Waktu Posting : 23-05-2014 16:54 | Dibaca : 2913x
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.
16-02-2022 16:31
Restrukturisasi dan perombakan komposisi di tubuh PT Pertamina (Persero) rupanya belum membawa angin segar bagi perusahaan pelat merah tersebut. Kinerja Pertamina terutama keuangan organisasi terus memburuk sepanjang reformasi. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan yang menunjukan keuntungan yang menurun, sementara utang terus meningkat. Keuntungan Pertamina yang terus menurun bisa dilihat mulai dari tahun 2017, laba tahun berjalan Pertamina mencapai 2.70 miliar USD, selanjutnya tahun 2018 senilai 2.72 miliar USD, lalu tahun 2019 senilai 2,62 miliar USD,Pada 2020 laba Pertamina tidak mencapai miliaran dolar lagi, yakni senilai 731,46 juta USD, bahkan semester 1 tahun 2021 laba hanya tersisa 264, 56 juta USD. Ditengarai sebelum jabatan Presiden Jokowi berakhir, Pertamina sudah bubar dan berada di bawah pengawasan debt collector. Disisi lain, Pertamina menuai berbagai masalah dalam sejumlah proyeknya, diantaranya proyek kilang yang gagal, proyek pembelian TPPI yang diduga banyak skandal dan masalah, pembelian blok Rokan yang mewariskan banyak masalah, hingga terakhir mega proyek solarisasi sawit dan gasifikasi batu bara. Dua mega proyek itulah yang paling menguras stamina keuangan Pertamina. Dimana proyek ini membutuhkan minyak sawit sebagai bahan baku pencampur solar senilai kurang lebih Rp 100 triliun. Sedangkan proyek gasifikasi batu bara dibutuhkan sekitar Rp150 triliun untuk membeli batu bara sebanyak 100 juta ton. Ini uang besar bagi pendapatan oligarki sawit dan batu bara. Bahkan menurut rekanan Pertamina, sejak Agustus 2021 hingga Februari 2022 pembayaran dari Pertamina macet. Dimulai dari ongkos sewa mobil sampai filling fee SPBE, semuanya belum dibayar. Rekanan Pertamina sudah mulai mengeluh di mana keuntungan hanya 10% tetapi pembayaran sangat lama dan belum pasti akan dibayar kapan.
22-05-2020 21:38
Penyebab flu yang tidak kunjung sembuh harus diketahui dan sebisa mungkin harus ditinggalkan. Karena hal ini tidak hanya membuat penyakit flu semakin parah tetapi justru membuat penyakit ini menimbulkan risiko yang lebih kronis. Karena hal itulah, di bawah ini akan dijelaskan penyebab flu tidak kunjung sembuh yang harus diwaspadai dan dicegah. 1. Karena Alergi Penyebab penyakit flu tidak kunjung sembuh yang pertama adalah penyakit ini bukan flu biasa melainkan flu yang disebabkan oleh alergi. Memang gejalanya sama tetapi memiliki tingkat kronis penyakit yang berbeda. Jika flu biasa biasanya mudah sembuh bahkan jika diobati dengan baik dua minggu gejala sudah berkurang. Tetapi jika flu karena alergi penyakit sukar untuk sembuh bahkan pasien bisa menanggung gejala sepanjang hidupnya. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah menghindari segala pemicu terjadinya alergi. 2. Pemakaian Semprotan Hidung Yang Berlebihan Silakan menggunakan semprotan hidung untuk melegakan pernafasan maupun mengencerkan lendir hidung yang kental. Maka dari itu produk juga bagus untuk menyembuhkan penyakit flu. Akan tetapi jika digunakan secara berlebihan ternyata semprotan hidung memiliki efek samping. Pasalnya di dalam produk terdapat zat yang disebut oksimetazolin yang bisa menyebabkan ketergantungan. Hal ini yang membuat gejala penyakit flu yang awalnya sederhana menjadi ekstrim dan sulit sembuh. 3. Infeksi Sinus Atau Polip Penyebab flu tidak kunjung sembuh berikutnya adalah karena adanya infeksi sinus atau polip di dalam hidung. Tentunya ini tidak bisa diobati dengan obat flu biasa melainkan dibawa ke rumah sakit agar dilakukan operasi pengangkatan. Gejala flu karena polip tidak akan hilang karena terjadi pelebaran membran di dalam hidung yang menghambat proses pengenceran lendir serta keluar masuknya oksigen. Meskipun demikian, penyakit ini juga perlu diobati karena jika tidak, pemulihannya akan sangat lama. 4. Kondisi Tubuh Lemah Jika flu biasa biasanya mudah sembuh sekalipun hanya diobati dengan obat-obat generik. Akan tetapi jika stamina menurun atau vitalitas down maka pengobatan akan sangat lama. Karena virus influenza yang menjadi penyebabnya masih bertahan sedangkan obat tidak mampu mengusirnya. 5. Kondisi Tubuh Dingin Flu muncul pada saat cuaca sedang dingin. Itu artinya suhu tubuh manusia yang dingin juga berpeluang mengalami penyakit dibandingkan orang yang suhu tubuhnya hangat. Nah jika penyakit flu tidak kunjung sembuh mungkin kegiatan yang menghangatkan tubuh seperti olahraga dan makan makanan yang mengandung protein tidak dilaksanakan dengan baik. Oleh sebab itu jika sedang terjadi flu selama 3 hari dan belum juga sembuh coba lakukan kegiatan-kegiatan penghangat badan seperti olahraga ringan. Bisa juga dilakukan dengan berjemur atau mengangin-anginkan diri. Biasanya dengan aktivitas tersebut gejala pilek akan reda asalkan diiringi dengan meminum obat-obat flu yang tepat. 6. Sudah Flu Masih Begadang Penyebab flu tidak kunjung sembuh yang terakhir adalah kebiasaan begadang. Begadang dilakukan di malam hari saat suhu sedang dingin. Jika kebiasaan ini sering dilakukan tentu penyakit flu tidak akan pernah sembuh. Bahkan semakin hari gejalanya akan semakin parah. Oleh sebab itu jika flu sudah menyerang hentikan kebiasaan begadang. Lebih baik beristirahat yang cukup untuk memulihkan stamina dan tenaga. Demikianlah beberapa penyebab flu tidak kunjung sembuh yang harus diwaspadai dan sebisa mungkin harus dihindari. Karena jika ini tetap dilakukan flu tidak akan pernah hilang. Apalagi di zaman ini flu memiliki gejala sama dengan corona yang juga sulit untuk disembuhkan.