Bedah Plastik Estetik, Sehatkah?

Additional Image

Waktu Posting : 14-06-2014 06:40 | Dibaca : 2956x

Manusia tak pernah puas dengan apa pun, termasuk fisiknya sendiri. Proses penuaan pun ingin dimanipulasi sehingga selalu tampak muda. Bagaimana caranya? Bedah plastik estetik menjadi solusinya. Sehatkah?

Bedah plastik estetik berkembang saat manusia mulai merasa tidak pusa dengan penampilannya. Hidung pesek, hidung bulat, pipi tembem, dagu bulat, payudara terlalu besar, payudara terlalu kecil, pantat tepos, dan lainnya.

Ada pula ketidakpuasan pada kondisi fisik akibat proses penuaan yang alami pada diri manusia. Misalnya, perut kendur karena melahirkan, pantat kurang kenceng, payudara kendur, kelopak mata turun, dan masih banyak lagi.

Selebritas sering disorot berkaitan dengan bedah plastik estetik. Ada banyak selebritis yang diduga melakukan bedah plastik estetik. Namun, hanya sedikit yang mengakuinya secara terbuka.

Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX 

Bedah plastik estetik biasanya dilakukan karena ada keinginan untuk memperbaiki organ fisik. Organ itu sebenarnya normal, tetapi bentuknya ingin diubah supaya menjadi lebih baik dan tampak lebih muda. Bedah plastik estetik juga dilakukan karena proses penuaan (aging) atau tanpa penuaan (non aging). Kalau yang non aging biasanya karena kondisi fisiknya ingin menirukan idola. Sementara, bedah plastik rekontruksi dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik yang cacat atau kelainan. Kondisi itu bisa karena bawaan atau kecelakaan.

Bedah plastik estetik karena penuaan biasanya akibat kulit kendur, penumpukan lemak, dan keriput. Tindakan yang dilakukan misalnya face lift untuk mengencangkan kulit wajah, neck lift untuk mengencangkan kulit leher, brow lift untuk mengencangkan dahi, dan lower blepharolasty untuk menghilangkan lemak pada kelopak mata.

Perempuan yang sudah menua dan mengalami proses kehamilan beberapa kali biasanya memiliki perut menurun dan ototnya kendur. Tindakan yang dilakukan adalah tummytuck. Bagian perut yang turun dipotong, kulit badannya dilepaskan dan ditarik ke bawah. Perut bisa rata kembali.

 Baca juga : Kiat Berkelit dari Serangan Vertigo

Namun, perempuan muda yang belum hamil tidak dianjurkan untuk melakukan tummy tuck karena otot perutnya yang masih kencang. Bila perutnya kegemukan, maka bedah plastik estetik yang dilakukan adalah liposuction atau sedot lemak.

Bedah plastik pada orang muda, tindakannya untuk menambahkan(augmentation) atau mengurangi (reduction). Misalnya membuat kelopak mata atas lebih terlihat yaitu upper blepharoplasty, memancungkan hidung, memanjangkan dagu, membesarkan pantat yang tepos dan sedot lemak.

Untuk proses augmentation bisa menggunakan bagian tubuh sendiri ataupun implan silikon padat. Misalnya menggunakan tulang rawan dari telinga untuk memancungkan hidung. Untuk tummy tuck dan mengencangkan kulit, tentunya tidak menggunakan tambahan apa pun.

Karena semakin banyaknya peminat bedah plastik estetik, bermunculanlah orang yang melakukan bedah platik estetik tanpa melalui pendidikan formal atau yang lebih dikenal dengan plasticoid.

Bila menggunakan jasa plasticoid, bersiaplah bila bedah plastik estetik itu ternyata tidak membuat kita menjadi lebih baik.. Mungkin awalnya bisa terlihat lebih baik, tapi lama kelamaan terjadi perubahan fisik yang mereka pun tidak bisa memperbaikinya sehingga tetap harus kembali ke dokter spesialis bedah plastik.

Berpikirlah rasional sebelum memutuskan untuk melakukan bedah plastik estetik. Konsultasilah dengan dokter spesialis bedah plastik estetik, rencanakan dengan matang, dan siapkan biayanya. Tetapi kalau tidak perlu, tentunya jangan memaksakan diri. Percaya dirilah.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Apakah LGBT Itu Penyakit Atau Bukan?

23-02-2016 06:26

Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini :   Apa itu LGBT? LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi.   Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya   Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu.   Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual.     LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan   Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan.   Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka.  Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu.   Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan.   Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang.   Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan.   Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan.   LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya.   Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya.   Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual.   Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya.   Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan     Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola  tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi.   Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya. 

Featured Image
Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas

05-06-2014 12:02

Asik bekerja sah-sah saja, namun jangan malahan aktivitas yang semestinya menguntungkan Anda itu malah berefek mengahbiskan biaya disebabkan kesehatan Anda menderita penurunan. Lagipula, banyak langkah yang dapat dikerjakan untuk melindungi stamina Anda supaya terus stabil. Satu diantara langkah yang paling murah serta gampang ialah dengan mengatur pola minum air putih. Gaya hidup rajin minum air putih kerapkali tak dicermati oleh sejumlah besar orang-orang Indonesia. Riset The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) yang dikerjakan pada 2010 juga mendapatkan, 46% dari 1. 200 orang yang dilihat di sebagian kota besar di Indonesia mempunyai kecenderungan mebderita dehidrasi ringan.   Baca juga : Mata Sakit dan Bengkak Orang-orang biasanya kurang mengetahui apakah itu dehidrasi ringan. Rasa haus adalah pemberi tanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Hal semacam itu umumnya lantaran malas minum air putih dengan beragam argumen. Walau sebenarnya, hilangnya dahaga malah adalah indikasi bahwasanya tingkat dehidrasi yang dihadapi seorang telah lebih tinggi. Jadi, ketika merasa haus, baiknya secepatnya minum seperlunya, lantaran bila dilewatkan terus-menerus, bisa memiliki potensi mengakibatkan penyakit-penyakit serius, seperti konstipasi (sulit buang air besar), infeksi saluran kemih serta infeksi batu ginjal. Satu bagian besar badan manusia pada intinya memanglah terbagi dalam air : Pada bayi prematur sejumlah 80% dari berat tubuh, bayi normal 70-75%, sedang orang dewasa sejumlah 50-60%. " Kekurangan 1, 5% kandungan air dalam badan saja dapat membahayakan mood, terlebih untuk wanita yang lebih rawan pada dampak dehidrasi. Dibawah ini ialah dampak-dampak yang memiliki potensi menyerang pria serta wanita disebabkan dehidrasi ringan : A. Pada pria, dengan titik dehidrasi 1, 5% Performa kognitif : Kewaspadaan dengan cara visual menurun Kemampuan kerja rekam visual menurun 2. Fase yang melibatkan mood : Didera kelelahan serta inertia Desakan darah serta rasa kuatir meningkat   Baca juga : Kenalilah MERS dan Gejalanya B. Pada wanita, dengan titik dehidrasi 1, 3% Performa kognitif : Kewaspadaan dengan cara visual menurun Kemampuan kerja rekam visual menurun 2. Fase yang melibatkan mood : Didera kelelahan serta inertia Desakan darah serta rasa kuatir meningkat Gampang bingung/panik Semangat serta kesibukan menurun 3. Gejala-gejala Daya konsentrasi menurun Kesusahan merampungkan tugas

Featured Image
Makanan Dan Minuman Sehat Untuk Begadang

15-06-2014 09:33

Mulai Kamis 12 Juni 2014 perhelatan akbar sepakbola dunia mulai digelar. Salah satu konsekuensi yang paling mungkin dihadapi adalah waktu tidur yang berkurang pada malam hari. Begadang rela dilakukan demi menyaksikan pertandingan Piala Dunia secara langsung di layar kaca atau nonton bareng. Padahal, esok paginya sudah harus menunaikan rutinitas seperti biasa. Aduh bagaimana ya? Begadang sebenarnya adalah salah satu aktivitas yang kurang baik untuk dilakukan terus-menerus. Kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampaknya adalah mengurangi sistem imun dan memperlambat peredaran darah. Meskipun begitu, ada beberapa cara yang biasanya dilakukan untuk membuat tubuh tetap bugar meski begadang dilakukan pada malam sebelumnya. Misalnya adalah mengganti waktu tidur yang telah dikurangi. Baca juga : Paduan Tepat Meraih Tubuh Sehat dan Ideal  Normalnya orang beristirahat antara tujuh sampai delapan jam sehari. Jika waktu tidur itu dikurangi, bisa diganti dengan tidur siang yang berkualitas selama 20 atau 30 menit. Tidur siang singkat yang berkualitas itu juga bisa dilakukan untuk menambah tenaga sehingga juga bisa dilakukan dalam mempersiapkan diri untuk bergadang pada malam harinya. Jika hal itu tidak mungkin dilakukan karena kesibukan yang tinggi, seseorang bisa menggantinya di hari berikutnya. Pada dasarnya, tidur yang berkualitas jauh lebih menentukan dibandingkan dengan kuantitas waktu tidur. Usahakan juga untuk selalu tidur lelap beberapa jam sebelum begadang. Selain itu, aktivitas fisik seperti olah raga untuk mempertahankan stamina tetap dilakukan. Minimal dengan berjalan atau berlari kecil sekitar 30 menit setiap hari bisa membuat tubuh kembali fit usai bergadang. Menghirup udara segar juga merupakan faktor tambahan agar seseorang merasa bugar.. Saat begadang, jangan lupa untuk sesekali stretching. Hal itu bermanfaat untuk merehatkan tubuh sejenak. Peregangan juga dilakukan dengan berdiri atau berjalan-jalan sejenak di dalam ruangan sehingga mengendurkan kelelahan pada tubuh dan kaki. Dampak lain yang dikhawatirkan saat begadang adalah dehidrasi. Untuk mengantisipasinya, konsumsi air putih secara cukup bisa dilakukan. Selain menjaga tubuh seseorang tetap bugar, air putih juga membantu proses metabolisme tubuh. Kebutuhan air yang harus dikonsumsi minimal dua liter per hari. Baca juga : Kiat Mengatasi Kantung Mata yang Mengganggu  Beberapa vitamin yang dianjurkan dokter juga bisa dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Vitamin yang paling banyak dibutuhkan untuk mempertebal daya tahan tubuh sehingga terhindar dari penyakit adalah vitamin C. Meskipun demikian, dini hari merupakan saat dimana tubuh melakukan detoksifikasi. Dengan demikian, disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman berenergi atau suplemen pada dini hari karena hanya akan memperberat kerja ginjal. Faktor lain yang ditekankan adalah jangan memaksakan diri. Segeralah tidur jika badan sudah mulai merasa tidak fit. Beberapa gejala lain yang menjadi alarm untuk segera tidur adalah sendawa berlebihan atau mata yang berkunang-kunang. Meski bertentangan dengan kesehatan, ada kalanya begadang terpaksa dilakukan. Ada beberapa makanan yang biasa dikonsumsi untuk membuat seseorang tetap terjaga karena dapat melawan kantuk. Faktor terpenting adalah makanan tersebut harus rendah glisemik atau gula sehingga dapat meminimalisasi dampak buruk lanjutan yang mungkin terjadi. Makanan seperti cokelat, keju, makanan berlemak, gorengan, dan mi instan juga sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Berikut makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi : Kopi Kafein yang terkandung di dalam kopi mampu merangsang otak untuk tetap terjaga. Namun, terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan gangguan tidur permanen. Jumlah dan kadar kopi yang dikonsumsi harus diperhatikan. Telur Sangat tinggi jumlah kolin yang dimiliki telur dan metabolisme tubuh pun dapat dipercepat. Hal ini membuat seseorang memiliki banyak energi untuk melawan kantuk. Teh tanpa gula Teh mengandung kafein dan nikotin. Untuk membuat seseorang terjaga, teh yang dikonsumsi disarankan tanpa gula. Meski gula memberikan energi instan, biasanya akan membuat rasa kantuk datang setelah beberapa saat. Buah-buahan Buah pisang memberikan energi instan, tetapi mudah dicerna tubuh pada malam hari sekalipun. Makanan semacam ini direkomendasikan untuk seseorang yang ingin terjaga semalaman. Beberapa buah-buahan lain seperti alpukat dan apel juga direkomendasikan. Salad buah juga direkomendasikan sebagai camilan sehat.

...