Waktu Posting : 03-10-2014 06:18 | Dibaca : 2488x
25-07-2014 13:45
Butuh Waktu Salah satu penyakit mematikan yang katanya tak memiliki obat adalah kanker. Pasalnya, ada saja jenis kanker yang setelah disingkirkan, masih dapat kembali lagi menyerang tubuh. Penanganannya pun macam-macam, namun pengobatan paling awam yang diketahui adalah dengan menjalani kemoterapi. Meski ada pula cara lain atau obat kanker lain yang bisa digunakan untuk melawan kanker, kemoterapi kerap disarankan terutama bagi mereka yang penyakitnya sudah parah. Baca juga : Tanaman Obat Keluarga Kemoterapi merupakan satu cara pengobatan yang menggunakan penyakit untuk menyerang penyakit lain. Maksud penyakit di sini adalah zat yang buruk bagi tubuh, tetapi berfungsi pula untuk menyingkirkan kanker. Karena itulah para pasien yang menjalani kemoterapi biasanya akan terlihat sangat lemah dengan rambut yang terus rontok dan warna kulit yang terus memucat. Baca juga : Menjalani Terapi Obat Stroke Minta Rekomendasi Selain kemoterapi, ada obat kanker lain yang sebenarnya bisa dijalani pasien, apalagi bagi mereka yang temuan kankernya masih pada fase awal dan belum begitu berkembang. Untuk mendapatkannya, pasien dan keluarganya tentu harus meminta rekomendasi kepada dokternya. Dengan berkonsultasi, diharapkan obat yang dipilih adalah pilihan pasien sendiri dan dapat bekerja dengan baik di bawah bimbingan dokter. Selain dengan obat-obatan dari rumah sakit atau yang direkomendasikan oleh dokter, pasien juga memiliki kebebasan untuk mencari ramuan obat kanker lain yang dirasa lebih tepat, seperti herbal dan obat dari bahan-bahan alami.
23-10-2014 11:22
Kolesterol tidak hanya terjadi pada orang tua saja. Pada usia 20-30an, Anda bisa memiliki kadar kolesterol tinggi jika Anda tidak bisa menjaga asupan makanan Anda. Lalu, apa yang menjadi penyebabnya? Dan, apa gejala memiliki kadar kolesterol tinggi? Kadar kolesterol yang tinggi di darah dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu konsumsi makanan yang tinggi kadar kolesterol, tidak rutin melakukan olahraga/exercise, merokok, dan riwayat keluarga. Kadar kolesterol tinggi biasanya banyak terjadi di orang-orang yang bertubuh gemuk atau obesitas. Baca juga : Rahasia Hidup Sehat Ekonomis Di samping itu, kadar kolesterol yang tinggi di darah, menurut referensi medis, biasanya belum memiliki gejala. Diperlukan hasil tes darah laboratorium untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam darah. Yang perlu Anda ketahui adalah kadar kolesterol tinggi bisa mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Jika kadar kolesterol sudah tinggi, cara mengatasinya yaitu mengubah lifestyle Anda, yaitu mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol, melakukan olahraga rutin, dan menghindari merokok. Jika Anda sudah memperbaiki lifestyle Anda, kadar cholesterol LDL tetap saja tinggi, Anda disarankan untuk mengkonsumsi obat kolesterol. Sedangkan jika kadar kolesterol Anda lebih dari 200 mg/dL, disarankan mengkonsumsi obat kolesterol disertai dengan melanjutkan perubahan lifestyle untuk menjadi lebih sehat. Nah, mulai sekarang, ayo kita terapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti kadar kolesterol yang tinggi. Salah satu sumber penyakit bisa disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Sebelum Anda benar-benar terserang penyakit yang aneh-aneh dan serius, biasanya tubuh akan mengalami kenaikan berat badan terlebih dahulu. Untuk jalan pencegahan, Anda sebaiknya diet dan menurunkan kolesterol. Baca juga : Tips Membersihkan Lensa Kontak Nah, cara diet berikut juga merupakan salah satu yang efektif bukan hanya menurunkan berat badan namun juga menurunkan kadar kolesterol, seperti dikutip www.health.com. Cara yang direkomendasikan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah diet TLC atau Therapeutic Lifestyle Changes yang sudah terkenal khusus untuk diet penurunan kolesterol. Dalam diet ini Anda harus mengurangi makanan mengandung kolesterol, bukan hanya makanan berlemak, bersantan, dan gorengan saja, namun juga semua makanan kemasan, olahan dan buah durian yang diklaim memiliki tinggi kolesterol.
28-04-2014 13:18
Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi - Hipertensi merupakan bagian dari gangguan organ jantung yang disebabkan oleh perilaku individu yang kurang menjaga kesehatan. Menurut teori Blum mengatakan bahwa “tingkat kesehatan individu dipengaruhi oleh keempat faktor penyebab, diantaranya yaitu perilaku, kesehatan lingkungan, genetik serta pelayanan kesehatan”. Dari keempat faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan individu ini ternyata juga dapat diaplikasikan dalam prognosis suatu penyakit hipertensi. Aplikasi dari keempat faktor tersebut jika dihubungkan dengan kejadian penyakit hipertensi adalah sebagai berikut: A. dari segi Perilaku Status individu sebagai perokok aktif dapat mempengaruhi kesehatan organ jantungnya. Penyempitan pembuluh darah jantung akibat kandungan karsinogenik dari rokok ini dapat menyebabkan kerja otot jantung semakin cepat dari biasanya. Jika lama kelamaan tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan gangguan aliran darah dalam tubuh. Darah yang mengalir cepat menuju organ otak kemudian mengendap disana tentunya akan menyebabkan kelumpuhan atau stroke yang tentunya berakibat fatal sekali bagi produktivitas diri anda. Untuk itu, faktor perilaku ini memang mengambil peranan penting dalam kejadian penyakit tertentu khususnya yaitu hipertensi. Jika terjadi gangguan penyakit sudah pasti status atau tingkat kesehatan anda sedang mengalami penurunan fungsinya. Selain faktor pengaruh dari perilaku individu terhadap status kesehatannya yang ditinjau dari segi perokok, ternyata juga terdapat tindakan lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi dari pengaruh faktor perilakunya. Salah satu tindakan yang berisiko terhadap status kesehatan individu ini yaitu kebiasan individu yang suka mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi (protein hewani lebih utama daripada protein nabati), kebiasaan individu yang kurang berolahraga, kebiasaan individu yang suka mengonsumsi minuman keras atau pun terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda serta faktor perilaku lainnya. Untuk itu, jika anda memang benar – benar menginginkan tubuh yang sehat maka sebaiknya anda perlu melakukan tindakan preventif lebih dini sebelumnya serangan penyakit menyerang anda. Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah B. dari segi genetik Penyakit hipertensi adalah gangguan klinis yang termasuk dalam penyakit tidak menular sehingga perkembangan penyakit ini hanya dapat didasarkan atas pengaruh faktor genetik. Menurut beberapa ilmuwan medis, kejadian penyakit hipertensi memang menjadi bagian dari pengaruh susunan gen dalam DNA nya. Oleh sebab itu penyakit hipertensi ini juga disebut sebagai penyakit herediter atau penyakit turunan. C. dari segi lingkungan Lingkungan menjadi bagian dari faktor eksternal individu yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit hipertensi. Kondisi lingkungan yang mendukung peningkatan prevalensi penyakit hipertensi salah satunya yaitu adanya asap rokok dari para perokok aktif. Anda yang berada disekitar perokok aktif ternyata juga berisiko terganggu dengan penyakit hipertensi ini meskipun anda bukan pelaku utamanya. Untuk itu, sebenarnya perlu adanya kawasan tanpa rokok yang memberikan kemudahan serta tempat sehat untuk orang lain atau para perokok pasif. Dalam hal ini tentunya butuh kesadaran serta dukungan yang kuat terhadap para perokok aktif untuk bisa menempatkan dirinya sehingga tidak merugikan orang lain disekirtarnya apalagi para orang tersayang didekatnya. D. dari segi layanan kesehatan Stastus kesehatan individu tidak lepas kaitannya dengan penyedia layanan kesehatan. Ketersediaan layanan kesehatan serta akses layanan kesehatan yang terjangkau ini yang memungkinkan individu untuk memperoleh status kesehatan yang memadai. Namun, sudah sesuaikah penyedia layanan kita? Inilah yang wajib dipertanyakan untuk saat ini. Anda selaku masyarakat / penyedia layanan kesehatan sampai dengan para aparat pemerintahan alangkah baiknya saling tergabung menciatakan komitmen untuk menuju negara yang kuat dan sehat tentunya dengan menyelenggarakan layanan kesehan yang memadai serta berkualitas. Pada intinya, ingin sehat? Jadilah para pengguna serta para pelaksana layanan kesehatan yang peka dan professional. Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Namun, meskipun keempat faktor tersebut saling mendukung terjadinya penyakit hipertensi ternyata faktor dari segi perilakulah yang mempengaruhi paling kuat terhadap terjadinya kejadian penyakit hipertensi. Terutama para perokok aktif maupun perokok pasif yang memiliki intesitas tinggi untuk terpapar asap rokok ini. Dari segi perilaku sebenarnya juga muncul faktor lain yang mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit tekanan darah tinggi ini diantaranya yaitu seseorang yang mempunyai pola konsumsi tidak sehat dengan banyak mengonsumsi kolesterol ataupu lemak trans. Untuk itu, anda yang memiliki kebiasaan perilaku diatas alangkah baiknya anda perlu membatasi perilaku tersebut agar terhindar dari bahaya gangguan penyakit hipertensi.