Waktu Posting : 19-06-2014 14:47 | Dibaca : 2597x
26-05-2014 11:53
Permasalahan kesehatan merupakan sebuah bahasan yang semakin menarik untuk diperhatikan. Banyak permasalahan yang timbul dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat modern saat ini. Terlebih ketika menyoalkan tentang gaya hidup. Seperti salah satu di antaranya adalah gaya hidup instan yang selalu menyisakan permasalahan yang semakin serius. Seperti yang paling sering dibicarakan adalah tentang penyakit diabetes. Nah karena hal tersebutlah maka pada ulasan berikut ini saya akan memberikan sedikit ulasan yang penting tentang penyakit diabetes. Sebagai berikut. Diabetes merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang di dunia. Setiap orang memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini. Terlebih dengan kehidupan masyarakat yang terjadi seperti sekarang ini di mana gaya hidup yang kurang sehat semakin akrab dengan kehidupan masyarakat, membuat resiko untuk terkena penyakit ini pun semakin besar. Beberapa di antaranya penyebab utama dari penyakit ini adalah jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat kita. Baca juga : Hati-hati Saat Sakit Kepala Belakang Salah satu hal yang menyebabkan penyakit ini begitu ditakuti oleh banyak orang adalah ketika penderita mengalami luka. Maka untuk bisa sembuh akan sangat sulit. Bahkan banyak di atara kasus uka diabetes tersebut dengan berakhir pada amputasi pada bagian tubuh penderita diabetes yang mengalami luka. Hal ini jelas membuat kita perlu memperhatikan lebih jauh tentang penyebab dari luka diabetes tersebut sulit untuk disembuhkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli menyebutkan bahwa salah satu peyebab luka diabetes sulit sembuh adalah tingginya kadar kortisol dalam tubuh penderita diabetes. Naiknya kadar kortisol ini bisa diakibatkan karena tingginya tingkat depresi yang dialami oleh penderita diabetes. Sehingga untuk melakukan penyembuhan luka diabetes ini , yang diperlukan pertama kali adalah kondisi rileks penderita diabetes tersebut agar kadar kortisol ini tidak naik. Dan, luka diabetes pun lebih mudah disembuhkan. Ketika melakukan perawatan luka diabetes ini seringkali mengalami kegagalan karena penderita kurang sabar dalam melakukan perawatan. Banyak di antara mereka yang mengalami frustasi karena setelah sekian lama melakukan perawatan terhadap luka yang diderita, namun tak kunjung sembuh. Karena frustasi yang dialami tersebut, akhirnya kembali menaikkan kadar kortisol dan membuat luka menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. Karena itulah sikap sabar ini diperlukan bagi para penderita diabetes. Dengan perawatan yang bertahap dan sabar maka luka diabetes yang diderita akan berangsur-angsur sembuh. Baca juga : Tips Hidup Sehat Selain karena kadar kortisol yang tinggi, gangguan peredaran darah, gangguan syaraf dan juga infeksi membuat luka yang dialami oleh penderita diabetes menjadi semakin parah. Biasanya pada penderita diabetes ini, luka yang terjadi berawal dari luka kecil. Luka kecil tersebut lama-kelamaan akan menjadi semakin parah karena si penderita yang kurang memahami dan memperhatikan tentang luka tersebut. Dan jika terjadi gangguan lain layaknya gangguan syaraf, peredaran darah dan terjadinya infeksi oleh virus maka hal tersebut dapat membuat luka semakin sulit untuk disembuhkan. Karenanya maka perlu dilakukan sosialisasi oleh berbagai pihak kepada para penderita diabetes lebih menyadari akan luka diabetes ini. Sehingga luka yang dialami menjadi lebih mudah untuk disembuhkan. Pada penderita diabetes tertentu, juga mengalami penurunan kekebalan tubuh turut menjadi penyebab sulitnya penyembuhan luka diabetes ini. Jadi sangat penting untuk diperhatikan terkait dengan konsumsi makanan yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi para penderita diabetes tersebut. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan tentang sulitnya penyembuhan luka pada penderita diabetes di atas. Semoga beberapa ulasan yang telah saya sampaikan tentangnya dapat memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian.
27-06-2014 08:02
Gusi bengkak umumnya berlangsung disebabkan ada pembusukan pada gigi. Gusi bengkak (parulus) dapat bermakna bengkak kecil atau bengkak bernanah pada jaringan lunak gigi (gusi), lantaran terjadinya peradangan atau infeksi. Akumulasi plak pada gusi jadi pemicu utama gusi yang membengkak. Bila timbul rasa nyeri maka ini mengisyaratkan tanda-tanda penyakit gusi telah lebih kronis semacam disebabkan dari hilangnya tulang di seputar gigi serta mengarah pada pembentukan kantong gusi dalam. Bakteri dalam kantong mengakibatkan infeksi gusi, bengkak, nyeri, serta rusaknya tulang selanjutnya. Gusi bengkak, terhitung penyakit-penyakit gusi yang lain, dapat dikarenakan oleh berbagai aspek, seperti seperti kebersihan mulut yang jelek, kisah keluarga penyakit gusi, merokok, serta histori keluarga diabetes. Baca juga : Cara Meningkatkan Berat Badan Secara Sehat Langkah Menangani serta Menyembuhkan Gusi Bengkak gusi bengkakSebagai langkah awal, kurangi tingkat infeksi serta peradangan pada gusi, sekalian sedikit meredakan rasa sakitnya. Ini dapat dikerjakan dengan berbagai langkah simpel, yakni : Air larutan garam Larutkan satu sendok garam pada satu gelas air hangat, lalu manfaatkanlah larutan itu untuk berkumur. Langkah ini bisa kurangi pembengkakan pada gusi. Kerjakan sistem itu sepanjang berbagai kali dalam satu hari. Teh celup atau kantong teh Dengan letakkan kantong teh celup yang kering (baiknya teh hitam) pada gusi yang membengkak bisa kurangi infeksi, juga keluarkan nanah yang ada di gusi. Letakkan kantong teh diantara dinding pipi sisi dalam serta gusi bengkak sepanjang berbagai jam, atau bila dapat biarlah selama malam. Jalan ini semestinya dapat kurangi bengkak serta rasa sakit yang dihadapi. Konsumsi vitamin C Tingkatkan konsumsi vitamin C 1000 mg, sampai 3 kali satu hari. Vitamin itu nanti bakal berperan dengan cara alami selaku antibiotik untuk melawan infeksi pada gusi. Ketiga langkah diatas hanya cara penyembuhan rumahan (home remedy) untuk kurangi bengkak pada gusi serta meredakan rasa sakitnya. Baca juga : Makanan untuk Menambah Sel Darah Merah Untuk menyembuhkan penyakit gusi bengkak itu sendiri secara detail, tiada jalan lain kecuali berkunjung ke dokter gigi. Gusi yang bengkak memerlukan perawatan medis supaya kondisinya kembali normal. Kecuali itu, dokter barangkali bakal bertindak penyembuhan lanjut untuk menyembuhkan serta mencegah gusi bengkak di saat yang bakal datang. Anda dapat meminta untuk dilaksanakan X-ray pada mulut. Tiada upaya terbaik untuk mendiagnosa gusi bengkak dengan cara akurat kecuali dengan melaksanakan X-ray pada daerah yang terdampak. Akhirnya kelak bakal mempermudah dokter Anda menjalankan diagnosa dengan tambah baik. Janganlah terperanjat bila dokter merekomendasikan supaya gigi Anda dicabut, lantaran sistem itu bakal menjadikan gusi mengempis serta menolong sistem pengobatan dengan cara prima. Tanyakan pula kepada dokter Anda jalan paling baik untuk menjaga kebersihan gigi serta gusi, dan menjaga kesehatan mulut dengan cara menyeluruh. Dengan senantiasa mencermati kebersihan serta kesehatan mulut, Anda bisa kurangi kemungkinan terjadinya gusi bengkak di masa datang.
17-06-2014 10:35
Rambut rontok menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, terutama generasi muda. Mengenali gejala kerontokan rambut adalah penting agar terhindar dari kekhawatiran. Itu berkaitan juga dengan metode penyembuhannya, apakah dibiarkan saja, diobati secara alami, atau harus menjalani pengobatan medis. Kerontokan rambut (ellogen effluvium) dapat diakibatkan peristiwa alami maupun akibat suatu penyakit. Karenanya, masyarakat harus mengenal dulu siklus pertumbuhan rambut. Siklus pertumbuhan rambut itu dibagi menjadi tiga fase yaitu fase pertumbuhan rambut selama 2-5 tahun, fase transisi atau involusi yang berlangsung beberapa minggu, serta fase istirahat yang berlangsung 2-5 bulan. Pada akhir fase istirahat, rambut akan terlepas dan siklus pertumbuhan rambut baru akan dumulai lagi. Pada keadaan normal, kerontokan rambut biasa terjadi yaitu pada akhir fase istirahat dengan melepaskan 80-100 helai rambut per hari. Kita harus mulai khawatir bila ada leboh dari 100 helai rambut rontok setiap harinya. Kerontokan yang mengkhawatirkan ini bisa terjadi karena faktor fisiologis maupun patologis. Contoh faktor fisiologis adalah kerontokan rambut pada bayi baru lahir dan kerontokan rambut pada perempuan setelah melahirkan. Baca juga : Waspadai Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda Faktor patologis itu cukup banyak. Misalnya setelah mengalami demam tinggi, infeksi berat akibat jamur, bakteri, dan virus, penyakit kronik seperti HIV dan lupus, stres berat yang berkepanjangan, setelah operasi besar, kemoterapi, radiasi, hipotiroid/hipertiroid, diet, dan kelaparan. Penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa mengakibatkan kerontokan rambut. Karena itu, untuk mengatasi kerontokan rambut dengan cara yang benar adalah dengan mengetahui dulu secara pasti penyebab kerontokan rambuntnya. Setelah diketahui, maka mulailah menghindari faktor pencetus kerontokan rambut dan mengobati sesuai dengan penyebabnya. Kerontokan rambut memang membuat perasaan tidak tenang. Berbagai cara mengatasinya dilakukan, mulaii dari mengganti shampo dan menggunakan tonik rambut. Ada juga yang mencari-cari tumbuhan yang bermanfaat seperti lidah buaya, urang aring, ginseng, dan lainnya untuk dioleskan ke kepala. Terapi menggunakan tumbuh-tumbuhan memang bisa digunakan bila jenis kerontokannya masih normal. Kerontokan itupun bukan karena faktor patologis ataupun hormonal. Kerontokan yang normal memang bisa dipicu akibat kurangnya asupan gizi. Protein, vitamin, dan zat mineral sangat diperlukan untuk pertumbuhan rambut. Misalnya, vitamin A bermanfaat untuk mencegah kerontokan, vitamin E bisa memperbaiki jaringan rambut, serta vitamin C akan memberikan kekuatan dan kelenturan rambut. Mineral seperti zat besi diperlukan dalam butir darah merah untuk mengangkut oksigen dan zat makanan ke seluruh jaringan termasuk rambut dan kulit kepada. Sementara zinc atau seng dibutuhkan dalam proses pembangunan protein dalam rambut dan tembaga dibutuhkan dalam membantu pembentukan pigmen rambut. Pengobatan medis mulai diperlukan pada jenis kerontokan rambut tertentu. Misalnya pada kebotakan rambut oleh sebab hormonal ataupun kebotakan akibat gejala sisa setelah penyembuhan penyakit tertentu seperti infeksi. Pengobatan medis itu utamanya untuk memperbaiki progresivitas kerontokan rambut, memperbaiki kondisi hormonal, dan lainnya. Pemberian obat-obatan itu bersifat individual tergantung penyebab kerontokannya. Pola hidup memang memiliki pengaruh pada kondisi rambut sehingga rontok. Beberapa faktor luar tubuh yang mengakibatkan kerontokan rambut dan tips bagaimana untuk mengatasinya. Baca juga : Mari Mengenal Aneka Penyebab Sinusitis Karena ingin rambut tampak sempurna, perempuan seringkali menggunakan hairdryer atau alat catok. Hawa panas yang keluar dari alat itu akan menyebabkan kerontokan rambut. Solusinya : Biarkan rambut kering dengan udara, hindari peralatan pengeringan yang dipanaskan. Laki-laki pun sering mengakali rambutnya supaya tampak sempurna dengan menggunakan gel rambut. Terlalu sering memakai zat kimia pada rambut seperti pewarna, gel, hairspray, dan lainnya akan menyebabkan kerusakan akar dan batang rambut sehingga memicu krontokan. Solusi : Biarkan rambut tertata sesuai bentuk aslinya dan jauhkan dari obat-obatan kimia. Cukup menata rambut dengan menggunakan sisir. Usahakan memakai sisr bergigi jarang berlapis teflon dan tidak menyisir rambut dalam keadaan basah. Kehidupan zaman sekarang juga erat dengan stres atau depresi. Kondisi stres berkepanjangan akan menyebabkan urat-urat saraf pada akar rambut menjadi lemah. Solusi : Jagalah kondisi kesehatan jiwa dengan mampu mengatasi rasa stres itu. Hindari pula kebiasaan menggaruk rambut dan kulit kepala di saat stres karena akan membuat rambut semakin mudah rontok. Beberapa perempuan Muslim secara rutin memakai jilbab selama di luar rumah. Hal ini memang lumrah mengakibatkan kerontokan. Kulit kepala yang lembap akan mengakibatkan ketombe yang akhirnya memicu kerontokan. Solusi : Lakukan perawatan yang benar dan tepat. Perawatan itu dimulai dengan menjaga kebersihan, keasaman, dan hidrasi kulit kepala. Cucilah rambut menggunakan shampo berbasis asam sesuai dengan pH kulit kepala (pH 4,5 – 5,5). Kondisioner bisa dipakai untuk meningkatkan kilau rambut dan tonik untuk menguatkan akar rambut.