Waktu Posting : 15-07-2016 04:25 | Dibaca : 2921x
Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit.
Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo
Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman
Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.
Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono.
Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis.
Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus.
Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.
Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.
Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.
Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.
Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.
Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman
Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.
17-12-2019 16:08
Pastinya pernah mendengar istilah kuretase terutama bagi anda kaum hawa,kata kuret ini berkaitan dengan keguguran. Di mana setelah seorang wanita mengalami kehamilan kemudian keguguran maka ibu ini akan dikerut untuk membersihkan rahim. Agar dapat mengetahui lebih dalam mengenai kuret ini, simak yuk penjelasannya berikut ini. Di dalam bahasa medis kuret yang dikenal dengan nama D&C (dilation and curretage) atau di dalam bahasa Indonesia disebut dengan dilasi dan kuretase. Tindakan kuretase merupakan suatu prosedur operasi dilasi yang dilakukan sesudah wanita mengalami keguguran ketika usia kandungan pada trimester pertama. Kuretase ini mengacu pada pembukaan atau pelebaran leher rahim karena leher rahim tidak dapat trebuka dengan sendirinya setelah mengalami keguguran. Lain halnya ketika proses melahirkan maka tubuh ibu secara otomatis akan merangsang pelebaran leher rahim dan juga dengan bantuan dari dorongan kepala bayi. Tetapi pada saat keguguran tidak mengalami pelebaran leher rahim sehingga perlu adanya tindakan dilasi untuk mebuka leher rahim. Sesudah dilasi tersebut barulah dilakukan tindakan kuretase yang bertujuan untuk membersihkan isi rahim dari jaringan abnormal. Dan ternyata tindakan kuretase tidak hanya dilakukan setelah mengalami keguguran tetapi juga diperlukan pada saat :  Aborsi atau sesudah melahirkan  Tindakan dilasi dan kuretase dibutuhkan untuk membuang jaringan di dalam rahim selama atau setelah terjadinya keguguran atau aborsi. Sedangkan sesudah melahirkan, dilasi serta kuretase perlu dilakukan untuk membuang sisa-sisa dari placenta. Dilakukannya pembersihan ini untuk mencegah infeksi atau pendarahan hebat.  Pengobatan untuk kelainan rahim  Dilasi serta kuretase dapat membantu untuk mendiagnosis dan juga untuk mengobati adanya pertumbuhan kelainan jaringan pada rahim seperti polip, fibroid, endometriosis, ketidakseimbangan hormonal atau[un kanker rahim. Contoh atau sampel dari jaringan rahim tersebut akan diperiksa untuk mengetahui ada atu tidaknya kelainan sel rahim. Tindakan kuretase pada prosedur yang paling awal dilakukan adalah dilasi baru kemudian kuretase. Untuk semua prosedur tersebut pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Langkah-langkah yang dilakukan saat proses kuret biasanya adalah sebagai berikut :  Dilatasi  Yaitu pelebaran yang dilakukan untuk bisa mencapai rahim. Dokter ahli obgyn akan membuka vagina anda dan kemudia melebarkan rahim dengan secara perlahan sehingga dapat mencapai rahim. Setelah leher rahim melebar kemudian diberikan obat agar leher rahim dapat lunak. Dokter juga akan memberikan obat mati rasa agar pasien tidak merasa kesakitan.  Kuretase  Sesudah proses dilasi selesau maka dokter akan mencapai rahim dan melakukan tindakan kuretase yang fungsinya untuk membersihkan rahim. Adakah resiko atau terjadi komplikasi setelah dilakukan kuretase? Kasus terjadinya resiko atau komplikasi setelah kuretase sangat jarang ditemukan namun sekitar 16% wanita yuang pernah menjalani tindakan kuret ini dapat membentuk jaringan parut di dalam rahim atau di sekitar leher rahim. Hal tersebut dikenal sebagai sindrom asherman yang dapat menyebabkan ketidaksuburan serta perubahan siklus menstruasi. Sindrom ini dapat disembuhkan dengan melakukan operasi lagi untuk menghilangkan jaringa parut tersebut. Namun bila mengalami keguguran pada usia kehamilan di atas 20 minggu maka kemungkinan besar dapat terjadi komplikasi lainnya seperti infeksi, pendarahan berat, perforasi dinding rahim. Ini akibat dari rahim yang mengembang lebih besar dan lebih tipis selama kehamilan.  Tentunya setelah penjelasan di atas, tindakan kuret perlu dilakukan pada klinik yang terjamin legalitasnya. Klinik Raden Saleh  adalah salah satunya, klinik legal yang telah tersertifikasi dan memiliki dokter ahli spesialis kandungan (SP.oG) yang akan membantu proses kuret lebih aman dan meminimalisir dampak dari tindakan kuret tersebut. Apalagi saat ini tersedia informasi mengenai prosedur kuret yang beredar di dunia maya tetapi proses kuret yang salah. Seperti menggunakan obat sebagai cara menggugurkan kandungan  tetapi tidak menggunakan dosis yang tepat, justru tindakan yang demikian dapat berdampak buruk. Karena tidak semua ibu hamil dapat menggunakan metode ini apalagi bila :  Alergi terhadap obat tersebut Mengalami kehamilan ektopik Memiliki gangguan perdarahan Memiliki penyakit ginjal, paru-paru, penyakit hati Sedang menggunakan KB Telah minum obat kortikosteroid  Bahaya dari penggunaan obat tersebut tentunya tidak bisa dianggap sebagai seuatu yang sepele. Maka pertimbangkan dan lakukan dengan cara yang aman dan sempurna agar terhindar dari terjadinya komplikasi atau resiko akibat dari obat tersebut. Selain itu juga dapat menimbulkan resiko seperti pendarahan yang hebat sehingga jika tidak segera ditangai oleh dokter kandungan akan dapat menyebabkan pendarahan dan bahkan kematian akibat kehabisan darah. Jangan gunakan obat aborsi atau jamu aborsi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan dan menimbulkan resiko kesehatan lainnya.    Â
23-05-2014 22:36
Dewasa ini permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terkait dengan kesehatan semakin kompleks. Banyak penyakit yang diderita oleh masyarakat mulai dari anak-anak hingga kalangan dewasa sebagai akibat dari adanya pola hidup yang kurang sehat yang dijalaninya. Sebagai manusia modern, seperti yang anda ketahui saat ini bahwa memang kehidupan masyarakat modern memiliki pola yang cenderung kurang sehat. Berbagai perangkat canggih yang serba modern membuat masyarakat modern kian meninggalkan gaya hidup sehat semisal dengan jarangnya melakukan olah raga, lebih memilih untuk mengonsumsi makanan cepat saji dari pada makanan yang diolah dengan proses alami. Dengan hal tersebut, maka pola hidup instanlah sebenarnya yang menjadi pemicu dari banyaknya penyakit yang diderita oleh sebagian besar penduduk kita saat ini. Salah satunya, penyakit yang akrab dengan masyarakat adalah hipertensi. Banyak sekali masyarakat di Indonesia baik anak-anak, remaja, terlebih mereka yang memiliki usia di atas 30 tahun terserang penyakit ini. Karena hal tersebutlah maka pada ulasan di bawah ini akan sangat bermanfaat jika anda baca dengan seksama. Karena saya telah merangkum berbagai informasi penting terkait dengan penyakit hipertensi, gejala yang ditimbulkannya hingga cara mengatasinya, Sebagai berikut. Baca juga : Kiat Hidup Sehat Hipertensi ini merupakan sebuah penyakit yang lebih kita kenal dengan sebutan darah tinggi. Penyakit ini terjadi apabila tekanan darah yang ada di dalam nadi mengalami peningkatan yang signifikan yang mengakibatkan kondisi tubuh berada dalam keadaan kronis. Karena tekanan darah yang meningkat ini maka hal tersebut berimbas pada organ tubuh yang lain seperti jantung. Ketika tekanan darah dalam tubuh naik, maka jantung akan dipaksa untuk bekerja lebih keras dari keadaan normalnya sehingga biasanya orang yang hipertensi akan mudah berdebar. Pada saat seseorang mengalami hipertensi, maka orang tersebut akan mengalami berbagai gejala di antaranya, Seringkali mengalami sakit kepala, pada orang tertentu akan mengalami mimisan atau keluar darah dari hidung, penderita akan kesulitan untuk tidur sehingga berdampak pada tubuh yang akan terasa lelah sepanjang hari, sesak napas akan sering terjadi, bagian tengkuk akan terasa sangat berat, telinga akan berdengung seperti mendengar suara nyamuk, penglihatan akan sedikit terganggu seperti pandangan yang agak kabur, dan terakhir yang paling sering kita kaitkan dengan hipertensi ini adalah penderita akan seringkali mudah merasa marah. Jika hal tersebut terjadi pada anda maupun saudara anda maka yang harus anda lakukan adalah memeriksakan tekanan darah anda ke dokter terkait. Dalam hal ini ada dua jenis tes untuk mengetahui tekanan darah pada diri seseorang, yakni diastolik dan sistolik. Seseorang yang berada dalam keadaan normal adalah mereka yang memiliki tekanan sistolik sebesar 80 mmHg dan juga tekanan diastolik sebesar 120 mmHg. Baca juga : Mari Olahraga Resiko untuk terkena penyakit ini sangat mungkin terjadi bagi mereka yang menerapkan pola hidup yang kurang sehat karena itulah maka jika anda ingin terhindar dari penyakit ini maka anda harus melakukan berbagai hal seperti, memperbanyak mengonsumsi buah dan sayur, menghindari merokok dan meminum minuman alkohol, membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur di pagi dan sore hari untuk melancarkan peredaran darah sehingga dengan peredaran darah yang lancar tersebut maka naiknya tekanan darah dapat terhindari dengan sendirinya, memiliki berat badan yang berlebih memiliki resiko tinggi untuk terkena penyakit hipertensi sehingga jika tak ingin terkena hipertensi ini maka anda harus menjaga berat badan anda agar tetap dalam kondisi ideal. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan tentang hipertensi ini. Semoga beberapa ulasan berikut dapat bermanfaat bagi anda sekalian.
05-07-2014 21:33
Jerawat umumnya “tumbuh subur” waktu umur remaja atau mengalami saat puber. Lalu kenapa jerawat tetap “betah tinggal” waktu umur Anda telah melebihi kepala dua? Pemicu jerawat ialah muka berminyak, bakteri, pergantian hormon yang disebabkan kehamilan serta menstruasi, rutinitas merokok, serta aspek keturunan. Berbagai aspek pemicu munculnya jerawat dewasa ialah stres serta makanan seperti cokelat, gula, serta makanan berlemak. Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Mulut Selama Berpuasa Pada intinya, ada dua tipe jerawat pada orang dewasa. Yakni : 1. Komedo. Komedo terbentuk dibawah permukaan kulit waktu minyak (sebum) bereaksi dengan hawa di beberapa pori-pori muka yang terhalang. Waktu pori-pori terhalang semuanya, timbullah komedo. Komedo dapat diatasi dengan bersihkan muka 2 x satu hari memakai pembersih muka. Gunakan air hangat serta janganlah menggosok muka terlampau keras. Kecuali itu, batasi pemakaian make-up yang terlalu berlebih lantaran dapat menyumbat pori-pori. Apabila hendak berdandan, pastikan tipe make-up bebas minyak, memiliki kandungan tabir matahari (sunblock), dan tak menyebabkan munculnya jerawat ataupun komedo. 2. Jerawat meradang atau jerawat batu. Pada jerawat batu, folikel kulit terhalang amat dalam dibawah permukaan kulit. Jerawat ini memerlukan obat-obatan berbentuk pil antibiotik dan cream muka yang memiliki kandungan retinoids. Jauhi menggaruk, memencet, ataupun memecahkan jerawat batu lantaran cuma bakal memperburuk jerawat serta meninggalkan sisa luka. Baca juga : Waspadai Dehidrasi Ringan Ancam Produktivitas Satu diantara upaya menangani jerawat ialah meminum pil KB yang mampu mengontrol serta menolong memblokir hormon androgen. Hormon inilah yang menyebabkan produksi minyak jadi semakin banyak. Walau begitu, jerawat dapat kembali menghiasi muka waktu Anda berhenti konsumsi pil KB. Oleh karenanya, senantiasa rundingkan pemakaian pil KB pada dokter Anda. Supaya Anda dapat menghindari munculnya jerawat dewasa, jauhi rutinitas menyentuh muka yang bisa menaikkan minyak, merangsang kulit, serta menambah perkembangan bakteri. Lalu, jauhkan rambut berminyak dari kulit muka serta gunakan produk perawatan rambut yang bebas minyak. Kecuali itu, senantiasa perlakukan kulit muka dengan ekstra hati-hati. Umpamanya, gosok muka dengan ujung jari memakai pembersih muka yang tak kasar serta hindari pemakaian lap ataupun spons muka.