Waktu Posting : 14-06-2014 03:48 | Dibaca : 2460x
19-03-2016 23:55
3 Cara Alami Mengobati Radang Tenggorokan Pada Anak - Si kecil merasakan sakit saat menelan, tak ingin makan serta rewel, barangkali itu sinyal tanda radang tenggorokan pada anak. Kecuali sakit saat menelan, sinyal tanda radang tenggorokan pada anak atau faringitis dapat pula berbentuk tenggorokan merasa kering serta gatal, dibarengi sakit kepala, tubuh merasa capek, serta nyeri otot. Radang tenggorokan adalah gejala yang seringkali menyerang anak-anak dan remaja serta dikarenakan oleh virus. Tetapi kadang-kadang, radang tenggorokan pada anak pun dapat disebabkan oleh bakteri. Lantas, adakah cara alami mengobati radang tenggorokan pada anak? Nah, bila Si Kecil mengalami radang tenggrokan, Anda janganlah cemas terlalu berlebih. Radang tenggorokan pada anak yang dikarenakan oleh virus bisa pulih dengan sendirinya. Sistim kekebalan badan Si Kecil biasanya bisa menangani virus dalam kurun waktu satu minggu. Mengonsumi obat pembasmi rasa sakit, minum banyak air, serta berkumur dengan air garam telah cukup menolong memperingan gejala radang tenggorokan pada anak. Baca juga : 4 Kiat Mencukur Bulu Kemaluan Dengan Aman Bila si kecil telah masuk usia sekolah, Anda bisa mengajarinya berkumur dengan air garam hangat untuk melegakan tenggorokan. Langkahnya, aduk sekitaran ¼ sampai ½ sendok teh garam dengan satu gelas air putih sampai larut, lalu dipakai untuk berkumur. Oh, minum banyak air amat utama supaya si buah hati tak dehidrasi. So, walau si kecil merasakan kesakitan atau kesusahan untuk menelan, pinta dia supaya selalu minum air. Si kecil perlu banyak cairan, terlebih apabila dia pun menderita demam. Minum air hangat seperti teh madu atau air dingin seperti juice apel serta es cream pun di duga bisa meredakan radang tenggorokan pada anak. Tetapi, janganlah menyajikan buah jeruk, air jeruk, atau juice jeruk pada Si Kecil. Meskipun alami, buah jeruk nyatanya bisa merangsang tenggorokan buah hati Anda. Serta kecuali itu, dianjurkan juga supaya si kecil banyak istirahat. Jauhi menyajikan makanan atau minuman yang terlampau anas pada anak Anda. Baca juga : Kenali 4 Penyebab Nyeri Pada Payudara dan Cara Mengatasinya Tetapi, jika si buah hati betul-betul tak merasakan nyaman, Anda dapat memberikannya obat acetaminophen atau ibuprofen. Pastinya dengan dosis yang sesuai untuk anak-anak serta sudah mengonsultasikannya terlebih dulu pada dokter anak. Disarankan untuk tak menyajikan aspirin pada Si Kecil lantaran mungkin mengakibatkan sindrom Reye yang menjadikan otak membengkak. Anda pun dapat menyalakan vaporizer atau humidifier di kamar tidur si kecil untuk melembapkan udara sekeliling serta meredakan radang tenggorokannya. Pastinya, yakinkan apakah filter-nya bersih ataukah tidak. Lantaran filter yang kotor bisa memberi banyak kuman di udara. Seluruh cara diatas pun dapat diaplikasikan pada radang tenggorokan akibat bakteri, namun butuh menambahkan antibiotik sesuai saran dokter. Radang tenggorokan pada anak yang dikarenakan oleh virus memanglah dapat pulih tanpa ada penyembuhan serius, tetapi bila radang sakit tenggorokan tak hilang dalam beberapai hari, berlangsung demam, susah bernapas, leher kaku atau bengkak selekasnya bawa buah hati ke dokter anak atau instalansi gawat darurat paling dekat. Supaya buah hati Anda memperoleh penyembuhan selanjutnya yang cepat serta jitu.
26-07-2014 19:18
Saat ini obesitas/kegemukan menjadi masalah yang cukup serius di kalangan masyarakat. Obesitas/ kegemukan bisa menyerang kaum laki-laki dan kaum perempuan. Penyebab obesitas ini bisa beragam, misalnya seperti faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor psikis. Orang yang memiliki obesitas beresiko mudah terkena penyakit, misalnya saja penyakit diabetes dan masih banyak penyakit lainnya. Oleh sebab itu, banyak orang berlomba-lomba untuk menjaga keseimbangan berat badan mereka dengan alasan penampilan dan tentunya untuk menjaga kesehatan. Ada cara cepat dan ada cara aman dan sehat yaitu dengan obat kurus alami. Baca juga : Cara Mencegah Serangan Stroke Sekarang ini ada banyak sekali obat alami untuk membuat tubuh menjadi lebih kurus / menurunkan berat badan secara efektif. Adapun beberapa ramuan obat kurus alami yang bisa dicoba adalah jamu kunyit asam, kunyit asam ini sudah terbukti dapat menurunkan berat badan karena sudah sejak dulu dipercaya. Selain itu bisa juga dengan menkonsumsi teh hijau secara rutin karena kandungan yang ada di dalamnya terdapat antioksidan yang dapat mengurangi berat badan. Kemudian bisa juga dengan membuat ramuan kayu manis yang dicampur dengan madu. Menkonsumsi teh tanpa gula juga bisa Anda manfaatkan karena tidak ada gula maka kadar gula juga bisa terjaga dengan baik, hal tersebut dilakukan karena gula dapat menambah berat badan. Dengan demikian nantinya tubuh akan lebih kurus dan berat badan akan terjaga dengan baik.
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.