Waktu Posting : 27-05-2014 09:41 | Dibaca : 3571x
02-06-2014 06:11
Evolusi membuat beberapa fungsi organ-organ menjadi tidak terlihat, padahal mungkin organ-organ tersebut dulunya sangat bermanfaat bagi nenek moyang manusia. Berikut ini penjelasan fungsi dari organ-organ yang terlihat kurang berguna tersebut. 1. Puting susu pada pria Puting susu pada wanita berguna untuk menyusui keturunannya yang masih bayi, namun pada pria, fungsi organ ini seperti tidak ada. Puting susu pada pria sebenarnya ada karena semua makluk hidup saat diciptakan awalnya adalah wanita. Sehingga kedua jenis kelamin sama-sama memiliki puting susu, namun tanpa estrogen (hormon kewanitaan), organ tersebut hanyalah ornamen semata. Baca juga : Ketahui 4 Asupan Pencegah Migrain 2. Rambut ketiak Profesor evolusi biologi manusia di Harvard University, Daniel Lieberman, menjelaskan, ada dua tipe kelenjar keringat di tubuh, ekrin dan apokrin yang banyak terdapat pada ketiak. Kelenjar apokrin penting untuk mengeluarkan sinyal seksual. Sehingga dengan adanya rambut, bau yang dihasilkan dari kelenjar tersebut bertahan lebih lama. 3. Alis Para peneliti percaya, alis dapat melindungi mata dari keringat dan air hujan, sehingga membantu nenek moyang untuk berburu. Namun menurut Lieberman, alis juga berfungsi untuk menunjukkan emosi sehingga membantu dalam berkomunikasi. 4. Usus buntu Usus buntu merupakan organ vestigial, yang artinya kehilangan banyak fungsi awalnnya karena proses evolusi. Awalnya, kata Lieberman, organ ini berfungsi sebagai wadah fermentasi pada usus. Namun karena manusia tidak lagi makan makanan berkualitas rendah seperti rumput, maka organ ini tidak lagi berfungsi. Namun penelitian menunjukkan, organ ini mungkin penting sebagai tempat tumbuhnya banyak bakteri "baik". Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk? 5. Amandel Amandel merupakan organ yang penting untuk sistem imun. Melalui mulut, bakteri banyak masuk ke dalam tubuh. Nah, untuk mencegah infeksi, maka sel imun di tenggorokan melancarkan aksi melawan bakteri tersebut . 6. Gigi bungsu Gigi merupakan organ yang sudah tumbuh meski belum digunakan. Artinya meskipun gigi bungsu baru terlihat setelah dewasa, namun sejatinya organ ini sudah tumbuh jauh sebelumnya. Dulu manusia membutuhkan gigi bungsu untuk mendukung tulang rahang supaya tumbuh dengan baik. Namun karena manusia makan makanan yang tergolong lunak dan masak, maka tulang rahang pun tidak tumbuh dengan kapasitas penuh. Sehingga tidak ada tempat bagi gigi bungsu untuk tumbuh.
14-07-2014 18:33
Garam ialah suatu hal yang tak dapat terlepas dari kehidupan kita. Tak enak terasa konsumsi masakan yang tak memakai garam semacam bumbunya. Tetapi, konsumsi garam yang terlalu berlebih nyatanya bisa menyebabkan resiko hipertensi atau desakan darah tinggi. Bagaimana dapat hal semacam itu berlangsung? Riset sudah menunjukkan, garam ialah satu diantara aspek utama yang mengakibatkan naiknya desakan darah seorang kecuali kegemukan serta kurangnya olah raga. Hal itu lantaran bakal berlangsung penambahan desakan darah sebesar 9 mmHg jika konsumsi garam meningkat sejumlah 6 gram /harinya dalam kurun saat 30 tahun. Hal semacam ini tunjukkan bahwasanya aspek usia pula amat merubah naiknya desakan darah seorang disebabkan terlampau banyak konsumsi garam. Berbagai riset menuturkan bahwasanya ada dua jenis tanggapan pada masuknya garam ke badan seorang. Jenis pertama ialah seorang yang peka pada garam, sedang jenis ke-2 ialah seorang yang tahan pada garam. Baca juga : Ini Lho Bahaya Duduk Terlalau Lama Ke-2 jenis ini didasarkan pada tingkat kenaikan desakan darah serta penurunan suhu badan sesudah konsumsi garam. Jantung serta pembuluh darah merupakan organ utama yang menggerakkan manfaat penyusunan kenaikan desakan darah serta pergantian suhu badan, hingga konsumsi garam yang terlalu berlebih bisa juga merubah ke-2 organ yang amat utama ini. Kenapa garam dapat menambah desakan darah Bagaimana garam bisa menambah desakan darah? Bila kandungan garam dalam darah meningkat, badan bakal berupaya menetralkannya, yakni mengencerkannya dengan air. Hal semacam ini berlangsung lewat dua mekanisme yakni : merangsang pusat haus di otak, hingga seorang bakal minum semakin banyak air, atau mengakibatkan pelepasan hormon antidiuretik, yakni hormon yang mengakibatkan ginjal menyerap kembali beberapa besar air yang sudah disaringnya, sebelum saat dikeluarkan jadi urin. Masuknya air dalam jumlah besar ke dalam pembuluh darah mengakibatkan volume darah yang ada dalam sistem peredaran darah jadi tambah. Mengakibatkan, desakan darah meninggi. Seorang yang mempunyai jenis peka pada garam bakal alami kenaikan desakan darah yang lebih tinggi dari pada seorang dengan jenis tahan pada garam. Sebaliknya, seorang yang peka pada garam bakal alami penurunan suhu badan yang lebih rendah dari pada mereka yang tahan pada garam. Hal itu menuturkan bahwasanya seorang yang bertipe peka pada garam mempunyai keseimbangan penyusunan suhu badan yang tambah baik pada jenis tahan garam. Tetapi sebaliknya, ia mempunyai keseimbangan penyusunan desakan darah yang lebih rendah dari pada yang tahan garam. Baca juga : Bahaya Kekurangan Kalium Pergantian elastisitas dinding pembuluh darah Kenaikan desakan darah tinggi sesudah konsumsi garam ini bukan hanya tak barangkali bakal menyebabkan pergantian elastisitas dinding pembuluh darah yang disebut satu diantara aspek terpenting penyebab hipertensi. Merupakan hal yang utama untuk kita untuk membatasi konsumsi garam /harinya. Sudah dapat dibuktikan bahwasanya kurangi konsumsi garam lebih kurang 6 gram /harinya bakal turunkan desakan darah sejumlah 7/4 mmHg pada pasien hipertensi serta turunkan 4/2 mmHg pada mereka yang mempunyai desakan darah normal. Oleh karenanya, terapi rendah garam untuk pasien hipertensi merupakan satu pilihan yang dianjurkan oleh kaum tenaga medis untuk menunjang proses pengobatan kecuali memakai obat-obatan sintesis. Hal itu bisa dikerjakan dengan kurangi jumlah garam dalam masakan maupun mengecek komposisi bahan ketika beli serta menentukan makanan yang rendah kandungan garamnya.
06-10-2021 15:19
Kesehatan rongga mulut dan gigi seringkali hal yang kurang diperhatikan oleh banyak orang. Padahal kondisi mulut dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh. Dan bahkan pada beberapa kasus, rongga dan gigi yang bermasalah dapat menjadi pemicu terjadinya sejumlah penyakit yang serius. Beberapa penyakit serius yang dapat terjadi yang disebabkan karena sakit gigi di antaranya adalah : 1.Sakit Jantung dan Stroke Mengapa sakit gigi dikaitkan dengan penyakit jantung dan stroke? Ini karena bakteri yang menyebabkan sakit gigi dapat menempel pada dinding arteri dan kemudian mengakibatkan penggumpalan darah. Dan gumpalan tersebut akan menghalangi aliran darah yang mengalir ke jantung sehingga menyebabkan penyakit jantung dan bila terjadi penyumbatan aliran darah ke otak maka akan memicu munculnya penyakit stroke. 2.Penyakit Kanker Sakit gigi dapat terjadi akibat dari pembengkakan pada gusi dan ini terjadi karena gusi mengalami peradangan. Ketika peradangan tidak segera ditangani maka hal ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan tumor. Akibat dari semakin banyaknya jaringan yang rusak karena tumor tersebut maka akan berpotensi menjadi penyakit kanker. Penyakit kanker kerap dihubungkan dengan kesehatan mulut yaitu paru-paru, kandung kemih, esofagus, ginjal, perut dan hati. Maka dari itu apabila anda mengalami sakit gigi, segeralah periksakan diri anda ke dokter gigi. 3.Disfungsi Ereksi Berhati-hatilah bagi kaum pria ketika merasakan sakit gigi. Karena hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri di mulut dan kemudian menimbulkan peradangan pada pembuluh darah. Dan bila hal ini dibiarkan maka akan membuat rusaknya pembuluh darah menjalar hingga ke organ intim. 4.Prostatitis Penyakit prostatitis merupakan masalah di mana enzim yang dibentuk oleg prostat untuk kemudian disekresikan dan mengalami peningkatan. Ini akan menimbulkan pembengkakan pada prostat. Dan di saat anda mengalami sakit gigi maka produksi enzim tersebut lebih tinggi. Bila hal demikian didiamkan maka akan menyebabkan iritasi, sulit ejakulasi, nyeri pada perineum, buang air kecil secara terus menerus. 5.Periodontitis Sakit gigi erat kaitannya dengan masalah yang terjadi pada gusi. Dan peradangan gusi tersebut terjadi karena adanya plak serta karang gigi. Ketika kondisi yang demikian semakin parah maka dapat menyebabkan pendarahan.Â