Waktu Posting : 24-05-2014 08:33 | Dibaca : 3307x
Bersin, kulit memerah, kulit gatal, bengkak-bengkak, dan asma. Gejala-gejala itu adalah salah satu yang timbul akibat alergi. Sebenarnya, alergi bisa sembuh atau tidak, ya? Pertanyaan itu sering terlintas di benak mereka yang memiliki alergi pada satu atau bahkan beberapa hal. Respon tubuh akibat alergi biasanya akan membuat kegiatan sehari-hari tidak lagi nyaman dijalani. Efeknya juga membuat kerepotan orangtua yang memiliki anak beralergi.
Menurut dokter spesialis kulit, R. Amir Hamzah, bila seseorang memiliki bakat alergi (atopi), bakat tersebut akan selalu ada di dalam tubuhnya. Saat pencetusnya berada dekat dengannya, maka alergi pun muncul. Alergi tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dicegah dan dihindari faktor pemicu alerginya.
Saat reaksi alergi muncul, bentuknya bervariasi dari yang ringan seperti kaligata atau biduran sampai reaksi shock anafilaktik. Penyakit alergi di berbagai negara di dunia meningkat pesat selama dua dekade terakhir. Alergi adalah gejala klinis yang disebabkan oleh reaksi berlebihan atau hipersensitif dari sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap masuknya bahan-bahan yang bersifat imunogenik atau antigenik.
Baca juga : Obat Herbal Tradisional Penyakit Diare
Bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi disebut sebagai alergen yang dapat berasal dari dalam tubuh sendiri ataupun lingkungan. Penyakit atopik yang sering terjadi antara lain dermatitis atopik (DA), alergi obat, alergi makanan, alergi terhadap alergen hirup, urtikaria (kaligata/biduran), dan angiodema (bengkak di tubuh, terutama mata atau bibir).
Keringat memang dapat merangsang gatal pada orang-orang yang memiliki DA. Namun, mekanisme yang mendasarinya belum diketahui. Pada sebuah penelitian dikemukakan bahwa penderita DA sensitif terhadap zat yang terdapat pada keringat itu sendiri yaitu antigen autolog pada keringat. Tubuh akan melepaskan zat histamin sebagai respons terhadap antigen tersebut melalui mekanisme hipersensitivitas.
Bila Anda memiliki alergi, terapi yang paling tepat dan utama adalah menghindari faktor pencetus yang menyebabkan alergi. Obat-obat pun dapat diberikan untuk membantu mengurangi gejala alergi. Pada anak-anak, seiring bertambahnya usia, terkadang alergi akan berkurang terutama pada makanan.
Baca juga : Cegah Myasthemia Grafis dengan Obat Herbal
Untuk mengatasi alergi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis alergi, melakukan tes alergi, dan mendapatkan terapi. Namun, hal utama yang perlu dilakukan apabila kita tahu menderita alergi adalah menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan reaksi alergi. Bila didiamkan, alergi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan klinis pada berbagai organ tubuh seperti kulit, mata, dan saluran pernapasan. Dampak lanjutannya pun bisa muncul seperti lecet, jaringan parut, atau infeksi akibat garukan karena rasa gatal.
Alergi dapat pula mengganggu sistem susunan saraf pusat yang dapat mengganggu perkembangan dan perilaku seseorang. Selain itu, dampak alergi dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu pekerjaan, menimbulkan rasa malu, serta sulit konsentrasi. Pada anak-anak, dampak alergi itu dapat mengganggu proses belajar.
Namun, yang benar-benar butuh dikerjakan ialah mengidentifikasi aspek pemicunya. Sesudah itu, menaikkan ketahanan badan, seperti olahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, serta pastinya konsumsi makanan atau minuman kesehatan, satu diantaranya ialah Ultra Mangosteen. Ultra Mangosteen ini terbuat berbahan alami ekstrak kulit buah manggis serta daun sirsak. Dalam kulit buah manggis ada xanthone. Dengan cara khusus, manfaat utama xhantone itu ialah semacam antioksidan, yaitu semacam pelindung sel pada sistem oksidasi atau penuaan sel. Bahan aktifnya membuat perlindungan sel serta kurangi rusaknya sel disebabkan radikal bebas. Kecuali itu, ia juga bermanfaat semacam antibakteri, antikanker, serta antiradang. Beragam riset diluar negeri menuturkan, kulit buah manggis yang telah masak memiliki kandungan polyhydroxy-xanthone yang disebut derivat mangostin serta beta-mangostin. Senyawa-senyawa ini ialah turunan xanthone yang dalam badan bertindak semacam antikanker, antipenuaan awal serta antialergi.
29-06-2014 17:46
Membantu mengurangi Stress. Penelitian dari University of the West of Scotland mengungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan setidaknya sekali selama dua minggu lebih mampu mengelola situasi stres seperti berbicara di depan umum, kata penulis studi dan profesor psikologi Stuart Brody, Ph.D. Itu karena hormone endorfin dan oksitosin yang dilepaskan selama melakukan hubungan seks mengaktifkan pusat kesenangan di otak yang menciptakan perasaan keintiman dan relaksasi dan membantu mencegah kecemasan dan depresi, kata WH penasihat Laura Berman, Ph.D., asisten profesor klinis ob-gyn dan psikiatri di Feinberg School of Medicine di Northwestern University. Kualitas Tidur yang jauh lebih baik Kegiatan seks yang anda lakukan terbukti mampu meningkatkan kualitas tidur yang jauh lebih baik. Hal tersebut dikarenakan hormon endorfin yang sama yang membantu Anda mengurangi stres juga dapat membuat santai tubuh dan pikiran yang memicu anda untuk tidur dengan lebih baik, kata Cindy Meston M., Ph.D., direktur Laboratorium Psikofisiologi Seksual di University of Texas di Austin. Selain itu, selama orgasme, hormon prolaktin dilepaskan. Kadar hormone prolaktin secara alami lebih tinggi ketika kita tidur, yang menunjukkan hubungan yang kuat antara keduanya. Seks yang sangat aktif dapat membuat Anda merasa lebih berenergi daripada mengantuk. Baca juga : Keuntungan Seks Dalam Bidang Kesehatan Mengurangi bahkan menyembuhkan rasa sakit Bicara tentang membalik script: "Ya, malam ini, Sayang-aku sakit kepala."Lonjakan hormon dilepaskan setelah orgasme dapat membantu meringankan sakit mengganggu, apakah itu kembali tegang atau penumbuk kepala, kata Meston. Sebuah studi yang dilakukan di Headache Clinic di Southern Illinois University menemukan bahwa separuh dari penderita migrain perempuan melaporkan lega setelah klimaks. "Endorfin yang dilepaskan selama orgasme sangat mirip morfin, dan mereka secara efektif mengurangi rasa sakit," kata Meston. Memiliki migrain tetapi manusia Anda tidak sekitar? Mengobati diri dengan memperlakukan diri Anda dengan beberapa seks solo. Selama Anda mencapai puncak Anda, masturbasi akan memiliki efek menenangkan yang sama. Sedikit Pilek Orang yang berhubungan seks ditemukan memiliki tingkat antibody yang lebih tinggi yang disebut immunoglobulin A (IgA) dan hal ini sudah dibuktikan para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania. Antibodi ini membantu memerangi penyakit dan menjaga tubuh aman dari pilek dan flu. Lebih Awet Muda Dalam penelitian yang dilakukan di Royal Edinburgh Hospital di Skotlandia, panel hakim melihat peserta melalui cermin satu-arah dan menebak usia mereka. Mereka yang menikmati kegiatan seks dengan pasangannya empat kali seminggu, rata-rata dianggap tujuh sampai 12 tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Seks teratur meningkatkan pelepasan hormon, termasuk testosteron dan estrogen, yang dapat menjaga tubuh terlihat muda dan vital. Estrogen juga terbukti membuat kulit lebih lembut dan rambut berkilau. Baca juga : Merokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut Tubuh yang lebih kencang Seks dianggap sebagai cardio. Kegiatan seks mampu membakar kalori 85-250 kalori, tergantung pada panjang sesi , jika kegiatan dilakukan cukup singkat tentu tidak dapat membakar kalori yang banyak. Bahkan, ahli jantung pun menganggap aktivitas seksual sebanding dengan latihan sederhana di atas treadmill, hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Cardiology. Dengan banyaknya keuntungan yang didapatkan dalam melakukan hubungan seks secara sehat, tentu hal ini memberikan banyak sekali keuntungan bagi para individu yang rutin melaksanakan kegiatan tersebut. Kehidupan yang lebih baik mampu didapatkan dengan cara yang mudah tentu saja merupakan sebuah idaman bagi setiap orang, dan hal itu kini bisa didapatkan tanpa perlu melewati banyak kesulitan yang cukup berarti.
04-10-2014 12:56
Kalangan pakar kesehatan memperingatkan untuk yang memakai jeans ketat seperti skinny jeans, lantaran condong menghimpit saraf di semua paha. Hal semacam ini dapat mengakibatkan mati rasa atau sensasi rasa terbakar di daerah paha. Bila diabaikan, hal semacam ini bahkan juga bisa mengakibatkan rusaknya permanen pada saraf di daerah paha. Dari seluruhnya tipe celana jeans yang ada, jeans ketat saat ini kelihatannya telah jadi tren yang paling popular. Tersedia banyak dalam beragam warna, hingga jeans ini amat popular di lingkungan anak-anakdan remaja. Hal semacam ini pula dipercaya dapat menyajikan tampilan yang hebat serta menyajikan perasaan menawan. Â Baca juga :Â Penanganan Setelah Operasi Caesar Mungkin saja skinny jeans jadi item fashion yang paling bikin anda tampak modis serta stylish. Namun sadarkah anda nyatanya si celana ketat ini malah menyebabkan permasalahan pada kesehatan anda? Timbulnya ruam panas atau tonjolan Buat anda yang memiliki permasalahan pada keringat berlebihan, jadi ruam panas/tonjolan bakal mulai nampak di kulit seputar paha sisi dalam anda. Jerawat bermunculan di paha Ya, jerawat memanglah umumnya nampak di muka atau punggung. Namun jerawat dapat datang di paha anda disebabkan terus-terusan menggunakan skinny jeans. Panas yang terlalu berlebih disebabkan celana jeans itu jadi penyebab intinya, tak seimbangnya hormon pula mengakibatkan kelenjar minyak yang terlalu berlebih menyumbat pori-pori yang pada akhirnya nampak jerawat. Â Baca juga :Â Jagalah Kebugaran di Kantor dengan 6 Cara Ini Permasalahan folikulitis Di mana kaki anda bakal jadi merah-merah atau gatal. Umumnya ditandai dengan timbulnya tonjolan merah disebabkan gesekan kulit. Sesudah itu infeksi folikulitis bakal menyerang anda. Infeksi ini berlangsung waktu bakteri atau jamur tumbuh serta menebar melalui folikel rambut. Hasil pada akhirnya anda bakal alami peradangan kulit. Miss V terserang infeksi Candida Yeast Infection atau yang dikatakan infeksi miss v ini mengakibatkan rasa nyeri atau gatal-gatal pada vagina. Infeksi ini berlangsung lantaran tak ada hawa yang mengakibatkan jamur menebar dibagian intim anda itu.
14-01-2015 03:57
Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1. Terpapar sinar matahari atau uv. 2. Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3. Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.