Waktu Posting : 07-09-2014 05:00 | Dibaca : 2506x
20-08-2018 15:26
Buah apel merupakan salah satu buah favorit banyak orang. Buah apel dapat dengan mudah kita temukan kapan pun kita inginkan. Kita bisa membeli buah apel di pasar ataupun supermarket terdekat. Selama ini, saat mengonsumsi apel, biasanya kita mengupas kulit apel karena khawatir pestisida atau lapisan lilin yang menempel pada kulit apel. Padahal buah apel memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral seperti vitamin C, serat, kalium, karbohidrat dan kandungan lain seperti katekin serta quercetin. Apel juga tinggi antioksidan dan kaya akan polifenol. Jika dicuci dengan bersih maka tidak akan menimbulkan beragam masalah kesehatan saat mengonsumsi apel dengan kulitnya. Ada banyak manfaat kulit apel untuk kesehatan tubuh, antara lain : Mengobati masalah pernapasan Quercetin merupakan jenis flavonoid yang terkandung pada kulit apel yang berfungsi menjaga kesehatan paru-paru sehingga terhindar dari penyakit asma. Selain itu, quercetin juga dapat membantu mencegah kerusakan otak seperti alzheimer dan penyakit degeneratif lainnya. Memproduksi sel darah merah Kulit apel mengandung kalsium, zat besi, folat dan kalium yang berfungsi menjaga kesehatan tulang, pertumbuhan sel dan produksi sel darah merah Cegah konstipasi Kulit apel mengandung serat yang tinggi yang mampu mencegah konstipasi. Serat berfungsi menahan lapar serta mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan menurunkan kolesterol. Membantu diet Kuliet apel mengandung asam ursolat yang berfungsi mencegah obesitas serta meningkatkan lemak otot yang dapat membakar kalori. Cegah kanker Kandungan triterpenoid pada kulit apel mampu membuh sel kanker terutama pada hati, payudara dan usus. Buah apel merupakan sumber antioksidan yang baik untuk menurunkan risiko kanker paru-paru.
25-04-2014 20:50
Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) - Tidak semua kasus darah tinggi atau hipertensi terelakkan. Bila itu menjadi bagian dari hidup Anda, bagaimana bisa tetap sehat berdampingan dengan kondisi itu? Mungkin tak bisa ditumpas, tetapi darah tinggi bisa dijinakkan. Caranya? Prinsipnya seberapa bisa tekanan darah dipertahankan pada nilai yang optimal. Terlebih pada mereka yang berisiko, seperti ada keturunan darah tinggi. Demikian pula bila mengidap pula kencing manis (diabetes melitus), lemak darah abnormal (kolesterol, trigliserida), dan ada riwayat gangguan jantung. Darah tinggi bergabung dengan keadaan tersebut bersifat memperburuk. Bukan saja tidak bijak kelewat cepat minum obat medis, seberapa bisa tidak perlu minum obat dulu. Kalau tanpa minum obat tensi darah masih bisa ditekan normal, obat jangan dipilih dulu. Obat baru diminum apabila dengan cara-cara tanpa obat, tensi masih berada di atas normal. Sedapat mungkin tensinya optimal. Apa sajakah cara-cara tanpa obat itu? Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Pertama, bila berat badan lebih dari berat idealnya, turunkan dulu sampai ideal. Berat badan ideal diukur dengan BM (Body Mass Index), yakni berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M) pangkat dua. Bila indeksnya 23-25, berarti ideal. Di atas 25 kegemukan, di bawah 23 mungkin kurus. Seraya dengan menurunkan berat badan sampai ideal, perlu diet rendah garam. Bukan tawar sama sekali, melainkan membatasi saja. Tanpa sadar, konsumsi garam dari menu harian kita rata-rata lebih tinggi tiga kali lipat dari yang tubuh butuhkan. Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) orang dengan kultur modern sering disebabkan oleh kelebihan sodium (natrium) dalam darah, khususnya pada tubuh yang salt sensitive. Hipertensi masyarakat di pedesaan yang hidupnya lebih papa, juga sering gara-gara menu hariannya yang serba asin (ikan asin, kecap asin). Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) Selain itu, perlu rutin bergerak badan (olahraga). Tak perlu olahraga atau senam khusus, dengan memilih rutin jalan kaki cepat ( brisk walking), dengan laju 100 M/menit, atau 6 Km/jam, selama 40-45 menit, lima kali seminggu, tensi darah diharapkan terbantu untuk turun. Berat badan menjadi ideal, diet rendah garam, dan gerak badan teratur, mendukung upaya penurunan tensi darah. Selebihnya cukup kalium (dari buah-buahan) dan kalsium. Kalium dan kalsium membantu mengendurkan tensi darah juga. Lain dari itu, jiwa juga perlu tenang, tidak stres, dan hidup tidak tergesa-gesa. Perlu ada waktu untuk bersilaturahmi, ada orang yang mau mendengar isi hati, berekreasi, dan perlu hidup lebih santai. Orang yang tak ada riwayat darah tinggi, tensinya bisa mendadak melonjak kalau pikirannya lagi gundah. Pada kasus demikian, langsung memberinya obat pun tidak arif karena tahu sejatinya dia bukan kasus darah tinggi sejati. Baca juga : Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi Demikian pula orang yang takut kepada dokter (white coat hypertension). Begitu ketemu dokter, darahnya langsung tinggi. Namun, tak demikian kalau mengukurnya sendiri di rumah. Kasus demikian harus bijak ditanggapi. Memberinya obat berarti mencelakakan lantaran begitu keluar dari kamar praktik dokter, tensinya sudah normal lagi. Pemberian obat di sini hanya menambah anjlok tensi darahnya. Untuk mengganti obat medis bisa dicoba beberapa obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkhasiat yang secara ilmiah sudah terbukti. Sebut saja mengkudu, buah naga, kulit manggis, daun sirsak, seledri, mentimun, belimbing, dan bawang putih. Kalau bisa pilih yang sudah buatan farmasi dan berizin Depkes karena pasti berbeda khasiatnya bila dikonsumsi langsung dari bahan mentahnya. Jus Ultra Noni tentu lebih berkhasiat dari sekian buah mengkudu yang Anda blender atau peras sendiri. Tak cukup makan mentahnya sebab butuh proses dengan teknologi tinggi untuk menyaripatikan zat berkhasiat yang ada dalam mengkudu.
28-06-2014 23:07
Kira-kira 10% dari orang yang mempunyai hipertensi (tekanan darah tinggi) dikarenakan oleh penyakit lain. Bila tekanan darah tinggi dikarenakan oleh penyakit lain, maka hal semacam ini dikatakan hipertensi sekunder. Dalam masalah hipertensi sekunder, saat pemicunya diobati, umumnya desakan darah bakal kembali normal atau alami penurunan dengan cara penting. Berbagai penyakit lain yang bisa mengakibatkan hipertensi sekunder ialah : Penyakit ginjal kritis. Sleep apnea. Tumor atau penyakit kelenjar adrenal lain. Coarctation of aorta yakni penyempitan aorta yang dipunyai dari lahir, yang bisa mengakibatkan desakan darah tinggi di lengan. Kehamilan. Pemakaian pil KB. Kecanduan alkohol. Disfungsi tiroid. Sedang pemicu 90% masalah hipertensi yang lain belum di ketahui, serta hal semacam ini dikatakan hipertensi primer. Walau pemicu khusus desakan darah tinggi belum di ketahui, tetapi ada berbagai aspek spesifik yang di ketahui menyajikan peran pada desakan darah tinggi. Baca juga : Kiat Berpuasa untuk Penderita Hipertensi Berbagai Aspek Yang Tak Dapat Dirubah Umur : Bersamaan pertambahan umur, maka makin kemungkinan besar Anda meningkatkan desakan darah tinggi, terlebih sistolik disebabkan arteri jadi keras. Hal itu beberapa besar dikarenakan oleh aterosklerosis, atau “pengerasan arteri”. Ras : Semakin banyak orang Afrika-Amerika mempunyai desakan darah tinggi dibanding orang kulit putih. Orang Afrika-Amerika meningkatkan desakan darah tinggi pada umur lebih muda serta lebih cepat meningkatkan komplikasi desakan darah tinggi yang lebih kronis. Kisah keluarga (Turunan) : Desakan darah tinggi condong alami penurunan di keluarga. Tipe Kelamin : Biasanya, pria mempunyai kemungkinan semakin besar untuk meningkatkan desakan darah tinggi dibanding wanita. Kemungkinan ini beragam bergantung dari usia serta bermacam di antara grup etnis. Berbagai Aspek Yang Dapat Dirubah Obesitas : Defisini obesitas yakni bila berat tubuh Anda lebih berat 30% atau lebih diatas berat tubuh ideal Anda. Obesitas berkenaan erat dengan desakan darah tinggi. Orang yang gemuk mempunyai kemungkinan dua sampai enam kali semakin besar untuk meningkatkan desakan darah tinggi dibanding mereka yang berat tubuhnya di kisaran berat tubuh ideal. Kaum profesional medis amat merekomendasikan supaya seluruhnya orang dengan obesitas serta desakan darah tinggi untuk turunkan berat tubuh mereka sampai kisaran 15% dari berat tubuh ideal mereka. Dokter dapat menolong Anda mengkalkulasi kisaran berat tubuh ideal Anda. Sensitivitas natrium (garam) : Berbagai orang memiliki sensitivitas tinggi pada natrium (garam), serta desakan darah mereka naik bila mereka makan garam. Kurangi konsumsi natrium condong turunkan desakan darah mereka. [ Baca juga : Makanan untuk menambah Sel darah Merah ] Orang Amerika konsumsi natrium 10 sampai 15 kali semakin banyak dari yang diperlukan. Makanan cepat saji serta makanan olahan memiliki kandungan natrium dalam jumlah tinggi. Banyak pula obat OTC yang memiliki kandungan natrium dalam jumlah tinggi, umpamanya obat pereda rasa sakit. Bacalah label makanan untuk tahu berapakah banyak kandungan natrium di dalamnya. Jauhi makanan yang memiliki kandungan natrium tinggi. Maksud yang hendak dicapai ialah tak kian lebih 1500 mg natrium /hari. Minum alkohol : Minum kian lebih 1-2 gelas alkohol /hari condong menambah desakan darah pada mereka yang peka pada alkohol. Pil KB (pemakaian kontrasepsi oral) : Berbagai wanita yang memakai pil KB alami desakan darah tinggi. Kurang olahraga (kurang kesibukan fisik) : Pola hidup yang kurang kesibukan fisik menyajikan peran pada pengembangan obesitas serta desakan darah tinggi. Oba-obatan : Ada berbagai obat spesifik yang condong menambah desakan darah, seperti amfetamin (stimulan), pil diet, serta berbagai pil yang dipakai untuk menyembuhkan tanda-tanda flu serta alergi.