Waktu Posting : 09-07-2014 08:11 | Dibaca : 3208x
07-10-2021 06:47
Dalam hal menjaga kesehatan para lansia tidak jarang menjadi hal yang kerap terlupakan. Salah satu penyebabnya, banyak lansia lebih memilih untuk mengutamakan kesehatan fisik dibandingkan dengan kesehatan jiwa. Padahal, kesehatan jiwa yang baik dapat mendukung terjaganya kesehatan fisik juga. Nah, untuk mengatasinya berikut cara menjaga kesehatan mental lansia. Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja 1. Batasi Informasi Cara pertama menjaga kesehatan mental lansia yaitu dengan batasi informasi mengenai virus Corona. Informasi mengenai hal ini memang penting untuk diketahui. Namun, WHO menyarankan agar membatasi untuk menonton, membaca, dan mendengarkan berita yang malah membuat lansia jadi cemas dan gelisah. Karenanya, utamakan untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang sudah terpercaya, termasuk juga Halodoc. Karena dalam situs Halodoc, selain menyediakan fitur konsultasi dan buat janji dengan dokter, Halodoc juga menyediakan informasi yang valid terkait dengan kesehatan. 2. Berbagi Cerita Positif Cara selanjutnya yaitu berbagi cerita positif. Bila kamu aktif di sebuah komunitas, cobalah untuk memberi informasi dan cerita positif terkait virus Corona. Jika kamu mengenal orang yang terkena COVID-19 lalu dia bisa pulih dan kembali bersama keluarganya, kamu bisa bagikan kisah tersebut di komunitas. Bisa juga dengan memberikan informasi dari pemberitaan tentang para mantan pasien di negara lain yang sudah sembuh dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini penting dilakukan agar tidak membuat cemas dan paradigma bahwa orang yang terkena virus ini sudah pasti akan mati. 3. Apresiasi Tenaga Medis Mungkin salah satu keluarga atau orang terdekat kamu termasuk petugas medis yang sedang menangani virus Corona ini. Atau, kamu sendiri yang termasuk bagian di antara mereka? Nah, cobalah untuk mengapresiasi diri sendiri bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk menangani pandemi ini. Maka jagalah diri kamu dengan cukup istirahat selama bekerja atau antara shift, makan makanan yang sehat, dan kelola stres dengan baik ya. Lalu bagi kamu yang memiliki keluarga, kerabat, atau teman tenaga medis, berikanlah apresiasi dengan pesan-pesan penyemangat atau tetap berhubungan secara berkala melalui media sosial. Hal ini akan membuat mentalnya semakin kuat menghadapi wabah Corona dan tentunya membantu agar virus ini segera berlalu. 4. Dukungan Emosional Seperti yang diketahui, virus Corona sangat rentan menyerang para orang tua lanjut usia terutama yang sedang mengidap penyakit. Oleh karena itu, isolasi pun dilakukan untuk mencegah mereka terkena virus tersebut. Namun, hal ini tentu saja akan berdampak bagi kesehatan mentalnya. Misalnya bagi lansia yang sedang mengalami penurunan kognitif atau demensia akan membuat mereka lebih cemas, marah, stres, dan gelisah. Bukan hanya itu, dukungan praktis dan emosional dari keluarga terdekatnya, tentu akan sangat membantu untuk menenangkannya. Untuk itu cobalah berbagi fakta sederhana tentang apa yang terjadi dan memberikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.                     5. Menjaga Kesehatan Lansia Cara terakhir yaitu dengan menjaga kesehatan lansia. Agar kesehatan lansia tetap bugar, kamu bisa mengajak mereka untuk mempelajari latihan fisik yang sederhana selama #dirumahaja. Selain itu, kamu bisa mengajak mereka untuk melakukan kegiatan menyenangkan bersama dengan bercerita, melukis, menanam dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa membuat mereka lebih produktif. Demikian cara menjaga kesehatan mental bagi lansia saat di #RumahAja. Semoga dapat membantu.
09-07-2014 07:48
Paparan cahaya matahari pagi, pada kisaran jam 7 hingga jam 9, memanglah baik untuk kulit kita lantaran banyak memiliki kandungan vitamin D. Tetapi, saat matahari sudah meraih puncak teriknya, paparan cahaya matahari yang terlalu berlebih malah bisa membawa efek yang merugikan pada kulit kita. Â Baca juga :Â Mari Mengenal Fungsi Keringat Bagi Badan Cahaya matahari memiliki kandungan sinar ultar violet (UV) yang bisa menyebabkan terjadinya kanker kulit. Oleh karena itu, terpapar cahaya matahari terlalu berlebih bakal amat membahayakan diri kita. Kebanyakan masalah kanker kulit berlangsung dikarenakan oleh paparan sinar UV yang terlalu berlebih. Basal Cell Carcinoma (BCC) ialah satu diantara tipe kanker kulit yang paling kerap berlangsung. Lalu, apapun ciri kanker kulit BCC? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Basal Cell Carcinoma (BCC) ialah tipe kanker kulit yang berlangsung pada sel basal. Sel basal terdapat dibawah susunan kulit terluar yang paling kerap terpapar sinar UV. Ciri kanker kulit BCC umumnya tampak di wajah, telinga, serta kulit kepala. Ciri ini bisa berbentuk tonjolan berupa mutiara atau seperti lilin, atau dapat pula trelihat seperti sisa luka yang rata dengan kulit berwarna-warni atau coklat. Â Baca juga :Â Yuk Kenali 5 Penyakit Kulit Ciri Kanker Kulit Kanker kulit BCC tak tumbuh dengan cepat, serta tidak sering menyebar ke sisi lain dari badan. Walau sekian, kanker kulit BCC ini bisa mengakibatkan kerusakan dengan cara lokal. Untuk hindari kanker kulit BCC, upayakanlah selalu untuk kenakan tabir surya bila hendak keluar pada siang hari, juga dalam keadaan berawan sekalipun. Anda pula dapat memakai penutup kepala untuk menghindari kulit kepala dari paparan cahaya matahari segera. Semoga tulisan ini memperbanyak pengetahuan Anda perihal ciri kanker kulit ya! And please, stay healthy!
28-08-2014 18:38
Hilangnya nafsu makan atau mungkin nafsu makan yang mengalami penurunan, umumnya adalah suatu tanda-tanda dari permasalahan lain yang lebih mendasar seperti penyakit, keadaan psikologis spesifik, gaya hidup, maupun lantaran aspek umur. Beberapa hal yang dapat jadi pemicu turunnya nafsu makan seorang. Sebut saja saat tengah mengonsumsi obat/dalam penyembuhan, keadaan emosional seperti depresi atau mungkin kekhawatiran berlebihan, sampai merokok atau mungkin konsumsi alkohol. Tanyakan dengan dokter Anda untuk mendiagnosa pemicu paling utama hilangnya nafsu makan Anda, lantaran mungkin keadaan itu dikarenakan oleh penyakit lain yang lebih serius.  Baca juga : Panduan Utama untuk Hidup Sehat  Menaikkan Nafsu serta Selera Makan Suguhlah makanan yang lebih atraktif serta lebih beraroma dari umumnya. Hal semacam ini bisa menaikkan selera makan Anda hingga bisa melakukan perbaikan nafsu makan yang mengalami penurunan. Makanan yang “sedap†di mata serta di hidung pasti bakal menggugah selera siapapun. Mintalah anggota keluarga untuk menghidangkan makanan kesukaan Anda. Coba jauhi minum sebelum saat atapun waktu tengah makan, lantaran minum bisa menyebabkan Anda terasa kenyang lebih cepat. Nafsu makan pun bisa distimulasi lewat bumbu atau mungkin herbal seperti daun jahe, gingseng (tak baik untuk pasien tekanan darah tinggi), daun pepaya, dandelion, jeruk atau mungkin lemon, daun peppermint, temulawak, sampai daun alfalfa. Makanlah multivitamin untuk menukar nutrisi yang hilang sewaktu nafsu makan Anda tengah turun. Konsumsi vitamin B pula baik untuk merangsang nafsu makan Anda. Begitupun dengan konsumsi zinc serta copper (tembaga) yang bisa menolong ‘mempertajam’ indera perasa Anda. Baiknya memakai multivitamin sesudah berkonsultasi ataupun memperoleh izin dari dokter anda. Olahraga, meskipun ringan, bisa menambah nafsu makan dengan cara efisien. Berenang, jalan santai, yoga sampai bersepeda, bisa menyebabkan rasa lapar tanpa ada membakar kalori terlalu berlebih. Berolahraga bakal menolong penyerapan nutrisi dari makanan serta memancing rasa lapar Anda, hingga bakal menambah nafsu makan Anda dengan cara pasti. Baca juga : Cara Mengatasi Gatal Di Selangkangan Panduan berguna yang lain : Minum susu tiga kali satu hari untuk memperoleh kalori serta nutrisi yang diperlukan tubuh. Perbanyak makan roti gandum, biskuit, sereal bergizi, serta makanan ringan sehat yang lain. Petimbangkan untuk mengonsumsi selai kacang, yogurt, puding, pisang, sampai alpukat, yang keseluruhannya amat bergizi serta bagus untuk metabolisme. Minuman probiotik pun amat baik untuk menaikkan kuantitas bakteri baik pada system metabolisme Anda. Bila nafsu makan Anda yang tidak baik terkait dengan situasi emosional seperti depresi serta kekhawatiran berlebihan, tanyakan permasalahan itu dengan tenaga medis profesional untuk memperoleh referensi serta perlakuan yang tepat. Berupaya keras menambah nafsu makan kemungkinan bakal tidak berhasil bila dikerjakan dalam situasi emosional yang tak sehat.