Waktu Posting : 22-06-2018 01:18 | Dibaca : 1613x
Momen lebaran merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim. Biasanya saat lebaran akan tersedia banyak sajian yang dihidangkan yang pada umumnya mengandung santan dan lemak yang tinggi.
Lemak tersebut akan menumpuk pada bagian tubuh terutama pada perut. Kondisi seperti ini bisa dialami baik oleh pria maupun wanita. Lemak yang tertimbun dalam perut pasti akan membuat tak nyaman dan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kelebihan berat badan. Berikut tips diet sehat yang dapat dilakukan untuk mengikis lemak usai lebaran..
Istirahat yang cukup
Tidur kurang dari 6 jam sehari dapat menganggu kebuuhan insulin dalam tubuh dalam mengontrol gula darah. Tubuh akan melepaskan sejumlah hormon yang menjadi faktor utama menambah berat badan. Sebaiknya cukupi kebutuhan istirahat dengan tidur selama 7 hingga 8 jam sehari.
Olahraga teratur
Olahraga yang baik untuk mengatasi masalah lemak dalam tubuh setelah lebaran yaitu dengan latihan cardio, seperti jalan cepat, bersepeda, jogging, lari dan berenang. Lakukanlah selama 30 menit sehari sebanyak 3 hingga 5 hari dalam seminggu.
Diet seimbang
Mengurangi porsi makan terutama jatah lemak dalam sehari menjadi salah satu cara mengatasi lemak berlebih pada tubuh. Gantilah dengan mengonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi dan rendah karbohidrat. Cara ini efektif menghilangkan lemak dalam tubuh dengan cepat.
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari dapat membantu mengoptimalkan sistem metabolisme tubuh. Cairan tubuh yang terpenuhi juga akan menjaga kerja hati yang terus mengolah kadar lemak berlebih yang ada dalam tubuh.
Konsumsi camilan sehat
Saat tubuh lapar dan kadar gula menurun bisa disiasati dengan mengonsumsi camilan sehat diantara makan besar sebanyak 2 hingga 3 kali untuk mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh.
05-10-2014 17:38
Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit bernama ‘limfoma’? Limfoma ialah keganasan pada system limfe. Keganasan ialah perkembangan sel yang tak normal serta terlalu berlebih. Keganasan ini menyerang sel darah putih, yang disebut sisi dari system pertahan tubuh manusia. Apa sajakah tanda-tanda dari limfoma? Mari kita simak satu per satu. 1. Pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran kelenjar getah bening adalah pembesaran pada system kelenjar getah bening. Disebabkan perkembangan sel terlalu berlebih jadi sel bakal berkumpul serta membuat tonjolan. Tonjolan ini umumnya bisa teraba di berbagai daerah seperti leher, ketiak atau selangkangan. Baca juga : Turunkan Berat Badan dengan Konsumsi Pisang 2. Demam Demam pula adalah tanda-tanda yang umum didapati pada pasien dengan limfoma. Demam bisa berlangsung disebabkan berbagai hal, salah satunya ada senyawa kimia yang dihasilkan, kematian sel. Pasien bisa mengeluhkan ada demam berkelanjutan yang tak pulih dengan obat penurun panas. Demam yang dihadapi pasien mungkin tak dibarengi ada infeksi pada organ lain, yang makin menguatkan ada limfoma pada pasien. Di bawah ini berbagai tanda-tanda limfoma yang lain : 3. Penurunan berat tubuh Penurunan berat tubuh adalah tanda-tanda khas dari keganasan. Metabolisme pada pasien dengan keganasan bisa bertambah. Hal semacam ini bakal mengakibatkan terjadinya penurunan berat tubuh. Kecuali itu, pasien dengan keganasan dapat pula mengeluh ada penurunan nafsu makan yang selanjutnya mengakibatkan penurunan berat abdan. Baca juga : Body Mass Index Bila tak diakukan dengan baik, penurunan berat tubuh bisa beresiko jelek pada situasi umum pasien. 4. Lemas Lemas adalah tanda-tanda umum yang dikeluhkan oleh pasien dengan keganasan. Tetapi, lemas ialah tanda-tanda yang tak khusus serta bisa didapati pada beragam kelainan yang lain. Jadi untuk menegakkan diagnosis limfoma dibutuhkan kontrol untuk tahu tanda-tanda lain yang ada. Itu ialah empat tanda-tanda yang umum didapati pada pasien dengan limfoma. Tetapi untuk memastikan diagnosis dibutuhkan kontrol fisik yang komplit oleh dokter. Bila Anda mengeluhkan tanda-tanda di atas, coba tanyakan ke dokter paling dekat.
19-06-2015 11:03
Manfaat jus buah dan sayuran Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh yang sehat? Tentunya semua orang ingin memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Sayangnya, tak semua orang bisa mendapatkan hal tersebut, dikarenakan gaya hidup serta pola makan yang tidak sehat. Alhasil, mereka pun seringkali mengeluhkan berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Oleh karena itu, ada baiknya memang Anda mengkonsumsi aneka resep jus sehat. Jus tak hanya nikmat diminum, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan. Beberapa buah dan sayuran yang dijus pun ternyata mampu menangkal kanker, serangan jantung hingga menambah stamina tubuh. Bisa dibilang jus buah dan sayuran adalah obat herbal untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Selain harganya yang terjangkau, jus juga tidak memberikan efek samping layaknya obat kimia yang sering Anda jumpai di pasaran. Baca juga : Obat Herbal untuk Penyakit Kolesterol Hal yang harus dihindari Manfaat jus buah dan sayuran memang sudah melegenda, tetapi masih ada kesalahan fatal yang dilakukan saat mengolahnya. Lalu, apa sajakah kesalahan yang terjadi saat mengolah aneka resep jus sehat? Dibawah ini beberapa hal yang harus dihindari saat membuat jus. 1. Kombinasi bahan yang sama Anda tentunya bosan bukan dengan resep yang sama setiap harinya? Selain membosankan, bahan-bahan tersebut ternyata berpotensi menimbun lemak di dalam tubuh. Percaya atau tidak, masih banyak petani Indonesia yang menggunakan pestisida dalam proses pertanian. Oleh karena itu, ada baiknya Anda membuat kombinasi buah dan sayuran yang berbeda. Dengan begini, Anda terhindar dari kebosanan sekaligus merasakan ribuan manfaat dari kombinasi bahan tersebut. Baca juga : Tahitian Noni untuk Diabetes 2. Meminum jus saat perut sudah terisi Untuk mendapatkan manfaat dari aneka resep jus sehat, Anda sepatutnya mengkonsumsi jus saat perut kosong. Usahakan ½ jam sebelum Anda sarapan telah mengkonsumsi jus buah atau sayuran yang diolah. Tubuh tentunya akan menyerap lebih banyak nutrisi yang berasal dari jus sehat tersebut. Selain itu, tubuh pun hanya memanfaatkan energi dalam jumlah kecil untuk proses penyerapan serta pencernaan di dalam tubuh. 3. Menunda untuk meminum jus setelah diproses Jangan pernah menunda minum jus yang telah Anda proses sebelumnya. Seperti yang dikutip dari kesehatan.tips, jus yang dibiarkan pada tempat terbuka akan terkontaminasi proses oksidasi. Hal tersebut nyatanya bisa mengurangi kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Jika memang Anda tak bisa langsung mengkonsumsinya, tempatkanlah aneka resep jus sehat tersebut pada wadah yang kedap udara dan simpan di dalam lemari es.
30-06-2014 12:04
Ada dua macam lipoprotein serta jumlah lipoprotein itu dalam darah adalah aspek terpenting dari resiko penyakit jantung yakni : Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat” yakni adalah wujud dimana kolesterol dibawa ke dalam darah serta pemicu utama penumpukan lemak beresiko didalam arteri. Makin tinggi kandungan kolesterol LDL dalam darah, maka makin besar resiko penyakit jantung. High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”. Kolesterol baik ini membawa kolesterol darah kembali ke hati, di kolesterol dapat di hilangkan. Kolesterol baik inipun menolong menghindarkan terjadinya penimbunan kolesterol pada pembuluh darah. Resiko penyakit jantung bertambah akibat rendahnya tingkat HDL atau kolesterol baik. Baca juga : Seks Baik Untuk Jantung Satu diantara pemicu utama terlalu tingginya kandungan atau kadar kolesterol LDL dalam darah ialah terlampau banyaknya asupan makanan yang memiliki kandungan : Lemak jenuh, yang umumnya ditemukan dalam buatan hewani. Kolesterol, yang cuma ditemukan dalam buatan hewani. Lemak jenuh menambah kandungan LDL lebih tinggi dari yang lain dalam pola makan tiap hari Anda. Berbagai aspek lain pula memengaruhi kandungan kolesterol darah, diantaranya : Keturunan. Kolesterol tinggi kerapkali terjadi penurunan didalam keluarga. Walau pemicu genetik spesifik sudah diidentifikasi cuma pada sebagian kecil masalah, tetapi genetik masih mempunyai peran dalam memengaruhi kandungan kolesterol darah. Berat Tubuh. berat tubuh berlebihan condong menambah kandungan kolesterol darah. Jadi mengurangi berat tubuh bisa menolong turunkan kandungan kolesterol darah. Olahraga. Kegiatan fisik yang teratur tak cuma bisa mengurangi kolesterol LDL, namun pula bisa menambah kandungan kolesterol HDL. Umur serta jenis kelamin. Sebelum saat menopause, wanita condong mempunyai kandungan kolesterol keseluruhan yang lebih rendah dibanding pria pada umur yang sama. Kandungan kolesterol pada wanita serta pria, dengan cara alami meningkat bersamaan pertambahan umur. Menopause kerap dihubungkan dengan penambahan kolesterol LDL pada wanita. Stres. Riset memanglah belum memperlihatkan bahwasanya stres mempunyai keterikatan seketika dengan kandungan kolesterol. Namun kaum pakar menyampaikan bahwasanya lantaran orang terkadang makan makanan berlemak untuk menghibur diri saat mereka tengah stres, maka hal semacam ini bisa mengakibatkan kolesterol darah tinggi. Baca juga : Merokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut Kandungan kolesterol keseluruhan serta LDL yang tinggi, dan kandungan kolesterol HDL rendah memanglah menambah resiko penyakit jantung. Tetapi kecuali ketiga aspek itu, tetap ada berbagai aspek resiko yang lain, yakni merokok, hipertensi, diabetes, obesitas, serta kurangnya kegiatan fisik. Bila ada aspek resiko lain, disamping kolesterol darah tinggi, maka resiko penyakit jantung jadi lebih tinggi. Berita baiknya ialah banyak aspek resiko itu bisa dikendalikan dengan pengubahan pola hidup, umpamanya : diet, turunkan berat tubuh, atau program olahraga, atau berhenti merokok. Obat-obatan barangkali pula dibutuhkan untuk sebagian orang. Juga, terkadang satu pergantian pola hidup bisa menolong mengatur berbagai aspek resiko. Selaku misal, turunkan berat tubuh bisa turunkan kandungan kolesterol darah, menolong mengatur diabetes, serta turunkan hipertensi. Namun ada beberapa faktor resiko yang tak bisa dikendalikan, diantaranya : Umur. Umur 45 tahun atau lebih untuk pria serta 55 tahun atau lebih untuk wanita. Kisah keluarga tentang penyakit jantung awal. Umpamanya, bapak atau saudara yang terkena penyakit jantung sebelum saat umur 55 tahun, ibu atau saudara wanita yang terkena penyakit jantung sebelum saat umur 65 tahun.