Waktu Posting : 25-10-2017 20:26 | Dibaca : 2153x
Mengobati Jantung dengan Daun Sirsak - Saat ini, di Indonesia penyakit jantung merupakan penyebab kematian kedua setelah stroke menurut survey yang dilakukan pada tahun 2014 lalu. Hal ini dapat terjadi karena pola hidup modern yang semakin menggejala dalam masyarakat. Meningkatnya pola hidup yang modern, kebiasaan makan yang berlebihan, terlalu banyak beraktivitas, merokok serta kurang istirahat dapat menjadi penyebab timbulnya sakit jantung. Akan tetapi penyebab yang paling mencolok dari sakit jantung yaitu karena pola makan yang tidak baik atau salah dan karena kebiasaan merokok.
Jantung pada tubuh memiliki fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dan selayaknya sebagai alat transportasi, darah bertugas untuk membawa nutrisi jantung dan pembuluh darah untuk membentuk sistem kardiovaskular. Pada jantung yang normal dan sehat didukung oleh jaringan otot yang kuat dan bekerja dengan baik dalam memompa darah. Dan jantuk akan berdetak secara berkesinambungan dalam memompa darah serta mampu mengalirkan darah lebih dari 14.000 liter per hari.
Jantung terbagi dalam empat bagian yaitu serambi kanan dan kiri serta bilik kanan dan kiri. Pada tiap bagian dipisahkan oleh lapisan dinding yang disebut septum. Darah dipompa melalui bagian-bagian tersebut. Dan untuk membantu fungsi jantung, terdapat katup yang bertugas untuk membuka serta menutup. Hal ini untuk menjaga aliran darah tetap berada pada jalur yang benar.
Untuk menjaga agar jantung tetap sehat, cukup mengkonsumsi daun sirsak yang mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan jantung serta anggota tubuh lainnya. Nutrisi yang terkandung dalam daun sirsak di antaranya adalah :
1.Kalsium, dapat membantu untuk memperkuat jantung dalam memompa darah ke pembuluh darah arteri serta membuat detak jantung menjadi lebih stabil.
2.Fruktosa berfungsi sebagai alternatif pengganti gula.
3.Lemak alami, dapat melindungi serta memperkuat organ-organ tubuh seperti paru-paru, otak dan jantung.
4.Vitamin A, untuk menjaga daya ahan tubuh dan menjaga kesehatan sistem pernafasan serta menghindari resiko infeksi pernafasan.
5.Vitamin B yang telah terbukti secara ilmiah dapat memperkecil resiko stroke dan penyakit jantung.
6.Zat Besi dapat mengurangi resiko anemia.
7.Antioksidan yang mengandung isoflavon yang membantu mengurangi resiko dan mengobati penyakit jantung koroner.
8.Protein, berguna untuk menambah energi pada tubuh serta menambah daya tahan tubuh.
12-06-2015 01:01
Waspada Dengan Kolesterol Tinggi yang Mengintai! Kadar kolesterol darah Mendengarkan kata kolesterol, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah sesuatu yang negatif. Bagaimana tidak, kebanyakan orang tentunya sudah tidak asing dengan istilah kolesterol tinggi bukan? Terlebih penyakit satu ini memang menjadi penyakit lumrah yang diderita oleh kaum urban dan masyarakat modern. Koleseterol sendiri sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dinding sel serta memproduksi hormon. Catatan penting, kolesterol yang dibutuhkan tentunya dalam batas normal. Jika sudah melewati ambang batas, tentunya membutuhkan obat herbal untuk penyakit kolesterol. Kolesterol itu sendiri adalah senyawa yang memiliki tekstur lembek dan terletak diantara lemak dan sel tubuh. Itulah mengapa kita sering mendengar istilah kandungan kolesterol di dalam aliran darah. Setidaknya, ada 2 jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik. Baca juga : Minyak Argan yang Ajaib untuk Kecantikan dari Karunia Alam Selain berperan aktif dalam produksi hormon, kolesterol pun adalah komponen pentin dalam pembentukan asam empedu. Tak hanya itu, kolesterol pun menjadi salah satu komponen dalam vitamin D dan produksi hormon steroid. Sayangnya, kadar kolesterol di dalam darah tetaplah tidak boleh terlalu kebanyakan. Hal tersebut akan memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, batu empedu, stroke dan lain sebagainya. Kadar trigliserida dan kolesterol Selain kolesterol adapula trigliserida, yakni sejenis lemak di dalam aliran darah. Kadar trigliserida yang tinggi di dalam tubuh biasanya diikuti pula oleh kadar kolesterol yang tinggi. Kondisi ini berarti kadar LDL jauh lebih tinggi daripada kadar HDL di dalam aliran darah. Kolesterol seyogyanya berasal dari dalam maupun luar tubuh manusia, yaitu dari makanan yang Anda konsumsi. Biasanya makanan semacam ini berasal dari hewan, seperti telur dan daging. Baca juga : 3 Kesalahan Dalam Pengolahan Jus yang Harus Dihindari Penumpukan kolesterol pada aliran darah ternyata mampu menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh. Alhasil darah pun kesulitan mengalir lewat pembuluh darah yang ada di seluruh bagian tubuh Anda. Mungkin Anda tak menyadarinya dari sekrang, namun jumlah darah yang berkurang mengaliri seluruh jaringan tubuh akan berdampak tidak baik.
12-06-2014 23:34
Beberapa sel badan dengan cara alami selalu direproduksi saat diperlukan, namun kadang-kadang perubahan beberapa sel itu tak dapat dikendalikan hingga terbentuklah jaringan padat yang lebih umum dimaksud dengan tumor. Bila beberapa sel yang selalu berkembang itu adalah sel yang normal, maka tak bakal membahayakan, namun bila sebaliknya, bila sel abnormal yang selalu meningkat jumlahnya, hal tersebutlah yang dapat menyebabkan munculnya kanker. Misal jenis kanker yang umum berlangsung, umpamanya kanker payudara. Sel kanker mulai berkembang pada jaringan payudara serta sel kanker ini dapat juga menyebar ke sisi sekeliling payudara juga ke organ badan yang lain. Penyebaran sel kanker ini dimaksud juga dengan metastasis. Baca juga : Olahraga yang Cocok dengan Usia Anda Apakah kanker payudara cuma dapat menyerang wanita saja? Tidak ternyata, kanker payudara dapat juga menimpa pria. Kurangnya info serta kewaspadaan terhadap bahaya kanker payudara kerapkali bikin penyakit itu baru terdeteksi sesudah cukup kronis. Sampai saat ini belum di ketahui dengan cara pasti apa sebagai pemicu kanker, namun terdapat banyak aspek yang dapat menambah resiko seorang merasakannya, yakni : • Umur. Resiko kanker meningkat bila seseorang wanita mencapai umur 40 tahun serta mulai usia 60 tahun pada pria. • Genetik. Resiko bakal meningkat bila ada kerabat dekat yang sempat juga menderita kanker payudara. • Malas olahraga. • Pola makan yang tak sehat. • Merokok serta banyak mengkonsumsi alkohol. • Alami kelbihan berat tubuh. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah Adapun beberapa gejala yang diakibatkan oleh kanker payudara, yakni : • Ada tonjolan pada atau di seputar payudara sesudah jadwal menstruasi usai. • Berlangsung pergantian pada wujud serta ukuran payudara. • Kulit payudara jadi berkerut atau bersisik. • Keluarnya cairan bening atau kemerahan dari puting. • kulit payudara kemerahan atau meradang. Untuk mencegah terjadinya kanker payudara, dianjurkan untuk rajin melaksanakan kontrol dari awal. Kontrol paling gampang adalah dengan memeriksa diri sendiri (self-exams). Langkahnya dengan meraba payudara untuk tahu kemungkinan ada tonjolan atau kerjakan kontrol dengan mammograms. Adapun kontrol dengan 3D Sonomamogram, kontrol ini dinilai lebih akurat serta lebih aman lantaran prosesnya tak memakai radiasi. Kerjakan juga olahraga dengan cara teratur, sekurang-kurangnya sepanjang 1/2 jam tiap-tiap hari. Konsumsi makanan sehat serta kaya dengan antioksidan dapat juga menolong. Jauhi makanan olahan serta yang berlemak.
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.