Waktu Posting : 31-05-2014 17:57 | Dibaca : 2844x
Epilepsi bukanlah suatu penyakit yang baru di dengar di kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi, stigma yang ada adalah jika keluarga atau anak kita terkena epilepsi maka terkesan menjadi aib. Sebenarnya apakah penyakit epilepsi yang sering disertai dengan kejang-kejang hingga berbuih pada mulut ini? Benarkah kita harus menyingkirkan keluarga yang terkena penyakit epilepsi? Di Indonesia sendiri masyarakat mengenal epilepsi dengan nama penyakit ayan. Epilepsi itu sendiri sebenarnya adalah gangguan yang terjadi pada syaraf manusia sehingga membuat reaksi-reaksi tertentu ketika kambuh. Epilepsi tidak terjadi sepanjang waktu. Hanya waktu-waktu tertentu saja. Biasanya disaat seseorang itu tiba-tiba merasa kaget. Beberapa tanda ketika epilepsi kambuh seperti kejang-kejang hingga jatuh bahkan mulut berbuih, pingsan mendadak, melamun, dll.
Baca juga :Tips Merawat Kulit Wajah agar Sehat dan Kencang
Ada banyak dugaan kenapa epilepsi bisa terjadi yang memang menyerang syaraf diantaranya karena kanker otak, tumor otak, pernah terbentur keras di kepala sehingga trauma, adanya bagian syaraf atau otak yang mengalami rusak pada saat dilahirkan karena mungkin tidak lancar. Banyak yang mengatakan jika epilepsi adalah penyakit keturunan tetapi bahkan mereka yang tidak memiliki keturunan epilepsi pun bisa tiba-tiba mengalaminya. Karena itu jika Anda tiba-tiba kejang segera periksakan lebih lanjut apakah itu merupakan gejala epilepsi atau bukan. Berikut kami berikan beberapa hal yang ternyata bisa menyebabkan epilepsi yang diakui dalam dunia medis diantaranya adalah pernah mengalami demam dengan suhu sangat tinggi, adanya histori penyakit pada masa kecil seperti campak, bakteri, gondongan. Keturunan epilepsi garis sedarah, trauma kelahiran pada otak, para wanita dengan resiko tinggi seperti darah tinggi, kehamilan beresiko, dll. Epilepsi bahkan tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja tetapi juga pada anak-anak dan remaja. Apabila buah hati Anda menunjukkan gejala susah konsentrasi dan fokus pada pelajaran atau suatu hal, kejang-kejang bahkan pingsan mendadak segera bawa ke rumah sakit. Disana Anda akan diberikan pil atau obat yang digunakan untuk meminimlisir epilepsi yang sering tiba-tiba kambuh. Jika Anda sudah diberikan obat maka minumlah secara disiplin. Kelalaian bahkan menyebabkan fungsi obat tidak bekerja dengan baik dan menjadikan epilepsi susah dikendalikan. Ketika epilepsi kambuh maka Anda tetaplah tenang karena kepanikan akan menambah keruh suasana. Sebagai informasi, penyakit epilepsi ternyata sudah bisa di terapi. Dan jika Anda ingin kesembuhan atau pencegahan lebih baik lagi Anda bisa konsumsi ramuan herbal alami. Ramuan herbal bisa dikombinasikan dengan pil anti epilepsi dari dokter. Anda bisa mengkonsultasikannya untuk jeda waktu pemakaian.
Baca juga : Jaga Kesehatan Mulut untuk Redam Penyakit
Untuk ramuan herbal bagi penyakit epilepsi Anda bisa menggunakan daun peganggan. Daun peganggan terkenal manjur untuk mengobati dan mengendalikan epilepsi dengan baik. Daun peganggan memiliki senyawa yang bernama bacoside A yang bisa membuat penderita epilepsi merasa tenang serta membuat pembuluh darah yang kaku dan tegang menjadi relax. Bagaimana cara mengolahnya? Siapkan segenggam peganggan lalu cuci hingga benar-benar bersih. Siapkan gula aren dan campurkan daun peganggan yang sudah dicuci bersih tadi. Setelah itu haluskan atau blender hingga benar-benar halus. Setelah itu jus daun peganggan Anda campur dengan segelas air hangat. Satu sendok makan untuk segelas air hangat lalu minum hanya airnya saja tidak dengan ampasnya. Gunakan ramuan ini setiap hari sebanyak 1x dan jangan diminum oleh Anda yang sedang menyususi atau hamil. Adapun Anda yang memiliki riwayat diabetes harap konsultasi terlebih dulu dengan dokter sehingga tidak salah minum. Daun ini dipercaya bisa meningkatkan gula dalam darah. Efek samping konsumsi daun peganggan adalah infertilitas dan jika terkena kulit akan memberikan sensasi yang panas. Maka berhati-hatilah. Ramuan herbal lainnya untuk penderita epilepsi adalah dengan minum jus anggur merah. Selain anggur, wortel juga sangat baik untuk pasien epilepsi. Jus buah dan sayuran tersebut harus Anda minum setiap hari sebanyak 500 cc sekali minum. Konsumsi sebanyak 3x dalam sehari dan lakukan selama kurang lebih 3-4 bulan untuk hasil yang maksimal. Selain menyegarkan, jus juga sangat sehat. Akan tetapi jangan tambahkan gula atau susu dalam jus Anda.
03-06-2014 12:32
Menyusutnya produksi pigmen rambut sehingga menyebabkan ubanan ialah hal yang lumrah waktu umur masuk akhir 30-an atau 40-an. Menurut akupunturis serta pakar tanaman obat-obatan Putu Oka Sukanta rambut pria mulai ditumbuhi uban pada umur 40-an. Rambut wanita mulai beruban pada umur pertengahan 30 tahum. Dari sisi akupuntur tumbuhnya uban di umur muda menunjukkan kemampuan kerja ginjal serta paru-paru yang kurang berperan dengan cara maksimal. Tumbuhnya uban di kepala mereka adalah hala yang lumrah mengingat fungsi ginjal serta organ badan lain pada pria serta wanita paruh baya telah tak berkembang lagi. Baca juga : Tiga Ramuan Pendongkrak Kekebalan Tubuh Anda Menurut dia aspek eksternal juga mempercepat Tumbuhnya uban di usia muda dipercepat juga oleh faktor eksternal. Aspek eksternal itu ialah pemakaian cat rambut, minyak rambut, polusi, dan beberapa jenis makanan spesifik. Pemakaian minyak serta cat rambut tak cuma tentang rambut namun meresap ke dalam pori-pori kulit kepala. Kesehatan rambut dipenagruhi oleh zat-zat kimia yang terdapat dalam minyak serta cat rambut. Putu Oka tak merekomendasikan untuk mencabuti uban lantaran menurut dia kulit kepala penuh dengan susunan syaraf. Menentukan cat rambut juga mesti jeli lantaran kecocokan kulit kepala tiap-tiap orang dengan cat rambut berlainan. Ia merekomendasikan cara-cara alami untuk menangani uban yang tumbuh sebelum saat waktunya yakni dengan olah napas, meditasi, olah raga serta akupresur. Ia merekomendasikan konsumsi makanan yang bermanfaat menguatkan ginjal yakni wijen, jus wortel serta tomat, jus wortel serta bayam, daun plantago (ki urat), dan daun pegagan untuk pergantian sel. Makanan yang memperkuat paru-paru ialah bermacam buah yang memiliki kandungan vitamin C dan jus lemon. Baca juga : Ramuan Alami Pewangi Tubuh Makanan yang kurang baik untuk ginjal baiknya dihindari. Putu Oka menyebutkan makanan yang berbentuk “dingin” tak baik untuk ginjal. Selada, Santan, Sawi-sawian, lidah buaya, taoge, kacang hijau, dan duku termasuk di dalamnya. Kecuali itu makanan yang memiliki kandungan gula, bahan kimia, bahan pengawet, pewarna, dan bahan kimia yang lain juga mesti dihindari. Daun dan bunga sepatu, minyak wijen,cem-ceman daun mangkokan, kemiri, yang dipakai semacam minyak rambut bisa memperlambat tumbuhnya uban di kepala. Beberapa bahan alami itu di oleskan ke kulit kepala. Pengolesan yang dibarengi pemijatan kulit kepala yang benar bisa membuat lancar daya chi yang ada di kepala. Putu Oka juga merekomendasikan penggunaan sampo yang memiliki kandungan bahan alami serta tak terlampau banyak memiliki kandungan soda. Sampai kini orang berasumsi sampo yang baik ialah sampo yang banyak busanya. Walau sebenarnya banyak busa bermakna banyak memiliki kandungan soda.
20-03-2015 05:52
Penyakit gula seakan menjadi momok menakutkan yang sering dikhawatirkan dengan terlambat. Penyakit ini seringkali hanya diasosiasikan dengan penyakit-penyakit lain seperti hipertensi dan kelebihan kolesterol dan dianggap hanya akan menyerang kita setelah berusia lanjut. Akibatnya, banyak kasus penanganan penyakit ini yang terlambat karena kita menyepelekan penyakit ini di kala usia muda. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak terbatas pada jenis IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Seorang penderita diabete IDDM memang terlahir dalam kondisi harus menerima suplai insulin. Namun, bagi seseorang yang tidak memiliki kelainan seperti itu, faktor pola hidup dapat menjadi penyebab serangan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga diri dari dampak penyakit ini sejak usia dini. Baca juga : Kegunaan Jamsi Obat Diabetes  Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah baik untuk menghindarkan diri kita dari penyakit ini. Pola hidup sehat mencakup rutin berolahraga, cukup beristirahat, menghindarkan diri dari stress, mengatur pola makan yang bergizi, seimbang, serta sehat. Konsumsi gula yang berlebihan terutama untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita penyakit gula juga harus dikontrol sedemikian rupa. Jangan berlebihan namun jangan pula sampai kekurangan. Sayangnya pola hidup sehat yang sebenarnya sederhana ini seringkali tidak diaplikasikan. Kesibukan dan kemalasan memang seringkali menjadi alasan kita tidak bisa menerapkan pola hidup seperti ini. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran mengenai hidup yang sehat dan bahagia perlu ditanamkan dengan baik. Dengan demikian, kita bukan hanya terhindar dari penyakit ini, namun kita juga bisa terhindar dari berbagai penyakit lain yang disebabkan pola hidup yang tidak baik. Baca juga : Cara Mengobati Diabetes yang Dapat Dilakukan Mengenal gejala penyakit ini juga sangat penting kita lakukan. Secara spesifik tiap jenis penyakit gula bisa memberikan tanda yang berbeda-beda. Namun, terdapat beberapa gejala umum yang patut Anda jadikan sebagai peringatan mengenai serangan penyakit ini. Gejala pertama yang patut Anda waspadai adalah mudah lelah padahal hanya melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Gejala selanjutnya adalah berat badan turun, sering merasa haus, sering buang air kecil, warna kulit menjadi lebih gelap terutama di sekitar leher, penglihatan melemah, sering merasa lapar, dan luka lebih sulit untuk sembuh. Bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera cek kadar gula darah Anda ke klinik atau puskesmas. Dengan demikian, bila Anda memang menderita penyakit gula, dokter dapat menangani penyakit Anda sebelum terjadi kejadian fatal.
01-07-2014 09:29
Xerostomia atau yang lebih di kenal dengan mulut kering, bukan merupakan satu jenis penyakit. Xerostomia adalah tanda-tanda dari beragam penyakit atau keadaan kesehatan yang lain. Keadaan ini mengakibatkan produksi air liur jadi menyusut atau malahan tiada sepenuhnya. Air liur berperan untuk membasahi mulut, menolong menelan, serta mencicipi makanan. Air liur pula menolong mencegah pembentukan plak gigi yang dikarenakan oleh makanan. Kecuali itu, air liur pula menolong menetralkan asam mulut yang membahayakan enamel gigi. Xerostomia bisa berlangsung lantaran berbagai hal. Tersebut di bawah ini ialah 5 pemicu paling umum yang kerap menyebabkan xerostomia : 1. Efek Samping Obat Obat-obatan adalah pemicu paling umum terjadinya xerostomia. Beberapa ratus obat bisa mengakibatkan mulut kering. Terhitung salah satunya ialah obat pembasmi rasa sakit, obat-obatan untuk depresi, obat flu, obat kejang otot, serta obat alergi. Orang lansia kerap minum banyak obat-obatan, terhitung obat yang barangkali dapat mengakibatkan mulut kering. Oleh karenanya, banyak dari mereka yang alami keadaan mulut kering. Baca juga : Waspadai Stroke di Usia Muda 2. Komplikasi dari Penyakit serta Infeksi Berbagai penyakit terkait dengan mulut kering. Salah satunya ialah diabetes, anemia, cystic fibrosis, rheumatoid arthritis, desakan darah tinggi, serta infeksi HIV. Xerostomia pula berlangsung pada sindrom Sjogren. Pada keadaan ini, antibodi badan menyerang kelenjar saliva serta kelenjar air mata. Berbagai infeksi virus, seperti penyakit gondok, pula merubah produksi air liur serta mengakibatkan xerostomia. 3. Dehidrasi Tiap-tiap keadaan yang mengakibatkan hilangnya cairan badan pula bisa mengakibatkan xerostomia. Keadaan ini terhitung demam, keringat terlalu berlebih, muntah, diare, kehilangan darah, atau kehilangan air lewat kulit lantaran luka bakar. 4. Terapi Radiasi Xerostomia ialah efek samping yang umum berlangsung lantaran terapi radiasi untuk menyembuhkan kanker di kepala serta leher. 5. Operasi Pengangkatan Kelenjar Ludah Bila berlangsung pembengkakan yang besar pada kelenjar ludah, operasi pengangkatan kelenjar barangkali mesti dikerjakan. Bila kelenjar ludah diangakat, maka sudah pasti produksi air liur bakal berhenti. Mulut kering ialah keadaan yang merubah seputar satu dari empat sampai lima orang dewasa, terlebih wanita. Mulut kering (xerostomia) dikarenakan terlebih lantaran kurangnya air liur untuk melindungi mulut terus basah. Berlangsung penurunan sekresi air liur dari kelenjar ludah, hingga mengakibatkan keadaan ini. Xerostomia biasanya berlangsung pada umur dewasa muda (seputar 20 tahun) serta umur lanjut (60-80 tahun). Tersebut ialah 6 tanda-tanda umum dari xerostomia : 1. Perasaan lengket serta kering di mulut serta lidah 2. Bibir pecah-pecah 3. Kesusahan dalam mengunyah, menelan, rasakan, atau berbicara 4. Mulut luka 5. Bau napas tidak enak 6. Gigi palsu yang jadi jadi tak nyaman Baca juga : Mengenal 8 Jenis Penyakit Peredaran Darah Air liur menolong dalam mengunyah, menelan serta mengolah makanan. Air liur pula membuat perlindungan gigi dari pembusukan dengan jalan membersihkan bekas makanan, gula serta asam yang dihasilkan oleh bakteri. Saat kekurangan air liur, seperti dalam keadaan mulut kering, maka keadaan ini bisa mengakibatkan resiko kesehatan semacam ini: 1. Kurang air liur bakal turunkan pH mulut (mulut semakin asam) hingga menambah resiko rusaknya gigi, penyakit gusi, bau mulut, serta infeksi mulut. 2. Beberapa hal yang bisa diakibatkan oleh adanya mulut kering antara lain susah dalam mengunyah, menelan dan berbicara, gigi palsu jadi longgar, rasa terbakar, penurunan kepekaan akan rasa makanan, sakit mulut dan tenggorokan. Langkah tersebut bisa mencegah keadaan mulut kering atau xerostomia : 1. Tidur dengan mulut terbuka mengakibatkan mulut kering pada pagi hari. Sebisa-bisanya bernapaslah dengan hidung saat tidur. 2. Memakai buatan pencegah mulut kering. Untuk lebih aman, tanyakan dengan dokter tentang buatan yang paling jitu. 3. Melindungi kebersihan mulut. Sikat gigi serta berkumur dengan cara teratur. Pakai juga benang gigi (dental floss). 4. Minum air sekurang-kurangnya 8 gelas /hari. 5. Jauhi konsumsi kafein serta alkohol