Waktu Posting : 21-06-2018 01:09 | Dibaca : 1604x
Semakin canggih teknologi maka akan semakin memeprmudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Komunikasipun akan sangat mudah dapat dengan memanfaatkan vitur video call yang tersedia di hp. Saat malas melanda maka dapat menggunakan aplikasi ojek online yang menyediakan layanan antar makanan dengan mudah.
Namun, semakin canggih teknologi ternyata memiliki dampak pada kesehatan.. Apa saja dampaknya pada masalah kesehatan? Berikut ulasannya..
1. Menyebabkan kecelakaan lalu lintas
Banyak pengendara yang melalaikan keselamatan akibat asik bermain ponsel pintar saat sedang berkendara. Padahal seharusnya saat ingin menggunakan ponsel, pengendara menepi dan bukan menggunakannya saat menyetir. Hal ini lah yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena kurangnya konsentrasi saat berkendara.
2. Meningkatkan depresi
Terus menerus bermain ponsel, mengecek media sosial dan mengirim pesan singkat selama 24 jam maka akan meningkatkan risiko cemas dan depresi.
3. Sakit leher
Saat mengalami sakit leher maka bisa jadi penyebabnya yaitu karena terlalu sering melihat ponsel. Kebiasaan menunduk saat melihat ponsel dapat memberikan beban pada tulang leher sehingga meningkatkan risiko cedera tulang dan membuat leher menjadi sakit.
4. Kualitas tidur terganggu
Kurangi kebiasaan bermain ponsel karena sinar biru yang dikeluarkan ponsel pintar dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lelah pada siang hari. Mata juga akan mengalami mata lelah dan nyeri kepala.
5. Menurunkan tingkat kesuburan
Jika Anda mendambakan keturunan sebaiknya jangan memangku laptop pada paha saat bekerja karena dapat menurunkan tingkat kesuburan. Radiasi dan panas yang dikeluarkan laptop dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada testis dan penurunan kualitas sperma yang dihasilkan.
30-06-2014 13:04
Merokok membunuhmu. Memang benar adanya. Selain berpengaruh langsung pada kesehatan paru-paru, merokok mengakibatkan persoalan pada gigi, diantaranya : Bau mulut. Pergantian warna gigi. Peradangan bukaan kelenjar ludah di langit-langit mulut. Meningkatnya timbunan plak serta tartar pada gigi. Hilangnya tulang dalam rahang meningkat. Resiko leukoplakia meningkat, yakni bercak putih didalam mulut. Resiko penyakit gusi meningkat, yang disebut pemicu utama hilangnya gigi. Sistem pengobatan sesudah pencabutan gigi, perawatan periodontal, atau bedah mulut jadi tambah lama. Prosedur implan gigi mempunyai tingkat kesuksesan yang lebih rendah. Resiko kanker mulut meningkat. Bagaimana Merokok Mengakibatkan Penyakit Gusi? Rokok serta hasil olehan tembakau yang lain bisa mengakibatkan penyakit gusi lantaran memengaruhi lekatan tulang serta jaringan lunak pada gigi Anda. Dengan cara lebih khusus, merokok nampaknya mengganggu manfaat normal dari beberapa sel jaringan gusi. Masalah itu bikin perokok lebih rawan pada infeksi, seperti penyakit periodontal, serta nampaknya pula mengganggu aliran darah ke gusi, yang bisa memengaruhi pengobatan luka. Baca juga : Beberapa Fakta Kegiatan Seks terhadap Kesehatan Apakah Pipa Rokok serta Cerutu Mengakibatkan Persoalan Gigi? Ya bisa. Sama halnya rokok, cerutu serta pipa rokok bisa mengakibatkan persoalan kesehatan mulut. Menurut hasil riset yang diterbitkan dalam Journal of American Dental Association, perokok cerutu alami gigi keropos serta tulang alveolar keropos (yakni keroposnya sisi tulang rahang sebagai jangkar gigi) dengan kecepatan yang setara dengan perokok. Perokok pipa pula mempunyai resiko gigi keropos yang sama juga dengan perokok. Diluar resiko ini, perokok pipa serta cerutu tetap memiliki resiko terkena kanker oral serta faring (tenggorokan), meskipun bila mereka tak hirup rokok serta konsekwensi yang lain seperti bau mulut, gigi bernoda, serta penambahan resiko penyakit periodontal (gusi). Apakah Hasil Olahan Tembakau Yang Tidak Berasap Aman? Sama halnya dengan cerutu serta rokok, hasil olahan tembakau tidak berasap (umpamanya tembakau yang dihirup serta dikunyah) memiliki kandungan sekurang-kurangnya 28 bahan kimia yang sudah dapat dibuktikan menambah resiko kanker mulut dan kanker tenggorokan serta kerongkongan. Juga, mengunyah tembakau memiliki kandungan kandungan nikotin semakin banyak dari rokok, hingga mengakibatkan pemakainya lebih susah untuk berhenti. Demikian pula dengan satu kaleng tembakau yang dihirup, bisa menyajikan semakin banyak nikotin kian lebih 60 rokok. Tembakau tiada asap bisa merangsang jaringan gusi Anda, mengakibatkan gusi berkurang dari gigi Anda. Sesudah jaringan gusi berkurang, akar gigi jadi terbuka, hingga bisa menambah resiko gigi membusuk (tooth decay). Akar gigi yang terbuka pula lebih peka pada iritasi panas serta dingin atau yang lain, hingga bikin makan serta minum jadi tak nyaman. Kecuali itu, bahan gula yang kerap ditambahkan untuk menambah rasa tembakau tiada asap bisa menambah resiko gigi membusuk. Suatu riset yang diterbitkan dalam Journal of American Dental Association memperlihatkan bahwasanya pemakai tembakau kunyah empat kali memungkinkan meningkatkan gigi membusuk dibanding yang tak memakainya. Tembakau tiada asap pula umumnya memiliki kandungan pasir serta kerikil halus, yang bisa bikin gigi Anda aus. Menghilangkan Rutinitas Tembakau Tiada memperhatikan berapakah lama Anda sudah memakai produk tembakau, bila Anda berhenti memakainya saat ini, maka resiko serius untuk kesehatan Anda bakal menyusut. Sebelas tahunan sesudah berhenti merokok, kemungkinan bekas perokok terkena penyakit periodontal (gusi) tak jauh tidak sama dibanding beberapa orang yang tak sempat merokok. Juga, dengan menurunkan frekuensi Anda merokok bisa menolong mengurangi resiko terkena penyakit gusi. Satu riset mendapatkan bahwasanya perokok yang menurunkan rutinitas merokok mereka jadi kurang dari 1/2 bungkus satu hari cuma mempunyai resiko meningkatkan penyakit gusi tiga kali semakin besar dari non perokok. Angka ini memberi arti lebih rendah dibanding resiko orang yang merokok melebihi satu 1/2 pak /hari yakni enam kali lebih tinggi dari non perokok. Riset lain yang dipublikasikan dalam Journal of the Association American Dental mendapatkan bahwasanya penyakit mulut lesi leukoplakia bisa seutuhnya pulih dalam kurun waktu 6 minggu dari 97.5% pasien pemakai olahan tembakau tiada asap berhenti memakai buatan itu. Berbagai statistik dari American Cancer Society tunjukkan berbagai argumen serius lain untuk berhenti merokok. Mereka menyebutkan bahwasanya : Kira-kira 90% dari pasien kanker mulut, bibir, lidah, serta tenggorokan memakai tembakau, serta resiko terkena kanker ini meningkat bersamaan meningkatnya frekuensi merokok atau mengunyah tembakau serta lamanya merokok. Perokok mempunyai kemungkinan enam kali semakin besar dibanding non perokok untuk meningkatkan kanker ini. Seputar 37% dari pasien yang terus merokok sesudah kanker mereka membaik, bakal meningkatkan kanker ke-2 kalinya dari kanker mulut, bibir, lidah, serta tenggorokan. Jumlah ini semakin besar dibanding dengan mereka yang berhenti merokok yakni 6%. Baca juga : Kenali Faktor Risiko Akibat Kolesterol Tinggi Bagaimana Saya Bisa Berhenti Memakai Tembakau? Untuk berhenti memakai tembakau, dokter gigi atau dokter barangkali bisa menolong meredakan ketagihan nikotin Anda dengan obat-obatan, seperti permen karet serta patch nikotin. Sebagian dari buatan ini adalah obat OTC, sedang sebagian yang lain membutuhkan resep dokter. Obat lain (seperti Zyban) membutuhkan resep dokter. Kelas berhenti merokok serta grup pendukung kerap dipakai berbarengan dengan terapi obat. Program ini di tawarkan lewat rumah sakit lokal di masyarakat Anda serta terkadang lewat pemberi kerja atau perusahaan asuransi kesehatan Anda. Tanyakan pada dokter atau dokter gigi untuk info tentang program-program sejenis yang barangkali mereka ketahui. Obat herbal serta pula hipnosis serta akupunktur adalah pengobatan lain yang barangkali bisa menolong Anda menghentikan rutinitas menggunakan tembakau.
04-05-2014 09:52
Jangan Anggap Remeh Flu - Serangan flu seringkali dianggap sepele, apalagi yang tergolong ringan. Padahal ada beberapa jenis flu yang tak bisa dipandang remeh. Bukti menunjukkan jenis flu tertentu mampu merenggut nyawa seseorang, misalnya serangan influenza di Hongkong yang ditularkan melalui hewan beberapa waktu lalu. Makanya jangan anggap remeh dan sepelekan flu, betapapun ringannya penyakit tersebut karena flu bisa berkembang menjadi komplikasi pernapasan, seperti pneumonia. Flu atau influenza disebabkan oleh virus influenza. Ia menyerang sistem pernapasan mulai hidung, tenggorokan hingga paru-paru. Flu berbeda dengan pilek. Influenza seringkali datang tiba-tiba dan memperlihatkan gejala seperti demam, sakit kepala, rasa capek, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pegal-pegal. Sebenarnya flu bisa menyerang setiap orang, namun parah atau tidaknya tergantung pada fit atau tidaknya seseorang. Kebanyakan orang yang influenza akan membaik dalam satu atau dua minggu, tetapi bisa jadi flu itu justru berkembang menjadi penyakit komplikasi pernapasan, misalnya pneumonia. Baca juga : Membangun Pola Hidup Sehat Dengan Mengkonsumsi Sayur Dari jutaan orang di Amerika Serikat, setiap tahunnya sekitar 10% hingga 20% mengalami influenza. Sekira 36.000 orang per tahun di AS meninggal gara-gara influenza dan 114.000 per tahun harus dirawat di rumah sakit. Setiap orang di setiap lapisan umur, meskipun ia sedang sehat, bisa terkena flu dan berkembang menjadi penyakit serius. Seseorang yang berusia 65 tahun ke atas, seseorang yang memiliki penyakit kronik, serta anak kecil lebih rentan terkena komplikasi akibat flu. Pneumonia, bronkhitis, serta infeksi sinus dan tenggorokan merupakan tiga contoh yang sering terjadi. Flu juga dapat membuat masalah kesehatan menjadi lebih buruk. Misalnya seseorang penderita asma bisa mendapat serangan asma saat ia terkena flu. Flu bisa menyebar lewat batuk seorang penderita. Bahkan saat penderita bersin atau saat ia berbicara, virus bisa langsung menyebar. Virus masuk melalui hidung, tenggorokan kemudian ke paru-paru dan berkembang menjadi flu. Influenza pun mungkin menyebar saat orang menyentuh suatu benda yang terpapar virus flu, misalnya pegangan pintu. Saat orang yang sehat menyentuh hidung setelah memegang pegangan pintu yang tercemar virus (tanpa mencuci tangan sebelumnya), maka bisa jadi sang virus masuk ke hidungnya dan menyebar melalui sistem pernapasannya. Baca juga : Penyakit yang di Anggap Ringan, Tapi Mematikan! Seseorang dapat terkena flu sehari sebelum ia merasakan sakit. Orang dewasa dapat merasakannya dalam waktu tiga hingga tujuh hari setelah gejala muncul. Sedangkan anak-anak dapat terkena virus lebih lama dari tujuh hari. Gejalanya dimulai satu hingga empat hari setelah virus masuk ke badan. Beberapa orang yang terinfeksi bisa saja tidak merasakan gejala tersebut. Namun dalam waktu itu, dapat menyebarkan virus pada orang lain. Apa yang mesti dilakukan jika kita sedang flu? Pertama, banyak-banyaklah istirahat, kalau bisa jangan masuk kerja atau sekolah dalam beberapa hari hingga flu hilang. Selain itu Anda dianjurkan untuk minum banyak cairan, tapi hati-hati jangan minum minuman beralkohol dan merokok. Selanjutnya, jangan lupa untuk mengkonsumsi obat flu. Hal yang paling baik dilakukan untuk menghindari atau mencegah flu adalah menjalani vaksinasi influenza yang sekarang ini sudah banyak ditawarkan, namun harganya masih relatif mahal. Anda pun perlu ingat, jangan memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja yang sedang menunjukkan gejala mirip flu dan demam yang tidak biasa. Sebaiknya hubungi dokter sebelum memberikan obat-obatan untuk mereka. Biarkan anak-anak atau remaja yang terkena flu untuk banyak beristirahat, banyak minum serta berikan obat yang tidak mengandung aspirin. Mengkonsumsi jus herbal yang terbuat dari ekstrak buah-buahan berkhasiat seperti buah naga, kulit manggis, mengkudu , daun sirsak dll merupakan langkah bijak untuk mengatasi serangan flu.
27-08-2014 17:57
Bau kaki (bromodosis) bisa dirasakan siapa saja. Walau begitu, bau kaki kerap berlangsung pada remaja serta ibu hamil sebab pergantian hormon, waktu stres, terlampau banyak berdiri, banyak berkeringat (hyperhidrosis), dan meminum obat-obatan spesifik. Kaki tentunya keluarkan keringat lantaran mempunyai banyak kelenjar keringat melebihi dari pada sisi tubuh lain. Pemicu bau kaki ialah kaki menjalani infeksi jamur, alas kaki (sepatu atau mungkin kaus kaki) yang tidak pernah ditukar, serta kaki yang berkeringat. Terlebih waktu kaki aktif bergerak serta berdiri dalam kurun waktu yang lama. Atau mungkin, sepatu telah digunakan kembali walau sebenarnya pada awal mulanya masih tetap basah lantaran keringat.  Baca juga : Penyebab Stroke dan Faktanya yang Harus Anda Ketahui Keringat bikin sepatu lembap hingga menyebabkan bakteri. Waktu keringat bercampur dengan bakteri, nampaklah bau kaki. Walau sepatu telah dilepaskan, bakteri bakal selalu berkembang. Terlebih bila sepatu tak selekasnya dicuci serta dijemur. Nah, untuk menghindar bau kaki, Anda mesti melindungi kaki terus bersih serta kerap bertukar alas kaki. Umpamanya, janganlah pernah menggunakan satu sepatu sepanjang dua hari berturut-turut, upayakan sepatu betul-betul kering sebelum saat digunakan, rajinlah membersihkan serta mengeringkan kaki, ganti kaus kaki, serta kenakan kaus kaki memiliki bahan wol atau mungkin katun serta bukanlah nilon. Bila kaki Anda yang mudah berkeringat, tersebut panduan untuk hindari kaki bau : • Lap sela-sela jari kaki dengan kain katun yang di celupkan ke alkohol, lantas keringkan dengan handuk. • Pakai semprotan deodoran atau mungkin antikeringat pada kaki. • Gunakan kaus kaki spesial berolahraga yang dapat melindungi kaki terus kering. • Gunakan sepatu memiliki bahan kulit atau mungkin kanvas. • Batasi penggunaan sepatu plastik supaya kaki dapat bernafas. • Bertelanjang kaki dirumah.  Baca juga : Atasi Kelelahan Selama Kehamilan Dengan 5 Tips Ini  Namun, bila kaki Anda telah telanjur alami persoalan bau kaki, coba membersihkan kaki dengan sabun antibakteri serta cari info tipe pembersih kaki yang beredar di market untuk Anda pakai. Berhati-hatilah dalam kenakan sabun antibakteri spesial kaki bila kaki pecah-pecah atau mungkin mempunyai persoalan kulit eczema. Apabila bau kaki tak pula hilang sesudah coba beragam perawatan, maka coba berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin saja bakal temukan pemicunya serta menyajikan penyembuhan.