Waktu Posting : 23-10-2014 02:19 | Dibaca : 2487x
19-06-2014 00:35
Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri. Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung. Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out. Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain : Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik. Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja. Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini. Masalah kognitif berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight). Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga. Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur. Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari. Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja. Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis. Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic. Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman. Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks. Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.
26-05-2014 07:40
Sudah di ketahui bahwasanya, daya kekuatan intelektual kaum lanjut usia akan makin menyusut bersamaan dengan pertambahan umur. Mereka kerapkali sudah merasakan situasi yang dimaksud dengan demensia (lupa serta mengakibatkan tidak tahu lagi). Situasi ini ketika menyebabkan kita turut prihatin, lantaran beberapa dari mereka yang lanjut usia nyatanya biasanya tidak dapat lagi mencapai beberapa hal yang bernilai bahagia didalam diri dia sendiri maupun didalam keluarganya ; berhubung ada sistem penuaan alamiahnya (aging). Sebut saja tanda-tanda rasa sedih, kerap “cekcok” atau rewel, peka juga jadi pemarah. Mereka yang tengah dalam sistem penuaan tadi disebutkan menjalani situasi yang diberi nama demensia. Jika dilihat dari jumlah populasi, nyatanya kaum lanjut usia yang terhitung dalam kelompok demensia jumlahnya cukup besar. Serta pada tingkat setelah itu, mereka yang menderita demensia ini nyatanya condong punya potensi untuk mengganggu kesejahteraan atau kebahagiaan beberapa anak-anak dan cucu-cucunya. Timbullah satu pemikiran bagaimana kita dapat menolong mereka (kamu lanjut usia yang sudah berusia di atas 70 th.) itu, untuk dapat mendapatkan satu rasa kebahagiaan, baik dalam pergaulan dengan pasangannya maupun dalam keluarganya. Baca juga : Jenis-jenis Makanan yang dapat Menghilangkan Stres Pemikiran untuk membantu mereka : Menurut data ilmiah, kekuatan intelektual pada kaum lanjut usia dengan umur di atas 70 th. itu, bisa ditolong supaya mereka tetap dapat tahu serta mengerti apa makna sejahtera serta bahagia. Tulisan ini diantaranya menyampaikan satu pengalaman klinis dalam usaha menolong sebagian orang lanjut usia yang sudah berumur 70 th. lebih, di mana awal mulanya mereka datang berobat pada penulis lantaran mereka kerap mempunyai situasi hati yang kesal serta kerap bertengkar mulut atau pertikaian dengan pasangannya serta juga punya niat bercerai. Mereka kerap menyampaikan lupa atau mengulang-ngulang persoalan yang sama juga. Beberapa dari lanjut usia menderita tanda-tanda pikun (demensia), karakter yang tidak ingin beralih serta kaku, awal mulanya (tidak ingin untuk beralih keputusannya. Berpendirian bahwasanya pasangannya, dirasakan oleh mereka semacam musuh) ; namun pada tingkat selanjutnya, sesudah bisa dinaikkan potensi kekuatan intelektualnya atau status perbaikannya di bagian demensianya, maka ia lebih dapat mengerti ada nilai rukun serta bahagia. Juga pada mereka yang sudah memiliki cucu, mereka memiliki pendapat bahwasanya mereka akan tambah baik keadaannya bila berpisah dari cucu-cucunya. Situasi ini lantaran mereka sudah menjalani demensia; serta susah untuk tahu atau menangkap satu pengertian yang dia anggap baru juga yang agak sedikit abstrak (contoh : rasa malu apabila dipandang oleh cucunya apabila mereka berkali-klai marah, terlebih tiada argumen yang pasti ; kekuatan pemahaman rasa hati dari orang lain dan kerap menyampaikan bahwasanya ia lupa atau kelupaan). Jadi ada satu kekhasan sendiri juga, di mana penggunaan obat penyakit neurodegeneratif nyatanya benar-benar perlu, untuk mendukung pengobatannya (psikoterapi), di mana mereka dapat tahu – mengerti serta menghayati ada rasa kangen – rukun serta sejahtera dan bahagia. Tulisan ini semacam satu kajian informatif untuk orang kebanyakan; yang diandalkan dapat untuk menambah kwalitas kehidupan individu pada umur lanjut. Baca juga : Khasiat Magis Kulit Manggis Pada akhir tingkatan terapi, nyatanya mereka dapat rukun serta malahan lebih rukun lagi serta terlebih mereka dapat mengecap ada satu rasa kebahagian dalam hati mereka baik dengan cara perseorangan maupun dengan cara keseutuhan dalam keluarga itu. Rasa hati ini dikemukakan oleh pasangan tadi. Ada satu potensi yang sudah di kembangkan atau dibangkitkan. Karena terpikir bahwasanya Nilai Kebahagiaan yang dapat dirasakan serta dihayati oleh mereka, butuh sekali ada satu “terapi” untuk menambah potensi atau daya kekuatan si pasien supaya mereka dapat tahu serta merasai dan menghayati kebahagiaan itu. Pada masalah dengan situasi demensia, terlebih yang telah berat, kekuatan intelektual di dalam diri mereka untuk tahu perihal situasi pribadi mereka atau daya insight, akan menjalani penurunan. Serta sesudah memperoleh obat untuk melakukan perbaikan situasi neurodegeneratif sel otaknya, kemampuannya beralih ke arah yang lebih baik atau bisa disebutkan lebih ke arah menyembuh. Pada kaum lanjut usia yang sudah berusia di atas 70 th akan banyak mulai merasakan demensia. Situasi ini akan dapat membaik atau ke arah menyembuh, yaitu bilamana mengunakan obat untuk menangani demensianya atau obat penyakit neurodegeneratifnya, supaya dapat lebih berproduktif serta dapat sanggup menikmati situasi bahagia. Situasi sejahtera serta bahagia itu benar-benar utama untuk tiap-tiap orang, terlebih untuk mereka yang lanjut usia.
14-07-2023 01:52
Sudah tahukah kamu jika sekarang kamu berpeluang untuk mengikuti kuliah online bersertifikat  secara gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM)? Jika kamu belum tahu artinya kamu wajib menyimak artikel ini untuk mendapatkan kesempatan emas berkuliah gratis di Universitas Gadjah Mada. Sejak bulan Agustus 2021 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) telah bekerja sama dengan Pijar Fondation mengadakan kuliah gratis selama satu semester bagi mahasiswa aktif maupun masyarakat umum. Mereka juga menggandeng 45 mitra kolaborator dari beragam bidang seperti LSM, komunitas, dan industri. Program yang dikenal dengan nama Future Skills yang membekali talenta-talenta muda agar bisa beradaptasi dan berdaya saing di era distruptif. Adapun tujuan dari program ini yaitu agar para talenta muda dapat terampil dan mahir menggunakan skill yang dibutuhkan di masa mendatang bahkan hingga membentuk mereka menjadi talenta yang unggul. Future Skills Class diselenggarakan untuk menjadi inkubator pengembangan mahasiswa. Di sini generasi diajarkan kecakapan–kecakapan khusus yang jauh berbeda untuk menghadapi masa depan. Kecakapan ini diperlukan agar mereka dapat beradaptasi, berkompetisi, bahkan menjadi talenta unggulan. Diharapkan seluruh mahasiswa yang tergabung dalam program ini dengan pilihan mata kuliah seperti kewirausahaan sosial, kepemimpinan, lingkungan, hingga industri kreatif. Materi yang disajikan oleh praktisi ini disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Adapun mata kuliah yang difasilitasi dalam program Future Skills antara lain kewirausahaan sosial, kepemimpinan, lingkungan hingga industri kreatif. Setiap sesi perkuliahan diisi langsung oleh berbagai narasumber yang berkompeten dan memiliki ilmu praktis sesuai bidangnya. Hasil pembelajarannya juga dapat dikonversi menjadi nilai SKS yang dapat ditransfer kepada universitas masing-masing. Terdapat beberapa hal yang perlu dikatahui oleh calon pendaftar program ini, antara lain: ·         Untuk dapat mengikuti kelas yang diadakan oleh Future Skills, kalian wajib melakukan pendaftaran di futureskills.id dan melengkapi beberapa data yang diperlukan. ·         Saat proses pendaftaran dan pemilihan kelas, kalian harus memerhatikan jadwal dan ketentuan yang disyaratkan oleh kelas tersebut. Hal ini dikarenakan pada beberapa kelas hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang aktif atau tergabung dalam sebuah organisasi. Namun kalian jangan khawatir karena banyak juga kelas yang dapat diikuti oleh masyarakat umum. ·         Syarat lulus dalam program future skills yaitu wajib hadir minimal 75% dari total pertemuan tatap muka dan mengumpulkan proyek akhir/UAS. ·         Pada umumnya kelas yang diadakan untuk satu mata kuliah terdiri dari 9 kali pertemuan dengan intensitas pertemuan sekali dalam satu minggu. Future Skills merupakan program pengembangan kapasitas untuk anak muda oleh Yayasan Pijar dengan program kelas online bersertifikat  demi menyongsong masa depan yang lebih baik. Misi Future Skills adalah untuk membekali talenta Indonesia dengan berbagai keterampilan yang mereka butuhkan di masa depan. Mengingat betapa cepat dan parahnya dunia berubah, skilling dan upskilling harus dilakukan saat ini juga. Future Skills diperlukan karena generasi muda harus beradaptasi dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan.