Waktu Posting : 18-06-2014 23:06 | Dibaca : 2481x
Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu?
Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda.
Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik.
Baca juga :Â Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan PendengaranÂ
Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit.
Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran.
Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari.
Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah.
Baca juga :Â Tips Sukses Diet SehatÂ
Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita lakukan dengan aktif melakukan pencegahan.
Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran
24-03-2015 11:43
Penyakit diabetes melitus dapat membuat seseorang merasa dibatasi, sebab ia harus waspada dengan apa saja yang ia konsumsi agar kadar gula dalam darah tetap terkontrol. Kondisi seperti ini bisa sangat sulit, apalagi banyak sekali godaan yang muncul seperti hidangan santapan lezat dan manis di depan mata yang menjadi pantangan baginya. Beberapa jenis makanan tersebut di antaranya mie, pasta, nasi, roti putih, kentang, kafein, gorengan dan minuman bersoda. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh penderita penyakit gula agar tetap bisa menjalani hidupnya dengan normal? Baca juga : Berbagai Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 Gaya hidup sehat adalah kunci utama menjaga kadar gula darah seimbang dan terkontrol pada penderita diabetes melitus. Langkah tersebut meliputi olahraga rutin dan pola makan teratur serta tepat. Cara tersebut telah berhasil membuat banyak penderita penyakit gula atau kencing manis bertahan dengan kehidupan yang sehat dan normal, bahkan tanpa tergantung dengan obat-obatan. Yang terpenting adalah fokus penuh pada kada gula darah yang terkontrol. Jalankan diet khusus penderita diabetes yang mengacu pada pilihan makanan yang tepat. Untuk memudahkan langkah tersebut, Anda dapat mengikuti tips berikut ini: § Konsumsi makanan berserat tinggi dan karbohidrat kompleks dimana sistem pencernaan akan lebih mudah mengurainya sehingga membantu menjaga kadar glukosa. Anda dapat mengkomsumsi nasi merah, gandum, sereal, sayuran dan buah-buahan. Baca juga : Cara Menyembuhkan Diabetes yang Ampuh § Cermat memilih yang manis, secukupnya saja dan tidak berlebihan. Kurangi porsi karbohidrat saat Anda akan makan sesuatu yang manis setelahnya. § Bijak memilih lemak. Pilih lemak tak jenuh yang dapat diperoleh dari tumbuhan dan ikan. § Jalani pola makan teratur dan buat catatan harian. Aturan yang dianjurkan, termasuk dalam upaya penurunan berat badan pada penderita penyakit gula adalah 3 kali makan utama dan 2 kali makan ringan dalam sehari. Tentunya, atur porsi secukupnya serta buat catatan harian yang bertujuan untuk merekap asupan makanan dan membantu proses evaluasi pada diet yang dijalankan. Resiko komplikasi fungsi organ setelah divonis menderita penyakit gula memang menjadi momok bagi semua orang. Akan tetapi, kemungkinan tersebut dapat dihindari atau diperkecil dengan pola hidup sehat termasuk olahraga dan diet yang tepat untuk penderita diabetes melitus.
19-06-2014 21:27
Hingga saat ini belum ada obatnya untuk penyakit Alzheimer. Mengurangi gejala merupakan langkah penanganan yang bisa diambil yang ditujukan untuk memperlambat perjalanan penyakit. Dokter umumnya menyediakan obat-obatan yang bisa menambah manfaat kimiawi otak yang lebih efisien apabila diberikan pada pasien yang belum kronis. Dengan melakukan pencegahan Anda dapat memperlambat rusaknya beberapa sel otak itu. Otak kita didesain oleh Sang Pencipta untuk digunakan sebagaimana halnya otot. Inilah kuncinya. Pepatah, Use it or lose it, masih berlaku dalam hal ini. Otak pun bisa aus apabila tidak sering digunakan. Ialah salah apabila berkhayal bakal memanjakan diri dengan duduk tenang saja apabila telah tua. Begitupun salah kaprah apabila Anda punya maksud memanjakan orang tua dengan memberikan layanan keseluruhan serta bikin mereka tinggal duduk serta berbaring saja. Memanglah kegiatan telah semestinya dikurangi apabila umur tak lagi muda. Tetapi, kesehatan fisik serta otak malah tergantung pada apakah Anda selalu beraktivitas fisik serta mental. Beragam kesibukan, baik yang melibatkan otot ataupun otak butuh selalu dikerjakan malah untuk melindungi kesehatan otot serta otak itu sendiri. Melindungi kesehatan otak Kunci kesehatan otak ialah menjadikan neuron selalu aktif serta menguatkan sambungan-sambungannya. Langkahnya, seringlah melatih otak dengan berusaha mengingat sesuatu, berkonsentrasi pada sesuatu, fokus perhatian pada sesuatu, serta menciptakan kaitan (asosiasi). Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya : 1. Selalu menjalin komunikasi diantara beberapa orang yang bersifat positif serta berdiskusi. 2. Selalu melibatkan diri dalam kegiatan yang mengasyikkan, apakah itu usaha (mengelola perpustakaan, warung, atau toko kecil), sosial (bakti sosial), atau hoby pribadi (berkebun, dlsb) 3. Bermain dengan hewan peliharaan atau cucu-cucu. Membacakan narasi untuk mereka atau bermain (catur, puzzle, scrable, monopoli, halma, serta tebak-tebakan). 4. Berkebun serta jalan kaki di sekitar taman yang rindang. Olahraga ringan bisa menolong kelancaran aliran darah yang membawa oksigen serta nutrisi ke otak. Juga menolong pembuangan bekas metabolisme yang dapat mengendap diantara neuron. 5. Membaca buku yang menghibur serta menghidupkan imajinasi yang bisa merangsang kerja otak serta menyehatkan sambungan antar selnya. 6. Piknik, jalan-jalan ke tempat yang indah juga merupakan aktivitas yang menciptakan kesenangan yang bisa merangsang stabilitas produksi senyawa kimiawi otak serta menguatkan beberapa sel otak. 7. Mengobrol mengenai zaman dulu yang mengasyikkan (bernostalgia) juga menyebabkan neurotransmitter otak.
23-08-2014 18:51
Saya menderita sakit pada pergelangan tangan kanan, sampai sekarang pergelangan tangan kanan saya masih sakit, kadang terasa sakit nya itu seperti Bisul mau pecah & sering kaku sakit terus Linu ( Ngilu), saya sudah berobat ke Dokter tapi belum sembuh-sembuh sampai sekarang saya masih sakit, saya sakit seperti ini sudah kurang lebih 2 (Dua) Bulanan, jadi saya pengen minta apa Nama OBAT nya, makasih sebelum nya.