Mengapa Minum Antibiotika Harus Dihabiskan?

Additional Image

Waktu Posting : 29-05-2014 03:43 | Dibaca : 2607x

Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh.

Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja.

Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja.

Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel?

Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain.

Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut  

Terlalu Bebas Berantibiotika

Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar.

Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah.

Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya.

Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja.

Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun

Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun.

Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami 

Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar.

Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak.

Bisa Suntikan

Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri.

Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Bubur Kacang Hijau Bagus untuk Kulit

17-03-2016 06:51

Semua wanita pasti menginginkan kulit yang cantik dan sempuma. Namun kenyataannya, sebagian dari mereka memiliki kesulitan untuk mendapatkan kulit cantik  karena beberapa masalah. Sebagian wanita pasti pernah mengalami masalah kulit di antaranya kulit kering. Beberapa dari  mereka tidak peduli atau mungkin tidak memiliki waktu untuk melakukan perawatan khusus.  Tak dapat dipungkiri, perawatan khusus tentu saja dianggap ribet, tidak efektif, dan mahal. Tidak sedikit dari mereka yang menginginkan kulit cantik dengan cara yang instan. Berbeda halnya dengan Ramita Nasution. Artis yang sedang sibuk syuting sinetron Anak Jalanan dan berbisnis EO Party Planer ini memilih cara alami dalam merawat wajahnya.  Baca juga : Cegah Tumor Dengan Pola Makan Sehat   Memiliki tipe wajah yang berminyak Ramita lebih memilih perawatan wajah dari luar. Ia pun menggunakan masker tissue, krim malam dan menggunakan sunblock untuk siang hari. Sedangkan perawatan dari dalam, gadis cantik kelahiran Jakarta, 8 Agustus 1987 ini rajin makan buah-buahan dan sayur-sayuran.  Selain itu Ramita juga makan bubur kacang hijau dan minum jamu agar kulitnya terlihat lebih halus, kenyal dan cerah. Ramita memilih makan bubur kacang hijau karena khasiatnya sangat bagus untuk kulit. Selain bagus untuk kulit, menurut Ramita kacang hijau juga bagus untuk kesehatan tubuhnya. Baca juga : 4 Kiat Mencukur Bulu Kemaluan Dengan Aman   Sementara itu bagi Anda, khususnya kaum hawa, yang punya masalah dengan kulit wajah kusam   dan berjerawat Anda bisa mengatasinya dengan cream pemutih wajah/muka GloWhite dan sabun jerawat GloWhite. Muka kusam memang tidak sedap dipandang dan membuat Anda jadi kurang percaya diri, begitu pula dengan jerawat yang hadir di wajah Anda yang mengurangi kecantikan dan kemulusan wajah Anda. Segera atasi dan basmi dengan cream pemutih wajah dan sabun jerawat GloWhite. Aman dan tanpa efek samping.

Featured Image
Gejala Kolesterol Yang Harus Diwaspadai

02-08-2014 16:34

Silent killer adalah julukan yang diberikan kepada kolesterol tinggi . Karena serangan penyakit ini kerap tapa gejala apapun, tapi dampaknya sangat fatal. Meskipun dalam kasus tertentu bisa ditemukan gejala kolesterol. Kadar kolesterol yang normal adalah 160-200 mg, bila sudah melonjak melebihi 240 mg pertanda kolesterol sudah sangat berbahaya. Penanganan intensif harus segera dilakukan, obat herbal sangat disarankan dikonsumsi. Selain terbukti bermanfaat sekaligus aman tanpa efek samping negatif. Tapi pastikan produk tersebut anda dapatkan pada toko terpercaya yang jual obat herbal kolesterol. Baca juga : Tips Kembali Langsing Usai Lebaran   Apa saja gejala yang kerap dirasakan, sebagai tanda serangan kolesterol?   Tengkuk terasa berat dan pundak terasa pegal. Kondisi ini adalah gejala awal yang disebabkan oleh kekurangan pasokan oksigen. Mudah mengantuk. Kadar trigliserida  normal sekitar 150 mg sampai 200 mg, bila sudah melewatinya bahkan melonjak sampai 700 mg maka rasa kantuk sering menyerang. Kondisi ini akibat pasokan oksigen di otak berkurang. Hal ini terjadi karena penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan penumpukan kolesterol atau lemak. Gampang lelah. Penumpukan plak pada dinding arteri dapat mencetus jantung koroner, atherosclerosis dan sebagainya. Keadaan ini yang memicu tubuh gampang lelah. Sering kesemutan. Kadar  kolesterol berlebihan bisa menjadikan darah menjadi kental, karena kekurangan pasokan oksigen. Kerap sakit kepala. Kolesterol berlebihan bisa mencetus penumpukan plak pada pembuluh darah yang berdampak pada atherosclerosis. Keadaan ini bisa menghambat pasokan darah ke otak dan kepala, sehingga tercipta sakit kepala. Baca juga : Gejala Serangan Penyakit Rematik  

Featured Image
Cara Mudah Dan Aman Mengendalikan Diabetes

03-06-2014 11:26

Orang tidak mati karena diabetes, tetapi meninggal karena komplikasi penyakit. Banyak komplikasi yang berawal dari diabetes. Kematian akibat diabetes, biasanya berupa komplikasi yang berakhir pada penyakit jantung koroner, stroke juga gagal ginjal, serta penyakit lainnya. Diabetes merupakan gerbang masuk penyakit. Sekali menderita diabetes, maka orang itu seumur hidup akan dikekang penyakit itu. Penyakit diabetes itu bukan untuk disembuhkan, tetapi dikendalikan agar kadar gula dalam darah tak terus meningkat. Indikasi lain yang terjadi akibat diabetes adalah kesemutan, pandangan mata kabur, juga luka yang tak kunjung sembuh. Diabetes yang dalam bahasa awam disebut kencing manis itu muncul karena hal yang tak terlalu kita sadari sebelumnya, yakni perubahan gaya hidup dan pola makan. Baca juga : Obat Alami Demam Berdarah   Banyak orang masih menganggap diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang timbul karena faktor keturunan. Faktanya, setiap orang dapat mengidap diabetes, anak muda maupun orang tua. Kini banyak orang tak menyadari dirinya menderita diabetes karena minimnya informasi dan pengetahuan yang diketahui tentang penyakit ini. Atau, ada juga orang yang mengetahui gejalanya, tetapi enggan memeriksakan diri ke dokter. Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe dua atau yang disebabkan faktor keturunan. Namun, faktor keturunan tidak cukup untuk menyebabkan seseorang menderita diabetes karena kemungkinannya hanya 5%. Diabetes tipe dua ini juga kerap terjadi pada mereka yang obesitas atau kegemukan, serta gaya hidup tak sehat. Penumpukan lemak di sekitar pinggang dapat menimbulkan diabetes dan komplikasi penyakit lainnya seperti asam urat, kolesterol, dan diabetes tipe dua. Cobalah lakukan pengukuran pada lingkar pinggang Anda dengan meletakkan pita ukur di atas tulang pinggul. Untuk wanita, lingkar pinggang yang sehat tidak lebih dari 80 cm, dan laki-laki tak lebih dari 90 cm. Baca juga : Cara Sehat Bersepeda Motor   Lingkar pinggang yang melebihi ukuran normal itu karena adanya penumpukan lemak di sekitar pinggang. Dengan kata lain, itu merupakan indikasi gaya hidup tak sehat dan pola makan yang tak teratur. Untuk pola hidup, dapat dikarenakan olah raga yang tak rutin atau perubahan pola aktivitas. Adanya timbunan lemak yang banyak pada bagian pinggang dapat menimbulkan penyakit seperti asam urat, kolesterol tinggi, diabetes tipe dua, bahkan hipertensi (tekanan darah tinggi). Berbagai penyakit itu kemudian dapat menumpuk di sepanjang pembuluh darah dan berisiko timbulnya penyakit jantung koroner (PJK). Untuk menghilangkan lemak atau mengecilkan lingkar pinggang menjadi normal, dapat dilakukan dengan berolah raga atau mengubah pola hidup. Dalam satu pekan, sisihkan lima hari untuk berolah raga. Setiap hari hanya selama 30 menit. Jangan terlena oleh kemakmuran atau fasilitas yang ada. Sebisa mungkin tetap lakukan aktivitas jalan kaki atau menyusuri tangga setiap hari. Kalau kita mau naik atau turun ke lantai tertentu, pilihlah tangga daripada lift. Pilihan itu lebih baik untuk kesehatan. Untuk pola makan, dianjurkan agar mengkonsumsi makanan bergizi. Mengurangi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, mi instan, pasta, atau makanan cepat saji adalah pilihan terbaik selain memperbanyak minum air putih. Tak ada salahnya juga mengkonsumsi suplemen kesehatan berupa jus herbal yang mengandung sari buah atau ekstrak buah naga, mengkudu, sirsak dan manggis seperti halnya Ultra Mangosteen, Ultra Noni, dan DragonNoni. Jadi, mulailah hidup sehat untuk menekan risiko terkena diabetes!

...