Waktu Posting : 11-03-2016 21:37 | Dibaca : 2204x
22-07-2016 21:48
Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit. Baca juga : Tips Memilih Aksesoris untuk Kebaya agar Kamu Makin Cantik Ada beberapa faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kita konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan hewan (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), dan daging merah (sapi, kambing, kerbau). Selain makanan, kita juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah jika mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) dan minuman beralkohol secara berlebihan. Risiko terkena penyakit asam urat juga tinggi bagi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan jenis tertentu, misalnya niacin, aspirin, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), sislosporin, diuretik, dan obat-obatan kemoterapi. Sedangkan jika dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat berisiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, dan sindrom metabolisme. Terlepas dari keempat faktor pemicu di atas, penyakit asam urat juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan alias penyakit genetik. Ini artinya mereka yang memiliki anggota keluarga berpenyakit asam urat berisiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari risiko ini adalah 20 persen. Baca juga : Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat Lebih sedikitnya jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat dibandingkan laki-laki kemungkinan terkait dengan kondisi menopause. Setelah perempuan mengalami menopause, kadar asam urat dapat meningkat dan mulai merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga sebagian orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, namun tidak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendinya. Selain itu, di antara sebagian orang yang memiliki kadar asam urat yang sama pun, tingkat kerentanan mereka akan berbeda-beda. Mengenai hal tersebut, hingga kini belum ada penjelasan yang pasti.
13-09-2014 04:15
Biasanya wanita yang telah melahirkan bahkan juga hingga saat menyusui benar-benar berikan pergantian pada seputar payudara. Payudara bakal menjalani pengenduran serta tak kencang lagi. Tetapi bukanlah menjadi satu masalah jika payudara anda kendur pasca melahirkan bayi serta menyusuinya. Sudah banyak upaya yang di pakai untuk mengencangkan payudara mulai dengan langkah moderen hingga jalan alami. Tak usah kuatir memperhatikan payudara anda yang mulai mengendur, karena di bawah ini ada berbagai upaya untuk mengencangkan payudara pasca melahirkan serta menyusui yang bisa anda kenali : 1. Dengan Lakukan Olahraga Perawatan payudara dengan olahraga dapat dengan cara gerakan senam yang merangsang perbaikan payudara serta otot-otot pektoralis minor serta mayor yang berperan semacam penggantung payudara serta memperlancar aliran darah jadi otot-otot itu bakal mengencang serta terangkat. Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Mudah 2. Dengan Memakai Buah Pepaya Muda Enzim yang ada pada Pepaya Muda nyatanya bisa dipakai untuk tingkatkan perkembangan payudara. Sedang hormon ingincang payudara serta vitamin A dalam enzim pepaya, bisa merangsang pengeluaran hormon wanita, merangsang indung telur supaya keluarkan hormon kewanitaan (prolaktin, estrogen, serta progesterone), memperlancar kelenjar susu serta dapat mengencangkan payudara. Cara perawatan Payudara dengan memakai Pepaya ialah : Langkahnya Potong pepaya muda, serta ambillah kurang lebih satu mangkuk. Buat jus dengan kombinasi susu kedelai (Kandungan phyto-estrogen pada kedelai amat baik untuk payudara). Sesudah halus imbuhkan sedikit perasan jeruk nipis serta satu sendok makan madu. Minum kombinasi juice itu dengan cara dua hari sekali. 3. Dengan Memakai Masker Payudara Usaha mengencangkan payudara pula dapat dikerjakan dengan memakai masker yang terbuat berbahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Tepung ini bermanfaat untuk menghaluskan kulit, mengencangkan payudara, serta memperindah bentuk payudara, dan memperlambat penuaan awal. Di bawah ini bagian lakukan masker payudara : Baca juga : Cara Membakar Lemak untuk Turunkan Berat Badan Berbaringlah dengan posisi telentang Bersihkan payudara memakai handuk yang telah di rendam air hangat sebelumnya Gosokkan dengan lembut pada kulit lalu keringkan Saat sebelum dimasker, berikan terlebih dulu minyak bulus dibarengi pijatan perlahan-lahan sepanjang 10 hingga 15 menit Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan Tutup puting susu dengan kapas yang telah dibasahi Berikan rata masker tepung beras yang telah digabung air mawar dengan kuas. Biarlah sepanjang 10-15 menit atau hingga jadi kering. Basuh payudara dengan air hangat sampai bersih, lalu dengan es kompreslah. Dengan kapas yang sudah di basahi oleh penyegar berilah tepukan lembut pada payudara tersebut. Untuk memperoleh hasil yang optimal, kerjakan masker payudara satu minggu sekali, berturut-turut, sepanjang 10 minggu. Nah, walau pasca melahirkan serta menyusui anda tak usah takut dengan payudara anda bakal mengendor karena langkah atau upaya tersebut di atas bakal menolong permasalahan yang anda hadapi. Jadi payudara kendor pasca melahirkan bukanlah permasalahan lagi kan? asal anda ingin berupaya serta teratur memakainya jadi akhirnya bakal memuaskan.
09-07-2014 09:20
Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan merupakan keharusan untuk mereka golongan muslimin. Pergantian pola makan serta pola tidur selama sebulan bakal menyebabkan beberapa pertanyaan sekitar kesehatan, apakah berpuasa baik untuk kesehatan? Untuk menjawab pertanyaan itu, pada mulanya kita mesti tahu bagaimana pergantian fisiologis didalam badan dalam keadaan berpuasa. Pergantian yang berlangsung didalam badan seorang bergantung dari berapakah lamanya ia berpuasa. Dengan cara teori, badan masuk keadaan puasa sekitar 8 jam sesudah makan paling akhir kali atau saat badan usai mengolah makanan. Pada keadaan normal, cadangan glukosa yang ada didalam badan bakal dipakai semacam sumber konsumsi daya. Selama berpuasa, kandungan glukosa inilah sumber utama daya. Sesudah cadangan glukosa habis, sumber selanjutnya yang bisa dipakai semacam pasokan daya ialah lemak. Glukosa sendiri pula dihasilkan dalam jumlah sedikit lewat mekanisme didalam hati. Puasa Dalam Periode Saat Tertentu Cuma berpuasa dalam periode waktu yang amat lama-lah yang mengakibatkan cadangan daya di ambil dari pemecahan protein yang ada di beberapa sel, pula dari otot. Pada titik inilah puasa bukan hanya merupakan satu aktivitas yang sehat lagi serta seorang telah meraih keadaan ‘kelaparan’. Pemecahan protein yang ada didalam otot bisa mengakibatkan seorang jadi amat lemas. Baca juga : Makanan untuk Ciptakan Sperma Sehat Puasa dalam bulan Ramadhan ini berjalan dari subuh hingga terbenamnya matahari yang berjalan sekitar 12-13 jam (Indonesia). Rentang saat ini tetap bisa ditolerir seandainya cadangan daya kita yang datang dari glukosa serta lemak ada dalam jumlah cukup. Sesudah berbuka s/d saat sahur, pastinya cadangan daya atau cadangan glukosa badan bisa kembali dipenuhi hingga mencegah pemecahan protein otot untuk pemenuhan daya. Pemakaian lemak semacam satu diantara sumber daya pastinya mempunyai berbagai efek, salah satunya ialah bisa turunkan berat tubuh, melindungi protein dalam otot, serta dalam periode panjang bisa turunkan kandungan kolesterol. Penurunan berat tubuh sendiri bakal bisa menolong mengontrol penyakit diabetes melitus serta kurangi penambahan desakan darah. Pergantian komposisi badan, penurunan massa lemak, serta terkontrolnya desakan darah, diabetes, serta kolesterol bakal turunkan resiko penyakit kardiovaskuler (jantung serta pembuluh darah). Baca juga : Kiat Makan Gorengan yang Sehat Dengan berpuasa, proses detoksifikasi badan juga bisa berjalan baik dengan jalan keluarkan beragam toksin didalam badan dengan pembakaran lemak yang menumpuk. Sesudah berbagai hari berpuasa, kandungan hormon endorfin didalam badan meningkat yang bisa berbuntut pada penambahan rasa tenang, bahagia, serta kewaspadaan yang cukup baik. Dengan berpuasa, produksi asam lambung juga bakal alami penurunan hingga baik untuk pasien gastritis atau peradangan lambung. Keseimbangan konsumsi makanan serta minuman amat dibutuhkan didalam berpuasa. Organ badan yang mengatur keseimbangan cairan badan serta elektrolit seperti natrium, kalium, serta kalsium, ialah ginjal. Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa berlangsung disebabkan kurangnya konsumsi cairan serta keringat yang terlalu berlebih disebabkan hawa panas. Konsumsi cairan yang cukup ditunjang sumber mineral serta elektrolit yang seimbang bakal melindungi manfaat ginjal kita. Kecuali itu, konsumsi karbohidrat, lemak, serta protein seimbang bakal mencegah pemecahan protein di otot serta melindungi konsumsi daya selama hari. Jadi, apakah puasa baik untuk kesehatan? Pastinya jika dikerjakan dalam kurun waktu yang benar (dari subuh sampai tenggelam matahari) serta ditunjang dengan konsumsi makanan seimbang serta tak terlalu berlebih, maka berpuasa mempunyai beragam faedah untuk kesehatan.