Waktu Posting : 04-10-2014 13:14 | Dibaca : 2820x
08-09-2024 04:33
Ada berbagai jenis kawat gigi yang bisa dipilih berdasarkan berdasarkan bahan maupun metode pemakaiannya. Dengan mengenal jenisnya, pasien bisa lebih mudah memilih kawat gigi sesuai kebutuhan, baik untuk kebutuhan estetika maupun untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Behel atau kawat gigi merupakan salah satu alat untuk mengatasi kelainan susunan gigi  yang menimbulkan keluhan. Kelainan susunan gigi yang dimaksud di antaranya adalah gigi tonggos, gingsul, renggang , dan rahang bawah maju. Selain menimbulkan masalah penampilan, kelainan susunan gigi tersebut juga dapat mengganggu fungsi bicara, mengunyah, serta meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi. Kelainan susunan gigi bisa diatasi dengan pemakaian kawat gigi. Pemilihan jenis kawat gigi akan disesuaikan dengan kelainan susunan gigi, pertimbangan estetika, serta biaya. Mengenal Jenis-Jenis Kawat Gigi Berikut ini adalah berbagai jenis dari kawat gigi yang umum digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi : 1. Kawat gigi konvensional Kawat gigi konvensKawat gigi  jenis ini terbuat dari logam stainless steel yang ditempelkan pada bagian depan gigi menggunakan semen khusus. Logam (bracket) yang ada pada masing-masing gigi akan dihubungkan dengan karet elastis (elastic band) dan kawat khusus (wire) untuk memberikan tekanan pada gigi. Ini dilakukan agar gigi dapat bergeser perlahan ke posisi yang diinginkan. Selain terbuat dari logam, bracket gigi konvensional juga ada yang berbahan dasar keramik. Kawat gigi jenis ini memiliki tampilan yang lebih menarik karena warnanya mirip dengan warna gigi, sehingga tidak begitu terlihat jika dibandingkan dengan bracket dari bahan logam. Efektivitas bahan keramik sama baiknya dengan bahan logam dalam merapikan gigi. Namun, kawat gigi bahan keramik tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh penderita deep bite, yaitu kelainan susunan gigi yang membuat gigi bagian atas menutupi gigi bawah secara berlebihan saat menggigit. 2. Kawat gigi self ligating Kawat gigi self ligating tidak menggunakan karet elastis, melainkan menggunakan klip kecil khusus pada masing-masing bracket. Jenis kawat gigi ini lebih tahan lama daripada kawat gigi konvensional. Selain itu, pemakainya juga tidak perlu sering kontrol ke dokter gigi. 3. Kawat gigi lingual Lingual braces atau kawat gigi lingual sebenarnya memiliki kesamaan dengan kawat gigi konvensional. Hal yang membedakannya adalah letak bracket kawat gigi lingual yang berada di sisi dalam gigi, sehingga kawat gigi tidak terlihat dari luar. Jenis kawat gigi ini umumnya dipilih oleh pasien yang tidak ingin terlihat jelas menggunakan kawat gigi. Meski demikian, pemasangan jenis kawat gigi ini bisa menimbulkan efek samping kesulitan bicara. Selain itu, kawat gigi jenis ini berisiko mengganggu kebersihan lidah dan menyebabkan nyeri saat mengunyah. Perawatan Kelainan Susunan Gigi Selain dengan Kawat Gigi Selain menggunakan kawat gigi, berikut ini adalah alat lain yang bisa digunakan untuk memperbaiki kelainan susunan gigi: Clear aligner Clear aligner merupakan alat yang saat ini mulai populer digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi ringan. Tidak seperti kawat gigi yang bersifat semi permanen, clear aligner bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Clear aligner perlu dipasang selama 22 jam setiap hari dan bisa dilepas pada saat makan, minum, atau ketika menyikat gigi. Hal ini membuat pengguna clear aligner lebih mudah dalam menjaga kebersihan rongga mulut  dan gigi. Clear aligner merupakan alat transparan yang melapisi seluruh gigi, sehingga tidak begitu terlihat. Hal ini membuat clear aligner lebih unggul secara estetika. Selain itu, clear aligner juga lebih baik untuk kesehatan gusi dan jaringan di sekitar gigi. Clear aligner memang memiliki lebih banyak kelebihan daripada kawat gigi, tetapi alat ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperbaiki susunan gigi. Headgear Jenis alat lainnya untuk mengatasi gangguan susunan gigi adalah headgear. Namun, alat ini lebih difungsikan untuk memperbaiki posisi rahang atas dan rahang bawah yang tidak sejajar, terutama pada anak-anak. Alat ini memiliki bagian-bagian yang dipasang di luar rongga mulut, yaitu leher dan kepala. Agar efektif, headgear harus digunakan selama 12–14 jam per hari atau bahkan lebih. Jika Anda berencana memakai kawat gigi, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai jenis kawat gigi yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi. Salah satu klinik perawatan gigi yaitu Klinik GiO menawarkan berbagai jenis kawat gigi Jogja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasien. Klinik GiO didukung oleh dokter spesialis kawat gigi Jogja yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus ortodontik. Dengan keahliannya, setiap pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan hasil yang optimal. Selain  dilengkapi dengan teknologi ortodontik modern, harga kawat gigi yang ditawarkan juga terjangkau. Untuk  mendukung proses perawatan lebih efektif dan efisien, tmenggunakan alat-alat canggih agar membantu dalam diagnosa dan perawatan yang lebih akurat. Setiap pasien di Klinik gigi GiO ( klinik kawat gigi Jogja)  mendapatkan pelayanan yang personal dan profesional. Rencana perawatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu pasien, sehingga hasilnya lebih efektif dan memuaskan.
09-05-2016 02:48
Udara panas kerapkali bikin anak-anak tidak nyaman waktu tidur siang ataupun malam. Hingga pilihan memakai kipas angin atau AC waktu anak-anak tidur jadi satu diantara jalan keluar supaya udara selalu sejuk. Tetapi, apakah benar tidur memakai kipas angin dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan anak alami paru-paru basah? Sebenarnya tiada sebutan paru-paru basah dalam dunia medis. Penyakit yang umumnya menyerang paru-paru itu diberi nama pneumonia. Pemicunya juga bukan akibat pemakaian kipas angin sepanjang tidur. Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru yang sebenarnya dapat menyerang siapapun, dari bayi sampai orang lansia. Baca juga : Cara Mengobati Mata Bengkak Tanpa Obat Tetes Mata Bakteri pneumonia yang mengakibatkan radang di paru-paru ini umumnya menyerang waktu pertahanan badan rendah, hingga bakteri ini amat gampang memperbannyak diri. Gejala paling utama pneumonia ialah batuk yang dibarengi dengan napas cepat serta sesak napas (asma/bengek). Untuk menghindarinya, Anda harus meyakinkan anak mendaparkan gizi yang seimbang, hingga ketahanan badan anak senantiasa terpelihara. Kecuali itu, cermati pula kebersihan lingkungan anak. Disamping itu, apabila benar-benar kipas angin atau AC dapat menjadikan anak tambah nyaman sewaktu tidur, jadi untuk mencegah masalah kesehatan, Anda dapat mengakalinya dengan menghindari kipas itu. Hindarkan mengarahkan kipas dengan cara langsung ke arah badan anak. Kecuali itu, secepatnya tukar baju anak apabila basah akibat keringat. Baca juga : Inilah 3 Nutrisi Utama untuk Pelari Sementara itu bagi Anda yang tidak ingin terkena penyakit paru-paru, Anda bisa mencegah dan menangkalnya dengan rutin mengkonsumsi minuman kesehatan produksi kami diantaranya Ultra Noni, Ultra Mangosteen dan DragonNoni.
12-09-2022 11:58
 Inkontinensia urine adalah  suatu kondisi yang sering dialami oleh para geriatri (lansia). Penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang harus kita perhatikan sedini mungkin, sebelum mencapai umur lanjut yang cenderung lebih rentan terhadap penyakit, seperti terkena penyakit inkontinensia urine.  Inkontinensia Urine Inkontinensia urine merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang dalam menampung banyak urine. Urine dapat keluar melalui saluran kemih tanpa dikendalikan secara sadar atau justru mengalami kesulitan saat mengeluarkan urine. Banyak lansia menganggap bahwa inkontinensia urine merupakan bagian dari proses penuaan alami, sehingga sebagian besar dari mereka tidak mengunjungi rumah sakit. Sesungguhnya, terdapat beberapa kondisi dimana inkontinensia urine bukan disebabkan oleh proses penuaan, yakni disebabkan oleh penyakit tertentu. Obesitas, diabetes, infeksi, maupun kelainan mental tertentu dapat menyebabkan terjadinya gangguan tersebut. Diperlukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab dari terjadinya inkontinensia urine. Berikut ini adalah 4 jenis inkontinensia urine yang umum ditemukan yaitu : 1. Stress Incontinence – Mengompol ketika sudah penuh Kandung kemih berfungsi untuk menampung urine hingga penuh. Penderita stress incontinencre memiliki otot pengatur proses berkemih yang lemah. Sehingga ketika sudah terisi penuh dan memberikan tekanan pada otot tersebut, urine dapat keluar. Proses ini dapat terjadi saat batuk, bersin, tertawa, maupun mengangkat beban berat. Kelainan ini dapat disebabkan oleh penuaan, kehamila, dan operasi. 2. Urge Incontinence – Ingin berkemih secara berkala Sering memiliki keinginan untuk bekemih secara tiba-tba dan terjadi pada interval yang singkat (kurang dari 30 menit). Kandung kemih belum terisi penuh, namun penderita urge incontinence ingin segera ke toilet. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dinding pembuluh darah yang tidak teratur sehingga menekan urine yang ditampung. Kemudian penderita merasakan keinginan untuk berkemih secara tibat-tiba dan mengeluarkan volume urine yang sedikit. Kelainan ini dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakstabilan otot dinding pembuluh darah, dan tumor. 3. Overflow Incontinence – Mengeluarkan urine sedikit dan tiba-tiba Penderita overflow incontinence justru memiliki hambatan dalam mengeluarkan urine. Urine pada kandung kemih akan menumpuk dan hanya dapat keluar saat tekenannya sangat tinggi. Urine yang dapat keluar pun hanya sedikit, namun terjadi secara tiba-tiba. Jenis ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh batu kandung kemih, perbesaran prostat, tumor, atau kerusakan saraf. 4. Mixed incontinence – Lebih dari satu jenis inkontinensia urine Penderita mengalami lebih dari satu jenis inkontinensia urin, seperti adanya stress incontinence dan urge incontinence secara bersamaan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis faktor, salah satunya penderita mengalami kandung kemih yang overaktif ditambah dengan adanya kelainan saat penutupan saluran kandung kemih. Penyebab Inkontinensia Urine  di antaranya adalah : ·         Usia (kelemahan otot dasar panggul) ·         Kehamilan dan persalinan ·         Kegemukan (obesitas) ·         Hormon, Menopause ·         Diabetes Melitus (DM), Stroke ·         Operasi pengangkatan rahim ·         Infeksi saluran kemih (ISK) ·         Penyakit paru-paru / Batuk kronik Tidak selalu mudah untuk mencegah inkontinensia urine, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya inkontinensia. Inilah pola hidup sehat yang harus dijalankan:  Dapatkan Berat Badan yang Sehat   Obesitas bisa meningkatkan risiko inkontinensia urine. Kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjaga berat badan yang sehat melalui olahraga teratur dan makan sehat. Gunakan kalkulator berat badan sehat untuk melihat apakah berat badan sesuai dengan tinggi badan kamu.  Perhatikan Kebiasaan Minum       Tergantung pada masalah kandung kemih yang kamu alami, dokter biasanya memberikan saran tentang jumlah cairan yang harus diminum. Jika kamu mengalami inkontinensia urine, kurangi alkohol dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Minuman ini bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak urine dan mengiritasi kandung kemih.  Jika kamu harus sering buang air kecil di malam hari (nokturia), cobalah minum lebih sedikit pada jam-jam sebelum tidur. Namun, pastikan tetap cukup minum di siang hari.  Setiap orang disarankan minum 6 hingga 8 gelas cairan sehari (tidak lebih), kecuali jika dokter menyarankan lebih. Banyak orang dengan inkontinensia urine menghindari minum cairan, karena mereka merasa hal itu menyebabkan masalah. Namun, membatasi asupan cairan membuat inkontinensia urine menjadi lebih buruk, karena mengurangi kapasitas kandung kemih.  Rutin Latihan Dasar Panggul     Hamil dan melahirkan bisa melemahkan otot-otot yang mengontrol aliran urine dari kandung kemih. Jika kamu hamil, memperkuat otot dasar panggul bisa mencegah inkontinensia urine.   Berhenti Merokok     Jika kamu merokok, maka risiko inkontinensia urine lebih tinggi. Hal ini karena batuk membuat otot dasar panggul jadi tegang. Jadi, menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi cara mencegah inkontinensia urine.  Lakukan Olahraga yang Tepat   Olahraga sit-up berdampak tinggi memberikan tekanan pada otot dasar panggul dan bisa meningkatkan kebocoran urine. Untuk memperkuat dasar panggul dan meredakan gejala, gantilah olahraga berdampak tinggi, seperti jogging dan aerobik, dengan latihan kekuatan seperti pilates. Olahraga pilates juga mampu memperkuat otot inti, yang bermanfaat untuk mencegah inkontinensia urine.  Hindari Mengangkat Beban   Mengangkat beban membuat otot dasar panggul tegang, jadi hindari kapanpun kamu bisa. Saat memang harus mengangkat sesuatu, seperti menggendong anak atau membawa tas belanjaan, kencangkan otot dasar panggul sebelum dan selama mengangkat.  Konsumsi Makanan yang Tepat     Hindari makanan pedas dan asam, seperti kari dan buah jeruk, karena dapat mengiritasi kandung kemih dan memperburuk kebocoran dan gejala inkontinensia lainnya.   Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai pola hidup sehat yang bisa mencegah inkontinensia urine. Jika kamu mengalami inkontinensia urine yang tidak bisa ditangani sendiri, segera bicarakan pada dokter. Â