Waktu Posting : 02-06-2014 16:51 | Dibaca : 2453x
06-07-2024 17:04
Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi dari wanita. Fungsi utamanya sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahimnya. Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu: Berat badan berlebih atau obesitas Berusia 50 tahun ke atas Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun Menderita diabetes Riwayat kanker rahim di keluarga Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul Menderita tumor ovarium atau sindromovarium polikistik Konsumsi obat hormone estrogen tanpa progesteron atau obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tetapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tetapi tidak memiliki faktor risiko di atas. Tanda-Tanda Kanker Rahim Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim, yaitu: 1. Perdarahan abnormal Tanda awal ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause. di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks. 2. Keputihan berbau Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim. 3. Nyeri saat berhubungan seksual Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. 4. Nyeri panggul Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang termasuk tanda kanker rahim biasanya disertai dengan rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau dan hilang-timbul. 5. Nyeri saat buang air kecil Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih. Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi tanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, hingga nyeri kaki. Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear untuk memastikannya. Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum. https://pafipccibinong.org/
28-04-2014 21:50
Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS - Respon internasional terhadap penyakit HIV/AIDS ini cukup besar yang dibuktikan dengan program penurunan penyakit seksual ini dalam bentuk program kesehatan WHO yaitu MDG’S 2015 (Millenium Development Government’s 2015). Program ini secara langsung ditujukan untuk mengurangi kesakitan serta kematian akibat penyakit HIV/AIDS. Selain itu, juga diberikan pengarahan terhadap orang – orang disekitar penderita untuk tidak menjauhi serta mengucilkan penderita penyakit HIV/AIDS karena penyakit ini tidak mampu menular hanya dengan sentuhan fisik biasa. Pengarahan yang dilakukan ini tentunya menjadi poin penting para petugas kesehatan untuk mampu memberitahukan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit HIV/AIDS, cara penularan penyakit HIV/AIDS, pencegahan penyakit HIV/AIDS serta melakukan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS ini mungkin dapat anda lihat dalam ulasan berikut ini, yaitu : Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak Apa itu penyakit HIV/AIDS? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat. HIV merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit seksual satu ini. Sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh kalangan ODHA( orang dengan HIV/AIDS) ini dinamakan dengan AIDS ( Acquired Immune deficiency Syndrome). Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa HIV merupakan jenis virusnya sedangkan penyakit seksual ini dinamakan dengan AIDS. Mungkin kedua pengertian ini banyak disalah artikan oleh masyarakat sehingga dengan artikel ini anda dapat memahami dengan mudah mengenai kedua kata ini yang sebenarnya memiliki definisi yang berbeda. Apa penyebab penyakit seksual ini? Penyakit seksual yang mematikan serta tidak dapat disembuhkan ini disebabkan oleh beberapa perilaku yang tidak sehat. Diantara beberapa perilaku yang tidak sehat ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini : 1. Melakukan hubungan seksual yang berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom. 2. Melakukan hubungan seksual yang menyimpang melalui oral maupun anus. 3. Melakukan injeksi jarum suntik secara bergantian. Hal ini sebenarnya banyak dialami para ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) yang melakukan konsumsi narkoba suntik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati – hati terhadap penggunaan jarum suntik dengan memastikan terlebih dahulu sterilitas jarum suntik. Bagaimana cara penularan penyakit ini? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit menular seksual yang memiliki masa inkubasi paling lama. Masa inkubasi dalam rentang yang lama ini dikaitkan dengan sistem kerja virus yang memang menyerang sel CD4 yang berperan penting dalam ketahanan atau kekebalam tubuh individu, sehingga apabila virus ini sudah masuk dalam tubuh anda maka anda akan mudah terserang beberapa bibit penyakit lainnya. Untuk itu, anda perlu melakukan pencegahan penularan virus ini. Sebelum melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara penularan virus ini. HIV bisa menular melalui : Baca juga : Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman a. Cairan seksual Dalam berhubungan intim sebaiknya anda tidak melakukannya dengan banyak orang karena kesehatan organ reproduksi seseorang itu tidak bisa dipastikan secara langsung. Jika anda melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pengaman maka secara langsung cairan seksual tersebut menular pada anda. b. Injeksi narkoba suntikan Cairan suntikan yang digunakan secara bergantian ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS dikarenakan HIV bisa menular melalui darah sehingga ketika anda melakukan injeksi secara langsung dan bergantian maka tentunya anda akan berisiko untuk tertular penyakit satu ini. c. Melalui cairan darah Cairan darah ODHA merupakan perantara yang pasti menyebabkan terjadi penyakit HIV/AIDS. Untuk itu, anda yang sedang ingin melakukan transfuse darah perlu berhati – hati dalam menggunakan darah orang lain tersebut. Bagaimanakah cara pencegahan penyakit HIV/AIDS? Untuk mencegah terjadinya angka kesakitan penyakit HIV/AIDS yang meningkat maka anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya yaitu 1. Pastikan anda dan pasangan anda hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja atau tidak berganti – ganti pasangan. 2. Melakukan hubungan seksual yang wajar dengan menghindari seksual melalui oral maupun anus. 3. Melakukan injeksi suntikan yang steril dan tidak berganti – ganti. 4. Mendekatkan diri kepada sang khalik untuk mempertebal iman. 5. Melakukan transfuse darah yang memang sudah di screening dari HIV. Bagaimana cara pengobatan penyakit HIV/AIDS? 1. Dengan melakukan VCT atau tes HIV/AIDS secara dini 2. Melakukan konsumsi ARV untuk mengembalikan efektivitas trombosit anda 3. Melakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom 4. Tidak melakukan injeksi suntikan secara bergantian dengan orang lain 5. Melakukan pengobatan serta konsultasi tentang penyakit HIV/AIDS yang teratur dengan petugas kesehatan
20-06-2022 09:44
Pijat merupakan salah satu cara untuk menghilangkan capek dan pegal serta nyeri pada tubuh. Jenis pijat sendiri ada bermacam-macam. Yang paling banyak digemari masyarakat adalah pijat urut dan pijat refleksi. Pijat refleksi merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Perbedaan yang paling dasar terletak pada metode yang digunakan. Pijat refleksi hanya mengutamakan titik-titik tertentu pada tubuh yaitu tangan, kaki dan telinga. Titik-titik tersebut diyakini berhubungan langsung dengan saraf-saraf organ tubuh. Ketika titik-titik tersebut dipijat, tentunya akan berpengaruh pada organ-organ tubuh. Pijat refleksi tidak bisa dilakukan sembarang orang, hanya terapis yang memiliki pengalaman dan sertifikasi tertentu yang boleh melakukannya. Pijat ini bisa saja menimbulkan kesalahan yang fatal jika dilakukan sembarang orang. Masyarakat menyukai pijat refleksi karena dianggap sebagai metode pengobatan penyakit tertentu dengan aman, tanpa harus mengkonsumsi obat-obat yang mayoritas mengandung bahan-bahan kimia. Pijat refleksi ini dilakukan dengan cara sederhana. Hanya menggunakan jari-jari tangan, dan jika diperlukan bisa memakai alat bantu pijat lainnya untuk menekan titik-titik syaraf pada tangan dan kaki. Banyak sekali manfaat yang didapat dengan melakukan pijat refleksi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, diantaranya: 1. Mengurangi Sakit Kepala Pijat refleksi dapat membantu meringankan rasa sakit kepala yang disebabkan oleh rasa cemas dan juga stres tanpa harus meminum obat-obatan. Terapi pijat refleksi untuk meredakan nyeri biasanya terlihat setelah 3 bulan rutin melakukannya. Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat 23 persen pasien tidak lagi mengalami sakit kepala dan 11 persen lagi tidak mengkonsumsi obat-obatan ketika rutin melakukan pijat refleksi. 2. Membantu Melancarkan Peredaran Darah Telapak kaki memiliki saraf yang langsung berhubungan dengan jantung dan juga pembuluh darah. Ketika dilakukan pemijatan di titik-titik tersebut secara otomatis akan berpengaruh pula pada fungsi jantung dan pembuluh darah. Pijat refleksi juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung. Pijat ini juga dipercaya dapat membuka simpul-simpul saraf sehingga mampu melancarkan peredaran darah. 3. Metode Recovery Pasien Stroke Stroke merupakan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak. Kekurangan ini bisa disebabkan oleh penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Akibatnya sel-sel otak akan mati karena kekurangan nutrisi dan oksigen yang terkandung di dalam darah. Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi fungsi tubuh yang dikendalikan oleh otak. Umumnya pasien stroke tidak bisa untuk menggerakkan anggota gerak tubuh, baik secara sebagian maupun secara total. Penanganan bagi pasien stroke biasanya dengan melakukan terapi fisik. Pijat refleksi dapat digunakan sebagai pendamping terapi pengobatan medis. Tekanan yang diberikan saat melakukan pemijatan pada tangan ataupun kaki dapat memberikan dampak positif serta mampu mendorong peningkatan kemampuan gerak pasien stroke. 4. Membantu Meringankan Sembelit Sembelit atau disebut juga dengan konstipasi, merupakan kondisi sulit buang air besar dalam waktu yang cukup lama. Sembelit bisa terjadi karena gaya hidup yang kurang sehat terutama pola makan sehari-hari ataupun karena stres yang berlebihan. Sembelit wajar terjadi dan bisa sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, sembelit tidak boleh dibiarkan dan diabaikan. Karena sembelit yang telah melampaui kewajaran dapat diindikasikan sebagai salah satu tanda penyakit yang serius. Pengobatan sembelit dapat dilakukan secara alami, baik itu dengan mengganti pola makan yang lebih sehat dan juga terapi. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah pijat refleksi. Pijat refleksi dipercaya dapat mengurangi rasa stres, sehingga menimbulkan perasaan yang lebih nyaman dan menenangkan. Dan hal tersebut tentunya sangat berguna bagi penderita sembelit. 5. Metode Pendamping Kemoterapi bagi Penderita Kanker Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Kemoterapi dapat menimbulkan efek yang luar biasa kepada penderita, seperti nyeri, mual bahkan muntah. Pijat refleksi digunakan sebagai metode terapi pendamping bagi penderita kanker untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh kemoterapi. Manfaat lain yang didapat dari pijat refleksi bagi penderita kanker adalah dapat membantu meningkatkan nafsu makan, mencegah gangguan pencernaan, mencegah kelelahan serta menjaga suasana hati. Pengobatan kanker yang didampingi dengan pijat refleksi ini juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. 6. Mengurangi Lelah dan Rasa Gelisah Aktivitas sehari-hari yang padat mampu membuat orang merasa jenuh. Tekanan dan tuntutan pekerjaan lama kelamaan dapat menyebabkan orang mengalami stres. Jika sudah demikian, pasti rasa gelisah dan cemas akan selalu menghantui kehidupan seseorang. Dampak lain yang dirasakan tentunya penurunan produktivitas dalam pekerjaan. Kondisi seperti itu tentunya membutuhkan relaksasi, yang mampu membuat seseorang merasa nyaman dan tenang kembali. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan pijat refleksi. Pijat refleksi yang dilakukan pada tangan dan kaki, dapat membantu mengurangi rasa cemas, gelisah dan lelah, serta meningkatkan kualitas tidur. Telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, bahwa pijat refleksi cukup efektif untuk mengurangi gangguan psikologis yang dialami beberapa orang. Pijat refleksi juga telah dibuktikan mampu mengurangi rasa lelah yang dialami oleh ibu hamil selama kehamilan berlangsung. Itulah manfaat dari pjat refleksi, dan bagi Anda yang membutuhkan pijat panggilan Jakarta Selatan kunjungi situs https://www.jasamassagelah.com/. Anda akan mendapatkan info pijat panggilan Jakarta yang dapat membantu Anda memperoleh jasa pijat terapis handal.