Waktu Posting : 16-06-2014 16:26 | Dibaca : 2873x
13-01-2025 18:31
Ahli Farmasi Indonesia ada sejak di Proklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah berjuang bahu membahu dengan semua golongan masyarakat, untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, serta turut aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ikut serta dalam Pembangunan Masyarakat dan Negara.Oleh karena itu Ahli Farmasi Indonesia merupakan salah satu potensi pembangunan yang tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan Negara. Sebagai salah satu potensi pembangunan sesuai Fungsinya, Ahli Farmasi Indonesia disamping tugas keseharian, tetap ikut serta mempertinggi taraf kesejahteraan umum, khususnya dibidang Kesehatan Masyarakat dan Farmasi.Pada tanggal 13 Februari 1946, di Yogyakarta dibentuklah suatu Organisasi yang dinamakan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) sebagai wadah untuk menghimpun Semua Tenaga yang Bakti Karyanya di bidang Farmasi, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia selanjutnya disingkat PAFI.PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila, Organisasi PAFI adalah Organisasi Profesi yang bersifat Kekaryaan dan Pengabdian.Diantara didirikannya PAFI bertujuan untuk meningkatkan standar profesi farmasi di Indonesia.Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, PAFI membantu para profesional farmasi untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan mereka. Hal ini penting karena farmasi adalah bidang yang terus berkembang dan berubah, dengan banyak inovasi dan penemuan baru yang terjadi setiap tahun. Dengan bekerja sama dengan PAFI, para profesional farmasi dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan mengikuti perkembangan terkini dalam bidang ini.PAFI juga berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Dengan meningkatkan standar profesi farmasi, PAFI membantu memastikan bahwa obat-obatan yang digunakan oleh masyarakat aman dan efektif. PAFI juga berperan dalam memastikan bahwa apotek-apotek di seluruh Indonesia menjalankan praktik yang baik dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan melibatkan PAFI dalam pengaturan dan pengawasan apotek, masyarakat dapat memiliki akses ke obat-obatan yang berkualitas dan aman.PAFI juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran informasi antara para profesional farmasi di Indonesia. Melalui konferensi, seminar, dan pertemuan lainnya, PAFI memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara anggotanya. Hal ini penting karena dalam bidang farmasi, kolaborasi dan pertukaran informasi adalah kunci untuk terus berinovasi dan meningkatkan praktik.Dengan menjadi anggota PAFI, para profesional farmasi dapat terlibat dalam jaringan yang kuat dan mendapatkan akses ke berbagai sumber daya dan informasi terbaru. Untuk lebih jelas terkait pendaftaran bisa kunjungi websitenya di webpafi.or.id.
27-05-2014 01:55
Tak cuma mengistirahatkan otot, waktu tidur badan mengalami perbaikan serta detoksifikasi (keluarkan toksin). Selain itu, peluang bagi sistem kekebalan badan guna menghasilkan hormon-hormon imunitas (imunitas badan) terjadi dan diberikan pada saat kita sedang menjalani tidur. Oleh karena itu, untuk mempercepat dan memperlancar kemampuan kerja badan dalam sistem regenerasi, sebaiknya pada waktu tidur Anda memakai baju longgar atau melepaskan baju saat tidur. Bila Anda menentukan tidur dengan terus menggunakan bra, maka gunakanlah bra yang tak terlampau ketat serta tak kaku. Tipe bra memanglah pilihan pribadi, tetapi menentukan ukuran serta tipe yang salah dapat menyebabkan efek buruk. Di bawah ini terdapat banyak hal yang berlangsung bila wanita tidur memakai bra : 1. Tonjolan Kista serta tonjolan-tonjolan non-kanker bisa dibentuk dalam tiap-tiap sisi dari badan Anda, Dr John McDougall menulis dalam The McDougall Program untuk Jantung Sehat memperlihatkan bahwasanya menggunakan bra ketat waktu tidur mengakibatkan peradangan. Ini sangat mungkin timbulnya tonjolan. Baca juga : Mengenal Limpa Bengkak dan Cara Pengobatannya 2. Ancaman kanker Menggunakan bra waktu tidur mengakibatkan kanker payudara tetap jadi tema perbincangan, ada studi yang tidak sama berkenaan hal semacam ini. Ada yang menyebutkan penggunaan bra ketat waktu tidur ialah penyebab kanker payudara. 3. Berkeringat Memakai bra yang ketat waktu tidur, terlebih di musim panas, bakal menjadikan Anda berkeringat semakin banyak dari umumnya. Biasanya bra elegan ialah pemicu dalam masalah ini, bra yang lebih aman serta sehat ialah yang terbuat dari katun atau bahan sintetis seperti polyester atau linen. 4. Edema Bila Anda memakai bra ketat dengan cara terus-terusan, maka bisa mengakibatkan penyumbatan limfatik. Ini tergolong edema atau akumulasi cairan di payudara. 5. Gelisah Menggunakan bra yang ketat waktu tidur juga menjadikan gelisah pada malam hari disebabkan iritasi yang muncul, ini bakal mengakibatkan ketidaknyamanan sepanjang tidur serta selanjutnya bakal memberi pengaruh pada kesehatan Anda dengan cara menyeluruh. Baca juga : Ultra Mangosteen, Obat Penyakit Kanker Payudara Tradisional 6. Iritasi kulit Bra ketat bakal mengakibatkan iritasi kulit, ada baiknya memakai bra yang tidak memiliki kawat. Sport bra dikira semacam pilihan yang baik untuk digunakan saat malam hari, bra ini bakal memberikan support yang dibutuhkan untuk payudara Anda, tidak menyebabkan dampak bagi kesehatan. 7. Tidur terganggu Tiada kesangsian bahwasanya tidur yang baik mempunyai jalinan lanjut dengan tingkat kenyamanan di ruang tidur, bila Anda menggunakan bra ketat, Anda bakal terasa kurang nyaman hingga hal semacam ini mengganggu tidur Anda. 8. Pigmentasi Pemakaian bra dengan cara terus-terusan, terlebih yang ketat, bakal mengakibatkan persoalan berkenaan pigmentasi. Untuk menjauhi dampak kesehatan ini, manfaatkanlah bra yang lembut serta longgar. 9. Kurangi aliran darah Memakai bra waktu tidur bisa mengakibatkan rintangan bagii aliran darah, daripada menggunakan bra yang ketat atau jenis push-up waktu digunakan tidur, ada baiknya menggunakan sport bra yang tambah nyaman.
26-05-2014 00:52
Postmatur ialah kebalikan dari premature, bayi dimaksud postmatur apabila baru lahir sesudah melebihi 42 minggu dalam rahim. Insiden kelahiran postmatur tambah lebih umum dari pada premature, kira-kira 7 Persen bayi dilahirkan postmatur, walau faktanya barangkali tak seluruhnya benar-benar postmatur. Beberapa bayi yang disangka postmatur sesungguhnya lantaran kekeliruan dalam mengkalkulasi awal kehamilan, cuma kira-kira 2-3% yang benar-benar postmatur. Resiko bayi postmatur Seperti bayi premature, bayi postmatur mempunyai potensi persoalannya sendiri yang dapat beresiko untuk kesehatan serta keberlangsungan hidupnya. Sesudah melalui 42 minggu kehamilan, plasenta umumnya sudah berkurang hingga lebih sedikit nutrisi serta oksigen yang tersalurkan ke bayi. Bayi yang selalu tumbuh juga bikin cairan ketuban makin menyusut. Saat hal semacam ini berlangsung, tali pusat bisa terjepit waktu bayi bergerak atau rahim berkontraksi. Hal ini dapat juga mengganggu pasokan nutrisi serta oksigen ke bayi. Semacam kompensasi, bayi mulai memakai lemak serta karbohidrat sendiri untuk sediakan daya. Baca juga : Cuaca Panas Bisa Picu Serangan Jantung Tingkat pertumbuhannya jadi lambat serta terkadang berat tubuhnya juga barangkali terjadi penurunan. Bayi postmatur rawan untuk meningkatkan kandungan gula darah rendah (hipoglikemia) lantaran mereka sudah kehabisan simpanan lemak serta karbohidrat. Potensi persoalan pada bayi postmatur diantaranya :1. Sindrom dismaturitas (dysmaturity syndrome) Bayi mempunyai karakteristik insufisiensi plasenta seperti kulit yang kering, terkelupas, keriput, kuku serta rambut panjang serta badan tampak kurus lantaran kurang gizi. 2. Sindrom masukan mekonium Bayi keluarkan tinja (mekonium) ke dalam cairan ketuban serta lalu menghirupnya ke dalam paru-paru, hal semacam ini bisa mengakibatkan bayi kesusahan bernapas serta berisiko meningkatkan komplikasi seperti infeksi paru-paru serta hipertensi polmunar persisten. 3. Makrosomia Bayi tumbuh terlampau besar hingga lebih susah untuk lahir dengan cara normal lewat jalan lahir. Keadaan ini berlangsung apabila plasenta tetap berperan dengan baik walau telah melalui 42 minggu. 4. Kelahiran mati Bayi meninggal ketika dalam rahim. Aspek pemicu bayi lahir terlambat : Ada kisah kelahiran terlambat dalam keluarga atau pada kehamilan pada mulanya. Sang bayi berjenis kelamin laki-laki. Kehamilan ini ialah kisah anak yang pertama. Berat tubuh ibu yang berlebihan atau kegemukan. Kesalahan estimasi penghitungan umur kehamilan, yang umumnya berlangsung lantaran menstruasi paling akhir tak di ketahui dengan cara pasti. Baca juga : Inilah Tanda Lahir Anak Kembar Untuk menurunkan tingkat kekhawatiran, kontrol terus mesti dikerjakan. Terlebih lantaran ibu yang hamil tua bakal merasakan kelelahan fisik yang lebih. Kewaspadaan pada kemungkinan pre-eklamsia juga terus mesti dijaga. Jika memanglah ada kisah keluarga yang pernah menjalani kelahiran terlambat, tak lalu bermakna pasangan bisa mengendorkan kewaspadaan. PerawatanBila kehamilan Anda sudah mencapai ke 41-42 minggu, benar-benar perlu untuk Anda guna memeriksa kesehatan bayi Anda. Terdapat banyak pengontrolan yang dapat dikerjakan, yang meliputi pemantauan janin dengan cara fisik serta dengan Doppler atau USG. Bila kontrol memperlihatkan bahwasanya bayi aktif serta sehat serta volume cairan ketuban normal, dokter atau bidan bisa mengambil keputusan untuk meneruskan pemantauan dengan cara berkala hingga persalinan Anda diawali dengan cara alami. Bila hasil kontrol memperlihatkan bahwasanya bayi barangkali punya masalah, ada pilihan apakah bakal menginduksi supaya persalinan secepatnya dilakukan atau menjalani bedah caesar. Umumnya bayi yang dilahirkan postmatur mempunyai keadaan yang sehat tidak dengan komplikasi. Pada bayi yang menderita kekurangan oksigen, resusitasi barangkali dibutuhkan. Bila mekonium muncul dalam cairan ketuban serta bayi baru lahir lesu, tabung dibiarkan lewat ke batang tenggorokan (trakea) untuk menghisap mekonium yang barangkali menghalangi saluran pernapasan. Bila mekonium sudah masuk ke paru-paru, ventilator barangkali dibutuhkan untuk menunjang pernapasan. Pemberian larutan glukosa lewat vena (infus) kerapkali butuh dikerjakan untuk menghindari hipoglikemia.