Waktu Posting : 26-05-2014 00:52 | Dibaca : 3023x
17-06-2014 10:35
Rambut rontok menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, terutama generasi muda. Mengenali gejala kerontokan rambut adalah penting agar terhindar dari kekhawatiran. Itu berkaitan juga dengan metode penyembuhannya, apakah dibiarkan saja, diobati secara alami, atau harus menjalani pengobatan medis. Kerontokan rambut (ellogen effluvium) dapat diakibatkan peristiwa alami maupun akibat suatu penyakit. Karenanya, masyarakat harus mengenal dulu siklus pertumbuhan rambut. Siklus pertumbuhan rambut itu dibagi menjadi tiga fase yaitu fase pertumbuhan rambut selama 2-5 tahun, fase transisi atau involusi yang berlangsung beberapa minggu, serta fase istirahat yang berlangsung 2-5 bulan. Pada akhir fase istirahat, rambut akan terlepas dan siklus pertumbuhan rambut baru akan dumulai lagi. Pada keadaan normal, kerontokan rambut biasa terjadi yaitu pada akhir fase istirahat dengan melepaskan 80-100 helai rambut per hari. Kita harus mulai khawatir bila ada leboh dari 100 helai rambut rontok setiap harinya. Kerontokan yang mengkhawatirkan ini bisa terjadi karena faktor fisiologis maupun patologis. Contoh faktor fisiologis adalah kerontokan rambut pada bayi baru lahir dan kerontokan rambut pada perempuan setelah melahirkan. Baca juga : Waspadai Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda Faktor patologis itu cukup banyak. Misalnya setelah mengalami demam tinggi, infeksi berat akibat jamur, bakteri, dan virus, penyakit kronik seperti HIV dan lupus, stres berat yang berkepanjangan, setelah operasi besar, kemoterapi, radiasi, hipotiroid/hipertiroid, diet, dan kelaparan. Penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa mengakibatkan kerontokan rambut. Karena itu, untuk mengatasi kerontokan rambut dengan cara yang benar adalah dengan mengetahui dulu secara pasti penyebab kerontokan rambuntnya. Setelah diketahui, maka mulailah menghindari faktor pencetus kerontokan rambut dan mengobati sesuai dengan penyebabnya. Kerontokan rambut memang membuat perasaan tidak tenang. Berbagai cara mengatasinya dilakukan, mulaii dari mengganti shampo dan menggunakan tonik rambut. Ada juga yang mencari-cari tumbuhan yang bermanfaat seperti lidah buaya, urang aring, ginseng, dan lainnya untuk dioleskan ke kepala. Terapi menggunakan tumbuh-tumbuhan memang bisa digunakan bila jenis kerontokannya masih normal. Kerontokan itupun bukan karena faktor patologis ataupun hormonal. Kerontokan yang normal memang bisa dipicu akibat kurangnya asupan gizi. Protein, vitamin, dan zat mineral sangat diperlukan untuk pertumbuhan rambut. Misalnya, vitamin A bermanfaat untuk mencegah kerontokan, vitamin E bisa memperbaiki jaringan rambut, serta vitamin C akan memberikan kekuatan dan kelenturan rambut. Mineral seperti zat besi diperlukan dalam butir darah merah untuk mengangkut oksigen dan zat makanan ke seluruh jaringan termasuk rambut dan kulit kepada. Sementara zinc atau seng dibutuhkan dalam proses pembangunan protein dalam rambut dan tembaga dibutuhkan dalam membantu pembentukan pigmen rambut. Pengobatan medis mulai diperlukan pada jenis kerontokan rambut tertentu. Misalnya pada kebotakan rambut oleh sebab hormonal ataupun kebotakan akibat gejala sisa setelah penyembuhan penyakit tertentu seperti infeksi. Pengobatan medis itu utamanya untuk memperbaiki progresivitas kerontokan rambut, memperbaiki kondisi hormonal, dan lainnya. Pemberian obat-obatan itu bersifat individual tergantung penyebab kerontokannya. Pola hidup memang memiliki pengaruh pada kondisi rambut sehingga rontok. Beberapa faktor luar tubuh yang mengakibatkan kerontokan rambut dan tips bagaimana untuk mengatasinya. Baca juga : Mari Mengenal Aneka Penyebab Sinusitis Karena ingin rambut tampak sempurna, perempuan seringkali menggunakan hairdryer atau alat catok. Hawa panas yang keluar dari alat itu akan menyebabkan kerontokan rambut. Solusinya : Biarkan rambut kering dengan udara, hindari peralatan pengeringan yang dipanaskan. Laki-laki pun sering mengakali rambutnya supaya tampak sempurna dengan menggunakan gel rambut. Terlalu sering memakai zat kimia pada rambut seperti pewarna, gel, hairspray, dan lainnya akan menyebabkan kerusakan akar dan batang rambut sehingga memicu krontokan. Solusi : Biarkan rambut tertata sesuai bentuk aslinya dan jauhkan dari obat-obatan kimia. Cukup menata rambut dengan menggunakan sisir. Usahakan memakai sisr bergigi jarang berlapis teflon dan tidak menyisir rambut dalam keadaan basah. Kehidupan zaman sekarang juga erat dengan stres atau depresi. Kondisi stres berkepanjangan akan menyebabkan urat-urat saraf pada akar rambut menjadi lemah. Solusi : Jagalah kondisi kesehatan jiwa dengan mampu mengatasi rasa stres itu. Hindari pula kebiasaan menggaruk rambut dan kulit kepala di saat stres karena akan membuat rambut semakin mudah rontok. Beberapa perempuan Muslim secara rutin memakai jilbab selama di luar rumah. Hal ini memang lumrah mengakibatkan kerontokan. Kulit kepala yang lembap akan mengakibatkan ketombe yang akhirnya memicu kerontokan. Solusi : Lakukan perawatan yang benar dan tepat. Perawatan itu dimulai dengan menjaga kebersihan, keasaman, dan hidrasi kulit kepala. Cucilah rambut menggunakan shampo berbasis asam sesuai dengan pH kulit kepala (pH 4,5 – 5,5). Kondisioner bisa dipakai untuk meningkatkan kilau rambut dan tonik untuk menguatkan akar rambut.
22-10-2018 12:55
Buah-buahan memang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Buah mengandung banyak vitamin dan kandungan lainnya yang bermanfaat untuk tubuh. Lain buah maka lain pula manfaatnya walaupun sama-sama baik untuk tubuh. Beberapa macam buah memiliki manfaat untuk menambah energi slah satunya adalah buah pisang. Siapa yang tak mengenal buah pisang? Buah yang tak mengenal musim, sangat mudah ditemukan dimanapun dengan harga yang terjangkau. Buah pisang mayoritas memiliki warna kuning dan ada beberapa jenis yang berwarna hijau serta memiliki rasa yang manis. Buah pisang sangat baik jika dikonsumsi setiap hari, bukan hanya sebagai penambah energi, pisang juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh loh... Orang yang sedang menjalani program diet, pisang merupakan salah satu buah yang rutin dikonsumsi karena akan memberikan efek mengenyangkan dan juga dapat menahan rasa lapar berlebih. Ada juga yang mengatakan jika pisang dapat mengatasi masalah pencernaan konstipasi atau sulit buang air besar. Benarkah demikian? Seperti yang dilansir dari Food Ndtv.com, menurut buku "Healing Foods", pisang mengandung kalium yang mampu menjaga tekanan darah agar tetap normal dan merupakan antasida alami yaitu senyawa yang mampu menenangkan dan mengurangi rasa sakit perut. Pisang kaya akan serat dan nutrisi yang mampu melindungi lapisan usus dan dapat menjaga bakteri sehat di usus. Pisang juga mampu membantu membuang racun penyebab sembelit. Menurut Ritu Arora, seorang ahli gizi India mengatakan jika pisang mampu membantu memperbaiki sindrom usus dan membiarkan mikro villi hadir di usus kecil untuk membantu pencernaan dan mengurangi konstipasi. Nah, jika mengalami masalah pencernaan susah buang air besar, pisang dapat menjadi solusi untuk mengobati masalah pencernaan yang dialami. Dengan mengonsumsi pisang sebagai obat alami maka tidak akan menimbulkan efek negatif pada tubuh.
14-05-2016 18:42
Potasium adalah satu diantara mineral utama yang diperlukan oleh badan kita. Dengan konsumsi potasium yang jitu, banyak penyakit jadi malas hinggap di badan. Potasium dibutuhkan untuk keseimbangan cairan pada badan, memecah serta memakai karbohidrat, bangun protein, membuat otot, melindungi perkembangan badan yang normal, serta mengontrol keseimbangan asam-basa badan ataupun kegiatan listrik di jantung. Bahkan juga karena mineral yang dikatakan pula semacam kalium ini, jantung, ginjal, serta organ badan lain dapat berperan dengan cara normal. Kecuali beragam faedah itu, potasium nyatanya pula sangat bermanfaat untuk menghindar beragam penyakit jantung, pembuluh darah, serta beragam penyakit yang lain. Tekanan darah tinggi Potasium berbentuk suplemen di duga dapat turunkan tekanan darah terlebih untuk mereka yang konsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi. Bahkan juga, konsumsi makanan berpotasium pula disangka bisa menolong menghindar tekanan darah tinggi. Baca juga : 5 Cara Mudah Mendongkrak Energi Penyakit jantung Suatu riset mengungkap kalau mengkonsumsi 4.069 mg potasium/hari bisa turunkan resiko kematian akibat penyakit jantung iskemik atau koroner sampai 40%. Kondisi hipokalemia, dimana pasien kekurangan kandungan kalium didalam badannya, di duga mempunyai peranan atas terjadinya kematian akibat aritmia jantung, pada pasien yang memanglah telah mempunyai permasalahan dengan jantungnya. Aritmia ialah keadaan dimana detak jantung tak teratur hingga kemampuannya memompa darah ke semua badan hilang serta ini menyebabkan kematian. Stroke Konsumsi makanan yang memiliki kandungan potasium disangka bisa menolong turunkan resiko stroke, terlebih stroke iskemik (stroke lantaran ada gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah). Seandainya diimbangi dengan kurangi konsumsi sodium, lemak jenuh, serta kolesterol. Menyetabilkan denyut jantung Satu diantara aspek resiko fibrilasi atrium (detak jantung tak teratur) ialah sangat banyak atau sangat sekurang-kurangnya konsumsi potasium pada badan. Kondisi hipokalemia, dimana pasien kekurangan kandungan kalium didalam badannya, disangka bertindak atas terjadinya kematian akibat aritmia jantung, pada pasien yang memanglah telah mempunyai permasalahan dengan jantungnya. Aritmia ialah keadaan dimana detak jantung tak teratur hingga kemampuannya memompa darah ke semua badan hilang serta ini menyebabkan kematian. Oleh karenanya, konsumsi penganan kaya potasium sehari-hari amat utama untuk melindungi denyut jantung jadi stabil. Kesehatan tulang Studi tunjukkan kalau konsumsi makanan kaya potasium disangka bisa menghindar osteoporosis, terutama di lingkungan wanita lansia. Potasium pula disangka dapat tingkatkan kepadatan tulang. Tetapi, masihlah diperlukan riset selanjutnya untuk menunjang pernyataan itu. Radang saluran pencernaan Pada badan pasien radang saluran pencernaan, nutrisi kerapkali susah diserap. Ini lantaran ada gejala diare maupun muntah-muntah. Dokter juga peluang bakal mengecek kandungan potasium pada badan serta mereferensikan untuk konsumsi makanan berpotasium. Baca juga : Inilah Olahraga untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru Anda Batu ginjal Konsumsi makanan mengandung potasium disangka dapat turunkan kandungan kalsium dalam urine. Berlebihannya tingkat kalsium dalam urine adalah penyebabnya paling umum penyakit batu ginjal kalsium. Anda dapat memperoleh beragam faedah potasium itu dengan konsumsi sumber-sumbernya seperti pisang, susu, ikan, kerang, sapi, ayam, kalkun, roti, kentang, ubi, bayam, tomat, kedelai, kacang merah, kacang almond, buah apricot, jeruk, brokoli, kiwi, nanas, wortel, sayuran berdaun hijau, gandum utuh, alpukat, bit, jamur, yogurt, pir, mangga, kacang pistachio, kismis, anggur, serta lain sebagainya. Tetapi hati-hati, jangan pernah terlalu berlebih atau bahkan juga kekurangan dalam mengkonsumsi potasium. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mereferensikan konsumsi potasium sekurang-kurangnya 3. 510 mg sehari-hari. Bila terlalu berlebih, bisa menyebabkan denyut jantung yang tak normal, fungsi ginjal lebih buruk, serta infeksi berat. Sedang kekurangan potasium dapat mengakibatkan otot melemah, denyut jantung tak teratur, tekanan darah sedikit naik, muntah, diare, atau masalah ginjal. Potasium benar-benar utama untuk badan, namun janganlah lupa untuk memelihara konsumsi nutrisi yang lain supaya selalu seimbang serta menyajikan faedah sebesar-besarnya untuk badan.