Waktu Posting : 22-06-2014 07:41 | Dibaca : 2752x
05-07-2014 16:49
Asik bekerja oke-oke saja, namun agar tidak aktivitas yang semestinya berfaedah bagi Anda itu malah berefek menghabiskan biaya disebabkan kesehatan Anda menjalani penurunan. Lagipula, banyak lamgkah yang dapat dikerjakan untuk melindungi stamina Anda supaya terus stabil. Satu diantara jalan yang paling murah serta gampang ialah dengan mengatur pola minum air putih. Gaya hidup rajin minum air putih kerapkali tak dicermati oleh kebanyakan orang-orang Indonesia. Riset The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) yang dikerjakan pada 2010 juga mendapati 46% dari 1.200 orang yang dilihat di berbagai kota besar di Indonesia mempunyai kecenderungan menderita dehidrasi ringan. Baca juga : Cara Mengatasi Jerawat di Usia Dewasa Orang-orang biasanya kurang mengetahui apakah itu dehidrasi ringan. Rasa haus merupakan pemberi tanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Hal semacam itu umumnya lantaran malas minum air putih dengan beragam dalih. Walau sebenarnya, hilangnya dahaga malah merupakan indikasi bahwasanya tingkat dehidrasi yang dihadapi seorang telah lebih tinggi. Jadi, waktu merasa haus, baiknya secepatnya minum seperlunya, lantaran bila dilewatkan terus-menerus, bisa memiliki potensi mengakibatkan penyakit-penyakit serius, seperti konstipasi (sulit buang air besar), infeksi saluran kemih serta infeksi batu ginjal Kebanyakan badan manusia pada intinya memanglah terbagi dalam air : Pada bayi prematur sejumlah 80% dari berat tubuh, bayi normal 70-75%, sedang orang dewasa sejumlah 50-60%. Kekurangan 1,5% kandungan air dalam badan saja dapat membahayakan mood, terlebih untuk wanita yang lebih rawan pada efek dehidrasi. Dibawah ini ialah dampak-dampak yang memiliki potensi menyerang pria serta wanita disebabkan dehidrasi ringan : A. Pada pria, dengan titik dehidrasi 1,5% Performa kognitif : Kewaspadaan dengan cara visual menurun Kemampuan kerja rekam visual menurun Baca juga : 6 Langkah SADARI yang Perlu Anda Pelajari 2. Fase yang melibatkan mood : Didera kelelahan serta inertia Tensi darah serta rasa kuatir meningkat B. Pada wanita, dengan titik dehidrasi 1,3% Performa kognitif : Kewaspadaan dengan cara visual menurun Kemampuan kerja rekam visual menurun 2. Fase yang melibatkan mood : Didera kelelahan serta inertia Tensi darah serta rasa kuatir meningkat Gampang bingung/panik Semangat serta kegiatan menurun 3. Gejala-gejala Daya konsentrasi menurun Kesusahan merampungkan tugas Diserang sakit kepala
08-06-2014 05:26
Hampir semua wanita tahu, tak ada yang bisa membuat pudar kulit wajah separah kurangnya waktu tidur. Ada istilah beauty sleep atau dengan kata lain tidur cukup demi kulit wajah segar. Meski tahu, belum tentu semua wanita melakukannya lho. Ada banyak wanita di luar sana yang barutidur lepas tengah malam dan harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke tempat kerja. Bagaimana dengan Anda? Masih belum termotivasi untuk menambah jam tidur? Ah, mestinya Anda dengarkan saja apa kata ahlinya. Banyak dokter meyakini, kebiasaan kurang tidur bisa membuat wanita berisiko menderita penyakit jantung dan diabetes ketimbang pria. Benarkah? Apakah pria dan wanita sedemikian berbedanya dalam hal fisiologi sehingga mereka memberikan reaksi berbeda terhadap pola tidur yang terganggu? Atau ada kaitannya dengan masalah psikologis? Diyakini testoteron mungkin punya peran. Diingatkan, para wanita agar lebih memperhatikan waktu tidurnya. Saya rasa kita tidak harus menunggu 20, 39, atau 40 tahun untuk mengubahnya. Bagi wanita tidur cukup tidak hanya beauty sleep, tapi juga tidur demi kesehatan. Baca juga : Memadukan Herbal dan Kemoterapi Untuk Penyembuhan Kanker Tapi benarkah hanya sebegitu dampaknya? Coba saja ingat-ingat, kurang tidur sering kali memicu suasana hati yang buruk. Jangan heran bila seorang istri atau rekan kerja wanita Anda dalam keadaan kesal, padahal masih pagi, tanpa ketahuan penyebabnya. Itulah yang mereka rasakan kalau kurang tidur. Wanita butuh lebih banyak waktu tidur ketimbang pria dan bila dipaksa akan lebih menderita, baik secara fisik maupun mental. Kurang tidur membuat wanita punya suasana hati yang tak enak, kurang energik, serta lebih gampang tersinggung. Tidur nyenyak dibutuhkan agar Anda berfungsi sepanjang hari. Kalau kurang tidur membuat wanita mengantuk dan marah-marah tak karuan, maka tidur nyenyak bisa membuat wanita produktif, membuat keputusan terbaik, menghindari hal-hal tak perlu, dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Baca juga : Cara Menghilangkan Jerawat dengan Buah-buahan Setiap orang butuh jam tidur berbeda. Kebanyakan butuh 7 hingga 9 jam tidur setiap malam. Tapi ada juga yang butuh lebih lama, dan itu normal. Sebagian lagi malah kurang dari 7 jam. Seiring usia, jam tidur kemungkinan berkurang. Jadi tinggal pada pilihan membuat jam tidur yang terus berkurang itu benar-benar berkualitas. Percuma jika jam tidur Anda panjang namun berkali-kali terbangun gara-gara gangguan yang tidak perlu. Begitu bangun, Anda mestinya merasa segar dan tak merasa terpaksa atau tiba-tiba terbangun. Pertanda lain, sepanjang hari Anda tak bakal mengantuk, sekalipun menjalani aktivitas yang biasa saja, bahkan membosankan. Kalau ingin hari-hari Anda berlalu dengan penuh semangat dan ceria, pastikan tidur dengan cukup dan berkualitas. Nah, selamat tidur.
21-06-2018 01:09
Semakin canggih teknologi maka akan semakin memeprmudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Komunikasipun akan sangat mudah dapat dengan memanfaatkan vitur video call yang tersedia di hp. Saat malas melanda maka dapat menggunakan aplikasi ojek online yang menyediakan layanan antar makanan dengan mudah. Namun, semakin canggih teknologi ternyata memiliki dampak pada kesehatan.. Apa saja dampaknya pada masalah kesehatan? Berikut ulasannya.. 1. Menyebabkan kecelakaan lalu lintas Banyak pengendara yang melalaikan keselamatan akibat asik bermain ponsel pintar saat sedang berkendara. Padahal seharusnya saat ingin menggunakan ponsel, pengendara menepi dan bukan menggunakannya saat menyetir. Hal ini lah yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena kurangnya konsentrasi saat berkendara. 2. Meningkatkan depresi Terus menerus bermain ponsel, mengecek media sosial dan mengirim pesan singkat selama 24 jam maka akan meningkatkan risiko cemas dan depresi. 3. Sakit leher Saat mengalami sakit leher maka bisa jadi penyebabnya yaitu karena terlalu sering melihat ponsel. Kebiasaan menunduk saat melihat ponsel dapat memberikan beban pada tulang leher sehingga meningkatkan risiko cedera tulang dan membuat leher menjadi sakit. 4. Kualitas tidur terganggu Kurangi kebiasaan bermain ponsel karena sinar biru yang dikeluarkan ponsel pintar dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lelah pada siang hari. Mata juga akan mengalami mata lelah dan nyeri kepala. 5. Menurunkan tingkat kesuburan Jika Anda mendambakan keturunan sebaiknya jangan memangku laptop pada paha saat bekerja karena dapat menurunkan tingkat kesuburan. Radiasi dan panas yang dikeluarkan laptop dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada testis dan penurunan kualitas sperma yang dihasilkan.