Waktu Posting : 23-10-2014 11:22 | Dibaca : 2967x
19-03-2015 23:02
Obat untuk diabetes kini kian beragam macamnya, dan tidak hanya mengandalkan obat saja, Anda sebagai penderita diabetes juga harus mengerti bagaimana cara jerawat kondisi tubuh ketika terserang penyakit ini. Namun yang paling penting adalah bagaimana cara Anda menjaga pola hidup Anda. Berlawanan dengan persepsi populer, tidak ada diet diabetes tertentu. Namun sangat penting untuk memfokuskan pola makan Anda pada hal yang mengandung serat tinggi dan rendah lemak, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Baca juga : Obat Diabetes Melitus yang Disesuaikan dengan Jenisnya Anda juga harus mengurangi porsi makanan dari produk hewani, karbohidrat olahan, dan juga bahan makanan yang manis. Makanan dengan indeks glikemik rendah juga dapat membantu. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat makanan menyebabkan peningkatan gula darah dalam tubuh Anda. Makanan dengan indeks glikemik tinggi meningkatkan gula darah Anda dengan cepat. Makanan glikemik rendah dapat membantu Anda mencapai gula darah yang lebih stabil. Makanan dengan indeks glikemik rendah biasanya adalah makanan yang kaya akan serat. Dengan mengetahui ini, maka Anda tidak lagi tergantung berlebihan terhadap obat untuk diabetes. Selain memperhatikan pola makan, ada baiknya Anda juga berolahraga. Setiap orang membutuhkan latihan aerobik secara teratur, dan orang-orang yang memiliki diabetes tipe 2 tidak terkecuali. Latihan ringan seperti berjalan kaki, berenang dan bersepeda sangat membantu Anda untuk menjaga kondisi fisik terutama untuk melawan penyakit ini. Apa yang paling penting adalah membuat aktivitas fisik ini menjadi bagian dari rutinitas harian Anda. Baca juga : Kegunaan Jamsi Obat Diabetes Untuk konsumsi obatnya sendiri, pastikan Anda memperhatikan bahan-bahan yang dibawanya. Dua bahan penting yang harus terdapat pada obat yang Anda pilih antara lain adalah: Metformin: Umumnya, metformin merupakan obat pertama diresepkan untuk diabetes tipe 2. Obat ini bekerja untuk merangsang insulin sehingga tubuh Anda menggunakan insulin lebih efektif. Sulfonylureas: Obat ini membantu tubuh Anda mengeluarkan lebih banyak insulin. Kemungkinan efek samping yang dihasilkan oleh obat ini adalah termasuk gula darah rendah dan kenaikan berat badan. Jika Anda menemukan salah satu dari dua bahan penting tersebut, maka Anda telah menemukan obat untuk diabetes.
26-01-2016 07:36
Terapi Chiropractic tentulah bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, apalagi dengan adanya pemberitaan baru-baru ini terkait dengan sebuah pasien dari klinik chiropractic yang meninggal dunia setelah melakukan terapi di klinik tersebut. Namun, sebelum Anda berpikiran negatif tentang terapi ini, sebaiknya Anda memahami dengan seksama apa yang dimaksud dengan terapi yang membantu sistem kerja tulang belakang kembali normal seperti semula. Berikut akan dijelaskan secara menyeluruh tentang chiropractic beserta manfaat dan resiko yang akan terjadi apabila melakukan terapi Chiropractic tersebut. Apa itu Chiropractic ? Chiropractic merupakan salah satu terapi yang membenarkan gangguan fungsi serta letak tulang belakang. Chiropractic adalah gabungan dari kata Chiros yang berarti tangan dan prakticos yang berarti praktis dalam bahasa yunani. Jadi chiropractic dapat diartikan menggunakan tangan. Chiropractic ini dikenal sebagai salah satu bentuk teknik alternatif untuk terapi tulang belakang. Lebih dari seratus negara yang menggunakan terapi ini karena kelebihannya yang tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia dan tanpa harus melakukan operasi. Baca juga : Waspadai Penyakit Kanker Kulit Chiropractic berfokus pada sistem syaraf dimana syaraf merupakan salah satu sistem yang mengatur semua bagian dalam tubuh manusia. Seperti sistem tulang sendi, otot dan paling utama adalah tulang belakang. Pergerakan yang terjadi pada tulang sendi akan memiliki pengaruh yang sangat besar pada sistem syaraf dan seluruh struktur yang mengatur sistem tersebut seperti otot, organ tubuh, rasa sakit dan lain sebagainya. Sistem syaraf merupakan sistem yang paling utama dalam tubuh seorang manusia. Sistem syaraf bekerja mengirim dan menerima segala informsi dari semua sel dan jaringan yang terdapat dalam tubuh. Apabila kerja sistem syaraf dalam tubuh seorang manusia dapat berfungsi secara normal dan maksimal maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki kondisi kesehatan yang baik dan optimal. Namun terkadang terdapat gangguan yang dapat menghambat kinerja sistem syaraf, yang disebabkan oleh rasa stress yang terus-menerus, atau trauma, dan gangguan ini disebut dengan subluxation. Gejala yang ditimbulkan dari subluxstion berupa sakit pada bagian kepala, mati rasa, merasakan nyeri dan kesemutan. Chiropractic diyakini adalah satu-satunya terapi yang dapat mencegah serta menghilangkan gangguan subluxation. Teknik yang digunakan oleh terapi ini disebut juga dengan teknik adjustment. Teknik ini memeiliki tujuan untuk menghilangkan gejala serta sakit yang disebabkan oleh subluxation dan chiropractic juga digunakan untuk mengembalikan letak atau posisi tulang belakang dengan menggunakan cara yang lembut, aman serta efektif. Para praktisi atau yang lebih dikenal dengan sebutan chiropractor akan membantu melepaskan tekanan-tekanan yang terdapat pada syaraf yang bertujuan untuk mengoptimalkan kerja dan fungsi sistem syaraf. Manfaat dan Resiko Chiropractic Chiropractic hingga saat ini masih disebut sebagai salah satu pengobatan dengan cara tradisional. chiropractic sendiri adalah salah satu metode yang dilakukan untuk melakukan pengobatan pada tulang belakang dengan menggunakan tangan agar tubuh dapat menyembuhkan diri sendiri tanpa bantuan obat-obatan maupun operasi. Chiropractic merupakan salah satu perawatan yang direkomendasikan untuk para pasien yang mengeluhkam sakit pada bagian bawah punggung. Chiropractic juga bermanfaat bagi orang yang menderita sakit di bagian-bagian tubuh lainnya yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf seperti osteoarthritis atau fibromyaglia. Osteoartritis adalah gangguan yang terjadi karena tulang rawan yang berfungsi untuk melindungi persendian mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan sendi yang tidak dapat bergerak normal sehingga akan menimbulkan rasa sakit serta nyeri dan membuat pergerakan seseorang menjadi terbatas. Sedangkan Fibromyaglia adalah rasa nyeri yang muncul pada tulang serta otot dan dapat menyebar luas ke bagian tubuh yang berada disekitar asal nyeri. Fibromyaglia ini biasanya muncul dengan gejala seperti rasa nyeri dan otot yang kaku. Anda yang tidak memiliki masalah atau gangguan sistem syaraf dan tidak menderita penyakit apapun dapat melakukan terapi ini. Karena chiropractic sendiri dapat membantu sistem kekebalan tubuh anda menjadi lebih meningkat, dan juga dapat melancarkan jalannya peredaran darah, membentu membuat otot-otot anda menjadi lebih lemas dan tidak kaku serta membantu meringankan tekanan tulang belakang. Selain itu chiropractic juga dikenal mampu memberikan efek positif bagi seseorang yang mengalami depresi dan stress berlebihan. Chiroprotic juga memiliki manfaat yang baik bagi para wanita untuk mengurangi rasa sakit saat mengalami masa pra-menstruasi dan juga dapat dilakukan pada wanita hamil yang cenderung mengalami rasa sakit di bagian bawah punggung. Selain wanita ternyata chiropractic juga sangat bermanfaat bagi bayi yang baru lahir untuk membantu sistem syaraf serta tulang belakang bayi dapat berkembang dan tumbuh secara optimal. Bayi akan mengalami trauma pada saat menjalani proses kelahiran yang mengharuskan bayi melewati sebuah saluran yang terdapat pada rahim dan hal ini dapat menimbulkan adanya ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh sang bayi. Dalam perkembangannya pun sang bayi masih harus mengalami beberapa proses yang mengharuskan tulang belakang dan sistem syarafnya bekerja dan tumbuh dengan optimal. Karena apabila perkembangan pada tubuh bayi mengalami kesalahan atau tidak berkembang pada posisi yang salah maka akan muncul ketidakseimbangan yang akan menyebabkan bayi menderita scoliosis. Scoliosis adalah kelainan yang terjadi pada rangka tubuh sehingga mengakibatkan adanya lengkukan pada bagian tulang belakang. Chiropractic yang biasanya dilakukan selama 45 menit atau bahkan satu jam dalam sekali perawatan ternyata juga dapat membantu pasien yang memiliki rasa trauma terhadap suatu kejadian pada masa rehabilitasi. Hasil yang didapatkan dari chiropractic ini tentunya akan berbeda dari satu pasien dengan pasien yang lainnya. Ada kalanya chiropractic hanya sebatas membantu para pasien untuk mengurangi rasa sakit yang diderita oleh pasien tanpa menyembuhkan atau mengobati penyakit yang diderita pasien. Baca juga : Mengenali Alarm dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin Namun tak jarang chiropractic mampu menyembuhkan seorang pasien dari penyakit yang dideritanya. Hanya perlu menyesuaikan diri dengan chiropractic agar perawatan ini mampu mendapatkan hasil maksimal yang diinginkan oleh pasien. Resiko yang didapat dari terapi chiropractic ini sejauh ini tergantung dari para terapis yang melakukan teknik ini terhadap pasien. Apabila terapis memiliki keahlian serta sertifikat yang sah, maka kecil kemungkinan akan menghasilkan resiko yang buruk pada pasien. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa chiropractic aman dan berhasil. Pasien akan mengalami rasa nyeri maupun rasa sakit ketika melakukan perawatan chiropractic ini untuk pertama kali, namun apabila dilakukan dengan teknik yang baik dan benar, maka rasa sakit tersebut tidak akan dirasakan. Apabila Anda memiliki penyakit osteoporosis maupun penyakit lain yang masih berkaitan dengan penyakit yang mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat yang berfungsi untuk mengencerkan darah, maka sebaiknya Anda tidak melakukan chiropractic. Dan apabila Anda merupakan penderita penyakit kanker, wajib bagi Anda untuk mendapatkan izin dari dokter Anda untuk melakukan terapi Chiropractic.
29-08-2022 04:09
Komedo memang masalah kulit yang cukup menyebalkan. Komedo ini membuat tampilan kulit wajah tampak kasar dan membuat pori-pori wajah semakin terlihat besar. Buat sahabat fimela yang sedang struggle dengan masalah kulit wajah yang satu ini dan bertanya-tanya bagaimana cara mengatasinya, jawabanya simpel, yaitu dengan cara menjaga kebersihan pori-pori wajahmu. Menjaga kebersihan pori-pori wajah sama dengan mencegah munculnya komedo di wajah. Komedo muncul karena kotoran bercampur dengan minyak, keringat, dan juga sel-sel kulit mati di wajah yang menumpuk menjadi satu dan menyumbat pori-pori. Maka dari itu menjaga kebersihan pori-pori wajah merupakan cara efektif untuk mengatasi dan juga mencegah timbulnya komedo. Nah, bagaimana sih cara untuk menjaga kebersihan pori-pori wajah agar terhindar dari komedo? Yuk cari jawabannya di bawah ini 1. Jangan terlalu sering menyentuh wajahmu Kebiasaan sering menyentuh kulit wajah dengan tangan dapat menyebabkan munculnya komedo. Hal ini dikarenakan tangan yang kotor yang terdapat banyak kuman dan bakteri akan bercampur dengan minyak dan keringat yang ada di wajah akan menumpuk dan menyumbat pori-pori. Maka dari itu sebisa mungkin untuk tidak sering-sering menyentuh wajah ketika tangan kotor. 2. Double cleansing setiap hari. Untuk menjaga kebersihan pori-pori wajah, double cleansing wajib banget kamu lakukan setiap hari. Double cleansing adalah metode membersihkan wajah sebanyak dua kali. Sebelum kamu menggunakan facial wash kamu bisa menggunakan cleansing oil, cleansing balm, milk cleanser, ataupun micellar water untuk membersihkan wajahmu. Metode ini dilakukan agar debu, sisa makeup, minyak, dan keringat yang menempel di wajahmu dapat dibersihkan secara menyeluruh. Cara ini untuk mencegah agar debu, sisa makeup, minyak, dan keringat yang menempel di wajah tidak menyumbat pori-pori wajahmu dan menyebabkan timbulnya komedo. 3. Memakai Chemical Exfoliation Kamu bisa memasukkan chemical exfoliation ke dalam rangkaian skincaremu. Kamu bisa menggunakan exfoliating toner atau exfoliating serum. Chemichal exfoliation ini biasanya mengandung AHA, BHA, atau PHA untuk mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di kulit wajah yang dapat menyebabkan pori-pori wajahmu tersumbat. Pemakaian chemical exfoliation ini dilakukan tergantung pada jenis eksfoliator yang terkandung di dalamnya. Beberapa jenis eksfoliator jauh lebih keras dibanding jenis eksfoliator lainnya sehingga perlu menyesuaikan juga dengan kesensitifan dan kebutuhan kulitmu. 4. Melakukan deep cleansing dengan memakai clay mask Agar pori-porimu tetap bersih kamu bisa melakukan deep cleansing dengan memakai clay mask. Deep cleansing dengan menggunakan clay mask ini dapat menyerap kotoran dan minyak yang ada diwajah hingga ke dalam pori-porimu yang menyebabkan munculnya komedo. Kamu bisa memakai clay mask sebanyak 1-2 kali seminggu tergantung kebutuhan kulitmu Demkian empat cara menjaga kebersihan pori-pori wajahmu. Jangan malas untuk menjaga kebersihan pori-pori wajahmu agar wajahmu bebas komedo.