Waktu Posting : 07-10-2021 06:47 | Dibaca : 635x
Dalam hal menjaga kesehatan para lansia tidak jarang menjadi hal yang kerap terlupakan. Salah satu penyebabnya, banyak lansia lebih memilih untuk mengutamakan kesehatan fisik dibandingkan dengan kesehatan jiwa. Padahal, kesehatan jiwa yang baik dapat mendukung terjaganya kesehatan fisik juga. Nah, untuk mengatasinya berikut cara menjaga kesehatan mental lansia.
Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja
1. Batasi Informasi
Cara pertama menjaga kesehatan mental lansia yaitu dengan batasi informasi mengenai virus Corona. Informasi mengenai hal ini memang penting untuk diketahui. Namun, WHO menyarankan agar membatasi untuk menonton, membaca, dan mendengarkan berita yang malah membuat lansia jadi cemas dan gelisah.
Karenanya, utamakan untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang sudah terpercaya, termasuk juga Halodoc. Karena dalam situs Halodoc, selain menyediakan fitur konsultasi dan buat janji dengan dokter, Halodoc juga menyediakan informasi yang valid terkait dengan kesehatan.
2. Berbagi Cerita Positif
Cara selanjutnya yaitu berbagi cerita positif. Bila kamu aktif di sebuah komunitas, cobalah untuk memberi informasi dan cerita positif terkait virus Corona. Jika kamu mengenal orang yang terkena COVID-19 lalu dia bisa pulih dan kembali bersama keluarganya, kamu bisa bagikan kisah tersebut di komunitas.
Bisa juga dengan memberikan informasi dari pemberitaan tentang para mantan pasien di negara lain yang sudah sembuh dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini penting dilakukan agar tidak membuat cemas dan paradigma bahwa orang yang terkena virus ini sudah pasti akan mati.
3. Apresiasi Tenaga Medis
Mungkin salah satu keluarga atau orang terdekat kamu termasuk petugas medis yang sedang menangani virus Corona ini. Atau, kamu sendiri yang termasuk bagian di antara mereka? Nah, cobalah untuk mengapresiasi diri sendiri bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk menangani pandemi ini. Maka jagalah diri kamu dengan cukup istirahat selama bekerja atau antara shift, makan makanan yang sehat, dan kelola stres dengan baik ya.
Lalu bagi kamu yang memiliki keluarga, kerabat, atau teman tenaga medis, berikanlah apresiasi dengan pesan-pesan penyemangat atau tetap berhubungan secara berkala melalui media sosial. Hal ini akan membuat mentalnya semakin kuat menghadapi wabah Corona dan tentunya membantu agar virus ini segera berlalu.
4. Dukungan Emosional
Seperti yang diketahui, virus Corona sangat rentan menyerang para orang tua lanjut usia terutama yang sedang mengidap penyakit.
Oleh karena itu, isolasi pun dilakukan untuk mencegah mereka terkena virus tersebut. Namun, hal ini tentu saja akan berdampak bagi kesehatan mentalnya. Misalnya bagi lansia yang sedang mengalami penurunan kognitif atau demensia akan membuat mereka lebih cemas, marah, stres, dan gelisah.
Bukan hanya itu, dukungan praktis dan emosional dari keluarga terdekatnya, tentu akan sangat membantu untuk menenangkannya. Untuk itu cobalah berbagi fakta sederhana tentang apa yang terjadi dan memberikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.                    Â
5. Menjaga Kesehatan Lansia
Cara terakhir yaitu dengan menjaga kesehatan lansia. Agar kesehatan lansia tetap bugar, kamu bisa mengajak mereka untuk mempelajari latihan fisik yang sederhana selama #dirumahaja.
Selain itu, kamu bisa mengajak mereka untuk melakukan kegiatan menyenangkan bersama dengan bercerita, melukis, menanam dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa membuat mereka lebih produktif.
Demikian cara menjaga kesehatan mental bagi lansia saat di #RumahAja. Semoga dapat membantu.
23-05-2014 13:10
Kehidupan sebagai manusia modern setiap harinya kian kompleks. Berbagai perangkat teknologi yang menjejali setiap lini kehidupan telah menjadi salah satu ciri utama kehidupan masyarakat modern tersebut. Lihatlah saat ini berbagai macam perangkat teknologi, layaknya komputer telah hampir menguasai setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Nah dengan semakin disibukkannya kita dengan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan teknologi yang kian menyenangkan tersebut. Tak jarang akhirnya berbagai macam penyakit muncul dalam diri kita tanpa kita sadari sebelumnya. Dan lebih parahnya lagi hal tersebut terjadi secara mendadak dan telah berada dalam tahapan yang mengkhawatirkan. Di sini perlu untuk anda garis bawahi bahwa tidak semua jenis penyakit dapat menimbulkan gejala awal yang diketahui sehingga sering konsultasi ke dokter merupakan upaya nyata yang harus dilakukan. Konsultasi ke dokter untuk menanyakan tentang kondisi diri kita secara teratur merupakan upaya yang baik untuk kita lakukan. Di antaranya saya merangkum berbagai macam manfaat yang dapat kita peroleh dengan melakukan konsultasi ke dokter. Sebagai berikut. 1. Mencegah terkena penyakit yang berbahaya. Biasanya penyakit tertentu yang berbahaya akan dapat terdeteksi dengan adanya bantuan dari tenaga medis saja. Atau dalam kata lain penderita sering tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami sebuah penyakit yang berbahaya. Jadi dengan demikian ketika orang tersebut sering melakukan konsultasi secara bertahap ke dokter. Maka ia akan senantiasa terhindar dari resiko penyakit berbahaya karena jika terdapat gejala yang mengarah pada penyakit tersebut dapat mendapatkan penanganan yang tepat.  Baca juga :  Obat Herbal Tidur 2. Mendapatkan informasi tentang gaya hidup sehat terbaru. Anda bisa mengonsultasikan tentang gaya hidup seperti apa yang sesuai dengan diri anda. Kebutuhan akan gaya hidup ini di tiap-tiap orang berbeda sebagai akibat dari aktivitas harian yang berbeda. Karenanya jika anda berkonsultasi ke dokter maka anda akan dapat mengetahui pola hidup yang lebih baik untuk anda terapkan. 3. Manusia memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Nah hal ini dapat diketahui dengan berkonsultasi ke dokter. Anda dapat mengetahui makanan-makanan yang akan sangat baik bagi kesehatan anda maupun makanan-makanan yang sebaiknya anda hindari karena akan berdampak buruk jika ada konsumsi. 4. Meminta saran tentang jenis olahraga yang dapat anda lakukan. Ketika anda berkonsultasi ke dokter maka tidak ada salahnya jika anda menanyakan tentang pola olahraga seperti apa yang sekiranya layak untuk anda terapkan. Dalam hal ini dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan anda dan aktivitas yang anda jalani. Dengan hal ini olahraga yang anda lakukan dapat berjalan efektif dan memiliki manfaat yang maksimal bagi anda.  Baca juga : Pentingnya Konsultasi Dokter Anak  5. Berbagai masalah-masalah dan keluhan yang anda alami akan segera dapat teratasi dan diketahui penyebabnya jika anda mengonsultasikannya ke dokter. Dan upaya ini jauh lebih baik untuk anda lakukan karena bisa saja ketika anda meremehkan sebuah gejala. Bisa timbul sebuah penyakit di luar yang anda bayangkan selama ini. 6. Bagi para wanita biasanya identik dengan masalah kecantikan dan tubuh yang ideal. Maka dalam hal ini sebaiknya ketika ingin melakukan diet harus berdasarkan saran dari dokter. Dengan berkonsultasi kepada dokter tentang kebutuhan akan gizi yang diperlukan oleh tubuh anda selama menjalani masa diet. Maka diet yang ada lakukan pun akan terkontrol dan terprogram dengan jelas. Sehingga akan aman untuk anda lakukan. Demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan kepada anda tentang berbagai manfaat yang akan anda peroleh ketika membiasakan diri untuk berkonsultasi ke dokter secara teratur. Dan akhirnya semoga beberapa ulasan yang saya sajikan di atas dapat bermanfaat untuk anda sekalian.
13-06-2014 22:53
Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.
25-04-2014 03:15
Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke - Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, kondisi bergiat, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah. Vonis bahwa seseorang hipertensi tidak dihasilkan oleh keputusan selewat sambil lalu. Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat. Sikap seperti itu tidaklah bijak. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu. Baca juga : Obat Hipertensi dari Jus Buah-buahan Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas. Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul. Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal. Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok. Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan. Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Bisa jadi, malah bisa anjlok akibatnya. Kejadian anjloknya tensi darah akibat kelewat cepat atau mungkin kelewat tinggi pemberian dosis obat darah tinggi, bukan peristiwa yang jarang. Acap oleh ulah pasien sendiri yang memutuskan minum obat begitu merasa tekanan darah yang diukurnya sendiri di rumah meningkat, bisa-bisa fatal akibatnya. Baca juga : Tak Semua Obat Medis Cocok Untuk Hipertensi Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah.