Waktu Posting : 12-09-2022 11:58 | Dibaca : 729x
Â
Inkontinensia urine adalah  suatu kondisi yang sering dialami oleh para geriatri (lansia). Penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang harus kita perhatikan sedini mungkin, sebelum mencapai umur lanjut yang cenderung lebih rentan terhadap penyakit, seperti terkena penyakit inkontinensia urine.
Â
Inkontinensia Urine
Inkontinensia urine merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang dalam menampung banyak urine. Urine dapat keluar melalui saluran kemih tanpa dikendalikan secara sadar atau justru mengalami kesulitan saat mengeluarkan urine.
Banyak lansia menganggap bahwa inkontinensia urine merupakan bagian dari proses penuaan alami, sehingga sebagian besar dari mereka tidak mengunjungi rumah sakit. Sesungguhnya, terdapat beberapa kondisi dimana inkontinensia urine bukan disebabkan oleh proses penuaan, yakni disebabkan oleh penyakit tertentu.
Obesitas, diabetes, infeksi, maupun kelainan mental tertentu dapat menyebabkan terjadinya gangguan tersebut. Diperlukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab dari terjadinya inkontinensia urine.
Berikut ini adalah 4 jenis inkontinensia urine yang umum ditemukan yaitu :
1. Stress Incontinence – Mengompol ketika sudah penuh
Kandung kemih berfungsi untuk menampung urine hingga penuh. Penderita stress incontinencre memiliki otot pengatur proses berkemih yang lemah. Sehingga ketika sudah terisi penuh dan memberikan tekanan pada otot tersebut, urine dapat keluar. Proses ini dapat terjadi saat batuk, bersin, tertawa, maupun mengangkat beban berat. Kelainan ini dapat disebabkan oleh penuaan, kehamila, dan operasi.
2. Urge Incontinence – Ingin berkemih secara berkala
Sering memiliki keinginan untuk bekemih secara tiba-tba dan terjadi pada interval yang singkat (kurang dari 30 menit). Kandung kemih belum terisi penuh, namun penderita urge incontinence ingin segera ke toilet. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dinding pembuluh darah yang tidak teratur sehingga menekan urine yang ditampung.
Kemudian penderita merasakan keinginan untuk berkemih secara tibat-tiba dan mengeluarkan volume urine yang sedikit. Kelainan ini dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakstabilan otot dinding pembuluh darah, dan tumor.
3. Overflow Incontinence – Mengeluarkan urine sedikit dan tiba-tiba
Penderita overflow incontinence justru memiliki hambatan dalam mengeluarkan urine. Urine pada kandung kemih akan menumpuk dan hanya dapat keluar saat tekenannya sangat tinggi. Urine yang dapat keluar pun hanya sedikit, namun terjadi secara tiba-tiba. Jenis ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh batu kandung kemih, perbesaran prostat, tumor, atau kerusakan saraf.
4. Mixed incontinence – Lebih dari satu jenis inkontinensia urine
Penderita mengalami lebih dari satu jenis inkontinensia urin, seperti adanya stress incontinence dan urge incontinence secara bersamaan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis faktor, salah satunya penderita mengalami kandung kemih yang overaktif ditambah dengan adanya kelainan saat penutupan saluran kandung kemih.
Penyebab Inkontinensia Urine  di antaranya adalah :
·         Usia (kelemahan otot dasar panggul)
·         Kehamilan dan persalinan
·         Kegemukan (obesitas)
·         Hormon, Menopause
·         Diabetes Melitus (DM), Stroke
·         Operasi pengangkatan rahim
·         Infeksi saluran kemih (ISK)
·         Penyakit paru-paru / Batuk kronik
Tidak selalu mudah untuk mencegah inkontinensia urine, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya inkontinensia. Inilah pola hidup sehat yang harus dijalankan:
Â
Dapatkan Berat Badan yang Sehat
  Obesitas bisa meningkatkan risiko inkontinensia urine. Kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjaga berat badan yang sehat melalui olahraga teratur dan makan sehat. Gunakan kalkulator berat badan sehat untuk melihat apakah berat badan sesuai dengan tinggi badan kamu.
Â
Perhatikan Kebiasaan Minum
      Tergantung pada masalah kandung kemih yang kamu alami, dokter biasanya memberikan saran tentang jumlah cairan yang harus diminum. Jika kamu mengalami inkontinensia urine, kurangi alkohol dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Minuman ini bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak urine dan mengiritasi kandung kemih.
Â
Jika kamu harus sering buang air kecil di malam hari (nokturia), cobalah minum lebih sedikit pada jam-jam sebelum tidur. Namun, pastikan tetap cukup minum di siang hari. Â Setiap orang disarankan minum 6 hingga 8 gelas cairan sehari (tidak lebih), kecuali jika dokter menyarankan lebih. Banyak orang dengan inkontinensia urine menghindari minum cairan, karena mereka merasa hal itu menyebabkan masalah. Namun, membatasi asupan cairan membuat inkontinensia urine menjadi lebih buruk, karena mengurangi kapasitas kandung kemih.
Â
Rutin Latihan Dasar Panggul
    Hamil dan melahirkan bisa melemahkan otot-otot yang mengontrol aliran urine dari kandung kemih. Jika kamu hamil, memperkuat otot dasar panggul bisa mencegah inkontinensia urine.
Â
Â
Berhenti Merokok
    Jika kamu merokok, maka risiko inkontinensia urine lebih tinggi. Hal ini karena batuk membuat otot dasar panggul jadi tegang. Jadi, menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi cara mencegah inkontinensia urine.
Â
Lakukan Olahraga yang Tepat
  Olahraga sit-up berdampak tinggi memberikan tekanan pada otot dasar panggul dan bisa meningkatkan kebocoran urine. Untuk memperkuat dasar panggul dan meredakan gejala, gantilah olahraga berdampak tinggi, seperti jogging dan aerobik, dengan latihan kekuatan seperti pilates. Olahraga pilates juga mampu memperkuat otot inti, yang bermanfaat untuk mencegah inkontinensia urine.
Â
Hindari Mengangkat Beban
  Mengangkat beban membuat otot dasar panggul tegang, jadi hindari kapanpun kamu bisa. Saat memang harus mengangkat sesuatu, seperti menggendong anak atau membawa tas belanjaan, kencangkan otot dasar panggul sebelum dan selama mengangkat.
Â
Konsumsi Makanan yang Tepat
    Hindari makanan pedas dan asam, seperti kari dan buah jeruk, karena dapat mengiritasi kandung kemih dan memperburuk kebocoran dan gejala inkontinensia lainnya.
Â
 Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai pola hidup sehat yang bisa mencegah inkontinensia urine. Jika kamu mengalami inkontinensia urine yang tidak bisa ditangani sendiri, segera bicarakan pada dokter.
Â
06-07-2024 17:04
Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi dari wanita. Fungsi utamanya sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahimnya. Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu: Berat badan berlebih atau obesitas Berusia 50 tahun ke atas Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun Menderita diabetes Riwayat kanker rahim di keluarga Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul Menderita tumor ovarium atau sindromovarium polikistik Konsumsi obat hormone estrogen tanpa progesteron atau obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tetapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tetapi tidak memiliki faktor risiko di atas. Tanda-Tanda Kanker Rahim Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim, yaitu: 1. Perdarahan abnormal Tanda awal ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause. di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks. 2. Keputihan berbau Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim. 3. Nyeri saat berhubungan seksual Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. 4. Nyeri panggul Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang termasuk tanda kanker rahim biasanya disertai dengan rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul. 5. Nyeri saat buang air kecil Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih. Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi tanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, hingga nyeri kaki. Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear untuk memastikannya. Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum. https://pafipccibinong.org/
27-03-2015 21:45
Apakah Anda ingin mengetahui mengenai penyebab dan sekaligus pengobatan kolesterol dengan cara alami? Sering sekali kita mendengar mengenai seseorang yang terkena penyakit ini dan sulit sekali untuk disembuhkan. Bahkan beberapa orang tak mengetahui mengenia penyebab terjadinya penyakit kolesterol itu sendiri. Untuk itu melalui artikel ini akan diberikan penjelasan singkat mengenai penyebab dan pengobatan kolesterol apa yang tepat untuk dilakukan. Yang terpenting adalah tidak menimbulkan efek samping dan merupakan produk pengobatan yang alami. Adapun penyebab pengobatan kolesterol dengan cara alami yaitu 1.     Menu makanan Ada baiknya jika Anda mengkontrol makanan yang dikonsumsi dan mulai menghindari makanan yang memilik banyak lemak. Misalnya saja jeroan, seafood, durian, nangka, daging kambing, daging kuda dan masih banyak lagi. Baca juga : Obat-obat Tradisional Asam Urat  2.     Kelebihan berat badan Banyak orang yang memiliki berat badan berlebih cenderung terkena penyakit kolesterol. Hal ini karena biasanya orang yang gemuk memiliki kolesterol jahat dalam tubuh lebih tinggi. Untuk itu mengurangi berat badan berlebih akan lebih baik untuk membuat kadar kolesterol menurun. 3.     Kurang olah raga Kolesterol juga salah satu penyebabnya adalah kurang menjalankan kegiatan olah raga. Orang yang malas berolah raga lebih mudah terkena kolesterol dibandingkan dengan orang yang suka berolah raga. Untuk itu pilih olah raga yang disukai dan mulailah olah raga. Baca juga : Mencari Obat Herbal untuk Kolesterol Tinggi yang Aman  4.     Merokok Kolesterol salah satu penyebabnya adalah merokok. Perlu Anda ketahui bahwa merokok menyebabkan kolesterol dalam darah menjadi meningkat. Hal ini karena nikotin atau kandungan didalam rokok menyebabkan kolesterol baik dalam tubuh menjadi berkurang dan tak bisa mengimbangi kolesterol jahat. Sehingga lebih baik untuk menghindari bahaya merokok agar hidup lebih sehat. 5.     Usia/ Jenis kelamin Menginjak usia lima puluh pada pria akan sangat meningkat kadar kolesterol dalam tubuh. Dan pada wanita akan menurun pada saat menopouse sedangkan akan meningkat lagi setelahnya. Setelah Anda mengetahui mengenai penyebab terjadinya kolesterol alangkah baiknya jika mengetahui pula mengenai pengobatan yang harus dilakukan. Tak ada salahnya dengan menggunakan pengobatan dari dokter namun ada baiknya dibantu juga dengan produk Tahitian Noni. Produk ini adalah produk herbal alami dan tanpa efek samping yang berbahaya bagi tubuh Anda.
20-03-2015 05:52
Penyakit gula seakan menjadi momok menakutkan yang sering dikhawatirkan dengan terlambat. Penyakit ini seringkali hanya diasosiasikan dengan penyakit-penyakit lain seperti hipertensi dan kelebihan kolesterol dan dianggap hanya akan menyerang kita setelah berusia lanjut. Akibatnya, banyak kasus penanganan penyakit ini yang terlambat karena kita menyepelekan penyakit ini di kala usia muda. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak terbatas pada jenis IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Seorang penderita diabete IDDM memang terlahir dalam kondisi harus menerima suplai insulin. Namun, bagi seseorang yang tidak memiliki kelainan seperti itu, faktor pola hidup dapat menjadi penyebab serangan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga diri dari dampak penyakit ini sejak usia dini. Baca juga : Kegunaan Jamsi Obat Diabetes  Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah baik untuk menghindarkan diri kita dari penyakit ini. Pola hidup sehat mencakup rutin berolahraga, cukup beristirahat, menghindarkan diri dari stress, mengatur pola makan yang bergizi, seimbang, serta sehat. Konsumsi gula yang berlebihan terutama untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita penyakit gula juga harus dikontrol sedemikian rupa. Jangan berlebihan namun jangan pula sampai kekurangan. Sayangnya pola hidup sehat yang sebenarnya sederhana ini seringkali tidak diaplikasikan. Kesibukan dan kemalasan memang seringkali menjadi alasan kita tidak bisa menerapkan pola hidup seperti ini. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran mengenai hidup yang sehat dan bahagia perlu ditanamkan dengan baik. Dengan demikian, kita bukan hanya terhindar dari penyakit ini, namun kita juga bisa terhindar dari berbagai penyakit lain yang disebabkan pola hidup yang tidak baik. Baca juga : Cara Mengobati Diabetes yang Dapat Dilakukan Mengenal gejala penyakit ini juga sangat penting kita lakukan. Secara spesifik tiap jenis penyakit gula bisa memberikan tanda yang berbeda-beda. Namun, terdapat beberapa gejala umum yang patut Anda jadikan sebagai peringatan mengenai serangan penyakit ini. Gejala pertama yang patut Anda waspadai adalah mudah lelah padahal hanya melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Gejala selanjutnya adalah berat badan turun, sering merasa haus, sering buang air kecil, warna kulit menjadi lebih gelap terutama di sekitar leher, penglihatan melemah, sering merasa lapar, dan luka lebih sulit untuk sembuh. Bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera cek kadar gula darah Anda ke klinik atau puskesmas. Dengan demikian, bila Anda memang menderita penyakit gula, dokter dapat menangani penyakit Anda sebelum terjadi kejadian fatal.