Waktu Posting : 28-04-2016 11:32 | Dibaca : 2282x
03-11-2025 22:55
Sampah masih menjadi salah satu persoalan terbesar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Jember. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari menimbulkan tantangan besar, mulai dari penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pencemaran lingkungan, hingga dampak kesehatan bagi masyarakat. Menyadari hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember berkomitmen kuat untuk menuntaskan permasalahan tersebut melalui Gerakan Jember Bebas Sampah 2025, sebuah program besar yang menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Menuju Jember yang Bersih dan HijauGerakan Jember Bebas Sampah 2025 lahir sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga menekankan perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.Dinas Lingkungan Hidup Jember menyadari bahwa solusi jangka panjang untuk persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari pengurangan sampah dari sumbernya. Oleh karena itu, konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) menjadi dasar utama gerakan ini. Masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mendaur ulang sampah agar tidak berakhir di TPA.Kepala DLH Jember menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kampanye, melainkan langkah strategis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kami ingin membangun budaya baru, di mana setiap orang sadar bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Jember bisa benar-benar bebas dari sampah pada tahun 2025, ujarnya dalam sebuah kegiatan sosialisasi program.Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatSebagai langkah konkret, DLH Jember memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu program andalan adalah pembentukan bank sampah di setiap kecamatan dan desa. Melalui bank sampah, masyarakat dapat memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan pokok. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.Selain itu, DLH juga mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan pelatihan dan pendampingan teknis, warga diajak memanfaatkan sisa makanan dan dedaunan menjadi pupuk alami yang dapat digunakan untuk pertanian dan penghijauan. Program ini terbukti efektif, terutama di wilayah pedesaan, karena mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.Untuk mendukung program ini, DLH Jember juga meluncurkan aplikasi digital pemantauan sampah, yang memudahkan koordinasi antara petugas kebersihan dan masyarakat. Melalui sistem ini, warga dapat melaporkan titik-titik penumpukan sampah, mengatur jadwal pengangkutan, serta memperoleh informasi terkait kegiatan lingkungan di daerah mereka.Kolaborasi dan Edukasi LingkunganKunci keberhasilan Gerakan Jember Bebas Sampah 2025 terletak pada kolaborasi lintas sektor. DLH menggandeng sekolah, komunitas pemuda, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha dalam berbagai program kebersihan dan edukasi lingkungan.Melalui kegiatan seperti Gerakan Jumat Bersih, Lomba Kampung Hijau, dan Edukasi Lingkungan di Sekolah, DLH terus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam. Siswa dan pemuda didorong menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat peduli lingkungan di sekitarnya. Di sisi lain, sektor swasta juga dilibatkan dalam upaya pengelolaan limbah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam penyediaan fasilitas kebersihan dan kegiatan penghijauan.Gerakan ini juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. DLH rutin melakukan sosialisasi tentang cara memilah sampah, pengurangan plastik, serta dampak negatif pencemaran terhadap kesehatan dan ekosistem. Dengan pendekatan yang intensif dan partisipatif, masyarakat diharapkan tidak hanya sadar, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.Harapan Menuju 2025Kini, hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat. Beberapa desa dan kelurahan di Jember berhasil menurunkan volume sampah hingga 30% setelah menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Jumlah bank sampah meningkat pesat, dan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah semakin tinggi. Lingkungan yang dulunya kumuh mulai berubah menjadi bersih dan asri.Meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti keterbatasan fasilitas, perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin, serta perubahan iklim yang berdampak pada kebersihan lingkungan, DLH Jember tetap optimistis target Jember Bebas Sampah 2025 dapat tercapai.Dengan kerja keras, inovasi, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan Jember yang hijau, bersih, dan sehat bukanlah mimpi. Gerakan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk menjaga bumi dari Jember demi masa depan yang lebih lestari dan generasi yang mencintai lingkungan.
25-07-2014 00:14
Diabetes terjadi karena kadar gula di dalam tubuh sangat tinggi. Sehingga fungsi insulin tidak bisa bekerja dengan optimal. Gula darah akan diubah menjadi energi tubuh oleh insulin, tapi bila volumenya berlebihan membuat insulin kewalahan dalam mengatasinya. Kondisi ini semakin parah kala pankreas tidak mampu lagi menghasilkan hormon insulin yang sangat dibutuhkan ini. Bila beragam gejala telah anda rasakan, segera periksakan diri untuk memastikan kadar gula darah masih normal. Bila kadar gula darah anda melebihi angka 70-110 mg/liter, maka anda harus waspada. Karena anda berpotensi menderita diabetes. Secara medis belum ditemukan obat yang ampuh menyembuhkan penyakit ini. Tapi anda bisa mengandalkan obat penyakit diabetes herbal untuk penyembuhan secara tuntas. Baca juga : Tanaman Obat Keluarga Berbagai penyebab bisa memicu serangan penyakit diabetes. Kenali dengan baik sehingga bisa mencegah serangan penyakit mematikan ini. Penyebab penyakit kencing manis ini, diantaranya adalah malas melakukan olahraga dengan teratur, konsumsi karbohidrat sederhana terlalu banyak seperti nasi, pola istirahat yang tidak mencukupi, kecanduan rokok, terlalu banyak meminum teh manis, gemar makan gorengan secara berlebihan, gemar ngemil, sering mengalami stres, penggunaan pil kontrasepsi dan sebagainya. Sedangkan gejala yang kerap timbul sebagai pertanda serangan diabetes adalah kerap buang air kecil, terasa mudah haus padahal barusan minum, berat badan menurun drastis, gampang terasa lelah, kerap menderita kesemutan dan menderita luka yang sulit disembuhkan. Baca juga : Penyebab dan Gejala Tumor Otak
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.