Jaga Kesehatan Mulut Untuk Redam Penyakit

Additional Image

Waktu Posting : 31-05-2014 01:02 | Dibaca : 2125x

Dari hasil penelitian dan situasi konkret masyarakat Indonesia terungkap, kesadaran memelihara kesehatan gigi-mulut di berbagai tingkatan usia masih sangat rendah. Dibutuhkan edukasi terus-menerus agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan mulut dan giginya. Minimnya perhatian terhadap kesehatan mulut harus diwaspadai. Pasalnya, mulut merupakan cerminan tubuh. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mulut dan gigi yang buruk menunjukkan ancaman terhadap kesehatan seluruh tubuh.

Ada bukti kuat mengenai hubungan antara kesehatan gigi dengan organ tubuh, terutama jantung. Infeksi yang berawal dari gusi sangat mungkin menyebar ke organ tubuh lainnya. Parahnya, selama ini banyak orang merasa gigi merupakan bagian yang berbeda dari tubuh. Sejatinya, ada pembuluh darah menuju ke gigi dan juga ke seluruh bagian tubuh.

Baca juga :Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal 

Selain masalah gigi dan gusi, gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi adalah sariawan atau seriawan. Rata-rata satu dari lima orang rutin terserang gangguan sariawan. Bukan hanya merepotkan dan mengganggu saat makan, minum, maupun sikat gigi, sariawan dapat menjadi masalah serius. Meski begitu, karena dianggap hanya gangguan biasa, sariawan sering disepelekan.

Di dunia kedokteran, sariawan disebut stomatitis afiosa rekuren. Luka kecil ini bisa bersarang di sekitar pipi, lidah, langit-langit, gusi, bibir, bahkan sampai di belakang tenggorokan. Meski demikian, sariawan tidak menular dengan cara apapun pada orang lain.

Dalam satu keluarga ada satu kecenderungan untuk sama-sama punya kebiasaan menderita sariawan. Jika Anda sering sariawan, 90 persen kemungkinan anak Anda rentan menderita sariawan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utama sariawan. Namun, ada beberapa hal yang diduga kuat menjadi pemicunya. Di antaranya berhubungan dengan kebiasaan makan seseorang dan terganggunya daya tahan tubuh. Pola makan harian kita cenderung kurang vitamin B12 dan zat besi sehingga timbul sariawan. Mereka yang alergi makanan juga rentan menderita sariawan.

Baca juga : Obat Herbal Ampuh Untuk Mengobati Epilepsi 

Luka di mulut yang disebabkan bibir atau lidah tergigit atau kebiasaan menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi, juga bisa menjadi pemicu. Kondisi kejiwaan, terutama stres, potensial sebagai pemicu sariawan.

Sariawan sering menimpa remaja dan orang dewasa yang berusia sekitar 20-an. Perempuan lebih rentan terhadap sariawan ketimbang pria. Banyak wanita mengalami sariawan pada hari-hari awal datang bulan.

Sebenarnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya jika faktor pemicu dapat dikendalikan. Saat ini beberapa obat dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhannya, baik obat tetes, kapsul, tablet, atau suntikan seperti nistatin, ketokonasol, flukonasol, itrakonasol, dan amfoterisin-B.

Sebagai pencegahan sekaligus membantu penyembuhan sariawan, obat kumur sangat berguna. Selain mengatasi peradangan, obat kumur bisa membantu menghilangkan bau mulut.

Upaya menjaga kesehatan mulut untuk meredam datangnya penyakit, memang tepat. Meningkatkan kesadaran akan kesehatan mulut dan kepedulian untuk merawatnya sejak dini menjadi kunci utamanya.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Pemicu Maag

29-05-2014 09:50

Assalamualaikum :) Mba dr lely ,,, hihi maaf lagi pen nyobain konsul via web :p Mba memang nya kalau di bawah usia 6 bln ( yg seharusnya hanya mengkonsumsi asi ), trus diberikan asupan makanan selain asi dan bahkan makanan orang dewasa, apakah akan menyebabkan penyakit2 lambung dan semacamnya pada usia dewasa? Kok banyak yg bilang gt ya ... atau cuma mitos? hehe Jazakillah mba dr lely. Wassalamualaikum warahmatullah

Featured Image
Polisi pun Harus Pakai Kacamata Hitam pada Saat Bertugas, Untuk Menghindari Katarak

30-08-2016 06:39

Mata adalah organ tubuh yang didalam tubuh tapi terlihat dari luar, sehingga harus dijaga kesehatannya lebih baik. Mata memiliki retina yang sangat mudah rusak jika terkena sinar matahari langsung, oleh karena itu, nelayan-nelayan yang sering melaut, banyak yang terkena penyakit katarak, karena pada saat melaut tidak memakai pelindung buat mata.  Bagaimana menjaga mata agar pada saat umur 60an, tidak terkena katarak? Hindari dari sinar matahari langsung. Jika proses melihat sampai memicingkan mata, berarti mata menerima sinar terlalu banyak. Jika terlalu sering memicingka mata berarti makin cepat terkena katarak. Baca juga : Penyakit Pada Kulit Polisi yang bertugas di luar, di jalan raya, yang sehari-hari terkena matahari, harus hati-hati juga. Jangan sampai setelah pensiun kena katarak.  Polisi yang memakai kacamata hitam, bukan cuma untuk gaya gayaan, tapi untuk kesehatan matanya, jadi sudah seharusnya jika ada biaya pembelian kacamata hitam untuk polisi yang bertugas di luar ruangan.  Banyak yang tidak menyadari pentingnya menjaga mata sejak muda, pada saat masih sehat matanya. Untuk pengendara kendaraan roda 2 ataupun 4, di jalanan yang panas terik, sehingga pengendara memicingkan matanya, berarti sudah seharusnya menggunakan kacamata hitam. Ada beberapa pengendara yang menggunakan kacamata ada juga yang tidak. Setelah memperhatikan jalanan pada saat berkendaraan, jumlah pemakai kacamata hitam masih sedikit prosentasenya, kurang dari 50%. Baca juga : Khasiat Jus Kulit Manggis   Pengetahuan untuk menjaga kesehatan mata sangat penting, bagi orang yang sehari-harinya selalu terkena sinar matahari.

Featured Image
Menguatkan Generasi Unggul Melalui Program Cerdas Berkarakter : Pilar Karakter di Era Kurikulum Merdeka

29-10-2025 13:17

Dalam upaya mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menginisiasi program Cerdas Berkarakter. Program ini tertuang dalam situs resmi https://cerdasberkarakter.kemendikbudristek.com/ yang menegaskan bahwa SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Program ini menekankan bahwa cerdas bukan sekadar kemampuan kognitif namun juga meliputi karakter: kejujuran, tanggung jawab, kebhinekaan, kreativitas, dan kepekaan terhadap lingkungan sosial. Sebagai contoh, Kemendikbudristek melalui portal Cerdas Berkarakter menyebut bahwa lingkungan belajar harus menjadi Aman, Nyaman, dan Menggembirakan. Sebuah poin penting adalah bahwa pendidikan karakter perlu dipadukan dengan sistem yang mendorong manusia untuk bernalar kritis. Menurut siaran pers tertanggal 15 Mei 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kecerdasan bukan sekadar berpikir rasional, tetapi juga emosional dan moral: Orang yang cerdas memiliki karakter yang kuat dan kokoh sehingga seorang individu bisa membedakan hal baik dan buruk. Selain itu, program ini dilansir dari laman https://cerdasberkarakter.kemendikbudristek.com/ juga mengusung beberapa gerakan konkret dan prioritas, antara lain:Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang mengajak anak-anak terbiasa dengan kebiasaan baik seperti bangun pagi, beribadah, olahraga, makan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur cukup. Penguatan kebinekaan dan inklusivitas: sekolah dan satuan pendidikan didorong untuk menciptakan iklim yang menghargai keragaman, tanpa diskriminasi ataupun kekerasan.Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan: program ini telah disertai regulasi dan pembentukan satuan tugas di tingkat daerah maupun satuan pendidikan.Mengapa ini penting bagi Indonesia? Karena hidup di era globalisasi dan bonus demografi menuntut generasi yang tak hanya pandai tapi juga bertanggung jawab secara sosial, sadar akan keberagaman, dan bisa menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Dengan karakter tersebut, pelajar Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas dan nilai luhur bangsa.Dari sisi implementasi, portal Cerdas Berkarakter juga menyediakan banyak materi dukungan: modul penguatan karakter, buku aktivitas kreatif keberagaman, buku pembelajaran pencegahan kekerasan seksual, panduan bagi orang tua, hingga dongeng profil Pelajar Pancasila. Cerdas Berkarater Menuju Indonesia Emas Artinya, pendekatan bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan masyarakat luas.Bagi orang tua, pendidik, maupun pihak sekolah, beberapa rekomendasi tindakan sederhana bisa dilakukan untuk mendukung program ini:Menanamkan kebiasaan baik sehari-hari sesuai Gerakan 7 KAIH: misalnya anak dibiasakan bangun pagi dan beribadah/berdoa, belajar secara rutin, aktif di masyarakat.Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keragaman: di rumah maupun sekolah anak diajak berdialog, menghormati teman berbeda latar belakang, dan dilatih untuk menghindari bullying/perundungan.Menggunakan materi yang tersedia dari portal resmi: buku aktivitas, dongeng, panduan orang tua sebagai sarana mendukung karakter anak di luar jam sekolah.Berkolaborasi dengan pihak sekolah dan komunitas: kepedulian orang tua dan masyarakat sekitar sangat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi belajar anak.Menjadi teladan: karakter dibentuk melalui contoh. Orang tua dan guru yang menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, peduli keragaman akan meningkatkan efektivitas pendidikan karakter.Sebagai kesimpulan, program Cerdas Berkarakter merupakan jawaban strategis untuk memperkuat pendidikan karakter dalam ekosistem belajar anak Indonesia. Dengan fokus yang seimbang antara kecerdasan akademis dan karakter mulia, generasi Pelajar Pancasila  yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman dapat diwujudkan. Dengan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan (orang tua, guru, masyarakat, pemerintah daerah), maka visi generasi cerdas berkarakter bukan sekadar gagasan tetapi dapat menjadi kenyataan.

...