Efek Gila Kerja Dan Cara Mengatasinya

Additional Image

Waktu Posting : 19-06-2014 00:35 | Dibaca : 2715x

Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri.

Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung.

Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan

Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat  mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out.

Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain :

  • Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik.
  • Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja.
  • Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini.
  • Masalah kognitif  berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight).
  • Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga.
  • Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur.
  • Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari.
  • Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja.
  • Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis.

Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic.

Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular

Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman.

Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks.

Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Akibat Yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat Bagi Kesehatan

23-02-2016 06:17

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha.   Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat.   Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan?     Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.   Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya  mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat   Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.

Featured Image
Mengenal Efek Ganja Pada Kesehatan

10-06-2014 19:39

Ganja sesungguhnya merupakan sebutan untuk Canabis (yang memiliki kandungan delta-9-tetrahidrocabinol/THC) dengan kemampuan menengah. Canabis/Marijuana yang paling murah serta potensinya lemah banyak dipakai di Amerika Serikat dengan nama Bhang. Kemampuan marijuana/canabis yang paling kuat ialah Chara yang banyak ditemukan di India. Marijuana sendiri telah di kenal dari lama juga dari sebelum saat masehi serta ada dalam konpedium obat herbal cina yakni the Herbal of Emperor Shen Nung thn 2737 SM. Efek pada kesehatan mental pada penggunaan ganja untuk rekreasi banyak di teliti. Meskipun kelompok-kelompok yang menunjang legalisasi ganja baik didalam serta luar negeri menuturkan tak ada kaitan pada pemakaian ganja dengan masalah jiwa, bukti riset berkata sebaliknya.   Baca juga : Konsumsi Makanan Ini Jika Ingin Miliki Rambut Sehat Reaksi yang diinginkan dari pemakaian ganja sesungguhnya ialah perasaan tenang serta relaks, euforia, pergantian persepsi (warna jadi lebih indah) perlambatan saat dan penambahan persepsi emosional serta pengalam-pengalaman. Tetapi pada sebagian orang yang berlangsung ialah hal yang sebaliknya. Beberapa hal ini termaasuk depresi, paranoid, khawatir atau serangan panik. Juga riset menyampaikan, percobaan memasukan THC dengan cara intravena ke pasien bisa membuahkan dengan cara akut beberapa gejala defisit kognitif serta munculnya beberapa gejala negatif yang mirip tanda-tanda pada masalah psikotik kritis. Hal semacam ini juga yang bikin ada satu hipotesis ada jalinan system endocannabinoid dalam patofisiologi skizofrenia. Pemakaian ganja yang kritis juga dikaitkan dengan mengecilnya daerah otak (hippocampus serta amygdala) yang terkait dengan psikosis, depresi serta penurunan kognitif. Hasil riset yang dimuat di jurnal Aust Fam Physician. 2010 Aug ; 39 (8) : 554-7 berjudul Cannabis and mental health - management in primary care menyampaikan pemakaian awal serta berat dari ganja dikaitkan dengan onset tanda-tanda psikosis serta depresi, sedang pemakaian yang lama membuahkan keluaran hasil yang lebih jelek diantara beberapa orang yang telah alami masalah mental.   Baca juga :  Kiat Sehat Menyimpan Makanan dan Minuman di Kulkas   Jurnal lain Ann Pharm Fr. 2008 Aug ; 66 (4) : 245-54. Epub 2008 Sep 4 berjudul Induced psychiatric and somatic disorders to cannabis juga menyampaikan bahwasanya pemakaian ganja terkait dengan munculnya tanda-tanda psikosis serta kekhawatiran. Ganja pun dapat jadi aspek yang mengeksaserbasi terjadinya psikopatologi pada pasien seperti juga zat psikoaktif lainnya. Pemakaian ganja pada remaja menambah resiko terjadinya psikosis terlebih pada individu yang rawan. Seperti banyak riset lain, riset ini dapat menyampaikan bahwasanya pasien yang telah menanggung derita psikosis yang konsumsi ganja bakal berikan hasil keluaran yang lebih jelek pada kesembuhannya. Hal semacam ini lantaran jalinan efek ganja pada system dopamin. Pemakaian yang banyak serta kritis juga sudah dikaitkan memengaruhi memori serta performas belajar, baik pada individu yang sehat serta pasien yang psikosis. Jadi memanglah dengan cara spesial penggunaan ganja untuk individu yang sehat ataupun yang telah menanggung derita masalah jiwa memiliki efek yang kurang baik. Untuk individu yang sehat meskipun tak segera memiliki jalinan karena disebabkan, ganja jadi penyebab terjadinya beberapa gejala psikosis serta psikopatologi lain serta untuk individu yang telah alami masalah jiwa, pemakaian ganja memperberat keadaan masalah jiwanya.

Featured Image
Review oleh Blogger: Mengungkap Cerita di Balik Setiap Produk

27-01-2026 16:36

Di zaman digital ini, cara masyarakat Indonesia menilai dan memilih produk telah berubah drastis. Dulu, konsumen hanya mengandalkan iklan di televisi atau brosur cetak untuk mengetahui informasi produk. Sekarang, mereka lebih percaya pada pengalaman nyata dari orang yang benar-benar mencoba produk tersebut. Salah satu sumber yang paling dipercaya adalah blogger. Review oleh blogger menjadi panduan penting bagi mereka yang ingin membeli produk dengan pertimbangan matang, karena di balik setiap tulisan terdapat pengalaman nyata yang bisa dijadikan referensi.Seorang blogger tidak hanya menyampaikan spesifikasi atau harga. Mereka menuturkan kisah pribadi saat mencoba produk, mulai dari kesan pertama hingga hasil pemakaian. Ada yang menekankan tekstur, aroma, dan kemudahan penggunaan, ada juga yang membandingkan produk dengan alternatif lain agar pembaca mendapatkan perspektif lebih luas. Semua ini membuat review oleh blogger terasa lebih personal, jujur, dan dekat dengan audiens dibanding iklan yang hanya menonjolkan kelebihan produk.Komunitas blogger di Indonesia terus berkembang dan semakin beragam. Banyak blogger memilih fokus pada topik tertentu, seperti kecantikan, teknologi, lifestyle, makanan, atau travel. Dengan spesialisasi ini, review oleh blogger menjadi lebih mendalam dan relevan bagi pembaca yang memiliki minat sama. Misalnya, blogger kecantikan membahas detail produk skincare atau kosmetik, termasuk efek jangka pendek dan jangka panjang, sementara blogger teknologi menekankan performa, spesifikasi, dan perbandingan gadget lain agar pembaca memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.Kepercayaan audiens menjadi kunci dalam kesuksesan review oleh blogger. Konsumen lebih mudah mempercayai opini dari blogger yang konsisten menghadirkan konten berkualitas, transparan, dan edukatif. Tidak mengherankan jika banyak brand bekerja sama dengan blogger sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka. Dengan pendekatan ini, promosi terasa lebih natural, tidak memaksa, namun tetap informatif dan persuasif.Dalam menyusun review oleh blogger, beberapa elemen penting selalu diperhatikan. Pertama, deskripsi produk yang jelas, termasuk nama, fungsi, bahan, dan harga. Kedua, pengalaman pribadi blogger saat menggunakan produk, durasi pemakaian, dan hasil yang dirasakan. Ketiga, perbandingan dengan produk serupa agar pembaca mendapatkan perspektif lebih lengkap. Terakhir, rekomendasi yang jujur, misalnya apakah produk layak dibeli, siapa yang cocok menggunakan, dan kondisi pemakaian ideal. Dengan struktur seperti ini, pembaca dapat menilai produk secara mandiri dan membuat keputusan lebih tepat.Selain blog, media sosial menjadi platform penting untuk memperluas jangkauan review oleh blogger. Instagram, TikTok, dan YouTube memungkinkan audiens melihat produk secara langsung, mulai dari warna, tekstur, hingga fitur teknis yang sulit dijelaskan lewat tulisan. Pendekatan visual ini menambah kredibilitas, karena pengalaman blogger dapat diikuti secara nyata sebelum pembaca memutuskan membeli.Tidak hanya bermanfaat bagi pembaca, review oleh blogger juga menjadi strategi pemasaran efektif bagi brand. Melalui blogger, perusahaan dapat menjangkau audiens lebih spesifik sekaligus membangun citra positif secara natural. Namun, integritas tetap menjadi faktor utama. Konten yang terlalu promosi dan tidak jujur dapat merusak reputasi blogger dan membuat audiens skeptis. Oleh karena itu, blogger selalu menekankan keseimbangan antara pengalaman nyata dan promosi produk.Interaksi dengan audiens menjadi nilai tambah dari review oleh blogger. Banyak blogger menyediakan ruang bagi pembaca untuk bertanya, berdiskusi, atau berbagi pengalaman mereka sendiri. Hal ini menciptakan komunitas yang aktif dan loyal, sekaligus menjadikan review bukan sekadar informasi, tetapi sarana edukasi dan komunikasi dua arah.Secara keseluruhan, review oleh blogger telah mengubah cara konsumen menilai produk. Dengan pendekatan yang personal, jujur, dan edukatif, blogger menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya sekaligus memengaruhi keputusan pembelian. Bagi brand maupun pembaca, memahami peran blogger sebagai pengulas produk sangat penting di era digital saat ini.blogger Indonesia memainkan peran penting dalam menghadirkan review oleh blogger yang informatif, objektif, dan dapat dipercaya. Konten mereka bukan sekadar promosi, tetapi panduan nyata yang membantu konsumen membuat keputusan lebih tepat. Dengan pengalaman pribadi, transparansi, dan interaksi aktif dengan audiens, review oleh blogger terus menjadi referensi utama bagi masyarakat yang ingin membeli produk dengan pertimbangan matang.

...