Waktu Posting : 28-04-2014 13:20 | Dibaca : 2993x
Apa Itu Demam Berdarah? - Diantara penyebab penyakit yang memiliki peran terbesar terhadap kematian salah satunya yaitu penyakit demam berdarah. Keberadaan penyakit demam berdarah memang sudah tidak asing lagi ditengah masyarakat namun sampai saat ini jumlah penderita penyakit ini tidak kunjung turun. Dari pemantauan dinas kesehatan tiap – tiap daerah memunculkan suatu fenomena baru yang mengungkapkan bahwa penyakit demam berdarah berada dalam titik tertinggi ketika berada dalam musim penghujan. Apakah terjadi hubungan siginifikan diantara kedua faktor ini? jawabannya tidak selalu seperti itu. Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Dengan perantara penyakit berupa nyamuk ini sudah pasti berhubungan dengan keberadaan air sisa atau penampungan air yang tidak tertutup sehingga digunakan sebagai sarang nyamuk.
Baca juga : Apa beda Osteomalacia dengan Osteoporosis?
Oleh sebab itu, saat musim penghujan tiba inilah yang memberikan kesempatan nyamuk untuk berkembangbiak. Air hujan yang tertampung dalam kaleng-kaleng atau wadah bekas ini jika tidak dilakukan pembersihan akan digunakan nyamuk sebagai sarang tempatnya berkembangbiak. Nah, untuk itulah maka muncul angka tertingi dari penyakit demam berdarah ini saat musim penghujan. Namun, hal ini tidak selalu seperti itu. Jika anda pandai membersihkan daerah sekitar anda dari lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk ini maka anda mampu melakukan langkah menghindari terjadinya penyakit demam berdarah. Jadi sehatkan keluarga anda dengan memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Langkah – langkah menuntaskan angka kematian akibat penyakit demam berdarah ini terbagi atas tahap pencegahan serta pengobatan. Untuk lebih jelasnya anda dapat memahami secara langsung ulasan pencegahan serta pengobatan penyakit demam berdarah beriku ini, yaitu :
Pencegahan Penyakit Demam berdarah
Pencegahan penyakit merupakan tahap awal yang paling tepat untuk menurunkan angka kesakitan maupun angka kematian akibat suatu penyakit tertentu seperti halnya penyakit demam berdarah. Penyakit infeksius ini diperparah akibat gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue. Untuk menuntaskan penyebaran penyakit ini maka perlu dilakukan tahap pencegahan penyakit berikut ini yaitu :
- Melakukan program 3 M ( Menguras, Mengubur dan Menutup)
Program ini merupakan program nasional untuk memberantas bibit penyakit demam berdarah. Langkah 3 M ini dimaksudkan dengan melakukan beberapa langkah kesehatan seperti menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air agar tidak dijadikan tempat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypti serta menutup tempat penampungan air sehingga tidak membiarkan nyamuk ini untuk berkembangbiak dalam tempat penampungan air.
Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah
- Menaburkan bubuk abate
Bubuk abate merupakan senyawa kimiawi yang mampu membunuh jentik nyamuk aedes aegypti dalam bak kamar mandi anda. Dengan menaburkan bubuk abate ini maka anda sudah melakukan pencegahan penyakit untuk memutus mata rantai perkembangbiakn nyamuk aedes aegypti.
- Membiasakan diri untuk tidak menggantung pakaian kotor dalam kamar
Cara hidup nyamuk aedes aegypti suka berada dalam lingkungan yang kotor seperti halnya hinggap di pakaian kotor anda. Apalagi jika pakaian kotor anda tersebut berada dalam kamar yang lembab sudah pasti hal ini disukai nyamuk aedes aegypti. Untuk itu anda perlu melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengan tidak memberikan tempat hidup yang disukai oleh nyamuk ini sehingga keluarga anda jauh dari bahaya penyakit demam berdarah.
Pengobatan Penyakit Demam berdarah
Pengobatan penyakit demam berdarah merupakan langkah yang dilakukan setelah terjadinya infeksi penyakit ini. Terinfeksinya diri anda dengan virus dengue tentunya menambah sederetan penderita penyakit demam berdarah ini. Oleh sebab itu, sebelum kesakitan ini bertambah para dan menyebabkan kematian maka berikut ini ulasan mengenai pengobatan yang mencegah terjadinya kematian akibat demam berdarah yaitu
1. Konsumsi minuman jus jambu merah
Jambu merah merupakan jenis buah – buahan yang dipercaya mampu untuk menyembuhkan infeksi tubuh akibat virus dengue. Anda dapat mengonsumsi buah ini dalam bentuk jus buah maupun dimakan secara lengsung tanpa diolah.
Baca juga : Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi
2. Minum air putih secukupnya
Anda yang menderita penyakit demam berdarah perlu melakukan konsumsi air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi akibat penyakit demam berdarah ini. Selain itu, air putih juga berkhasiat untuk menghindarkan diri anda dari senyawa alergen atau toksikan dalam tubuh anda sehingga virus dengue juga mampu diminimalisir dengan meminum air putih.
3. Pengobatan menuju penyedia layanan kesehatan
Jika kedua cara diatas dianggap belum memberikan kesembuhan yang signifikan terhadap anda maka anda perlu melakukan pengobatan penyakit demam berdarah dengan berkunjung ke pusat penyedia layanan kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit.
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
27-09-2018 15:49
Susu kambing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Susu kambing dipercaya dapat merawat kecantikan kulit dengan sangat baik tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya untuk kulit. Hal ini diperkuat dengan adanya bukti jika perempuan tercantik di Mesir, Cleopatra saja rajin berendam dalam susu agar kulitnya tetap lembut dan terawat. Susu kambing memiliki tekstur yang ringan sehingga mudah diserap oleh kulit. Selain itu susu kambing juga kaya akan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan kulit. Susu kambing sangat baik dalam membantu proses regenerasi kulit, mengangkat sel kulit mati dan menghaluskan kulit. Lebih hebatnya lagi, susu kambing memiliki kandungan ALpha-hydroxyl Acid (AHA) yang berperan sebagai eksfoliator yang baik sehingga dapat membantu menghilangkan noda dan jerawat pada kulit. Beberapa manfaat lain dari susu kambing untuk kecantikan, yaitu : 1. Digunakan sebagai masker Bisa menggunakan susu kambing bubuk sebagai masker karena tekstur powder akan lebih mudah dicampur dengan bahan lain. Namun bisa juga jika ingin menggunakan susu kambing cair. 2. Mandi susu Perawatan mandi susu dapat ditemukan di salon ataupun spa besar dan sangat bermanfaat untuk kecantikan kulit. 3. Digunakan sebagai pencuci wajah Susu kambing dapat digunakan sebagai pengganti facial wash. Mencuci wajah menggunakan susu kambing secara rutin dapat membuat kulit lebih cantik dan sehat karena susu kambing mengandung anti bakteri dan vitamin yang sangat baik untuk kulit terutama yang memiliki jenis kulit sensitif dan berjerawat. 4. Diminum Susu kambing tak hanya dpaat digunakan untuk perawatan dari luar namun baik juga untuk dikonsumsi. Susu kambing sangat baik untuk merawat kecantikan dan kesehatan tubuh. 5. Digunakan sebagai sabun mandi Sabun susu kambing dikenal sangat baik untuk merawat kecantikan kulit. Sabun susu kambing dapat bermanfaat untuk menghaluskan kulit, mencerahkan kulit, mengobati jerawat ataupun menghilangkan noda pada kulit.
12-06-2015 01:01
Waspada Dengan Kolesterol Tinggi yang Mengintai! Kadar kolesterol darah Mendengarkan kata kolesterol, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah sesuatu yang negatif. Bagaimana tidak, kebanyakan orang tentunya sudah tidak asing dengan istilah kolesterol tinggi bukan? Terlebih penyakit satu ini memang menjadi penyakit lumrah yang diderita oleh kaum urban dan masyarakat modern. Koleseterol sendiri sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dinding sel serta memproduksi hormon. Catatan penting, kolesterol yang dibutuhkan tentunya dalam batas normal. Jika sudah melewati ambang batas, tentunya membutuhkan obat herbal untuk penyakit kolesterol. Kolesterol itu sendiri adalah senyawa yang memiliki tekstur lembek dan terletak diantara lemak dan sel tubuh. Itulah mengapa kita sering mendengar istilah kandungan kolesterol di dalam aliran darah. Setidaknya, ada 2 jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik. Baca juga : Minyak Argan yang Ajaib untuk Kecantikan dari Karunia Alam Selain berperan aktif dalam produksi hormon, kolesterol pun adalah komponen pentin dalam pembentukan asam empedu. Tak hanya itu, kolesterol pun menjadi salah satu komponen dalam vitamin D dan produksi hormon steroid. Sayangnya, kadar kolesterol di dalam darah tetaplah tidak boleh terlalu kebanyakan. Hal tersebut akan memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, batu empedu, stroke dan lain sebagainya. Kadar trigliserida dan kolesterol Selain kolesterol adapula trigliserida, yakni sejenis lemak di dalam aliran darah. Kadar trigliserida yang tinggi di dalam tubuh biasanya diikuti pula oleh kadar kolesterol yang tinggi. Kondisi ini berarti kadar LDL jauh lebih tinggi daripada kadar HDL di dalam aliran darah. Kolesterol seyogyanya berasal dari dalam maupun luar tubuh manusia, yaitu dari makanan yang Anda konsumsi. Biasanya makanan semacam ini berasal dari hewan, seperti telur dan daging. Baca juga : 3 Kesalahan Dalam Pengolahan Jus yang Harus Dihindari Penumpukan kolesterol pada aliran darah ternyata mampu menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh. Alhasil darah pun kesulitan mengalir lewat pembuluh darah yang ada di seluruh bagian tubuh Anda. Mungkin Anda tak menyadarinya dari sekrang, namun jumlah darah yang berkurang mengaliri seluruh jaringan tubuh akan berdampak tidak baik.