Waktu Posting : 15-06-2014 22:31 | Dibaca : 2686x
19-06-2014 14:47
Merupakan sebuah pertanda bahwa terdapat sesuatu yang tak beres pada badan Anda jika mengalami sakit pada punggung yang hilang timbul dalam hitungan beberapa hari. Cermati, apakah sakit punggung Anda itu terhitung akut atau kritis. Sakit punggung akut dapat berbentuk rasa nyeri menusuk maupun kaku, yang timbul dengan cara tiba-tiba serta menghilang sekian hari atau minggu sesudah itu. Kerapkali sakit punggung akut merupakan tanda bahwa Anda menderita cedera, serta sakitnya bakal menghilang saat Anda pulih. Dikatakan sakit punggung kritis adalah bila Anda merasakannya tiap-tiap hari dalam kurun waktu melebihi 3 bln. Rasa sakit ini bisa menghilang dalam kurun waktu satu tahun atau lebih atau juga menetap. Sakit punggung kritis terkadang dimulai dengan cedera akut, otot punggung tegang, terkilir, atau nyeri yang tidak kunjung hilang. Cedera, terkilir, otot capek atau sobek, serta penuaan, paling kerap mengakibatkan sakit punggung. Dalam 95 % masalah sakit punggung, pemicunya terkait dengan kerja ligamen serta otot punggung. Walau umumnya sakit atau nyeri punggung ini timbul dengan tiba-tiba, umumnya dikarenakan oleh tegangan otot disebabkan gerakan-gerakan Anda sepanjang sekian waktu. Banyak juga orang yang mengalami nyeri punggung serta menyebutnya semacam ‘saraf terjepit’. Yang sesungguhnya berlangsung ialah, lempeng intervetebral (bantalan lunak diantara tulang punggung) terkoyak serta beralih wujud hingga menekan saraf tulang belakang. Terkadang lempeng ini menekan saraf sciatic yang menuju ke kaki atau tangan, sampai rasa nyeri muncul dibagian kaki atau tangan. Nyeri ini dimaksud dengan sciatica. Pemicu nyeri punggung Sakit punggung dapat berlangsung pada umur 30-50 thn serta biasanya terkait dengan sikap badan keseharian, juga pola hidup Anda. Umpamanya, sikap duduk yang salah, kerap berdiri atau membungkuk dalam kurun waktu relatif lama, tidur ditempat tidur yang kurang menunjang postur punggung, duduk di kursi yang tak ergonomis, kerap mengangkat atau mendorong benda berat, sempat jatuh, serta tidak sering olahraga. Sakit punggung dapat juga merupakan tanda-tanda terjadinya pembengkakan, infeksi otot, spondylolisthesis (tulang punggung berubah), spondylolysis (tulang punggung retak), stres, atau kurang tidur. Stres serta kurang tidur bikin otot badan tegang, istirahat tak optimal, serta menghambat sistem pengobatan jaringan didalam badan. Cermati juga nyeri punggung semacam tanda-tanda osteoporosis atau tumor. Tulang punggung dibagian leher serta torso gampang terkena osteoporosis hingga terkompresi. Retak serta patah tulang disebabkan osteoporosis bisa mengakibatkan postur badan beralih, otot melemah, tinggi menyusut, serta tulang beralih wujud. Hal semacam ini dapat mengakibatkan nyeri dalam periode panjang serta menghalangi kesibukan. Tumor sesungguhnya tidak sering ditemukan dalam masalah sakit punggung, tetapi barangkali saja muncul. Meredakan sakit Sakit punggung umumnya pulih dengan sendirinya, bersamaan dengan berjalannya sang waktu. Tetapi tidak ada kelirunya menurunkan ketidaknyamanan Anda dengan usaha spesial. Meredakan sakit dengan minum obat penahan sakit kerapkali dampaknya cuma sesaat serta tak merampungkan persoalan. Untuk menolong mengendurkan ketegangan otot atau memperkecil pembengkakan, dapat dengan perlakuan 'panas-dingin'. Pergantian temperatur bakal menolong memperlancar peredaran darah. Tempelkan sekantung es di daerah yang mengalami nyeri atau tegang selama 15–20 menit. Kerjakan 3–4 kali satu hari dengan periode waktu pada pemberian es kira-kira 20– 40 menit. Sesudah 48 jam, ubah dengan memakai handuk hangat selama 20 menit sejumlah 2 kali satu hari. Dapat pula dengan mandi memakai pancuran air hangat. Bila sakit telah menyusut, upayakan mulai melakukan aktivitas. Tingkatkan kegiatan dengan cara perlahan-lahan. Berbaring terus-terusan ditempat tidur bakal menurunkan kemampuan otot, mengakibatkan punggung juga lebih susah untuk sehat. Tetapi apabila langkah diatas belum sukses, baiknya jumpai dokter pakar.
06-09-2018 02:13
Dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga tubuh perlahan akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara normal. Dehidrasi bisa terjadi secara akut (sementara) maupun dehidrasi kronis (dalam jangka panjang). Penyebab dehidrasi akut pada umumnya akibat kejadian tertentu seperti olahraga yang terlalu keras hingga diare atau muntah. Sementara dehidrasi kronis pada umunya terjadi akibat gaya hidup seperti jarang minum atau mengonsumsi air yang tidak bersih. Menurut penelitian, sekitar 75% masyarakat Indonesia menderita dehidrasi kronis. Jika dehidrasi terus dibiarkan maka akan menimbulkan beragam masalah kesehatan pada tubuh karena air merupakan komponen penyusun tubuh yang sangat penting. Sekitar 60% tubuh tersusun dari air dan 75% dari otot, 85% dari otak manusia terdiri dari air. Jika tubuh mengalami dehidrasi maka dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada sistem organ seperti : 1. Pencernaan Kurang cairan dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber serat dan banyak minum agar tidak terjadi sembelit. Mengonsumsi banyak cairan juga dapat menurunkan risiko kanker kolektoral terutama pada bagian distal (ujung usus). 2. Saraf Kurang cairan pada tubuh dapat menyebabkan tubuh kehilangan fokus bahkan penurunan kesadaran. Mengonsumsi banyak cairan kerap dikaitkan dengan penurunan intensitas migrain. 3. Saluran kemih dan Ginjal Banyak ahli sepakat jika kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Dehidrasi berkaitan dengan munculnya penyakit batu ginjal serta gagal ginjal kronis. 4. Kandungan Selama masa kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Cairan yang cukup juga sangat diperlukan untuk ibu menyusui agar ASI lancar. 5. Peredaran darah Dehidrasi dapat dikaitkan dengan meningkatnya kekentalan plasma darah. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan munculnya risiko DVT (deep vein thrombosis) serta emboli pulmoner, penyakit jantung koroner dan penurunan tekanan darah).
03-05-2014 04:29
Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal - Kesehatan adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan Anda yang perlu Anda jaga secara baik. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mulai dari mengatur pola makan yang ideal hingga berolahraga secara teratur. Di sisi lain, Anda juga perlu mengetahui tentang berbagai jenis penyakit serta masalah kesehatan yang bisa mengancam kesehatan Anda. Mengetahui detail mengenai berbagai jenis penyakit serta masalah kesehatan akan memungkinkan Anda untuk mencegah atau mengatasi penyakit tersebut secara lebih optimal. Salah satu jenis penyakit yang cukup umum ditemui saat ini adalah batu ginjal. Secara sederhana, penyakit batu ginjal dapat dideskripsikan sebagai pembentukan kristal pada ginjal yang dapat berakibat pada rusaknya fungsi ginjal serta terjadinya infeksi. Ada berbagai hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai penyakit batu ginjal sehingga Anda dapat melakukan pencegahan atau menemukan pengobatan yang tepat untuk penyakit ini. Hal pertama yang sebaiknya Anda ketahui mengenai penyakit batu ginjal adalah penyebab serta gejala penyakit ini. Secara umum, penyebab utama penyakit batu ginjal adalah pembentukan kristal kalsium oksalat yang terjadi pada organ ginjal. Penumpukan asam urat juga dianggap sebagai salah satu penyebab utama terbentuknya batu ginjal. Oleh karenanya, bila Anda terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam urat atau kalsium oksalat dalam kadar tinggi, kemungkinan terbentuknya batu ginjal akan menjadi tinggi pula. Makanan yang mengandung kadar protein tinggi juga dapat memicu terbentuknya batu ginjal. Karenanya, penting bagi Anda untuk memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi serta memilih pola makan yang seimbang untuk mencegah terbentuknya batu ginjal. Selain faktor makanan, dehidrasi atau kurangnya cairan dalam tubuh juga dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya penyakit batu ginjal. Bila tubuh Anda kekurangan cairan, hal tersebut bisa memicu terjadinya pengentalan urine yang dapat berujung pada pembentukan endapan atau batu pada ginjal Anda. Baca juga : Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan Faktor lain yang dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya penyakit batu ginjal adalah terlalu sering berada dalam ruangan dengan suhu tinggi atau berada di bawah paparan suhu panas. Bila Anda bekerja dalam ruangan yang bersuhu tinggi seperti pada dapur atau bengkel, maka tubuh Anda akan lebih cepat kehilangan cairan. Hal ini juga bisa terjadi apabila Anda terlalu sering bekerja di luar ruangan dan mendapat paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Ketika cairan dalam tubuh Anda hilang karena suhu atau udara panas, maka Anda akan mengalami dehidrasi yang dapat berdampak pada terjadinya pengentalan urine seperti yang disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kebiasaan kurang minum, hal tersebut juga bisa memicu terjadinya dehidrasi yang dapat berujung pada pembentukan batu ginjal. Gangguan fungsi metabolisme tubuh juga dapat menjadi penyebab penyakit batu ginjal. Bila fungsi metabolisme tubuh Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya, garam-garam dalam urine Anda bisa mengendap dan membentuk kristal penyebab penyakit batu ginjal. Selain itu, faktor lain yang dianggap sebagai penyebab penyakit batu ginjal adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar kalsium serta vitamin D yang tinggi. Setelah mengetahui penyebab penyakit batu ginjal, hal berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah gejala yang ditimbulkan oleh penyakit batu ginjal. Mengetahui gejala penyakit batu ginjal secara dini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat terhadap penyakit ini. Adapun gejala pertama yang ditimbulkan oleh penyakit batu ginjal adalah rasa nyeri yang timbul di sekitar area perut atau pinggang. Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa bervariasi intensitasnya tergantung dari ukuran batu ginjal yang terbentuk. Bila batu ginjal berukuran sangat kecil, hal ini mungkin bahkan tidak akan menunjukkan gejala apapun. Namun bila Anda merasakan nyeri pada bagian punggung bawah, perut bagian bawah, atau selangkangan, Anda sebaiknya mewaspadai rasa nyeri ini sebagai gejala batu ginjal. Selain itu, rasa nyeri juga bisa muncul pada saat buang air kecil. Selain rasa nyeri, gejala lain yang biasa muncul pada penyakit batu ginjal adalah mual, muntah, serta demam. Mual dan muntah biasanya terjadi diakibatkan rasa nyeri yang sudah terlalu kuat. Sementara itu, bila penyakit batu ginjal sudah semakin kritis, maka akan bisa mengakibatkan penderita menjadi demam atau menggigil. Perubahan warna serta karakteristik urine juga dapat dianggap sebagai gejala penyakit batu ginjal. Urine yang keluar disertai dengan keluarnya darah juga bisa diwaspadai sebagai salah satu gejala penyakit batu ginjal. Baca juga : Mengenal Gejala Serta Penyebab Penyakit Maag Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit batu ginjal. Cara yang paling mudah namun juga dianggap sebagai cara yang paling efektif adalah dengan menjaga kadar cairan dalam tubuh Anda. Minum air secukupnya dianggap sebagai salah satu cara yang cukup efektif dalam mencegah terjadinya pembentukan batu pada ginjal. Dengan minum air secukupnya, maka kandungan air dalam urine akan meningkat sehingga dapat memperkecil potensi pengentalan urine. Pada musim panas, Anda dianjurkan untuk menambah konsumsi air putih sehingga kadar air dalam tubuh Anda tetap berada dalam batas normal. Selain banyak minum, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit batu ginjal adalah dengan mengurangi atau membatasi konsumsi makanan yang mengandung kadar kalsium, protein, atau garam yang tinggi. Anda juga perlu membatasi konsumsi susu dengan kadar kalsium tinggi bila Anda ingin mencegah terjadinya penyakit batu ginjal secara lebih efektif. Terakhir, berolahraga secara teratur juga dapat mencegah terjadinya penyakit batu ginjal karena olahraga dapat membantu metabolisme tubuh untuk bekerja secara lebih optimal. Dengan memperhatikan pola makan serta menjalankan gaya hidup sehat, Anda dapat mencegah terjadinya penyakit batu ginjal secara lebih efektif.