Wajah Mulus Bebas Luka Jerawat

Additional Image

Waktu Posting : 14-01-2015 03:57 | Dibaca : 3096x

Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan.

Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol  

Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat

Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus.

Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan.

Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini:

1.     Terpapar sinar matahari atau uv.

2.     Dipencet/ disentuh dengan tangan.

3.     Diolesi dengan vitamin E.

Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami 

Mengatasi Bekas Luka Jerawat

Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. 

Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Tangkal Stres Oksidatif dengan Makanan Super Ini

24-07-2017 06:38

Stres Oksidatif dapat timbul karena banyak hal, mulai dari pola makan tidak sehat, polusi hingga kebiasaan merokok. Jika terjadi stress oksidatif dalam tubuh, anda dapat terkena berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang paling mengancam adalah serangan jantung.  Salah satu cara untuk mengurangi stress oksidatif ini adalah dengan menjaga asupan makana. Beberapa makanan diyakini dapat memperbaiki kondisi tersebut, seperti : 1. Buah-buahan segar Buah-buahan seperti kiwi, beri, anggur, dan apel banyak memiliki antioksidan. Artinya, mengonsumsi buah-buahan ini dapat menekan oksidasi dalam tubuh, dan dengan demikian menurunkan tingkat stres oksidatif. Ingat, buah-buahan segar ini lebih bermanfaat jika dikonsumsi utuh tanpa dijus atau proses lain. 2.  Sayur-sayuran berwarna hijau Sayuran hijau memiliki kadar antioksidan yang tinggi, yang membuatnya dapat melindungi sel-sel tubuh Anda. Manfaat antioksidan akan lebih terasa bila diolah dengan benar. Jangan biarkan kadarnya menurun akibat cara memasak yang salah, misalnya digoreng atau dimasak terlalu lama. 3. Ikan laut Sarden dan tuna mengandung banyak asam lemak omega-3. Asam lemak ini memiliki efek antioksidan yang baik untuk menekan stres oksidatif. Selain itu, minyak ikan juga bagus untuk meningkatkan kadar kolesterol ‘baik' dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi sebanyak dua atau tiga kali seminggu. 4. Gandum Gandum dan beras merah diketahui kaya akan asam folat, selenium, dan zink. Zat tersebut bermanfaat karena memiliki aktivitas antioksidan. Jika memungkinkan, pilihlah gandum atau beras merah ini sebagai sumber karbohidrat. 5. Kacang-kacangan Kacang-kacangan menyimpan segudang nutrisi, seperti selenium, folat, lemak, protein, kalsium, dan zink dalam kadar yang bervariasi. Bersama dengan buah-buahan segar, kacang-kacangan juga mengandung plant stanol esters yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol ‘jahat' dalam tubuh. Makanan sehat adalah obat terbaik bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, lawanlah stres oksidatif ini dengan makanan-makanan yang bergizi. Perhatikan juga metode pengolahan makanan tersebut agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.

Featured Image
Penuaan Kulit, Kenali Tanda-tandanya

23-10-2014 23:49

Pembicaraan sekitar awet muda terasa bakal senantiasa ramai dimana berbagai wanita tengah berkumpul. Terlebih bila diantara anggota peer grup itu, ada satu atau dua orang yang tampak awet muda dibanding rekan-rekan seusianya. Manusia itu tak terlepas dari proses penuaan. Ada dua pemicu kenapa penuaan pada kulit dapat berlangsung yakni penuaan dari dalam serta penuaan dari luar. Penuaan dari dalam ialah penuaan kulit yang sesuai sama berjalannya saat atau umur. Sedang penuaan dari luar ialah penuaan yang bisa tampak di daerah yang kerap terpapar oleh sinar matahari, umpamanya daerah muka, leher serta lengan bawah.   Baca juga : 5 Cara Dapatkan Jantung Sehat Untuk penuaan dari luar, dampak terbesarnya dari paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari jadi pemicu paling utama penuaan kulit, aekitar 60-80 %. Kerap terpapar sinar matahari segera bakal bikin seorang cepat keriput lantaran ada perusakan yang lebih cepat pada susunan penunjang kulit, yakni kolagen serta elastin. Kolagen rusak lantaran terdegradasi hingga susunan kulitnya tak bagus lagi. Sesaat elastin bila terserang sinar matahari bakal menebal hingga komponen kulit jadi tak elastic lagi hingga tampak kendur serta muncul kerutan. Kecuali itu, kerap terpapar sinar matahari mengakibatkan munculnya vlek hitam. Sinyal Penuaan. Umumnya penuaan mulai terlihat tampak pada umur 30 tahunan. Pada umur itu pemebentukan jaringan elastin serta kolagen mulai tak seimbang. Tetapi, sesungguhnya sinyal tanda penuaan tak cuma dihadapi oleh mereka yang berumur diatas kepala tiga. Mereka yang berumur 20 tahunan juga rawan alami penuaan awal bila tak lakukan perawatan serta lakukan pola hidup tak benar. Bila kulit tak dirawat, jadi kulit bakal tampak cepat tua walau umur masih tetap muda. Pasalnya, tiap-tiap 28 hari sekali, beberapa sel kulit alami pergantian atau peremajaan diri. Beberapa sel kulit yang awal mulanya berupa bulat bakal naik ke permukaan serta beralih bentuk jadi gepeng, saat sebelum pada akhirnya mati serta jadi sisi dari susunan kulit ari.   Baca juga : Lindungi Kulit Dari Pengaruh Buruknya Cuaca Dengan 6 Cara Ini Dengan cara umum, tersebut sinyal tanda penuaan kulit yang kerap dihadapi : 1. Kulit kering. Kulit kering berlangsung disebabkan menyusutnya jumlah, manfaat serta kegiatan kelenjar keringat. 2. Kulit lebih kasar serta bersisik. Kulit jadi kasar serta bersisik lantaran susunan minyak yang ada di kulit jadi menyusut dari mulanya. 3. Kulit berkerut. Munculnya kerutan ini berlangsung lantaran menyusutnya serat kolagen dalam kulit, dan menyusutnya jaringan lemak di susunan bawah kulit. Biasanya kerutan muncul pada daerah ekspresi seperti daerah pojok bibir, pojok mata serta dahi. 4. Munculnya bercak-bercak pigmen yang tak rata pada ruang kulit. Pemicunya lantaran terjadinya pengurangan jumlah sel pembuat pigmen (melanosit) yang menyebabkan manfaat sel itu alami penurunan, hingga berlangsung penumpukan pigmen melanin yang tak teratur di susunan kulit. Sinyal tanda ini bakal makin kentara demikian umur diatas 40 th., kulit makin kendur serta berkerut. Makin tua, sinyal tanda penuaan makin terlihat, seperti kerutan halus, keriput, kulit kusam serta hiperpigmentasi (vlek) yang tak dapat dihindari.

Featured Image
Kenalilah Perubahan Tubuh Seiring Usia Anda

19-06-2014 11:21

Bersamaan pertambahan umur, ulang tahun bukan hanya lagi waktu untuk bergembira seperti saat kita sedang kanak-kanak serta remaja. Kita mesti mulai menyesuaikan dengan pergantian yang berlangsung pada tubuh bersamaan pertambahan umur per satu dekade. Bukan hanya bermakna lantaran kita terasa kurang percaya diri, namun mengetahui pergantian tubuh dapat menolong kita supaya lebih siap serta lebih menyayangi tubuh kita sendiri. Umur 30-an : Dengan cara alami, sistem menyusutnya hormon diawali pada umur 30. Metabolisme menjalani penurunan 4-5 % tiap-tiap tahunnya. Berat tubuh juga gampang jadi tambah walau kita rajin olahraga serta pola makan tak beralih dari umur 20-an. Presentase lemak tubuh meraih 25 %, umumnya menumpuk di pantat, paha, serta perut. Lemak ini amat perlu di saat kehamilan, tetapi sesudah melahirkan, himpunan lemak bakal menumpuk di perut sisi bawah. Juga berlangsung pengurangan massa otot.   Baca juga : Tips Menghindari Nyeri Punggung Pembentukan sel kulit baru menyusut diatas umur 35 thn. Mulai nampak kerutan, terlebih bila Anda merokok serta banyak bekerja dibawah cahaya matahari tidak dengan menggunakan tabir surya dengan cara teratur dari umur 20-an. Pada awal hingga pertengahan 30-an, wanita meraih puncak seksualitasnya – lebih gampang meraih orgasme. Hal semacam ini lantaran Anda mempunyai rasa percaya diri, yakin pada pasangan, serta akumulasi pengalaman. Namun bersamaan dengan penurunan hormon, libido akan menjalani penurunan. Umur 40-an : Umur ini merupakan umur wanita yang mempunyai anak, repot dengan aktivitas mendidik serta menjaga anak. Metabolisme selalu merasakan penurunan. Tidak dengan olahraga, tubuh bisa kehilangan 250 gram massa otot per thn, sedang lemak jadi tambah 3 kali lipat. Lantaran estrogen selalu alami penurunan, kolagen (protein diisi serat halus) serta elastin (protein yang membuat sisi utama jaringan serat elastis) pada kulit menyusut, hingga kulit mulai jadi kering, tak kencang, serta makin banyak kerutan. Menyusutnya elastisitas juga berlangsung pada lensa mata, yang mengakibatkan turunnya daya penglihatan. Umur 50-an : Tingkat estrogen fluktuatif serta wanita masuk saat menopause. Pada beberapa wanita, diikuti dengan masalah, seperti insomnia, mood swing, hot flush, serta gampang lupa. Berkurangnya estrogen juga merangsang penumpukan lemak pada perut, paha, pantat, cuping telinga, pipi, serta sisi bawah mata. Namun pada beberapa tempat, umpamanya hypodermis (susunan bawah kulit), lemak malah terkikis hingga kulit mengendur serta menipis. Menopause juga mengakibatkan dinding vagina kering serta kehilangan elastisitasnya, yang dapat menyebabkan rasa sakit saat melakukan hubungan intim, terkadang melepuh disebabkan tergesek. Bibir vagina barangkali mengerut hingga menghimpit klitoris, mengakibatkan sensitivitas organ itu menyusut.   Baca juga : Ketimun, Obat Alami yang Kaya Manfaat Umur 60-an : Tubuh bakal lebih lambat menderita gangguan fisik jika asupan kalsium cukup di waktu dulu. Hilangnya kepadatan tulang atau osteoporosis berisiko tinggi bagi wanita yang kekurangan kalsium serta tak olahraga. Hilangnya estrogen juga mengakibatkan rambut kepala menipis, tetapi rambut di sisi lain menebal serta berwarna lebih gelap. Pipi juga mulai kempot, beberapa sel kulit kehilangan kekuatan untuk melakukan perbaikan diri, hingga sel kulit mati di muka tampak tak rata. Cahaya matahari lebih gampang meninggalkan noda hitam di wajah. Berat tubuh barangkali menyusut atau stabil, lantaran metabolisme tubuh terjadi penurunan serta nafsu makan juga menyusut. Sesaat ketertarikan untuk melaksanakan jalinan sex menyusut banyak. Apabila tak menjalin hubungan intim dalam periode waktu lama, vagina bakal berkurang serta kering. Apabila Anda masih mau menjaga kehidupan seksual, diperlukan pelumas serta sentuhan lembut.

...