Waktu Posting : 12-06-2014 23:55 | Dibaca : 2633x
15-07-2016 04:25
Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara. 2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus. 3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak. 4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. 5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut. 6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka. 7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.
10-06-2014 18:37
Banyak yang mengeluhkan kondisi gigi yang terus tak bersih meskipun sudah menyikat gigi, seperti tumpukan karang gigi yang ada pada bagian-bagian spesifik dari gigi. Hal semacam ini dikarenakan oleh kekeliruan dalam menyikat gigi, serta tidak cuma itu saja yang bisa berlangsung jika Anda salah dalam menyikat gigi bisa berlangsung juga rusaknya gigi serta gusi. Tersebut kekeliruan yang perlu dihindari dalam menyikat gigi : Menyikat gigi kurang dari 2 kali satu hari Manfaat melindungi kebersihan serta kesehatan gigi dianjurkan supaya menyikat gigi 2 kali satu hari pada saat pagi hari sesudah sarapan serta malam pas sebelum saat tidur, janganlah kurang serta janganlah ditinggalkan waktu-waktu itu. Menyikat gigi pada saat yang salah Seperti sudah diterangkan di awal tentang saran dalam menyikat gigi, maka saat paling baik dalam menyikatnya ialah pada saat itu. Bila Anda hendak menyikat di luar saat itu tak apa-apa seandainya ke-2 saat itu tak ditinggalkan serta tak terlalu berlebih jumlahnya. Baca juga : Kiat Sehat Menyimpan Makanan dan Minuman di Kulkas Menyikat lewat cara yang salah Ada banyak cara dalam menyikat gigi dengan maksud yang sama yakni untuk meraih kebersihan gigi yang maksimal. Kekeliruan yang kerap dikerjakan dalam menyikat gigi ialah memakai gerakan horizontal yakni gerakan ke kiri serta ke kanan, baiknya menyikat gigi dengan gerakan vertikal yakni gerakan dari gusi ke gigi dengan pojok 45 derajat pada gusi, hingga bisa menjauhi dari penurunan gusi serta sekalian memijat dan membuat lancar aliran darah gusi. Sikatlah juga seluruh sisi gigi yakni sisi kunyah, luar serta dalam yang berdekatan dengan lidah dan langit-langit. Tempo yang terlampau sebentar Sempatkah Anda mencermati berapakah lama saat yang di habiskan dalam menyikat gigi? Kecemasan bakal lama saat dalam menyikat gigi yang terlampau singkat ialah kebersihan yang dicapai tak optimal. Saat yang baik dalam menyikat gigi ialah 2-3 menit. Memakai sikat gigi yang telah lama Sikat gigi baiknya ditukar tiap-tiap 3-4 bln sekali sesuai sama dengan referensi dari American Dental Association (ADA), namun jika bulu sikat gigi sudah rusak atau megar maka baiknya ditukar, lantaran situasi itu tak bakal berikan hasil yang optimal dalam pembersihan gigi. Baca juga : 6 Komplikasi Diabetes yang Paling Banyak Terjadi Memakai sikat gigi yang tak nyaman dalam pemakaian Situasi ini bisa dikarenakan oleh pemakaian sikat gigi dengan ukuran kepala yang kebesaran serta pegangan yang tak nyaman dalam genggaman Anda. Kenyamanan dalam pemakaian ini cukup perlu hingga sikat gigi bisa dipakai dengan cara benar. Menyikat gigi terlampau keras Hal semacam ini bisa mengakibatkan rusaknya di bagian permukaan gigi yakni e-mail gigi, serta tak cuma pada gigi saja namun menyikat terlampau keras dapat juga mengakibatkan kerusakan gusi. Menyikat gigi pada waktu mandi Menyikat gigi pada waktu mandi pagi serta mandi sore ialah satu hal yang sudah jadi rutinitas keseharian dari sebagian besar orang-orang. Rutinitas yang salah ini mengakibatkan sikat gigi pada saat yang benar tak dikerjakan. Kecuali waktu, cara serta jenis sikat gigi yang betul dalam melakukan sikat gigi, sisi yang terutama yang lain ialah memakai pasta gigi yang pas. Manfaatkanlah pasta gigi dengan kandungan beberapa bahan yang bisa mendukung kebersihan serta kesehatan gigi.
08-12-2017 06:53
Tips Merawat Jilbab Agar Awet Serta Tahan Lama - Kerudung atau jilbab saat ini sudah menjadi salah satu outfit bagi muslimah. Dan tentunya sangatlah penting untuk memperhatikan cara merawat kerudung atau jilbab agar koleksi jilbab anda terlihat seperti baru walaupun sudah sering digunakan dan agar daya pakainya lama. Merawat jilbab dengan benar merupakan salah satu investasi berharga. Terlebih lagi bila kamu membeli jilbab atau kerudung tersebut dengan harga yang tidak murah. Nah berikut ini tips merawat kerudung atau jilbab agar tidak gampang pudar warnanya serta tahan lama ya temans. Simak yuk di bawah ini : 1. Menghindari kerudung atau jilbab dicuci dengan menggunakan mesin cuci atau sikat Supaya kerudung atau jilbabmu awet, maka sebisa mungkin hindari untuk mencucinya dengan menggunakan mesin cuci atau sikat. Karena bila kerudung atau jilbab sebenarnya cukup dicuci dengan mencelupkan pada air detergen disertai dengan kucekan lembut. Jangan menggunakan sikat berbulu yang berbulu keras karena akan membuat jilbabmu kasar atau bahkan berpasir. Usahakan untuk tidak memeras jilbab dengan keras. Peraslah dengan lembut serta dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja. Hindari pemakaian mesin cuci pengering. 2. Menggunakan air hangat untuk membersihkan jilbab atau kerudung Bila kerudung atau jilbabmu terkena noda, gunakan air hangat untuk membersihkannya. Karena penggunaan air hangat pada saat mencuci diyakini dapat membuat noda lebih gampang hilang. 3.Ketika mencuci, pisahkan jilbab dengan pakaian Kemungkinan ada pakaian yang luntur pada saat memncuci dapat berpotensi menodai warna jilbab. Dan untuk menghindari jilbab atau kerudungmu dari kelunturan tersebut maka pisahkan jilbab menurut warna. 4.Menjemur jilbab atau kerudung di tempat yang teduh Setelah selesai dicuci, sebaiknya menjemur jilbab atau kerudung pada tempat yang teduh serta tidak terkena sinar matahari secara langsung. Ini bertujuan agar warna jilbab awet atau tidak bladus. 5.Menyimpan kerudung atau jilbab dalam plastik klip atau juga dengan cara menggulungnya Pada umumnya kaum wanita mengoleksi kerudung atau jilbab lebvih dari enam. Untuk iti simpanlah jilbab dalam plastik klip atau dengan menggulungnya sebelum disimpan dalam kotak atau box penyimpanan atau lemari khusus untuk jilbab. Dan untuk jilbab atau kerudung yang berhiaskan batu-batu tau payet sebaiknya lipat dan tumpuklah jilbab kemudian dibatasi dengan kertas tipis di antara jilbab payet tersebut agar tidak tersangkut dengan jilbab yang lainnya. Atau dapat juga dengan cara menggantungnya di lemari dan kelompokkan jilbab menurut warna dan jenisnya agar mudah pada saat mencari. 6.Menyetrika kerudung atau jilbab dengan suhu rendah Sebaiknya setelah selesai dicuci dan kering, usahakan untuk tidak langsung menyetrikanya. Kerudung atau jilbab disetrika pada saat akan dipakai saja. Gunakan setrika dalam suhu yang rendah agar tidak merusak kain, tekstur dan warna jilbab. Menyetrika dengan suhu rendah sangat berguna dalam merawat jilbab model paris seperti paris rainbow yang memiliki tekstur lembut atau bahkan juga pashmina ceruti. Hindari menekan lipatan kerudung saat menyetrika. Itulah beberapa tips dalam merawat kerudung atau jilbab agar awet dan tahan lama. InsyaAllah dengan perawatan yang tepat, kerudung atau jilbab yang kita miliki akan awet dan tetap cantik saat dipakai. Selamat mencoba ya....