Waktu Posting : 10-09-2014 17:34 | Dibaca : 2446x
09-07-2014 09:20
Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan merupakan keharusan untuk mereka golongan muslimin. Pergantian pola makan serta pola tidur selama sebulan bakal menyebabkan beberapa pertanyaan sekitar kesehatan, apakah berpuasa baik untuk kesehatan? Untuk menjawab pertanyaan itu, pada mulanya kita mesti tahu bagaimana pergantian fisiologis didalam badan dalam keadaan berpuasa. Pergantian yang berlangsung didalam badan seorang bergantung dari berapakah lamanya ia berpuasa. Dengan cara teori, badan masuk keadaan puasa sekitar 8 jam sesudah makan paling akhir kali atau saat badan usai mengolah makanan. Pada keadaan normal, cadangan glukosa yang ada didalam badan bakal dipakai semacam sumber konsumsi daya. Selama berpuasa, kandungan glukosa inilah sumber utama daya. Sesudah cadangan glukosa habis, sumber selanjutnya yang bisa dipakai semacam pasokan daya ialah lemak. Glukosa sendiri pula dihasilkan dalam jumlah sedikit lewat mekanisme didalam hati. Puasa Dalam Periode Saat Tertentu Cuma berpuasa dalam periode waktu yang amat lama-lah yang mengakibatkan cadangan daya di ambil dari pemecahan protein yang ada di beberapa sel, pula dari otot. Pada titik inilah puasa bukan hanya merupakan satu aktivitas yang sehat lagi serta seorang telah meraih keadaan ‘kelaparan’. Pemecahan protein yang ada didalam otot bisa mengakibatkan seorang jadi amat lemas. Baca juga : Makanan untuk Ciptakan Sperma Sehat Puasa dalam bulan Ramadhan ini berjalan dari subuh hingga terbenamnya matahari yang berjalan sekitar 12-13 jam (Indonesia). Rentang saat ini tetap bisa ditolerir seandainya cadangan daya kita yang datang dari glukosa serta lemak ada dalam jumlah cukup. Sesudah berbuka s/d saat sahur, pastinya cadangan daya atau cadangan glukosa badan bisa kembali dipenuhi hingga mencegah pemecahan protein otot untuk pemenuhan daya. Pemakaian lemak semacam satu diantara sumber daya pastinya mempunyai berbagai efek, salah satunya ialah bisa turunkan berat tubuh, melindungi protein dalam otot, serta dalam periode panjang bisa turunkan kandungan kolesterol. Penurunan berat tubuh sendiri bakal bisa menolong mengontrol penyakit diabetes melitus serta kurangi penambahan desakan darah. Pergantian komposisi badan, penurunan massa lemak, serta terkontrolnya desakan darah, diabetes, serta kolesterol bakal turunkan resiko penyakit kardiovaskuler (jantung serta pembuluh darah). Baca juga : Kiat Makan Gorengan yang Sehat Dengan berpuasa, proses detoksifikasi badan juga bisa berjalan baik dengan jalan keluarkan beragam toksin didalam badan dengan pembakaran lemak yang menumpuk. Sesudah berbagai hari berpuasa, kandungan hormon endorfin didalam badan meningkat yang bisa berbuntut pada penambahan rasa tenang, bahagia, serta kewaspadaan yang cukup baik. Dengan berpuasa, produksi asam lambung juga bakal alami penurunan hingga baik untuk pasien gastritis atau peradangan lambung. Keseimbangan konsumsi makanan serta minuman amat dibutuhkan didalam berpuasa. Organ badan yang mengatur keseimbangan cairan badan serta elektrolit seperti natrium, kalium, serta kalsium, ialah ginjal. Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa berlangsung disebabkan kurangnya konsumsi cairan serta keringat yang terlalu berlebih disebabkan hawa panas. Konsumsi cairan yang cukup ditunjang sumber mineral serta elektrolit yang seimbang bakal melindungi manfaat ginjal kita. Kecuali itu, konsumsi karbohidrat, lemak, serta protein seimbang bakal mencegah pemecahan protein di otot serta melindungi konsumsi daya selama hari. Jadi, apakah puasa baik untuk kesehatan? Pastinya jika dikerjakan dalam kurun waktu yang benar (dari subuh sampai tenggelam matahari) serta ditunjang dengan konsumsi makanan seimbang serta tak terlalu berlebih, maka berpuasa mempunyai beragam faedah untuk kesehatan.
21-06-2018 01:09
Semakin canggih teknologi maka akan semakin memeprmudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Komunikasipun akan sangat mudah dapat dengan memanfaatkan vitur video call yang tersedia di hp. Saat malas melanda maka dapat menggunakan aplikasi ojek online yang menyediakan layanan antar makanan dengan mudah. Namun, semakin canggih teknologi ternyata memiliki dampak pada kesehatan.. Apa saja dampaknya pada masalah kesehatan? Berikut ulasannya.. 1. Menyebabkan kecelakaan lalu lintas Banyak pengendara yang melalaikan keselamatan akibat asik bermain ponsel pintar saat sedang berkendara. Padahal seharusnya saat ingin menggunakan ponsel, pengendara menepi dan bukan menggunakannya saat menyetir. Hal ini lah yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena kurangnya konsentrasi saat berkendara. 2. Meningkatkan depresi Terus menerus bermain ponsel, mengecek media sosial dan mengirim pesan singkat selama 24 jam maka akan meningkatkan risiko cemas dan depresi. 3. Sakit leher Saat mengalami sakit leher maka bisa jadi penyebabnya yaitu karena terlalu sering melihat ponsel. Kebiasaan menunduk saat melihat ponsel dapat memberikan beban pada tulang leher sehingga meningkatkan risiko cedera tulang dan membuat leher menjadi sakit. 4. Kualitas tidur terganggu Kurangi kebiasaan bermain ponsel karena sinar biru yang dikeluarkan ponsel pintar dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lelah pada siang hari. Mata juga akan mengalami mata lelah dan nyeri kepala. 5. Menurunkan tingkat kesuburan Jika Anda mendambakan keturunan sebaiknya jangan memangku laptop pada paha saat bekerja karena dapat menurunkan tingkat kesuburan. Radiasi dan panas yang dikeluarkan laptop dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada testis dan penurunan kualitas sperma yang dihasilkan.
28-06-2014 05:38
Pada prinsipnya, tiada persoalan untuk pasien hipertensi guna berpuasa, sepanjang tensi darahnya teratasi serta pasien meminum obat dengan cara teratur. Waktu ini telah banyak obat yang dapat diminum cukup satu kali dalam satu hari, yang dapat diminum waktu sahur atau berbuka. Terkecuali untuk pasien yang memperoleh dosis tiga kali /hari serta tensi darah tetap dalam step penyesuaian dengan dosis. Di samping itu, pasien hipertensi pun mesti tetap mencermati gaya hidup yang sehat sepanjang berpuasa. Kunci utama untuk pasien hipertensi dalam melaksanakan ibadah puasa ialah mengatur tensi darah supaya tetap stabil.  Baca juga : Kenali Penyebab Hipertensi Sekunder Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar tensi atau tekanan darah Anda tetap stabil : Jauhi makanan yang memiliki kandungan banyak garam atau asin, makanan yang diawetkan, makanan kaleng, serta makanan cepat saji. Kurangi makanan yang memiliki kandungan lemak. Mengatur berat tubuh dengan konsumsi protein seperlunya. Banyak makan makanan yang memiliki kandungan kalsium lantaran kalsium dapat turunkan desakan darah. Kalsium terdapat banyak di sayuran serta buah-buahan. Olahraga teratur paling sedikit 30 menit. Olahraga ringan sepanjang bln puasa seperti jalan kaki atau melaksanakan pekerjaan rumah. Jadi, untuk Anda pasien hipertensi Anda dapat tetap menjalani beribadah puasa sepanjang bln ramadhan. Lantaran kecuali menunaikan perintah agama, beragam riset medis menunjukkan puasa pun baik untuk kesehatan. Apa sih Hipertensi itu? Hipertensi ialah satu situasi dimana seorang alami penambahan tekanan darah diatas normal di mana tekanan darah sistolik semakin besar atau sama juga dengan 140 mmHg serta atau desakan diastolic sama atau semakin besar 90 mmHg.  Baca juga : Kiat Membatasi Makanan Tinggi Lemak Bagi Anak Anda Hipertensi tak mempunyai tanda-tanda yang spesial hingga kerapkali susah disadari oleh penderitanya. Karenanya tiap-tiap orang, terlebih yang mempunyai resiko hipertensi serta berumur di atas 30 thn dianjurkan untuk memerikasakan darah dengan cara teratur. Tetapi ada berbagai hal yang bisa menjadi indikator hipertensi, yakni pusing atau sakit kepala, kerap gelisah, muka merah, tengkuk jadi pegal, gampang tersinggung, telinga berdenggung, sulit tidur, sesak napas, gampang capek, mata berkunang-kunang, mimisan, serta pandangan kabur Beragam unsur yang menyebabkan terjadinya hipertensi, dimulai dari pola hidup, umur, kegemukan atau obesitas, kurang kegiatan fisik, kurang berolaraga, terlampau banyak mengkonsumsi garam, merokok, minum alkohol terlalu berlebih, serta stres. Yakinkan Anda mempunyai alat pengukur tensi darah, baik yang berbentuk cuff air raksa (sphygmomanometer) maupun alat digital yang lain. Alat ini penting untuk mengukur penambahan tensi darah diatas normal yang diperlihatkan oleh angka systolic (sisi atas) serta angka bawah (diastolic) pada kontrol tensi darah memakai alat pengukur tensi darah yang baik.