Waktu Posting : 13-07-2014 07:14 | Dibaca : 4577x
11-11-2025 17:46
Kota Langsa, yang terletak di ujung timur Provinsi Aceh, terus berkembang menjadi salah satu kota yang aktif dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat semakin menjadi prioritas. Melalui peran penting Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Langsa, berbagai program dan kebijakan digulirkan untuk mewujudkan Langsa sebagai kota yang ramah lingkungan dan nyaman bagi seluruh warganya.DLH Langsa memiliki visi untuk menjadikan lingkungan hidup sebagai fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sampah perkotaan. Dengan semakin meningkatnya volume sampah setiap harinya, DLH mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Melalui pembentukan Bank Sampah di berbagai gampong (kelurahan), masyarakat dilatih untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. Program ini tidak hanya membantu mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penjualan sampah daur ulang.Selain itu, DLH Langsa juga gencar melakukan edukasi lingkungan melalui sekolah-sekolah dan komunitas. Program Adiwiyata menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut. Melalui program ini, siswa didorong untuk berperilaku ramah lingkungan, seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan sekolah. Langkah ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan sejak dini sehingga tumbuh generasi muda Langsa yang sadar akan pentingnya menjaga alam.Dalam menjaga kualitas udara dan air, DLH Langsa menjalankan berbagai kegiatan pemantauan dan pengawasan. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dan aktivitas industri menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas udara. Oleh karena itu, DLH rutin melakukan uji emisi kendaraan dan sosialisasi penggunaan transportasi ramah lingkungan. Sementara untuk pengendalian pencemaran air, pengawasan terhadap pembuangan limbah domestik dan industri terus diperketat. DLH juga mengajak pelaku usaha untuk menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik agar tidak mencemari sungai dan sumber air masyarakat.Aspek penghijauan kota menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Langsa kota yang ramah lingkungan. Melalui program Langsa Hijau dan Bersih, DLH bersama masyarakat melakukan penanaman pohon di taman kota, jalan protokol, dan kawasan publik. Penambahan ruang terbuka hijau tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga berperan dalam menurunkan suhu udara, menyerap karbon dioksida, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Kota yang hijau bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyehatkan jiwa dan raga warganya.Namun, upaya ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya kebersihan masih perlu ditingkatkan. Masih ditemukan praktik membuang sampah sembarangan dan pembakaran sampah di lahan terbuka. Selain itu, keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah modern menjadi kendala yang perlu segera diatasi. Meski demikian, dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihakbaik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun lembaga pendidikantantangan ini dapat diubah menjadi peluang menuju perubahan positif.DLH Langsa (dlhlangsa.id) juga berinovasi dengan mengembangkan program digitalisasi layanan lingkungan, seperti sistem pelaporan online untuk aduan pencemaran atau kegiatan ilegal yang merusak alam. Langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di era modern tak hanya bergantung pada tenaga lapangan, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.Mewujudkan Langsa sebagai kota ramah lingkungan dan sehat bukanlah pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan perilaku hidup bersih, mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan drainase, dan aktif menanam pohon, setiap warga dapat menjadi bagian dari solusi.Kota yang ramah lingkungan mencerminkan masyarakat yang peduli dan berbudaya. Langsa memiliki potensi besar untuk menjadi contoh kota hijau di Acehkota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, cita-cita menjadikan Langsa sebagai kota yang bersih, hijau, dan sehat bukanlah impian, melainkan kenyataan yang sedang diwujudkan bersama.
13-07-2016 22:09
Saat musim kemarau, cuaca cenderung panas dan kering serta matahari menyengat di kulit. Itulah mengapa kamu juga butuh pintar-pintar mengakali bagaimana caranya agar kamu tidak kepanasan sepanjang hari dan bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu. Baca juga : Tips Memilih Cream Pemutih Wajah yang Aman Salah satunya adalah dengan cermat memilih baju. Warna baju seringkali juga jadi pertimbangan ketika akan keluar rumah, banyak orang pasti akan menghindari baju warna hitam jika akan keluar rumah saat hari sedang panas. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata bukan baju warna hitam yang seharusnya kamu hindari saat suhu di luar sedang panas. Memakai baju warna hitam sangat aman dipakai ke mana saja, bahkan jika hari sedang panas dan kamu berkeringat, karena meskipun kamu berkeringat, pakaian hitam tak akan terlihat basah karena keringat. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Berbeda jika kamu memakai baju warna abu-abu. Bukan hanya terasa panas karena abu-abu adalah turunan warna dari hitam, baju warna abu-abu juga rentan memperlihatkan bercak basah karena keringat. Jadi, saat cuaca panas, jangan pakai baju warna abu-abu. Dibanding baju warna hitam yang panas tapi bisa menyamarkan keringat di baju, abu-abu cenderung panas dan bisa membuatmu malu karena bercak basah di ketiak atau di punggung. Nggak mau ini terjadi kan?
23-05-2014 15:42
Obesitas pada anak telah meraih skala epidemi di banyak negeri. Organisasi Kesehatan Dunia menyampaikan bahwasanya di semua dunia ada kurang lebih 22 juta anak dibawah umur lima th. yang keunggulan berat tubuh. Obesitas pada anak juga dihadapi negara-negara berkembang. Menurut Unit Pekerjaan Obesitas Internasional, di bagian-bagian Afrika, ada semakin banyak anak yang alami obesitas daripada malnutrisi. Pada th. 2007, Meksiko tempati urutan ke-2 didunia, sesudah Amerika Serikat, untuk obesitas pada anak. Konon di Mexico City saja, 70 % anak serta remaja keunggulan berat tubuh atau obes. Pakar bedah anak Dr. Francisco González memperingatkan bahwasanya generasi ini barangkali ialah ”generasi pertama yang bakal mati sebelum saatnya orang tua mereka meninggal disebabkan komplikasi obesitas”. Apapun komplikasinya? Tiga salah satunya ialah diabetes, desakan darah tinggi, serta penyakit jantung, yang pada mulanya dikira semacam masalah kesehatan yang biasanya dihadapi orang dewasa. Menurut Institute of Medicine AS, 30 % anak lelaki serta 40 % anak wanita yang lahir di Amerika Serikat pada th. 2000 mempunyai resiko bahwasanya satu saat mereka bakal didiagnosis menderita diabetes jenis 2 yang terkait dengan obesitas. Baca juga : Mengenal Manajemen Metabolisme Tubuh Faktor Penyebab Apa pemicu epidemi global obesitas pada anak ini? Walau gen dapat turut bertindak, penambahan yang mencemaskan dalam masalah obesitas sebagian dekade akhir-akhir ini nampaknya menunjukkan bahwasanya gen tidaklah hanya satu pemicu. Stephen O’Rahilly, profesor biokimia klinis serta kedokteran di Cambridge University di Inggris, menyebutkan, ”Meningkatnya obesitas tiada sangkut pautnya dengan gen. Kita tak bisa merubah gen kita dalam kurun tigapuluh tahun. ” Memberi komentar pemicunya, Klinik Mayo di Amerika Serikat menyampaikan, ”Meskipun ada pemicu genetis serta hormonal pada obesitas anak, umumnya masalah berat tubuh berlebihan dikarenakan oleh terlampau banyak makan serta terlampau tidak sering olahraga. ” Ada dua misal yang menuturkan pergantian trend dalam rutinitas makan saat ini. Pertama, lantaran orang tua yang bekerja mempunyai lebih sedikit waktu serta tenaga untuk mempersiapkan makanan, santapan cepat saji makin umum. Restoran cepat saji bermunculan di mana-mana di penjuru dunia. Hasil riset memperlihatkan bahwasanya nyaris sepertiga dari seluruhnya anak umur empat sampai sembilanbelas tahun di Amerika Serikat menyantap makanan cepat saji tiap-tiap harinya. Makanan seperti itu umumnya tinggi kandungan gula serta lemaknya serta disajikan dalam ukuran besar yang mengundang selera. Baca juga : 5 Fakta Mengagetkan Masalah Kolesterol Ke-2, softdrink telah lebih popular daripada susu serta air. Umpamanya, tiap-tiap tahun., orang Meksiko membelanjakan semakin banyak uang untuk softdrink, terutama kola, dari pada untuk paduan sepuluh makanan pokok. Menurut buku Overcoming Childhood Obesity, menenggak softdrink 600 mililiter saja tiap-tiap hari bisa menambah berat tubuh sejumlah 11 kilogram kurun waktu satu tahun! Perihal kurangnya gerak tubuh, hasil riset University of Glasgow di Skotlandia menemukan bahwasanya anak umur tiga tahun biasanya tiap-tiap hari melaksanakan ”gerak tubuh ringan sampai berat” sepanjang 20 menit saja. Tentang hasil riset itu, Dr. James Hill, profesor pengetahuan kesehatan anak serta kedokteran di University of Colorado, berkomentar, ”Meningkatnya pola hidup kurang gerak pada anak-anak di Inggris Raya bukan hanya hal yang unik serta tampak di umumnya negeri di sekeliling dunia. ” Apa Pemecahannya? Beberapa pakar gizi tak mereferensikan diet ketat untuk anak, lantaran hal semacam itu bisa beresiko jelek pada perkembangan serta kesehatan anak. Sebaliknya, Klinik Mayo menyebutkan, ”Salah satu kiat paling baik untuk memerangi berlebihannya berat tubuh pada anak Anda ialah melakukan perbaikan pola makan serta jumlah olahraga semua anggota keluarga. " Buatlah jadi rutinitas yang sehat semacam hal wajib untuk keluarga. Bila Anda mengerjakannya, rutinitas itu bakal jadi gaya hidup untuk anak-anak Anda yang bakal terbawa sampai dewasa.