Waktu Posting : 19-06-2014 21:27 | Dibaca : 2397x
13-07-2014 18:45
Galaktosemia merupakan kelainan dimana badan tak dapat memetabolisme galaktosa. Hal semacam ini dikarenakan oleh ada defisiensi enzim galactose-1-phosphate uridyl transferase yang bertindak merubah galaktosa jadi glukosa untuk lalu dipakai selaku tenaga. Galaktosa yang tak bisa dimetabolisme itu bakal terakumulasi dalam darah serta dan menyebabkan berbagai persoalan kesehatan seperti mual, muntah, diare, jaundice, hipoglikemi, pembengkakan hati, retardasi mental, katarak, masalah dalam proses pembekuan darah, kerentanan pada infeksi, atau juga rusaknya organ yang lain. Oleh karenanya butuh dilaksanakan perlakuan yang pas, satu diantaranya yakni penyusunan diet yang sesuai. Hal yang butuh dicermati pada diet untuk galaktosemia ialah konsumsi galaktosa dari makanan. Satu diantara sumber galaktosa yakni susu serta pula hasil olahannya seperti keju, yogurt, mentega, cream, serta beberapa produk lain yang memiliki kandungan susu. Lantaran makanan yang tak bisa diberikan pada pasien galaktosemia adalah asupan sumber kalsium dan protein, maka butuh dikerjakan modifikasi diet untuk terus mencukupi konsumsi protein serta kalsium sesuai akan keperluan. Baca juga : Hanya Mengkonsumsi Jus Setiap Hari, Bolehkah? Untuk mencukupi keperluan protein, pasien galaktosemia tetap bisa konsumsi pangan hewani kecuali susu seperti daging sapi, daging unggas serta pula telur. Susu kedelai pula bisa diberikan semacam substitusi susu sapi, baik untuk mencukupi kecukupan protein ataupun kalsium. Kecuali itu, keperluan kalsium pula bisa didapat dari sumber makanan nabati yakni sayuran hijau seperti brokoli serta pula olahan kacang kedelai yang lain. Tetapi jika konsumsi kalsium dari sumber-sumber itu belum memenuhi, bisa diberikan suplementasi kalsium. Namun, sudah pasti hal itu butuh pertimbangan selanjutnya hingga pemenuhan keperluan kalsium dari makanan tetap merupakan penyelesaian yang paling utama. Baca juga : Rahasia Sukses Turunkan Berat Badan Utama, vitamin! Zat gizi lain yang butuh dicermati ialah vitamin yang bisa didapat dari buah serta sayuran. Vitamin itu bisa menolong melindungi ketahanan badan pada infeksi, mengingat pasien galaktosemia rawan pada nfeksi. Hingga kecukupan vitamin butuh dicermati. Kecuali itu, untuk persoalan muntah serta diare pada pasien galaktosemia, mesti diberikan cairan serta pula elektrolit yang cukup untuk hindari terjadinya dehidrasi. Kesuksesan penyusunan diet untuk pasien galaktosemia sudah pasti amat di pengaruhi oleh peran keluarga. Hingga butuh dikerjakan edukasi gizi tentang galaktosemia dan dietnya tak cuma untuk pasien tetapi pula pada keluarga, terlebih ibu. Hal semacam itu karena ibu merupakan orang yang bertindak dalam pemenuhan keperluan gizi keluarga. Ibu mesti pandai-pandai mengontrol makanan yang bakal dikonsumsi anak, baik makanan yang dimasak sendiri ataupun makanan yang dibeli dalam wujud siap makan. Butuh kecermatan dalam membaca label serta komposisi dalam tiap-tiap buatan makanan. Penyusunan diet yang jitu bisa kurangi sinyal serta gejala yang diakibatkan galaktosemia, dan bisa menghindari pasien dari komplikasi penyakit yang barangkali bakal nampak.
10-06-2014 14:41
Makin umur kita menua, makin tua juga badan serta makin menyusut daya otak kita. Terdapat banyak jenis makanan serta suplemen yang diakui bisa menambah konsentrasi, daya ingat serta melakukan perbaikan manfaat otak. Berikut inii contoh makanan yang baik untuk fungsi otak antara lain : Kafein Kafein bisa berikan daya, menambah kewaspadaan, menolong supaya lebih konsentrasi serta menambah konsentrasi. Kafein terdapat dalam kopi, coklat, energy drinks serta obat-obatan. Kafein juga menolong seorang terus terjaga ( kurangi kantuk) meskipun cuma berbentuk sesaat. Konsumsi kafein berlebihan bakal bikin gelisah. Gula (glukosa) Gula bisa menambah kewaspadaan. Gula jadi ‘bahan bahan’ untuk menggerakkan manfaat otak. Bukan hanya gula yang keseharian Anda pakai untuk menyeduh teh, namun glukosa. Glukosa dihasilkan dari sistem metabolisme gula serta karbohidrat yang Anda konsumsi. Tersebut mengapa satu gelas minuman manis bisa menolong daya ingat, sistem memikirkan serta mental (juga berbentuk sesaat). Baca juga : Cara Menjaga Suara Agar Tetap Maksimal Sarapan Suatu studi menyampaikan, seorang yang senantiasa sarapan seperlunya (terlebih untuk pelajar), bisa menambah daya ingat. Sarapan yang baik ialah kombinasi buah fresh, susu serta biji-bijian kaya serat (sereal). Sarapan dengan kalori tinggi malah bakal menghalangi konsentrasi serta bikin tubuh jadi lesu. Protein Konsumsi ikan yang kaya bakal omega 3 benar-benar baik untuk menambah daya kerja otak. Konsumsi omega 3 dapat juga turunkan kemungkinan terkena Alzheimer ( sukatia) serta stroke. Baiknya konsumsi ikan 2 kali (2 porsi) dalam satu minggu. Baca juga : Makanan Pereda Asam Lambung yang Meningkat Kacang-kacanagan serta coklat Kacang serta biji-bijian kaya bakal vitamin E (antioksidan). Coklat pahit (dark cocholate) juga memiliki kandungan banyak antioksidan, yang memiliki kandungan stimulan alami seperti kafein. Baiknya konsumsi 1 ons coklat serta kacang-kacangan tiap-tiap harinya. Alpukat serta gandum Aliran darah menyokong manfaat kerja organ di semua badan, terlebih jantung serta otak. Dengan rajin konsumsi gandum serta alpukat (seperlunya) bisa kurangi kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular, kurangi lemak jahat, kurangi penumpukan plak serta memperlancar aliran darah. Biji-bijian (umpamanya jagung – popcorn) serta gandum, juga memiliki kandungan banyak serat serta vitamin E. Alpukat yang memiliki kandungan lemak tidak jemu juga baik untuk aliran darah. Blueberries Bisa membuat perlindungan otak dari rusaknya disebabkan radikal bebas.
05-07-2016 19:44
Sebuah hasil survei mengungkap, jumlah orang yang setiap malam rutin tidur 8 jam semakin sedikit. Jadwal kerja yang sibuk, kemacetan di jalan, hingga godaan bermain gadget, membuat tidur menjadi prioritas nomer dua. Dampak dari kurang tidur sebenarnya sudah banyak dibahas, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga obesitas. Baca juga : Menghindari Jatuh di Kamar Mandi Dalam studi terbaru disebutkan, durasi tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, juga berpengaruh pada risiko seseorang menderita diabetes. Tim peneliti menganalisis 800 orang sehat dari berbagai negara Eropa dan secara spesifik mencari tahu hubungan antara durasi tidur dan metabolisme glukosa. "Pada pria, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, terkait dengan respons yang rendah pada sel tubuh terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko diabetes . Pada wanita, kaitan itu tidak diketahui," kata Femke Rutters, yang melakukan penelitian. Baca juga : Beberapa Makanan yang Mempercepat Datangnya Stroke Durasi tidur yang dianggap cukup dalam penelitian ini adalah 7 jam setiap malam. Jika kita kurang tidur, kita cenderung lebih bernafsu pada makanan tidak sehat, emosi tidak stabil, dan mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi. Sementara, jika kita tidur terlalu banyak, kita berpotensi mengalami nyeri punggung, diabetes, dan penyakit jantung