Waktu Posting : 19-06-2014 21:50 | Dibaca : 2428x
19-05-2014 04:03
Setiap orang membutuhkan udara untuk bernafas. Saluran pernafasan yang sehat dan lancar dibutuhkan untuk bisa menikmati udara tersebut. Ketika saluran pernafasan tidak sehat, maka pernafasan yang menentukan bisa hidup dan tidaknya kita karena udara yang dihirup tersebut tidak bisa kita hirup dengan lancar. Gangguan pernafasan ini biasa disebut dengan asma atau sesak nafas. Asma merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan sebagai bentuk penyakit dengan peradangan yang sifatnya kronis. Udara yang akan masuk ke paru-paru akan terganggu jalannya seiring meningkatnya sensitifitas pada saluran pernafasan yang meradang dan menyempit tersebut. Asma juga dikenal sebagai penyakit yang datangnya tiba-tiba atau sering kambuh di waktu tertentu. Ketika kambuh, asma akan membuat kita bernafas dengan terengah-engah dan dirasakan sangat engap, terutama saat akan mengambil udara. Biasanya asma kambuh ketika kondisi fisik terlalu lelah. Untuk mengembalikan asma ke keadaannya yang normal kembali, butuh waktu yang tidak sebentar. Jika sadar memiliki asma, maka segeralah tangani. Membiarkan asma berlarut-larut, tidak ditangani dengan tepat bisa menjadi penyebab hal yang lebih parah sebagai lanjutan dari asma terjadi, asmatikus. Asmatikus merupakan penyakit yang terjadi karena asma yang berkelanjutan dengan serangan yang terus-menerus. Gejala yang terjadi biasanya dirasakan dengan nafas yang engap, dada sesak, tubuh lemah, kulit biru, gelisah, dan disertai dengan detak jantung yang lebih cepat dibandingkan biasanya. Hal ini terjadi karena oksigen yang seharusnya bisa dihirup masuk ke dalam tubuh mengalami kesulitan masuk. Penyebab asma sebagian besar disebabkan oleh alergi dan keturunan, selebihnya disebabkan kebiasaan tertentu yang dapat memicu asma tersebut terjadi. Untuk alergi biasanya karena debu dan udara, ada juga yang diakibatkan hewan tertentu. Sedangkan untuk yang karena kebiasaan, asma bisa disebabkan karena konsumsi makanan, rokok, stress, olahraga berlebihan, polusi udara, dan ketergantungan terhadap suatu obat juga bisa menjadi penyebab asma. Baca juga : Asam Urat Tak Kenal Umur Ketika seseorang yang memiliki asma penyakitnya kambuh, deru nafasnya juga ada yang disertai dengan suara. Asma kambuh paling parah biasa terjadi ketika malam hari mengingat udara yang dingin akan membuat saluran pernafasan semakin menyempit. Penderita asma tentu akan merasa tersiksa ketika bernafas begitu sulit dirasakan. Penanganan ketika asma kambuh, bagi mereka yang awalnya sudah mendapatkan penanganan dokter biasanya akan diberi alat bantu pernafasan. Namun, jika alat tersebut ketinggalan atau sudah tidak berfungsi, ini akan menjadi keadaan yang darurat penderitanya. Jadi, harus disediakan alternatif lain yang bisa menjadi solusi ketika asma kambuh. Obat herbal merupakan solusi yang tepat bagi penyakit-penyakit darurat seperti asma. Obat herbal bukan lagi obat yang berasal dari tanaman yang harus kita racik dulu baru jadi obat. Kini, teknologi dan kebutuhan medis akan obat herbal sudah bekerja sama dalam melakukan penelitian hingga pengolahan obat herbal. Obat herbal sudah terjual praktis dalam berbagai bentuk yang bisa dikonsumsi dan dapat digunakan dalam keadaan darurat. Bukan hanya itu, selain tanpa harus menjadi pedamping dari obat atau alat penanganan dari dokter, obat herbal telah mampu menyembuhkan secara menyeluruh. Baca juga : Jus Kulit Buah Manggis Untuk Menyembuhkan Kolesterol Beberapa herbal yang bisa digunakan sebagai penanganan bagi asma berasal dari kulit manggis, buah naga, daun sirsak, mengkudu, hingga madu. Obat herbal ini biasa dijual dalam bentuk obat seperti kapsul, ada juga dalam bentuk minuman atau jus, hingga yang berbentuk ekstrak atau bubuk seperti teh yang tinggal diseduh. Bahan-bahan obat herbal tersebut mampu menangani asma karena mengandung antioksidan yang mampu memperbaiki setiap sel dalam tubuh termasuk mencegah peradangan dan infeksi pada tenggorokan. Mengkonsumsi obat herbal akan membuat saluran pernafasan lancar kembali. Kita akan kembali menghirup udara dengan lega. Rutin mengkonsumsinya akan membuat asma kita secara perlahan sembuh. Sebagai bentuk pencegahan, bahkan bukan hanya untuk asma saja tapi untuk berbagai macam penyakit. Konsumsi obat herbal sangat dianjurkan sebagai suplemen keseharian. Obat herbal mampu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit. Untuk asma sendiri, konsumsi obat herbal harus disertai dengan perubahan kebiasaan. Mulai dari tidak terlalu lelah beraktivitas hingga istirahat yang cukup dan tidak terlalu malam.
15-10-2018 04:02
Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik. Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita : 1. Kanker serviks Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks. 2. Kanker paru-paru Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis. 3. Kanker payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%. 4. Kanker usus besar Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani. 5. Kanker ovarium Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.
21-06-2018 01:36
Pada abad 21 ini orang lebih suka makan di luar karena lebih praktis da nada banyak pilihan menu yang menarik. Indonesia sendiri sedang trend dengan bisnis kuliner yang kekinian. Misalnya saja martabak aneka topping, atau kue cubit yang memiliki banyak rasa.Semakin banyak makanan yang baru juga tidak menutup kemungkinan banyaknya racun atau kolesterol dan gula yang tinggi. Untuk itu banyak muncul penyakit dikarenakan makanan yang disantap. Apalagi terkadang penjual memakai bahan yang dilarang untuk kesehatan, sehingga membahayakan kesehatan dari pembeli. Untuk mengobati penyakit yang sudah terlanjur ada, maka penderita bisa memakai obat herbal yang memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat biasa. Obat herbal sendiri adalah obat yang dibuat dari 100% tumbuh-tumbuhan dari alam. Obat herbal tidak memakai bahan tambahan lain seperti hewan atau zat kimia. Ada dua jenis obat herbal, yaitu tradisional dan non-tradisional. Tradisional adalah jenis obat yang sudah sering dipakai sebagai obat herbal dan sudah terkenal seperti jamu. Sementara non-tradisional adalah jenis obat yang sebelumnya belum pernah diketahui manfaatnya, akan tetapi memiliki khasiat yang cukup bagus bagi tubuh. Nah, ada beberapa tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obat herbal. Berikut ini daftarnya: · Belimbing Siapa yang tidak tahu buah yang sangat segar dimakan ini. Ternyata buah yang memiliki nama latin Averhhoa Carambola ini memiliki cukup banyak khasiat. Misalnya saja untuk mengatasi kolesterol yang tinggi. Hal ini karena belimbing tinggi akan gizi yang bisa menjaga ketahanan tubuh. · Lidah buaya Lidah buaya atau yang biasa disebut sebagai aloe vera kini cukup populer semenjak produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan memakainya sebagai bahan utama untuk mencerahkan dan menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Caranya tinggal dijadikan minuman, namun harus berhati-hati karena lidah buaya mengandung getah yang cukup gatal. Itu tadi artikel mengenai beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.