Waktu Posting : 05-05-2014 00:01 | Dibaca : 2457x
23-02-2016 12:06
Keramas merupakan salah satu kegiatan (aktivitas) dalam proses perawatan rambut, dengan cara mencuci rambut serta kulit kepala menggunakan shampo atau pun produk pembersih lain yang dikhususkan untuk rambut/kulit kepala. Proses ini dilakukan dengan cara meremas-remas kulit kepala dengan shampo atau bahan lain yang sudah dicampurkan air yang kemudian diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi air. Proses terakhir adalah dengan membilas rambut dengan air hingga bersih. Keramas memiliki tujuan, yakni untuk menghilangkan kotoran pada rambut serta kulit kepala seperti ketombe, debu dan kotoran bekas keringat. Aktivitas mencuci rambut (keramas) yang dilakukan secara teratur serta berkala dipercayai dapat menyehatkan rambut. Hal tersebut karena keramas berfungsi membersihkan bagian rambut serta kulit kepala, juga dapat merangsang kulit kepala karena pijatan yang dilakukan pada saat keramas. Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan Ternyata aktivitas membersihkan rambut atau disebut dengan keramas tersebut memiliki cara serta aturan khusus. Karena jika terlalu banyak keramas, justru akan merusak rambut Anda. Hal tersebut karena shampo yang digunakan untuk keramas terbuat dari bahan kimia, sehingga aturan dan cara yang digunakan juga harus sesuai dan tepat. Namun ternyata tanpa penggunaan shampo, keramas juga dapat dilakukan. Nah, dalam tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai beberapa tips seperti tips keramas tanpa shampo, tips keramas yang benar dan sehat serta tips memilih jenis shampo yang tepat untuk rambut. Tips Keramas Tanpa Menggunakan Shampo Pasti Anda penasaran dengan cara keramas namun tanpa menggunakan shampo. Ternyata teknik keramas tanpa shampo ini sudah menjadi trend keramas yang lebih dikenal dengan sebutan “no poo” atau “no shampoo”, sudah banyak dilakukan oleh beberapa orang luar negeri dan sekarang juga mulai banyak dilakukan oleh orang Indonesia. Awal prosesnya rambut memang akan terasa berminyak, namun jika rutin melakukannya dalam beberapa bulan, maka rambut Anda akan terasa lebih halus. Bagaimana caranya? Berikut langkah keramas tanpa menggunakan shampo : Persiapan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa efek yang terjadi jika menggunakan teknik ini pada awalnya rambut akan lebih berminyak dan terlihat lepek. Hal tersebut wajar, karena merupakan respon tubuh dalam proses penyesuaian dalam rangka menjaga rambut agar tetap sehat. Sehingga agar mengurangi efek berminyak yang terjadi tidak berlebihan, Anda dapat mengurangi pemakaian shampo terlebih dahulu. Setelah mengurangi pemakaian, kemudian Anda dapat mencoba teknik ini agar efek yang ditimbulkan tidak terlalu berlebihan. Keramas Keramas tanpa menggunakan shampo atau no poo bukan berarti tidak menggunakan apapun, namun kita dapat mengganti pemakaian shampo dengan menggunakan baking soda dan cuka apel (sebagai kondisioner). Baking soda sebanyak 1 sdm dicampurkan dengan satu gelas air, kemudian aduk rata sampai air terlihat keruh. Gunakan cairan baking soda tersebut seperti saat Anda menggunakan shampo, yaitu dengan memijatnya secara merata pada daerah akar rambut secara merata lalu bilas dengan air bersih. Selanjutnya masuk pada tahap conditioning. Cuka apel sebanyak 1 sdt dengan satu gelas air atau tambahkan bahan tambahan seperti beberapa tetes madu, essential oil atau perasan jeruk lemon. Kemudian campurkan dan gunakan merata pada seluruh bagian rambut. Kedua bahan tersebut tidak harus selalu digunakan pada saat keramas. Pada awal menggunakan teknik keramas tanpa shampo ini ada baiknya menggunakan sekitar 2 sampai 3 kali selama seminggu. Namun setelahnya Anda dapat mengurangi pemakaiannya hingga cukup sekali seminggu. Tips Keramas yang Benar dan Sehat Sebelum mandi atau keramas, sebaiknya Anda menyisir rambut terlebih dahulu. Hal tersebut berfungsi mengeluarkan debu yang menempel pada rambut, sehingga rambut juga tidak kusut saat dikeramas. Anda harus membasahi seluruh bagian rambut hingga basah masuk ke kulit kepala. Perhatikan benar khususnya bagi perempuan yang memiliki rambut panjang. Jika menggunakan shampo, maka pilihlah jenis shampo yang sesuai dengan jenis serta karakter rambut Anda, hal tersebut menghindarkan terjadinya kerusakan pada rambut. Cara yang benar menggunakan shampo adalah dengan menuangkan shampo secukupnya pada telapak tangan, busakan lalu usapkan dan pijat dengan lembut pada akar rambut serta seluruh bagian rambut. Massage atau pijat kepala merupakan teknik memijat pada bagian kulit kepala (akar rambut) saat keramas. Pemijatan tersebut bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan minyak-minyak yang menyebabkan ketombe. Gosoklah dengan lembut dengan menggunakan ruas-ruas jari. Jangan menggosok terlalu keras atau kencang karena dapat menyebabkan kerusakan rambut seperti rambut mudah patah, kusut, kering dan rontok. Setelah rambut penuh dengan busa, biarkan hingga 2 sampai 3 menit, baru kemudian membilasnya. Jika rambut dalam keadaan kotor serta lepek, Anda dapat mengulangi proses keramas tersebut, namun dengan pemberian shampo yang lebih sedikit dibandingkan keramas yang pertama. Hindari menyisir rambut pada saat rambut masih basah setelah keramas. Karena akan menyebabkan rambut mudah rontok dan patah. Jangan mengeringkan rambut dengan menggosoknya terlalu keras dan dengan menggunakan handuk kering. Keringkan rambut dengan cara alami yakni di angin-anginkan dapat menggunakan kipas angin. Jika menggunakan hair dryer maka gunakan dalam suhu yang tidak terlalu panas. Baca juga : Cara Memilih Krim Pemutih yang Aman Tips Memilih Jenis Shampo yang Tepat Bagi Rambut Beberapa orang merasa bingung dalam memilih jenis shampo yang tepat bagi rambutnya. Karena pemilihan yang tidak tepat justru akan membuat rambut mengalami kerusakan seperti rambut kering, bercabang, ketombean, rontok, mudah patah dan sebagainya. Sehingga dalam memilih shampo pun Anda harus menyesuaikannya dengan jenis rambut Anda. Agar Anda tidak bingung dalam memilih shampo yang cocok dan tepat untuk jenis rambut Anda, sebaiknya Anda membaca serta menyimak pembahasan di bawah ini, mengenai tips atau cara memilih shampo yang tepat bagi rambut Anda : Perhatikan kandungan atau komposisi yang ada dalam shampo. Jangan sampai ternyata shampo yang Anda gunakan mengandung bahan yang justru akan merusak rambut dan menimbulkan masalah baru pada rambut Anda. Sebelum memilih shampo, Anda perlu mengenali jenis atau tekstur rambut Anda terlebih dahulu. Tekstur rambut seperti rambut lurus, keriting, tipis, kuat, rapuh, mengembang (bervolume) dan sebagainya. Dari mengerti jenis atau tekstur rambut Anda tersebut, dapat menyesuaikan dengan jenis shampo yang Anda pilih atau gunakan. Karena beberapa shampo diperuntukkan berdasarkan jenis atau tekstur rambut penggunanya. Kenali masalah-masalah rambut, khususnya untuk masalah rambut yang Anda alami. Sperti rambut serta kulit kepala yang kering, rambut yang cenderung berminyak, rambut yang berketombe dan masalah rambut lainnya. Masalah rambut yang Anda keluhkan dapat menjadi cara dalam memilih jenis shampo yang tepat. Nah, demikian beberapa pembahasan mengenai keramas dan menjaga rambut agar tetap sehat. Semoga beberapa tips di atas dapat membantu Anda dalam menjaga kesehatan rambut Anda. Karena rambut yang sehat juga berpengaruh pada penampilan serta kesehatan tubuh Anda. Selamat mencoba beberapa tips di atas, semoga berhasil dan terima kasih.
23-05-2014 18:22
Penyakit stroke saat ini sering kali menghantui mereka yang berada dalam usia di atas 40 tahun. Ya dalam hal ini kita sering kali mendapati orang yang berada pada usia di atas 40 tahun mengalami penyakit stroke. Hal ini lantas memunculkan banyak pertanyaan yang ada dalam benak kita, tentang mengapa penyakit yang satu ini bisa terjadi? Setelah para ahli melakukan banyak penelitian tentang penyakit ini maka akhirnya muncul sebuah hasil yang cukup mengejutkan. Stroke ini terjadi rata-rata karena pola hidup yang kurang sehat yang dimiliki oleh penderitannya di masa sebelumnya. Jadi dalam hal ini dapat kita simpulkan bahwa penyakit ini dapat kita cegah dengan pola hidup yang baik. Stroke merupakan penyakit yang berbahaya yang terkadang dapat berakhir pada kematian penderitanya. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang pada sistem syaraf manusia. Jadi ketika sistem syaraf pada manusia tersebut terganggu maka yang terjadi adalah kekakuan atau mati fungsi yang dialami oleh sebagian organ tubuh. Semisal tangan, kaki dan juga organ tubuh lainnya. Perlu untuk anda ingat bahwa penyakit ini adalah pembunuh kedua di dunia setelah penyakit jantung, yang dengannya Indonesia memiliki jumlah penderita penyakit ini yang tidak sedikit. Sehingga dengannya perlu pemahaman lebih lanjut tentang penyakit ini agar mengurangi resikonya. Baca juga : Indikator Seseorang Terkena Sakit Ginjal Gejala stroke yang dialami oleh seseorang ini dibagi menjadi dua jenis gejala. Yakni gejala stroke mayor dan minor atau ringan. Dan untuk lebih jelasnya tentang kedua gejala stroke ini maka anda dapat membacanya pada ulasan d bawah ini. Gejala stroke mayor yang biasanya terjadi adalah tiba-tiba mengalami sakit kepala, rasa kaku pada bagian-bagian tubuh tertentu semisal wajah, kaki , tangan dan juga organ lainnya, terjatuh secara tiba-tiba, akan mengalami kesulitan untuk berbicara, penglihatan yang dirasa semakin kabur, denyut nadi terasa kuat namun tubuh dirasakan semakin melemah, sulit melakukan berbagai macam aktivitas yang biasanya dirasakan mudah layaknya berjalan, mengunyah makanan, dan lain sebagainya. Jika mengalami masalah ini maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan segera melakukan perawatan ke dokter dan memberikan bantuan pernapasan kepada penderita. Sedangkan gejala stroke minor atau ringan yang sering kali terjadi adalah penderita akan mengalami sakit kepala secara tiba-tiba, otot-otot yang terasa melemas serta biasanya akan mengalami kesulitan bicara. Jika hal ini terjadi maka upaya terbaik yang seharusnya segera dilakukan adalah mengonsultasikannya ke dokter terkait. Baca juga : Kebutuhan Gizi Wanita Penyakit stroke ini merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang sehat penderita di masa sebelumnya. Sehingga penyakit ini dapat dicegah dengan berbagai upaya di antaranya sebagai berikut: 1. Membiasakan pola makan yang sehat. Anda perlu memperbaiki pola makan anda agar terhindar dari penyakit ini. Seperti halnya mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan memperbanyak mengonsumsi buah dan sayuran 2. Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Seperti yang kita ketahui bahwa air putih mengandung beragam manfaat bagi tubuh kita. Jadi membiasakan mengonsumsinya secara teratur merupakan upaya yang baik untuk dilakukan. 3. Mengendalikan pola pikir. Orang yang stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit stroke. Jadi sebaiknya anda serng kali melakukan refreshing agar otak anda lebih santai. 4. Berolahraga dengan baik. Pagi dan sore hari serta waktu istirahat adalah waktu yang tepat untuk anda gunakan olahraga. Hal ini sangat manjur untuk mengurangi kepenatan sekaligus mengurangi resiko terkena penyakit stroke. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan kepada anda. Semoga beberapa ulasan di atas dapat memberikan manfaat bagi anda sekalian.
01-06-2014 05:22
Telah lama klorofil atau zat hijau daun diakui bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Beragam riset saat-saat ini mengungkap, mereka yang terbiasa mengosumsi makanan tinggi klorofil, kwalitas kesehatannya jauh tambah baik. Apakah benar? Klorofil ialah zat yang bikin tumbuhan berwarna hijau. Hasil fotosintesis klorofil bakal merubah daya matahari jadi daya kimia, dan membuahkan karbohidrat serta oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk memperoleh tenaga atau energi. Lalu, apa kaitannya klorofil dengan tubuh manusia? Hemoglobin atau substansi darah pada manusia yang membawa oksigen dari paru-paru ke semua jaringan serta beberapa sel di semua tubuh ialah kunci intinya. Dari susunan kimiawinya, klorofil serta hemoglobin benar-benar serupa. Perbedaan keduanya cuma satu atom, hingga enzim yang ada dalam darah benar-benar gampang merubah klorofil jadi hemoglobin untuk menangani sakit kepala, lemah, kurang darah, lesu serta letih. Dr. Ann Wigmore menyebutkan bahwasanya kunci utama menjaga kesehatan ialah konsumsi makanan hijau, terlebih sayur-sayuran. Peneliti serta penulis The Wheat Grass Book itu juga mengungkap, serat pengikat pada dinding sel klorofil dapat mengikat atom metal atau toksin kimia sintetis (perasa makanan, obat-obatan, pestisida) di dinding sel tubuh, seperti cara kerja sabun mengangkat minyak yang ada di tangan saat kita membersihkan tangan. Anak-Anak Setengahnya Sistem detoksifikasi (pengeluaran toksin) inilah yang dapat memudahkan kerja hati dalam mengeluarkan zat-zat kimia sintetis dari aliran darah. Kecuali itu, klorofil bisa mengeluarkan lendir serta kerak didalam paru-paru, mineral serta kristal asam yang ada didalam persendian, dan lemak jenuh serta kolesterol yang mengendap di arteri, si pemicu masalah jantung. Baca juga : 5 Manfaat Lidah Buaya yang Belum Anda Ketahui Selanjutnya, kloforil dapat jadi penguat serta penenang pikiran alami lantaran kandungan asam nukleat serta asam amino pada klorofil bisa mencukupi keperluan otak terhadap protein, terlebih neuropeptida (sisi otak yang memproses pikiran serta emosi positif). Semacam sumber daya, klorofil dapat mensintesis oksigen serta karbohidrat. Lantaran gampang dirubah jadi hemoglobin (susunan kimiawi keduanya sama), pasti bakal menolong pembentukan beberapa sel darah merah. Semacam pendongkrak stamina atau ketahanan tubuh, klorofil dapat merangsang produksi beberapa sel darah putih yang bertugas melawan serangan mikroorganisme penyakit serta memperkuat sistim kekebalan tubuh dengan pasokan zat antioksidan, antikuman serta antitumor. Klorofil juga menghalangi perkembangan bakteri, infeksi jamur, serta luka di saluran pencernaan. Zat antibakteri inilah yang dapat menangani bau mulut serta bau tubuh, dan menangkal rusaknya gigi ataupun gusi. Dr. Chin Nan Lai dari University of Texas Medical Center, AS di tahun 1980 melaporkan bahwasanya ekstrak wheat grass serta tanaman hijau sumber klorofil yang lain bisa mencegah resiko kanker yang dikarenakan zat-zat radiasi penyebab penambahan pemisahan sel. Penyebab resiko kanker umpamanya dari polutan. Baca juga : Cara Sederhana Membakar Lemak Berlebih Tanpa Efek Samping Lantaran memlliki bermacam faedah, tidak heran klorofil berpeluang untuk selalu di kembangkan semacam pelengkap pengobatan lepra, kanker, depresi, jantung, pneumonia, AIDS, diabetes serta asma. Kecuali itu, juga buat kondisi-kondisi peradangan seperti usus, artritis, iritasi lambung, jerawat, radang gusi, radang pankreas ataupun radang tenggorokan. Zat hijau daun atau klorofil ini sesungguhnya cukup gampang didapat. Nyaris seluruh sayuran berdaun hijau memiliki kandungan klorofil, seperti selada, brokoli, seledri, bayam ataupun kangkung. Tetapi, lantaran pola makan harian orang Indonesia minim serat serta zat hijau daun, tiada kelirunya coba suplemen ekstrak klorofil yang waktu ini banyak di tawarkan. Walau menawarkan jalan keluar, pemakaian suplemen masih butuh perhatian spesial. Konsumsilah sama seperti anjuran yang tercantum dalam label, yaitu kira-kira 1 sendok teh satu hari. Klorofil berupa tepung mesti dilarutkan dahulu dalam air, baru diminum. Untuk pasien diabetes, atlet, penyakit liver, wanita hamil serta menyusui, malanutrisi serta anemia, konsumsi dosis tinggi tak menjadi persoalan. Sebaliknya, untuk anak-anak, mesti kurang dari dosis yang tercantum. Butuh juga diingat, walau relatif aman, pemakaian klorofil yang terlalu berlebih (bila stamina telah cukup fit) malah bisa menyebabkan rasa lesu atau capek. Karenanya, dianjurkan untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter ahli.