Berikut Kewajiban, Fungsi dan Hak Anggota DPRD

Additional Image

Waktu Posting : 24-11-2024 13:29 | Dibaca : 258x

Sistem pemerintahan tentu memiliki aturan yang bertujuan agar terjaganya kestabilan dalam bentuk negara tersebut. Akan tetapi pada beberapa negara sering saja terjadi tindakan separatisme karena menganggap bahwa sistem pemerintahan memberatkan serta merugikan rakyat. Sistem pemerintahan memiliki fondasi yang kuat yang mana tidak dapat diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan memiliki sistem pemerintah yang statis, dan absolut maka akan terjadi selama-lamanya hingga terdapat desakan dari kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.

Secara luas memiliki arti bahwa sistem pemerintahan itu dapat menjaga bagaimana kestabilan masyarakat, kemudian menjaga tingkah laku kaum mayoritas serta minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik negara, menjaga pertahanan, dan kemanan serta ekonomi sehingga menciptakan sistem pemerintah yang berkelanjutan. Dalam unsur pemerintahan di Indonesia terdapat bagian DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Yang juga memiliki tugas serta wewenangnya masing-masing.

DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau biasa disingkat menjadi DPRD memiliki pengertian yaitu suatu lembaga perwakilan rakyat daerah yang mana memiliki kedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota yang ada di Indonesia.

DPRD disebut dalam UUD 1945 yaitu pada pasal 18 ayat 3. DPRD juga kemudian diatur lebih lanjut di Undang-undang, dan terakhir melalui Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014.

dprdtebingtinggi.com

Kewajiban Anggota DPRD

Yang menjadi kewajiban mutlak dalam bagian  lembaga legislatif di Indonesia ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Mengamalkan  butir-butir Pancasila, melaksanakan UUD 1945, dan taat terhadap semua peraturan undang-undang.
  2. Melaksanakan penerapan dalam  pengertian demokrasi melalui kehidupan untuk menyelenggarakan pemerintahan daerah
  3. Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional guna keutuhan negara kesatuan
  4. Memperjuangkan kesejahteraan rakyat di daerah
  5. Menyerap, menampung, menghimpun, serta menindaklanjuti bagaimana aspirasi dari masyarakat
  6. Mendahulukan kepentingan milik negara atas kepentingan pribadi serta kelompok atau golongan
  7. Menjalankan tanggung jawab atas tugas dan kinerja sebagai anggota DPR di daerah guna sebagai perwujudan tanggung jawab moral dan politis pada daerah pemilihannya
  8. Taat terhadap peraturan tata tertib, kode etik, serta sumpah atau janji dari anggota DPR Daerah
  9. Menjaga dengan baik norma serta etika dalam menjalankan hubungan kerja dengan lembaga yang berkaitan.

Fungsi DPRD

DPRD memili fungsinya sendiri, antara lain :

  1. Legislasi : legislasi ini berkaitan dengan proses pembentukan peraturan di daerah
  2. Anggaran : anggaran ini merupakan kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD)
  3. Pengawasan : kewenagan mengontrol bagaimana proses pelaksanaan peraturan daerah dan peraturan lain serta kebijakan yang ada di pemerintah daerah.

Hak DPRD

DPRD ini juga tentunya memiliki hak yaitu :

  1. Hak interpelasi
  2. Hak angket
  3. Hak untuk menyatakan pendapat

Anggota DPRD memiliki hak untuk mengajukan rancangan peraturan daerah, mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul serta pendapat, memilih serta dipilih, membala diri, kemudian imunitas, mengikuti adanya kegiatan orientasi dan pendalaman tugas, protokoler, serta keuangan dan proses administratif.

Selain itu, DPRD (https://dprdtebingtinggi.com/) juga berhak untuk meminta pejabat negara yang berada di tingkat daerah, pejabatan pemerintahan daerah, badan hukum, serta warga untuk mencipatakan ketenangan. Apabila permintaan tidak dapat dilaksanakan maka bisa dilakukan pengenan panggilan paksa (sesuai dengan aturan undang-undang).

Apabila panggilan paksa ini tak dapat dipenuhi tanpa adanya alasan yang sah, maka yang bersangkutan dapat juga disandera dengan jangka waktu paling lama adalah 15 hari (sesuai dengan aturan undang-undang). 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Jaga Kesehatan Mulut Untuk Redam Penyakit

31-05-2014 01:02

Dari hasil penelitian dan situasi konkret masyarakat Indonesia terungkap, kesadaran memelihara kesehatan gigi-mulut di berbagai tingkatan usia masih sangat rendah. Dibutuhkan edukasi terus-menerus agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan mulut dan giginya. Minimnya perhatian terhadap kesehatan mulut harus diwaspadai. Pasalnya, mulut merupakan cerminan tubuh. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mulut dan gigi yang buruk menunjukkan ancaman terhadap kesehatan seluruh tubuh. Ada bukti kuat mengenai hubungan antara kesehatan gigi dengan organ tubuh, terutama jantung. Infeksi yang berawal dari gusi sangat mungkin menyebar ke organ tubuh lainnya. Parahnya, selama ini banyak orang merasa gigi merupakan bagian yang berbeda dari tubuh. Sejatinya, ada pembuluh darah menuju ke gigi dan juga ke seluruh bagian tubuh. Baca juga :Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal  Selain masalah gigi dan gusi, gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi adalah sariawan atau seriawan. Rata-rata satu dari lima orang rutin terserang gangguan sariawan. Bukan hanya merepotkan dan mengganggu saat makan, minum, maupun sikat gigi, sariawan dapat menjadi masalah serius. Meski begitu, karena dianggap hanya gangguan biasa, sariawan sering disepelekan. Di dunia kedokteran, sariawan disebut stomatitis afiosa rekuren. Luka kecil ini bisa bersarang di sekitar pipi, lidah, langit-langit, gusi, bibir, bahkan sampai di belakang tenggorokan. Meski demikian, sariawan tidak menular dengan cara apapun pada orang lain. Dalam satu keluarga ada satu kecenderungan untuk sama-sama punya kebiasaan menderita sariawan. Jika Anda sering sariawan, 90 persen kemungkinan anak Anda rentan menderita sariawan. Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utama sariawan. Namun, ada beberapa hal yang diduga kuat menjadi pemicunya. Di antaranya berhubungan dengan kebiasaan makan seseorang dan terganggunya daya tahan tubuh. Pola makan harian kita cenderung kurang vitamin B12 dan zat besi sehingga timbul sariawan. Mereka yang alergi makanan juga rentan menderita sariawan. Baca juga : Obat Herbal Ampuh Untuk Mengobati Epilepsi  Luka di mulut yang disebabkan bibir atau lidah tergigit atau kebiasaan menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi, juga bisa menjadi pemicu. Kondisi kejiwaan, terutama stres, potensial sebagai pemicu sariawan. Sariawan sering menimpa remaja dan orang dewasa yang berusia sekitar 20-an. Perempuan lebih rentan terhadap sariawan ketimbang pria. Banyak wanita mengalami sariawan pada hari-hari awal datang bulan. Sebenarnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya jika faktor pemicu dapat dikendalikan. Saat ini beberapa obat dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhannya, baik obat tetes, kapsul, tablet, atau suntikan seperti nistatin, ketokonasol, flukonasol, itrakonasol, dan amfoterisin-B. Sebagai pencegahan sekaligus membantu penyembuhan sariawan, obat kumur sangat berguna. Selain mengatasi peradangan, obat kumur bisa membantu menghilangkan bau mulut. Upaya menjaga kesehatan mulut untuk meredam datangnya penyakit, memang tepat. Meningkatkan kesadaran akan kesehatan mulut dan kepedulian untuk merawatnya sejak dini menjadi kunci utamanya.

Featured Image
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan

03-05-2014 14:19

Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan  - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari.   Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar.   Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes.   Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang  menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.

Featured Image
6 Cara Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2023 Bagi Pelajar

14-08-2023 07:00

Setiap tanggal 14 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pramuka. Di tahun 2023 ini, peringatan Hari Pramuka telah memasuki usia ke 62. Untuk memperingati hari bersejarah ini, biasanya sekolah negeri telah mengintruksikan kepada seluruh pelajar untuk mengenakan seragam pramuka. Selain mengenakan seragam pramuka, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pelajar untuk memperingati Hari Pramuka yang akan dibahas di artikel ini. Mari simak bersama penjelasannya! Sejarah Hari Pramuka Hari Pramuka adalah perayaan yang dirayakan oleh Gerakan Pramuka di Indonesia setiap tanggal 14 Agustus. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk memperingati berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Gerakan Pramuka adalah organisasi kepanduan yang bertujuan untuk membentuk karakter, kepribadian, dan keterampilan generasi muda melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat Pendidikan, sosial, dan kepramukaan. Gerakan ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pada tanggal 29 Juli 1912, Dr. K.A.A. Pasteur, seorang dokter dari Hindia Belanda, memperkenalkan Gerakan kepanduan kepada para pelajar dan pemuda. Namun, Gerakan ini belum memiliki organisasi resmi. Setelah Indonesia merdeka, upaya untuk membentuk Gerakan Pramuka sebagai organisasi resmi terus berlanjut. Pada tahun 1959, Presiden Soekarno menerbitkan Keputusan Presiden No. 238 tentang Pokok-Pokok Pengurus Gerakan Pramuka. Namun, peraturan ini belum memberikan status resmi kepada Gerakan Pramuka. Barulah pada tanggal 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno secara resmi mengakui Gerakan Pramuka Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 190/1961. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka. Penetapan tanggal ini mengacu pada tanggal berdirinya organisasi kepanduan Indonesia, yang kemudian menjadi Gerakan Pramuka. Sejak saat itu, setiap tahun tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka di Indonesia. Peringatan ini diadakan dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera, pertemuan pramuka, lomba-lomba, kegiatan sosial dan kegiatan yang mempromosikan nilai-nilai kepramukaan di kalangan generasi muda. Cara Mempengeringati Hari Pramuka Memperingati Hari Pramuka bagi pelajar dapat dilakukan dengan berbagai cara yang bermakna dan mendukung semangat kepramukaan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:   1.  Upacara Bendera Khusus: Adakan upacara bendera khusus di sekolah dengan mengundang seluruh siswa, guru, dan staf. Selama upacara tersebut, selain penghormatan terhadap bendera, juga bisa diadakan penampilan atau presentasi mengenai sejarah dan makna Hari Pramuka. Lomba atau Kompetisi Pramuka: Selenggarakan berbagai lomba atau kompetisi yang berhubungan dengan kegiatan pramuka, seperti lomba merangkai simpul, lomba bernyanyi lagu pramuka, atau lomba membuat poster bertema kepramukaan. Kegiatan Outdoors: Jika memungkinkan, adakan kegiatan luar ruangan seperti kemah, perkemahan, atau hiking bersama para siswa. Kegiatan semacam ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bertahan di alam terbuka, tetapi juga memupuk semangat tim, kerjasama, dan rasa tanggung jawab. Ceramah atau Diskusi: Undang narasumber untuk memberikan ceramah atau diskusi mengenai pentingnya kepramukaan, nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan pramuka, dan bagaimana siswa dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pameran Pramuka: Buat pameran yang menampilkan sejarah, perjalanan, dan prestasi Gerakan Pramuka di sekolah. Pameran ini dapat mencakup foto-foto, dokumen, dan informasi tentang kegiatan-kegiatan pramuka yang telah dilakukan. Kegiatan Sosial: Selenggarakan kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk amal, kunjungan ke panti asuhan, atau kegiatan lingkungan yang mencerminkan semangat gotong royong pramuka.   Pastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai kepramukaan, serta memungkinkan partisipasi dan keterlibatan semua siswa. Tujuan utamanya adalah untuk merayakan semangat kepramukaan, mengedukasi, dan memupuk nilai-nilai positif di kalangan pelajar. Selamat Hari Pramuka!  

...