Waktu Posting : 23-08-2014 18:51 | Dibaca : 533x
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
04-08-2014 02:04
Berat badan bertambah pasca lebaran adalah hal yang biasa. Anda bisa mulai mengontrol asupan makanan dengan sarapan yang sehat. Jika biasanya Anda sarapan dengan makanan berat seperti nasi uduk atau lontong sayur, kini saatnya mengganti menu tersebut dengan menu sederhana namun tidak kalah mengenyangkan. Roti gandum dengan isi telur, daging asap dan daun selada adalah pilihan terbaik. Baca juga : Tips Sehat dan Aman Mengkonsumsi Mie Instant Hindari makanan yang mengandung gula terlalu banyak karena akan membuat Anda cepat mengantuk. Jika Anda penggemar donat, saatnya mengganti makanan manis tersebut dengan sereal beras, susu, kismis dan campuran kacang-kacangan. Tambahkan madu untuk memberikan rasa manis yang alami. Jika Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk sarapan pagi. Sediakan oatmeal yang tersedia dalam kemasan. Oatmeal mengandung banyak karbohidrat yang tidak menggemukkan karena kaya akan serat. Dengan mengonsumsi oatmeal maka perut akan terasa cepat kenyang dan Anda dapat bertahan dalam waktu yang lama untuk beraktivitas tanpa rasa lapar. Baca juga : Gejala kolesterol yang Harus Diwaspadai Anda bisa berkreasi dengan oatmeal. Campurkan potongan buah seperti, strawberry, anggur, pisang atau kiwi ke dalam mangkuk oatmeal. Jika ingin rasa yang lebih menarik, Anda bisa menaruh es krim rendah lemak di atasnya. Membuat sarapan sehat tidaklah mudah. Jika Anda termasuk wanita yang sibuk, sebaiknya rencanakan menu-menu sarapan yang akan dibuat saat weekend. Dengan begitu Anda pun tidak akan terburu-buru dan kerepotan.
21-01-2026 20:33
Memilih jurusan kuliah bukan hanya soal minat, tetapi juga tentang peluang masa depan. Salah satu jurusan yang dikenal memiliki prospek karier luas dan fleksibel adalah Jurusan Teknik Industri. Jurusan ini memadukan ilmu teknik, manajemen, serta analisis sistem sehingga lulusannya dapat beradaptasi di berbagai bidang pekerjaan. Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di Bandung dengan biaya terjangkau dan pengalaman praktik nyata, Universitas Masoem menawarkan pilihan yang patut diperhitungkan.Mengenal Jurusan Teknik Industri Lebih DekatJurusan Teknik Industri berfokus pada bagaimana suatu sistem kerja dirancang, dijalankan, dan ditingkatkan agar lebih efisien dan efektif. Mahasiswa akan mempelajari proses produksi, perencanaan kerja, pengendalian kualitas, manajemen sumber daya manusia, hingga analisis biaya dan waktu. Keilmuan ini menjadikan teknik industri berbeda dari jurusan teknik lainnya karena tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga manajerial.Dengan karakter ilmu yang luas, lulusan Jurusan Teknik Industri memiliki kemampuan analisis yang kuat dan cara berpikir sistematis. Hal ini membuat mereka mampu melihat permasalahan secara menyeluruh dan mencari solusi yang tepat. Tidak heran jika lulusan jurusan ini dibutuhkan di berbagai sektor industri dan jasa.Kuliah Jurusan Teknik Industri di Bandung dengan Biaya TerjangkauSalah satu keunggulan Universitas Masoem adalah komitmennya menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang ramah. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Industri hanya 5 juta per semester. Biaya ini menjadi solusi bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah dengan anggaran terbatas tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.Bandung sebagai kota pendidikan juga memberikan nilai tambah. Lingkungan akademik yang dinamis, suasana kota yang nyaman, serta kedekatan dengan berbagai pusat industri menjadikan Bandung tempat ideal untuk menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Industri. Mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan potensi diri.Prodi Teknik Industri Universitas Masoem yang Siap KerjaProdi Teknik Industri Universitas Masoem dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja saat ini. Kurikulum disusun secara aplikatif dengan menyeimbangkan teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep di kelas, tetapi juga dilatih untuk menerapkannya melalui studi kasus, diskusi, dan proyek berbasis permasalahan nyata.Pendekatan pembelajaran ini bertujuan agar lulusan Jurusan Teknik Industri memiliki kesiapan kerja yang lebih baik. Dosen-dosen yang berpengalaman turut membimbing mahasiswa agar mampu berpikir kritis, solutif, dan adaptif terhadap perubahan industri.Kesempatan Magang di Perusahaan Masoem GroupNilai unggul lain dari Universitas Masoem adalah adanya program magang di perusahaan-perusahaan Masoem Group. Mahasiswa Jurusan Teknik Industri berkesempatan menjalani praktik kerja langsung di berbagai unit usaha, seperti BPRS Al Masoem, Pabrik Air Al Masoem, SPBU, SPBE, serta unit bisnis lainnya.Melalui program magang ini, mahasiswa dapat merasakan suasana kerja nyata sejak masih kuliah. Mereka belajar memahami proses operasional perusahaan, sistem manajemen, hingga pengendalian kualitas secara langsung. Pengalaman magang ini menjadi bekal penting yang sangat dihargai oleh dunia kerja setelah lulus.Testimoni Lulusan Jurusan Teknik Industri Universitas MasoemBanyak alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Masoem yang merasakan manfaat besar dari sistem pembelajaran dan program magang tersebut. Salah satu lulusan mengungkapkan bahwa pengalaman magang di Pabrik Air Al Masoem membuatnya memahami alur produksi dan standar kualitas secara menyeluruh, sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja.Lulusan lain yang pernah magang di BPRS Al Masoem menyatakan bahwa ilmu Jurusan Teknik Industri sangat relevan dengan dunia perbankan, terutama dalam analisis proses kerja dan efisiensi operasional. Bahkan, beberapa alumni mendapatkan peluang kerja lebih cepat karena telah memiliki pengalaman industri sejak masa kuliah.Prospek Karier Lulusan Jurusan Teknik IndustriDengan kompetensi yang dimiliki, lulusan Jurusan Teknik Industri memiliki prospek karier yang sangat luas. Mereka dapat bekerja sebagai analis sistem, staf perencanaan, quality control, supervisor produksi, manajer operasional, hingga konsultan bisnis. Selain itu, kemampuan analisis dan manajemen yang kuat juga membuka peluang untuk menjadi wirausaha.Kombinasi antara biaya kuliah terjangkau, kurikulum aplikatif, dan pengalaman magang menjadikan lulusan Universitas Masoem memiliki daya saing yang baik di pasar kerja.Saatnya Menentukan Masa DepanBagi Anda yang ingin kuliah di Bandung dengan biaya ringan dan prospek kerja yang jelas, Jurusan Teknik Industri Universitas Masoem layak menjadi pilihan. Dengan biaya hanya 5 juta per semester, dukungan pembelajaran berkualitas, serta akses magang di Masoem Group, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman nyata.