Waktu Posting : 09-06-2014 12:52 | Dibaca : 2546x
15-08-2014 08:39
Saya mempunyai masalah di bagian bibir. Yaitu, bibir saya sering sekali berwarna gelap jika di lingkungan luar. Terlihat tidak segar. Bagian pinggir berwarna gelap dan sangat kering. Warna asli bibir saya kemerahan di bagian bawah namun bagian atas agak coklat gelap. Dan itu sangat mengganggu ke-percayaan diri saya. Saya sudah pernah mencoba memakai bahan-bahan alami seperti jeruk nipis. Namun hasil nya tidak bertahan lama, pasti kembali berwarna gelap. Dan ditambah kebiasaan buruk saya suka menjilat bibir jika terasa kering. Pelarian saya yaitu selalu membawa air mineral atau mencuci bibir dengan berkumur. Saya belum pernah mencoba menggunakan bahan kimia karena tipe tubuh saya tidak cocok dengan bahan kimia. Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah diatas? Selain dengan teknik sulam bibir. Terimaksih
17-04-2015 04:08
Salah satu faktor kenapa pria menjadi kurang percaya diri dengan kemampuannya dalam bercinta salah satunya yaitu menurunnya stamina akibat faktor kesehatan. Kondisi fisik sesorang yang menurun memberikan pengaruh yang signifikan akan kemampuan organ vital dalam melakukan hubungan intim. Beberapa penyakit yang berkorelasi langsung dengan melemahnya organ vital pria yaitu diabetes, darah tinggi, lemah jantung dan penyakit yang berkaitan dengan sirkulasi darah yang terganggu (tidak stabil). Telah diketahui bahwa timbulnya ereksi pada alat vital pria dikarenakan sirkulasi darah yang lancar pada organ vital ditandai dengan tegang dan membesarnya organ vital sebelum dikondisikan untuk berhubungan intim. Apabila faktor psikis dan libido tetap tinggi tapi kondisi fisik tidak mendukung maka Anda memerlukan pengobatan untuk melancarkan sirkulasi darah terutama pada organ vital. Pilihan Obat kuat pria tahan lama bercinta menjadi sesuatu hal yang sangat penting  demi mendukung tercapainya kualitas ereksi yang optimal. Baca juga : Obat Kimia Kolesterol dalam Dunia Medis Banyak di pasaran beredar obat kuat untuk pria yang semuanya ditujukan untuk mendapatkan ereksi yang lebih optimal akan tetapi memberikan efek samping yang kurang baik khususnya para penderita hipertensi dan penyakit jantung. Kandungan produk obat kuat untuk pria yang memacu kinerja jantung untuk hasilkan ereksi jelas sangat membahayakan bagi kesehatan jantung itu sendiri.  Manfaat Obat Kuat Pria Dalam memilih obat kuat untuk pria memang membutuhkan ekstra hati-hati karena apa yang kita harapkan dalam pemakaian produk tersebut tentu manfaat positiflah yang kita harapkan. Produk obat kuat untuk pria yang memberikan manfaat bisa dilihat dari kandungan atau bahan pembuatan obat kuat pria  itu sendiri. Baca juga :Ramuan Jamu Kuat Tradisional Sebenarnya manfaat dari obat kuat untuk pria membantu menjaga vitalitas pria agar tetap prima serta menambah performa lebih bagus lagi. Kebutuhan obat kuat untuk pria seiring dengan menurunnya kualitas ereksi akibat faktor usia yang tidak dapat dihindari. Fungsi yang terpenting dalam pemakaian obat kuat pria yaitu memperbaiki dan meningkatkan kualitas ereksi lebih optimal tanpa menimbulkan sesuatu yang bersifat merugikan.
22-07-2016 01:01
Berikut adalah dua cerita pendek yang memberi kesadaran baru dan jarang kita perhatikan, namun kini telah kami sampaikan kepada Anda. Cerita pertama: Ada seorang anak, yang mempunyai ibu berusia lanjut, giginya sudah tanggal semua, sehingga membuat anaknya ingin membawa ibunya untuk memasang gigi palsu. Begitu masuk ke klinik gigi, dokter pun mulai mempromosikan gigi palsu mereka, namun si ibu maunya gigi palsu yang paling murah. Mendengar itu, sang dokter tidak mau menyerah begitu saja, sambil memandangi si anak, dengan sabar ia menjelaskan perbedaan kualitas antara gigi yang bagus dan buruk. Namun, yang sangat mengecewakan dokter adalah, anak yang tampaknya berduit itu acuh tak acuh, hanya sibuk merokok sambil telepon, sama sekali tidak peduli dengannya. Dokter gagal meyakinkan si ibu, hingga akhirnya memenuhi permintaannya. Saat itu, dengan tangan bergetar, si ibu mengambil sebuah kain bungkusan, lalu membukanya selapis demi selapis, kemudian mengambil dan menyerahkan uangnya kepada dokter sebagai uang muka, dan semingu kemudian akan kembali lagi untuk memasang gigi palsunya. Baca juga : Tips Agar Hubungan dengan Suami/Istri Semakin Harmonis Setelah si ibu dan anaknya meninggalkan klinik, orang-orang yang ada di klinik mulai jengkel dan marah-marah terhadap anak berduit tersebut, berpakaian necis, rokonya pun cerutu kualitas tinggi, tetapi tidak rela mengeluarkan uang untuk sepasang gigi palsu yang bagus bagi ibunya. Tepat di saat mereka masih memendam rasa jengkel dan amarah itulah, tak diduga anak berduit itu pun kembali ke klinik dan berkata : “Dok, tolong buatkan gigi porselen yang terbaik buat ibu saya, biayanya saya yang tanggung, tidak masalah berapa pun harganya. Tapi, saya minta anda jangan mengatakan hal yang sebenarnya kepada ibu saya, ibu saya orang yang sangat hemat, dan saya tidak ingin membuatnya sedih karena hal ini.” Cerita kedua: Saya ke pembaringan biasanya pada pukul 23:00 malam, di luar jendela sana tampak hujan salju. Saya menyusutkan diri di balik selimut, mengambil jam alarm, namun alarmnya tidak berfungsi, karena sudah saatnya ganti baterai baru dan saya lupa membelinya. Cuaca yang begitu dingin seperti itu, membuat saya malas untuk bangun lagi. Rasa malas membuat saya menelepon ibu, “Bu, jam alarm saya belum diganti dengan baterai baru, sementara besok pagi saya harus ke kantor untuk rapat, dan saya harus bangun pagi, jadi, besok jam 6 pagi, ibu bangunkan saya ya melalui telepon.” Suara ibu di ujung sana terdengar agak serak, mungkin sudah tertidur, kemudian terdengar ucapanya, “Ya, baiklah”. Saat telepon berdering, saya sedang bermimpi indah, langit di luar sana tampak gelap gulita. Sementara di seberang sana, ibu berkata, “Xiao-ju, ayo bangun, hari ini ada rapat.” Aku melihat jam di pergelangan tanganku, baru jam lima pagi. Lalu dengan jengkel, aku berteriak, “Bukankah aku bilang jam enam pagi? Aku kan masih mau tidur beberapa saat lagi, tapi ibu ganggu!” Tiba-tiba di seberang sana, ibu terdiam, dan aku pun menutup telepon. Setelah bangun, aku pun merapikan diri, dan siap berangkat ke kantor. Dingin sekali cuacanya, tampak hamparan salju di mana-mana. Di halte bis, aku terus menginjak kakiku saking dinginnya. Di sekeliling tampak gelap gulita, sementara di sampingku berdiri dua orang tua yang sudah senja. Aku mendengar si kakek berkata pada nenek itu, “Coba lihat kau, semalaman tidak tidur dengan nyenyak, waktu masih pagi juga kau mulai mendesakku, dan coba lihat sekarang harus menunggu begitu lama di sini.” Ya, bis pertama baru akan tiba lima menit lagi. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya bis yang ditunggu-tunggu itu pun datang, aku bergegas naik ke atas bis. Supir bis adalah seorang pemuda tanggung, sang supir segera tancap gas setelah menunggu aku naik ke dalam bis. Aku berkata kepadanya, “Hei, sopir, di bawah sana masih ada dua orang tua, cuaca begitu dingin, mereka sudah lama menunggu di sana, mengapa kau langsung tancap gas tidak menunggu mereka ?” Dengan bangga pemuda tanggung itu berkata, “Tidak apa-apa, mereka itu ayah ibu saya. Hari ini adalah hari pertama saya menarik (sebagai supir) bis umum, mereka datang hanya sekadar melihat saya.” Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri Tiba-tiba mataku berkaca-kaca dan meneteskan air mata, aku membaca pesan pendek dari ayah, “Nak, ibu bilang, ibu yang salah, ibu selalu tidak bisa tidur dengan nyenyak, sebenarnya sejak awal ibu sudah bangun, dan ibu khawatir kamu akan terlambat rapat.” Tiba-tiba aku teringat sebuah pepatah Yahudi : “Ketika ayah memberikan sesuatu untuk anaknya, sang anak pun tersenyum. Namun, ketika si anak memberikan sesuatu untuk ayahnya, sang ayah menangis.” Setelah membaca cerita ringkas dan sarat dengan makna ini, mengingatkan kita untuk menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua. Seumur hidup ini, orang yang memungkinkan kita berutang terlalu banyak dan tidak mengharapkan balasan jasa serta tanpa pamrih hanyalah Ayah dan Ibu, yakni orang tua kita. Jadi janganlah berkeluh kesah hanya karena mendengar ocehan mereka, sebaiknya maklumi dan pahami mereka, bersyukur dan terima kasih kepada mereka, serta peduli dengan mereka. Hidup ini singkat, jangan pernah merasa bosan untuk melihat orang tua kita selagi sempat, walau hanya sekejap. (secretchina/jhon/ran)