Waktu Posting : 19-06-2014 20:51 | Dibaca : 2517x
21-06-2018 01:36
Pada abad 21 ini orang lebih suka makan di luar karena lebih praktis da nada banyak pilihan menu yang menarik. Indonesia sendiri sedang trend dengan bisnis kuliner yang kekinian. Misalnya saja martabak aneka topping, atau kue cubit yang memiliki banyak rasa.Semakin banyak makanan yang baru juga tidak menutup kemungkinan banyaknya racun atau kolesterol dan gula yang tinggi. Untuk itu banyak muncul penyakit dikarenakan makanan yang disantap. Apalagi terkadang penjual memakai bahan yang dilarang untuk kesehatan, sehingga membahayakan kesehatan dari pembeli. Untuk mengobati penyakit yang sudah terlanjur ada, maka penderita bisa memakai obat herbal yang memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat biasa. Obat herbal sendiri adalah obat yang dibuat dari 100% tumbuh-tumbuhan dari alam. Obat herbal tidak memakai bahan tambahan lain seperti hewan atau zat kimia. Ada dua jenis obat herbal, yaitu tradisional dan non-tradisional. Tradisional adalah jenis obat yang sudah sering dipakai sebagai obat herbal dan sudah terkenal seperti jamu. Sementara non-tradisional adalah jenis obat yang sebelumnya belum pernah diketahui manfaatnya, akan tetapi memiliki khasiat yang cukup bagus bagi tubuh. Nah, ada beberapa tumbuhan yang sering dijadikan sebagai obat herbal. Berikut ini daftarnya: · Belimbing Siapa yang tidak tahu buah yang sangat segar dimakan ini. Ternyata buah yang memiliki nama latin Averhhoa Carambola ini memiliki cukup banyak khasiat. Misalnya saja untuk mengatasi kolesterol yang tinggi. Hal ini karena belimbing tinggi akan gizi yang bisa menjaga ketahanan tubuh. · Lidah buaya Lidah buaya atau yang biasa disebut sebagai aloe vera kini cukup populer semenjak produk kosmetik yang berasal dari Korea Selatan memakainya sebagai bahan utama untuk mencerahkan dan menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Caranya tinggal dijadikan minuman, namun harus berhati-hati karena lidah buaya mengandung getah yang cukup gatal. Itu tadi artikel mengenai beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.
17-06-2014 12:01
Kulit menjadi etalase pertama yang merepresentasikan kecantikan. Namun, kulit seperti apakah yang merepsentasikan kecantikan? Bagaimana pula agar kulit tetap sehat dan dapat merepsentasikan kecantikan? Menurut pakar kecantikan, cantik itu relatif. Bergantung pada sudut pandang masing-masing orang saat mendefinisikan cantik. Namun, cantik menurut kacamata medis, dasar pertamanya adalah kulit sehat. Sebab kulit menjadi gambaran terluar dari kesehatan seseorang. Kulit mengalami regenerasi setiap 28 hari. Regenerasi ini tidak tampak kasat mata seperti halnya pergantian kulit pada ular. Regenerasi kulit terjadi manakala kulit baru menggantikan kulit mati. Kulit mati tampak pada rupanya yang kusam, tebal, dan keriput. Hal ini akan sangat mengganggu penampilan dan menjadikan orang tidak percaya diri. Baca juga : Tubuh Bugar Berkat Posisi Tidur Seimbang Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit seperti faktor usia (degeneratif), gaya hidup, paparan sinar matahari, asap kendaraan bermotor, alkohol, dan rokok. Semakin sering semua faktor tadi menerpa kulit, semakin cepat pula kulit mengalami penuaan yang disebut penuaan dini. Apalagi bila tidak menggunakan penangkal dan kulitnya tidak dirawat, dipastikan kulit akan tampak kusam, tebal, dan keriput. Walaupun secara usia belum waktunya keriput. Terpaan sinar lampu saat shooting menjadi persoalan yang paling sering dihadapi, disamping sulitnya menghindari makanan junkfood sebagai bagian dari gaya hidup anak muda. Padahal, hal itu akan mengganggu kesehatan kulit. Untuk mencegahnya, terapkan pola hidup sehat. Mengkonsumsi banyak sayuran dan menghindari daging, banyak minum air putih, istirahat teratur, dan mengkonsumsi vitamin E. Vitamin E bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Untuk kulit bagian luar (epidermis), vitamin E dapat menjaga kelembaban kulit dari kekeringan. Untuk kulit bagian dalam (dermis), vitamin E dapat menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Dengan demikian orang yang mengkonsumsi vitamin E, kesehatan kulit luar dan dalamnya akan tetap terjaga. Sumber vitamin E terbanyak terdapat dalam biji gandum dan biji bunga matahari. Data ilmiah menunjukkan, biji gandum dan biji bunga matahari mengandung ikatan alfa beta gamma paling banyak. Ketiga kandungan ini sangat bermanfaat untuk proses regenerasi kulit. Selain biji gandum dan biji bunga matahari, buah delima juga sumber vitamin E terbaik. Biji delima yang diekstrak menjadi lotion dapat membantu long life treatment akibat paparan sinar matahari yang terus-menerus. Baca juga : Lensa Kontak, Amankah? Padahal, Indonesia termasuk negara tropis dengan paparan sinar matahari yang terus-menerus sehingga perlu perawatan luar dan dalam. Perawatan kulit bagian dalam dengan mengkonsumsi suplemen vitamin E dan perawatan kulit bagian luar dapat menggunakan body lotion. Namun, meskipun vitamin E masuk kategori suplemen, tetap ada aturan cara mengkonsumsinya. Seperti yang tercantum dalam dosis pemakaian obat. Sifat suplemen yakni tidak boleh berlebihan ataupun kurang. Harus tetap sesuai dengan aturan (dosis) pakai. Sebab kalau melebihi dosis, suplemen itu akan ditolak tubuh dan dibuang percuma. Tetapi bila kurang, tidak akan sampai pada tujuan mengkonsumsi suplemen tersebut. Suplemen tidak akan berbahaya meskipun dikonsumsi secara terus-menerus selama dosisnya sesuai dengan yang dianjurkan. Sebab suplemen tersebut (dalam hal ini vitamin E) memang dipergunakan untuk membantu proses regenerasi kulit. Agar perawatan kulit seperti di atas berhasil, penting kiranya Anda memperbaiki gaya hidup. Caranya, mengelola stres, istirahat cukup, makan dan tidur teratur, minum air putih, tidak mengkonsumsi rokok, alkohol, obat-obatan terlarang, dan menjaga hidup tetap happy.
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.