Waktu Posting : 05-07-2016 05:07 | Dibaca : 2137x
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B.
Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.
Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus.
Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah
Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi.
"Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara.
Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu.
Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM.
"Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya.
Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi.
"Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya.
Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi.
Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis!
Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli.
Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit.
Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit.
Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
31-05-2014 00:35
Influenza atau flu merupakan penyakit saluran pernafasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) yang disebabkan infeksi virus influenza. Komponen virus yaitu spike hemaglutinin berikatan dengan reseptor yang ada pada permukaan sel inang. Selanjutnya melalui proses endositiosis nukleokapsid, virus masuk ke sitoplasma. Virus kemudian masuk ke nukleus dan bereplikasi. Protein-protein virus yang bersifat virulen dihasilkan di sitoplasma. Setelah protein-protein virus dihasilkan, beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, kelelahan, kedinginan, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan nyeri pada otot akan mucul. Pada anak-anak seringkali disertai dengan mual, muntah dan diare. Virus flu disebarkan melalui droplet infection atau percikan ludah penderita saat bersin atau batuk, dan melalui saliva (air liur). Jika tidak segera ditangani, flu dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, asma, infeksi telinga, dehidrasi, bronkhitis, sinus kerusakan organ hati, dan diabetes. Pada akhirnya dapat menyebabkan kematian, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua yang berusia di atas 65 tahun, bayi yang baru lahir, wanita hamil, dan seseorang dengan kondisi kesehatan yang buruk. Di Amerika Serikat diperkirakan 10% - 20% penduduk setiap tahunnya menderita influenza, dan sekira 36.000 penduduk meninggal/tahun karena komplikasi. Baca juga : Bahaya di Balik Berat Badan Berlebihan Influenza disebabkan virus, jadi terapi antibiotik seperti penisilin tidak bisa digunakan. Metode yang tepat untuk mencegah infeksi virus flu adalah dengan vaksinasi sebelum musim flu tiba. Musim flu (flu season) di Amerika Serikat biasanya terjadi antara bulan November hingga April. Ada dua jenis vaksin untuk mencegah flu. Pertama adalah flu shot yang merupakan vaksin yang berisi virus mati. Vaksin ini diberikan melalui injeksi pada lengan bagi orang-orang yang sehat, seseorang dengan kondisi medis yang kronis, dan bayi yang telah berusia lebih dari enam bulan. Kedua adalah nasal spray flu vaccine atau Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV). Vaksin jenis ini telah diperkenalkan sejak tahun 2003, berisi virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada penderita yang telah berusia 5-49 tahun dengan cara penyemprotan ke dalam hidung atau nasal spray. Kedua vaksin di atas mengandung tiga jenis virus, yaitu virus A (H3N2, HINI) dan virus B. Flu shot vaksin dan LAIV bekerja dengan jalan menginduksi terbentuknya antibodi yang akan melindungi tubuh terhadap infeksi virus flu. Antara tahun 2003-2004 telah diproduksi 87,1 juta dosis vaksin flu. Baca juga : Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal Kemampuan vaksin flu untuk melindungi manusia dari serangan virus flu tergantung pada dua faktor, yaitu usia dan status kesehatan penderita, serta kemiripan (match) antara strain virus yang menginfeksi dengan vaksin yang diberikan. Seserorang yang telah divaksinasi pada kondisi tertentu dapat terserang kembali flu, hal ini terjadi karena sistem imun alami yang dibentuk tubuh belum tentu efektif terhadap strain virus baru yang menginfeksi atau vaksin yang diberikan sebelumnya, kemungkinan tidak efektif lagi terhadap virus baru. Meskipun tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini tidak terlalu tinggi (sekira 1%), namun pandemik yang terjadi di sekuruh dunia pada tahun 1918-1919 dengan menyebabkan kematian lebih dari 20 juta penduduk mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap virus ini. Obat-obatan antiviral seperti amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamavir digunakan juga untuk mencegah flu. Namun, pemakaian obat-obatan ini harus dengan resep dokter dan memperhatikan siapa yang akan meminum obat tersebut, dosis, usia, kondisi medis penderita dan efek samping yang mungkin timbul. Apa yang harus kita lakukan jika telah terinfeksi virus flu? Istirahat yang cukup, banyak minum air putih, hindari konsumsi alkohol dan tembakau, konsumsi minuman suplemen berbahan herbal yang memiliki khasial meningkatkan imunitas, berobat ke dokter untuk meringankan flu, serta menjaga kebersihan merupakan beberapa tindakan bijaksana yang bisa dilakukan agar kesehatan segera pulih.
07-08-2024 16:49
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pusat berperan sebagai pusat pengembangan profesi farmas. Dengan berbagai program dan kegiatan, PAFI berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para ahli farmasi di berbagai kota. Berikut adalah peran dan kontribusi pafi.id, dalam pengembangan profesi farmasi. Pelatihan dan Sertifikasi Salah satu fokus utama PAFI adalah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi anggotanya. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek farmasi, seperti farmakologi, manajemen apotek, dan teknologi farmasi terbaru. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ahli farmasi dapat meningkatkan kompetensi mereka dan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional. Sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa para ahli farmasi memiliki kualifikasi yang memadai untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seminar dan Workshop PAFI Pusat secara rutin mengadakan seminar dan workshop yang menghadirkan para ahli dan praktisi farmasi terkemuka. Seminar dan workshop ini memberikan kesempatan bagi anggota PAFI untuk mendapatkan pengetahuan terbaru tentang perkembangan di bidang farmasi, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan profesional mereka. Dengan mengikuti seminar dan workshop, para ahli farmasi dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan mengikuti perkembangan terbaru di bidang farmasi. Program Magang dan Pendampingan PAFI juga menyelenggarakan program magang dan pendampingan bagi para mahasiswa dan lulusan baru farmasi. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman praktis di lapangan dan belajar langsung dari para profesional. Dengan mengikuti program magang dan pendampingan, para mahasiswa dan lulusan baru dapat mengembangkan keterampilan praktis mereka dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Penelitian dan Publikasi PAFI mendorong anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Penelitian ini mencakup berbagai topik, seperti pengembangan obat baru, manajemen penyakit, dan teknologi farmasi. Dengan melakukan penelitian, para ahli farmasi dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi. PAFI juga mendukung publikasi hasil penelitian ini di jurnal-jurnal ilmiah terkemuka, sehingga dapat diakses oleh para praktisi dan peneliti di seluruh dunia. Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan PAFI menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di bidang farmasi. Kerja sama ini meliputi penyelenggaraan program pendidikan, pengembangan kurikulum, dan penelitian bersama. Dengan menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan, PAFI berupaya meningkatkan kualitas pendidikan farmasi di daerah ini dan memastikan bahwa para lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Peningkatan Profesionalisme PAFI juga berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan etika dan standar profesional di bidang farmasi. Dengan mengikuti kegiatan ini, para ahli farmasi dapat mengembangkan sikap profesional yang diperlukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kesimpulan PAFI Pusat memainkan peran penting sebagai pusat pengembangan profesi. Melalui pelatihan dan sertifikasi, seminar dan workshop, program magang dan pendampingan, penelitian dan publikasi, kolaborasi dengan institusi pendidikan, dan peningkatan profesionalisme, pafi.id berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para ahli farmasi. Dengan terus berinovasi dan melibatkan berbagai pihak, PAFI akan terus berkontribusi dalam pengembangan profesi farmasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.
13-09-2019 16:31
Batuk memang terbilang penyakit ringan tetapi sangat menganggu jika dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi berbagai macam gejala yang ditimbulkan seperti tenggorokan gatal, dada sesak dan nyeri, sakit kepala dan proses menelan ludah terasa sakit karena radang. Banyak obat batuk murah yang dijual di warung atau apotek tetapi jangan lantas dikonsumsi secara sering atau malah dijadikan andalan. Lebih baik lagi Anda menggunakan obat herbal alami, memanfaatkan bahan yang ada di rumah seperti rempah dan tumbuhan tradisional. Seperti contohnya berikut ini: 1.   Daun Kayu Putih Daun kayu putih ini merupakan bahan utama pembuatan minyak kayu putih. Bentuk daunnya panjang dan kecil-kecil dengan aroma khas kayu putih. Anda bisa mengambil beberapa lembar daun tersebut dan menjadikannya sebagai obat herbal pengusir batuk. Bau menyengat yang dikeluarkan mampu membuat pernafasan dan hidung yang tersumbat lendir menjadi lega. Kemudian ketika menghirup uang ekstrak daun tersebut juga bisa mengurangi sesak akibat batuk. 2.   Daun Oregano Oregano merupakan salah satu tumbuhan rempah untuk masakan yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi Anda bisa menemukannya dengan mudah di Indonesia seperti di swalayan yang menjual sayuran dan kebutuhan dapur segar. Oregano bisa menjadi obat batuk serta mengencerkan dahaknya. Adapun caranya yaitu dengan merebus dan meminum air hasil rebusan tersebut setiap hari. Bisa juga langsung membeli produk buatan teh oregano asli dan menyeduhnya dengan air panas untuk mengeluarkan dahak.  Â