Waktu Posting : 03-10-2014 17:41 | Dibaca : 2606x
05-05-2014 08:24
Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua - Saat ini banyak sekali usia muda yang meninggal pada umur 30-an. Dikarena serangan jantung, hanya kena 1x serangan, langsung meninggal. Keadaan ini sebenarnya bisa dihindari, asalkan dilakukan sejak muda. Beberapa tips pending di masa muda, untuk menjaga kesehatan di masa depan: 1. Olahraga Teratur Olahraga teratur minimal 3x seminggu, durasi 1 jam. Atau 30 menit tiap hari, itu juga bisa menjaga peredaran darah kita selalu lancar. Melatih jantung kita supaya rajin memompa darah. Darah yang dihasilkan dari peredaran darah yang lancar, akan lebih encer tidak kental. Karena ciri-ciri kena penyempitan pembuluh darah yaitu memiliki darah kental, sehingga memiliki kadar kolesterol tinggi. 2. Menghindari Makan Junk Food Biasanya anak muda suka sekali dengan junk food seperti: hamburger, pizza, fried chicken, hot dog, hal itu yang membuat kolesterol tinggi di darah, dan lama-kelamaan terjadi penyempitan pembuluh darah. Walaupun masih muda, tetapi jika tiap hari makan junk food, maka siapapun akan bisa terkena penyempitan pembuluh darah, dan umur 30-an bisa kena sakit jantung. Ganti pola makannya dengan makan tanpa gorengan, sayur-sayuran dan buah-buahan bisa dijadikan alternatif yang baik. Baca juga : Penyakit yang di Anggap Ringan, Tapi Mematikan 3. Rajin Puasa Minimal seminggu 1 hari untuk puasa, ini dimaksudkan agar organ-organ tubuh kita kembali normal. Karena kenyataannya jika pada saat bulan puasa, seluruh kadar dalam darah semuanya membaik, dikarenakan asupannya secukupnya dan tidak berlebihan. Cukup 1 hari dalam seminggu untuk puasa dari subuh sampai magrib. Jika agak malas berpuasa, bisa dengan cara yaitu, makan pada saat lapar sekali, dan berhenti makan pada saat belum kenyang, ini juga membantu mengurangi asupan makanan yang berlebihan ke tubuh kita. 4. Kontrol Darah Kontrol darah untuk menjaga dari hal-hal yang melebihi batas normal. Jika kolesterol yang diatas normal, segera kurangi makanan goreng-gorengan dan junk food. Jika asam uratnya yang tinggi, kurangi sayuran yang berwarna hijau dan jeroan-jeroan. Jika trigliseridanya naik, kurangi makan karbohidrat, seperti nasi. Jika gula darah yang naik, kurangi makanan yang manis-manis. Setelah cek di laboratorium, hasilnya dijadikan patokan untuk merubah pola makan dan pola hidup, agar hasilnya semua kembali dalam batas normal. 5. Hindari Stress Stress adalah akibat dari keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Coba hindari stress dengan cara ikhlas. Lepaskan segala permasalahan kantor atau kerjaan jika berada di rumah. Tidak perlu membahas pekerjaan jika ada di rumah. Istirahatkan pikiran jika memang harus istirahat. Tidur jangan terlalu malam, dan bangun juga jangan terlalu siang. Jika stress, bisa membuat metabolisme melambat, tidak terjadinya keseimbangan tubuh, bisa jadi pusing, maag, pegal-pegal, tidak bisa tidur dan banyak lagi. Dan yang pasti bisa langsung mendapatkan serangan jantung. Akhirnya sakit jantung berkepanjangan. Dan selalu minum obat medis, padahal obat medis itu memiliki 2 mata pisau, yang satu untuk menyembuhkan penyakitnya dan satunya akan menimbulkan penyakit baru. Stress adalah sumber dari banyak penyakit, jadi hindari stress, ikhlas dan serahkan masalah pada akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Baca juga : Pentingnya Memahami Kulit dan Fungsinya 6. Gunakan Obat Herbal sebagai Pendamping Obat Medis Obat herbal harus sebagai pendamping obat medis, tidak jadi yang utama tapi juga jangan sampai dilupakan, karena obat medis awalnya juga berasal dari penelitian obat-obat herbal. Semuanya yang serba alami pasti lebih baik, karena ciptaan Allah selalu lebih sempurna daripada ciptaan manusia. Obat herbal yang paling aman adalah berbentur cairan, karena lebih cepat diserap tubuh dan tanpa efek samping ke ginjal, karena berbentuk cairan bukan ekstrak yang harus dilarutkan dahulu. Demikian penjelasan dari saya, sesuai dengan pengamatan dan pengalaman saya selama ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca. (TTR)
11-06-2024 23:54
Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya : 1. Tingginya Tekanan Darah Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90. 2. Kebiasaan Merokok Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho. 3. Mengidap Penyakit Jantung Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak. 4. Genetik Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 5. Obesitas Jika obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke. 6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat. 7. Mengidap Diabetes Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi. 8. Usia Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun. 9. Gender Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut. Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.
27-07-2020 00:27
Istilah protokol new normal memang sedang menjadi bahan perbincangan masyarakat Indonesia, karena protokol tersebut harus dilakukan menuju kondisi new normal sekarang ini. Semenjak ada peraturan lock down dan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sebelumnya, baru sekarang inilah mulai diberlakukan lagi kondisi new normal atau pelonggaran setelah covid mewabah. Adapun protokol yang harus dijalankan oleh seluruh masyarakat tersebut adalah: Menjaga Kesehatan Diri Ini adalah awal dari protokol pribadi setiap orang, yaitu dengan menjaga kesehatan diri melalui gaya hidup sehat dan mengkonsumsi asupan bergizi dan menjaga imun tubuh. Serta menggunakan masker serta penggunaan hand sanitizer atau mencuci tangan secara rutin, terutama di tempat umum. Protokol Bekerja Di Kantor Bagi yang bekerja atau karyawan, akan sangat banyak sekali yang harus dilakukan dan diperhatikan terutama bagi perusahaan. Yaitu, dimulai dengan menyediakan semua hal yang diperlukan untuk bisa menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan menyediakan alat pencuci tangan di kantor, menggunakan masker menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan kantor. Pastikan area kantor selalu bersih dan higienis. Selain itu, bagi perusahaan agar mengusahakan untuk jam kerja yang tidak terlalu larut guna menjaga kesehatan para pekerja agar bisa beristirahat bahkan sebisa mungkin tidak diadakan system kerja shift. Juga tidak lupa membentuk tim penanganan covid 19 khusus di setiap perusahaan. Masih Berlakukan Physical Distancing Walaupun sudah menuju new normal, tetap berlakukan physical distancing sebagai protokol new normal yang harus dijalani. Membiasakan Menggunakan Barang Pribadi Selain menjaga kesehatan diri, kita juga harus membiasakan menggunakan barang pribadi sendiri. Seperti alat makan, mukena dan lainnya. Menyediakan Pengukuran Suhu Setiap tempat-tempat umum wajib menyediakan pengukuran suhu, agar di tempat-tempat tertentu bisa dilakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap orang yang masuk ke tempat-tempat umum seperti mall, bank, dan lainnya. Tata Cara Berkumpul Di Luar Rumah Untuk yang melakukan kegiatan diluar rumah, lakukanlah kegiatan dengan sebaik-baiknya. Ketika ingin berkumpul di luar rumah harus mengikuti tata caranya, yaitu tetap menggunakan masker, menjaga jarak masing-masing, serta melakukan yang sudah menjadi rutinitas yaitu sering mencuci tangan dan tidak saling bersentuhan terlebih dulu. Dalam melakukan protokol new normal ini, sebisa mungkin sangat diperhatikan aspek-aspek penting untuk menjaga kesehatan di luar rumah terutama di tempat keramaian. Seperti misalnya di pasar yang akan terjadi penumpukan orang, usahakan tetap menjaga jarak aman dan menggunakan masker.