang ringan, untuk menghindari adanya kejang otot atau mungkin hal buruk lainnya tetap diperlukan adanya sebuah pemanasan. Pemanasan yang dapat anda lakukan dapat dengan cara melakukan pelemasan otot-otot tangan maupun kaki terlebih dahulu. 3. Sepeda statis merupakan sebuah olahraga yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita. Semisal tentang kebutuhan beban, sadel dan juga pengaturan lainnya. Nah dengan hal ini agar mendapatkan manfaat yang maksimal dari olahraga ini maka yang harus anda lakukan adalah dengan menyesuaikan pengaturan alat olahraga ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melakukan olahraga bagi diri anda masing-masing. Baca juga : Cuaca Panas Bisa Picu Serangan Jantung 4. Mengenakan pakaian yang nyaman merupakan sebuah hal yang baik untuk dipersiapkan sebelum kegiatan olahraga dilakukan. Olahraga dilakukan untuk tujuan membuat tubuh menjadi lebih santai dan segar, nah dengan menggunakan pakaian yang santai dan sesuai untuk melakukan olahraga maka anda akan dapat dengan mudah mendapatkan suasana yang santai dalam berolahraga. 5. Lakukan olahraga ini secara perlahan dan bertahap. Selain melakukan pemanasan maka anda perlu memperhatikan cara berolahraga. Sebaiknya anda melakukan olahraga sepeda statis secara bertahap. Pertama anda mulai secara pelan-pelan lalu semakin cepat atau sesuai dengan kemampuan anda masing-masing. 6. Yang selanjutnya harus anda perhatikan saat melakukan olahraga sepeda statis ini adalah pada saat ada selesai berolahraga. Selain melakukan pemanasan di awal sebelum anda berolahraga maka melakukan upaya pendinginan di akhir setelah olahraga ini anda lakukan merupakan hal yang baik. Karena dengan melakukan pendinginan ini maka suhu tubuh anda akan kembali ke dalam keadaan normal dan tidak kaget saat anda berhenti dari olahraga ini. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan untuk anda. Semoga beberapa hal yang saya sajikan di atas dapat memberikan banyak manfaat.
22-07-2016 01:01
Berikut adalah dua cerita pendek yang memberi kesadaran baru dan jarang kita perhatikan, namun kini telah kami sampaikan kepada Anda. Cerita pertama: Ada seorang anak, yang mempunyai ibu berusia lanjut, giginya sudah tanggal semua, sehingga membuat anaknya ingin membawa ibunya untuk memasang gigi palsu. Begitu masuk ke klinik gigi, dokter pun mulai mempromosikan gigi palsu mereka, namun si ibu maunya gigi palsu yang paling murah. Mendengar itu, sang dokter tidak mau menyerah begitu saja, sambil memandangi si anak, dengan sabar ia menjelaskan perbedaan kualitas antara gigi yang bagus dan buruk. Namun, yang sangat mengecewakan dokter adalah, anak yang tampaknya berduit itu acuh tak acuh, hanya sibuk merokok sambil telepon, sama sekali tidak peduli dengannya. Dokter gagal meyakinkan si ibu, hingga akhirnya memenuhi permintaannya. Saat itu, dengan tangan bergetar, si ibu mengambil sebuah kain bungkusan, lalu membukanya selapis demi selapis, kemudian mengambil dan menyerahkan uangnya kepada dokter sebagai uang muka, dan semingu kemudian akan kembali lagi untuk memasang gigi palsunya. Baca juga : Tips Agar Hubungan dengan Suami/Istri Semakin Harmonis Setelah si ibu dan anaknya meninggalkan klinik, orang-orang yang ada di klinik mulai jengkel dan marah-marah terhadap anak berduit tersebut, berpakaian necis, rokonya pun cerutu kualitas tinggi, tetapi tidak rela mengeluarkan uang untuk sepasang gigi palsu yang bagus bagi ibunya. Tepat di saat mereka masih memendam rasa jengkel dan amarah itulah, tak diduga anak berduit itu pun kembali ke klinik dan berkata : “Dok, tolong buatkan gigi porselen yang terbaik buat ibu saya, biayanya saya yang tanggung, tidak masalah berapa pun harganya. Tapi, saya minta anda jangan mengatakan hal yang sebenarnya kepada ibu saya, ibu saya orang yang sangat hemat, dan saya tidak ingin membuatnya sedih karena hal ini.” Cerita kedua: Saya ke pembaringan biasanya pada pukul 23:00 malam, di luar jendela sana tampak hujan salju. Saya menyusutkan diri di balik selimut, mengambil jam alarm, namun alarmnya tidak berfungsi, karena sudah saatnya ganti baterai baru dan saya lupa membelinya. Cuaca yang begitu dingin seperti itu, membuat saya malas untuk bangun lagi. Rasa malas membuat saya menelepon ibu, “Bu, jam alarm saya belum diganti dengan baterai baru, sementara besok pagi saya harus ke kantor untuk rapat, dan saya harus bangun pagi, jadi, besok jam 6 pagi, ibu bangunkan saya ya melalui telepon.” Suara ibu di ujung sana terdengar agak serak, mungkin sudah tertidur, kemudian terdengar ucapanya, “Ya, baiklah”. Saat telepon berdering, saya sedang bermimpi indah, langit di luar sana tampak gelap gulita. Sementara di seberang sana, ibu berkata, “Xiao-ju, ayo bangun, hari ini ada rapat.” Aku melihat jam di pergelangan tanganku, baru jam lima pagi. Lalu dengan jengkel, aku berteriak, “Bukankah aku bilang jam enam pagi? Aku kan masih mau tidur beberapa saat lagi, tapi ibu ganggu!” Tiba-tiba di seberang sana, ibu terdiam, dan aku pun menutup telepon. Setelah bangun, aku pun merapikan diri, dan siap berangkat ke kantor. Dingin sekali cuacanya, tampak hamparan salju di mana-mana. Di halte bis, aku terus menginjak kakiku saking dinginnya. Di sekeliling tampak gelap gulita, sementara di sampingku berdiri dua orang tua yang sudah senja. Aku mendengar si kakek berkata pada nenek itu, “Coba lihat kau, semalaman tidak tidur dengan nyenyak, waktu masih pagi juga kau mulai mendesakku, dan coba lihat sekarang harus menunggu begitu lama di sini.” Ya, bis pertama baru akan tiba lima menit lagi. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya bis yang ditunggu-tunggu itu pun datang, aku bergegas naik ke atas bis. Supir bis adalah seorang pemuda tanggung, sang supir segera tancap gas setelah menunggu aku naik ke dalam bis. Aku berkata kepadanya, “Hei, sopir, di bawah sana masih ada dua orang tua, cuaca begitu dingin, mereka sudah lama menunggu di sana, mengapa kau langsung tancap gas tidak menunggu mereka ?” Dengan bangga pemuda tanggung itu berkata, “Tidak apa-apa, mereka itu ayah ibu saya. Hari ini adalah hari pertama saya menarik (sebagai supir) bis umum, mereka datang hanya sekadar melihat saya.” Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri Tiba-tiba mataku berkaca-kaca dan meneteskan air mata, aku membaca pesan pendek dari ayah, “Nak, ibu bilang, ibu yang salah, ibu selalu tidak bisa tidur dengan nyenyak, sebenarnya sejak awal ibu sudah bangun, dan ibu khawatir kamu akan terlambat rapat.” Tiba-tiba aku teringat sebuah pepatah Yahudi : “Ketika ayah memberikan sesuatu untuk anaknya, sang anak pun tersenyum. Namun, ketika si anak memberikan sesuatu untuk ayahnya, sang ayah menangis.” Setelah membaca cerita ringkas dan sarat dengan makna ini, mengingatkan kita untuk menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua. Seumur hidup ini, orang yang memungkinkan kita berutang terlalu banyak dan tidak mengharapkan balasan jasa serta tanpa pamrih hanyalah Ayah dan Ibu, yakni orang tua kita. Jadi janganlah berkeluh kesah hanya karena mendengar ocehan mereka, sebaiknya maklumi dan pahami mereka, bersyukur dan terima kasih kepada mereka, serta peduli dengan mereka. Hidup ini singkat, jangan pernah merasa bosan untuk melihat orang tua kita selagi sempat, walau hanya sekejap. (secretchina/jhon/ran)
11-05-2014 13:27
Bertengkar dan khawatir atas masalah keluarga dapat menyebabkan peningkatan resiko kematian di usia paruh baya. Konflik dengan keluarga, teman dan tetangga menimbulkan resiko terbesar. Mereka yang paling beresiko adalah laki-laki dan orang-orang keluar dari pekerjaan, para peneliti mencatat. “Stress dalam hubungan sosial yang ada hubungannya dengan kehidupan pribadi memiliki 2 sampai 3x peningkatan resiko kematian, " kata pemimpin peneliti Dr Rikke Lund, seorang profesor di departemen kesehatan masyarakat di University of Copenhagen. "Kekhawatiran dan tuntutan dari pasangan dan anak-anak dan konflik pada umumnya , tampaknya faktor risiko yang paling penting, " katanya. Temuan masih dipegang ketika kekhawatiran atau keluhan tentang penyakit kronis, gejala depresi, umur, jenis kelamin, status perkawinan, dukungan dari hubungan sosial, dan posisi sosial dan ekonomi, kata Lund. Baca juga : Umur 40 Apakah Tidak Terlalu Tua Untuk Olahraga Rutin? "Kami juga menemukan bahwa laki-laki dan peserta luar usia kerja sangat rentan terhadap paparan stres dari hubungan sosial, " katanya . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sosial sebenarnya lebih mirip sebuah pedang bermata dua, karena mereka juga dapat merusak ketika tidak berjalan dengan lancar. Untuk penelitian ini , Lund dan rekan mengumpulkan data pada hampir 10.000 pria dan wanita , berusia 36-52. Peserta ditanya tentang hubungan sosial mereka sehari-hari, terutama tentang siapa, hubungan di antara pasangan, anak-anak, kerabat lain, teman dan tetangga, membuat tuntutan berlebihan, mendorong kekhawatiran atau yang menjadi sumber konflik, dan seberapa sering masalah ini muncul. Mereka juga meneliti apakah memiliki pekerjaan membuat perbedaan . Menggunakan data dari Denmark Penyebab Kematian Registry, peneliti melacak peserta dari tahun 2000 sampai akhir 2011. Selama waktu itu, 196 perempuan ( 4 persen ) dan 226 orang ( 6 persen ) meninggal. Hampir separuh kematian berasal dari kanker, penyakit jantung dan stroke, penyakit hati , kecelakaan dan bunuh diri menyumbang sisanya. Sekitar 1 dari 10 mengatakan bahwa anak-anak mereka adalah sumber keluhan dan kekhawatiran. 9 persen mengatakan bahwa pasangan mereka sering menjadi sumber keluhan atau kekhawatiran . Enam persen tentang masalah antara saudara mereka dan 2 persen memiliki masalah dengan teman-teman. Baca juga : Tips Untuk Mendapatkan Keefektifan Dari Obat Herbal Beberapa 6 persen dari peserta mengatakan mereka sering memiliki konflik dengan pasangan atau anak-anak mereka , 2 persen mengalami konflik tersebut dengan kerabat lainnya, dan 1 persen dengan teman atau tetangga. Kesimpulan dari semua ini, tim Lund menghitung bahwa tekanan tersebut dikaitkan dengan risiko 50 persen menjadi 100 persen peningkatan kematian dari setiap penyebab . Di antara semua tekanan ini, berkeluh kesah adalah yang paling berbahaya. Sering bertengkar dengan pasangan, saudara, teman atau tetangga bisa meningkatkan dua kali lipat sampai tiga kali lipat dalam resiko kematian dari setiap penyebab, dibandingkan dengan mereka yang mengatakan kejadian ini jarang. Namun, para peneliti menduga bahwa stres yang lebih besar dari konflik dan masalah yang mungkin menjadi alasan di balik peningkatan resiko . Mereka mencatat bahwa ketika stress meningkat, misalnya, konflik di rumah ditambah dengan pengangguran - risiko kematian mendadak juga meningkat. Hormon stress yang meninggi dan peningkatan tekanan darah mungkin alasan terjadinya kematian mendadak. Interaksi antara stress dan respon stress tubuh serta faktor-faktor lain seperti keturunan, lingkungan, faktor sosial ekonomi dan respon psikologis - mungkin semuanya memainkan peran dalam hubungan antara konflik dan resiko kematian yang lebih tinggi . Keterampilan dalam menangani kekhawatiran dan tuntutan dari hubungan sosial serta manajemen konflik dalam pasangan dan keluarga , dan juga dalam masyarakat lokal, dapat dianggap strategi penting untuk mengurangi kematian dini.